
"Sebenarnya mama sudah tau tentang kamu, Keenan. Cuman saja, mama pura pura tidak tau, dan menunggu kamu untuk memberi tahukan sendiri, tapi kalian yak kunjung memberi tahu, dan jika bukan karena Natha yang keceplosan, mungkin kamu masih mengira mama tidak tau dengan kelakuan kamu di luar lingkungan rumah." jelas Mama Lian, sontak Natha dan Keenan kaget dengan ucapan Mamanya,
"Mama, marah?" tanya Keenan, Mama Lian menggeleng,
"Tidak, hanya saja mama kecewa dengan kamu," jawab Mama Lian, Keenan hendak memeluk tubuh Mamanya tetapi badannya di tahan oleh tangan Mama Lian.
"Jangan dekat dekat, kamu bau wine, mandi dulu sana," ujar Mama Lian, Keenan yang mendengar itu langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Natha dan Mama Lian terkekeh melihat kelakuan Kakaknya itu, mereka mendudukkan diri di sofa ruang tamu.
"Ma, mama marah, ya, sama Natha dan bang Keenan?" tanya Natha, Mama Lian menggeleng,
"Cuman kecewa, gak marah kok, mama kecewa sama diri mama sendiri karena gak bisa rawat anak mama dengan baik." jawab Mama Lian, Natha kembali memeluk tubuh Mama Lian erat.
***
Kini jam sudah menunjukkan jam tujuh malam, Keenan dan Natha duduk di sofa, Natha yang sedang asik senyum senyum sendiri karena chatan dengan kekasihnya, sedangkan Keenan sedang menonton TV ia sangat amat gabut.
"Dek, gue gabut, mau temenin gue jalan gak?" tanya Keenan, Natha mengangguk,
"Mau kemana memang?" tanya Natha juga,
"Ke alfamart? Sekalian ada yang pengen gue beli," jawab Keenan, Natha mengangguk, mereka berdua berdiri dari duduknya dan mencari Mama Lian di dalam kamarnya.
"Ma, Natha sama bang Keenan izin keluar ya? Mau nyari sesuatu," ucap Natha berizin kepada Mama Lian,
"Iya, jangan lama lama ya," jawab Mama Lian, Natha mengangguk, ia menyusul Keenan yang sudah berada di halaman rumah. Mereka hanya berjalan kaki untuk ke alfamart, karena letaknya tak terlalu jauh dari rumah Natha, keluar komplek belok kanan dan jadilah jalan raya yang di sana ada alfamart.
"Mau beli apa lo?" tanya Natha,
"Rokok," jawab Keenan santai. natha memukul pundak Keenan,
"Gila lo, rokok terus, sakit mampus lu!" ucap Natha,
"Jadi ini lo ngedoain gue sakit gitu?" tanya Keenan,
"Gak sih, ya, cuman lo kebanyakan ngerokok nanti sakit gila, aneh banget, penyakit kok dicari cari." jawab Natha, Keenan melihat wajah adeknya yang sepertinya kesal dengan dirinya, ia merangkul pundak adeknya,
"Jangan di tekuk gitu dong mukanya, tambah jelek," ejek Keenan,
"Ohhhh, jadi lo ngatain gue jelek gitu?!" tanya Natha, ia melepaskan rangkulan Keenan,
"Eh, enggak enggak, adek gue kan cantik, hehe!" jawab Keenan, ia kembali merangkul pundak Natha, mereka sekarang sudah berada di depan alfamart.
Natha mencari makanan untuknya, dan Keenan juga mencari minuman, mereka membayar semua berbelanjaannya, dan tak lupa Keenan membeli rokoknya. Mereka berdua kembali berjalan untuk pulang ke rumahnya,
"Pegangin," ujar Keenan sembari menyerahkan barang berbelanjaan kepada Natha, Natha mengambilnya dan melihat apa yang dilakukan Keenan.
"Apa?" tanya Keenan saat sadar bahwa adeknya tengah melihat dirinya. Natha menggeleng, Keenan menyerahkan bungkus rokok yang sudah terbuka kepada Natha, Natha menaikkan satu alisnya.
__ADS_1
"Apa?" tanya Natha balik,
"Mau?" tanya Keenan juga,
"Ga, lo pikir gue ngerokok? Aneh aneh aja lo!" jawabnya, Keenan meraih satu batang rokok dan menyalakannya dengan korek. Mat hanya memutar bola matanya malas, sebenarnya ia sudah sering melihat Keenan merokok didepan mata kepalanya sendiri.
"Ya, siapa tau, kan banyak tuh, cewek cewek ngerokok," ujarnya santai sembari menghisap rokoknya. Natha menampar pantat Keenan,
"Lo pikur gue cewek apaan hah?" jawabnya sinis,
"Maaf adekkuuu," ujar Keenan hendak mencium pipi Natha, tetapi tak bisa, karena yang di cium Keenan adalah hp Natha,
"Cium tuh hp," ucapnya, lalu berjalan mendahului Keenan, yang di tinggalkan hanya terkekeh gemas dengan sifat adeknya sendiri.
"Adek lo itu, heh, sadar!" ujarnya berucap kepada dirinya sendiri, ia menepuk pipinya sendiri, lalu berjalan menyusul Natha.
Mereka sudah sampai di rumah, Keenan juga habis satu batang rokok, mereka masuk dan langsung memasuki kamarnya masing masing, jam sudah menunjukkan jam delapan malam. Natha mencuci wajahnya dan mengganti baju tidur berwarna biru, celana oendek lengan pendek. Ia turun ke bawah untuk makan malam bersama, Natha mendudukkan diri di samping Keenan.
"Natha gak mau makan, kenyang," ujar Natha,
"Terus lo ngapain ke sini deh? Bukannya gak mau makan?" tanya Keenan,
"Kenapa? Gak boleh? Orang cuman mau ikut ngumpul di sini," jawab Natha,
"Udah, kalian ini, ribut aja terus, bisa gak, satu hari tanpa ribut? Gak ribut itu ada yang kurang kah dihidup kalian?" tanya Mama Lian,
"Orang dia duluan," jawab Natha, lalu ia memutarkan bola matanya malas. Ia memilih untuk memainkan hpnya saja.
***
Mereka sekarang sudah selesai makan malam, Natha dan Keenan sekarang juga berada di balkon, sedangkan Mama Lian dan Bibi, semua sudah di kamar masing-masing.
Natha ke balkon karena ajakan Keenan, ia minta temani untuk duduk di balkon, Natha hanya mengangguk, karena ia juga bosan di dalam kamar terus menerus. Aksa juga sekarang sedang ke bandara menjemput papanya, jadi hpnya hanya ada notif dari grubnya.
Keenan sedang menghisap rokonya, mereka duduk di kursi balkon yang ada dua kursi dan satu meja di sana. Natha hanya diam sembari memainkan hpnya, ia melihat lihat story IG, dan tiktok. Tanpa ia sadar, Keenan sedang menatap dirinya, setelah itu Natha menatap Keenan yang juga sedang menatap dirinya. Natha menaikkan alisnya, Keenan menggeleng dan langsung membuang pandangannya ke atas awan.
"Eh, gue mau nanya dong," ujar Natha membuka suara,
"Nanya apa?" tanya Keenan,
"Evelin, itu siapa lo? Mantan?" tanya Natha juga, Keenan menggeleng,
"Bukan, cuman duku pernah dekat doang, tapi gak jadian," jawabnya,
"Hts doang kok malah milih bela dia dari pada adek sendiri, haha!" ejek Natha, tetapi itu fakta,
"Gak tau, gue kalo ingat ingat kejadian itu, geli sendiri, mana manggil sayang sayang segala," jawab Keenan, ia yang teringat kembali akhirnya bergidik geli. Natha tertawa, menertawakan Keenan,
__ADS_1
"Dulu dia mau ngehancurin hubungan gue sama lo, tapi gagal. Sekarang kayaknya dia mau balas dendam, tapi kali ini dia ingin ngehancurin hubungan gue sama Aksa deh. Baru pertama masuk aja udah caper sana sini, mana natap gue sinis banget." jelas Natha,
"Kali ini kayaknya gue bakal dukung lo berantem sama dia," jawab Keenan,
"Heh, jadi lo nyuruh gue berantem sama dia gitu? Gak deh, males gue nanti masuk BK lagi," ujar Natha,
"Tenang, nanti kalo masuk BK gue yang datang," jawabnya santai,
"Enak aja, yang ada gue kena skorsing lagi, gak gak!" ujarnya, Keenan terkekeh,
"Misalkan, dia suka sama Aksa, terus Aksa juga suka sama dia, lo gimana?" tanya Keenan,
"Dih, ya kalo dia sama sama suka, ya udah, yang waras ngalah," jawab Natha, Keenan tertawa keras lalu mulutnya di bungkam oleh tangan Natha.
"Diem bego, udah malam ini," ujarnya,
"Enteng banget tu mulut bilang 'ngalah', padahal hatinya pasti gak ikhlas kalo Aksa sama tu cewek," jawabnya lalu tersenyum mengejek Natha,
"Tapi beneran deh, kalo tu cewek emang bener bener suka sama Aksa tapi Aksa gak suka dia, gue masih bisa mertahanin hubungan gue, tapi kalo Aksa suka, udah deh, gue yang lepas Aksa." ujarnya, lalu bangkit dari duduknya, ia berdiri dan menaruh tangannya di pagar balkon.
"Besok, gue masuk sekolah, udah tiga hati gak masuk, kata temen temen gue, dia makin melunjak caper sama Aksa dan yang lainnya." ujar Natha lagi, Keenan menghampiri Natha,
"Udah lah, cinta gak selamanya indah, jangan terlalu di pikirkan, jalanin aja, kalo emang Aksa bener-bener suka lo, dia gak akan ngelepas lo begitu aja." jawab Keenan menenangkan pikiran Natha, ia tahu pikiran Natha sekarang berantakan karena pertanyaan bodoh ia tadi. Natha memeluk tubuh Keenan, Keenan membalas pelukannya,
"Udah, jangan terlalu di pikirkan, nanti jadi pikiran," ujarnya bercanda ingin menghibur sedikit Natha,
"Udah jadi pikiran ini," jawab Natha, Keenan hanya terkekeh ia mengelus rambut Natha,
"Udah, ayo masuk, udah sekita jam sepuluh malam, gak baik anak cewek kena angin malam," ujarnya, mereka berdua masuk ke rumah dan memasuki kamarnya masing masing.
Natha mematikan lampu kamar dan hanya menyisakan lampu tidur, ia merebahkan badannya lalu mencoba untuk tidur. Sudah sekita dua puluh menit Natha mencoba untuk tidur, tapi tak bisa, ia mendudukkan badannya, meraih hpnya yang berada di atas nakas. Bangkit dari duduknya dan mendudukkan dirinya di dekat jendela kamarnya, jalanan sepi yang hanya di lihat oleh Natha.
"Bang Keenan udah tidur kah ya?" tanya Natha pada dirinya sendiri, ia bangkit lagi dari duduknya, keluar dari kamar, dan melihat ke arah kamar Keenan yang berada di sebelah kamarnya. Pintu kamar Keenan sedikit terbuka, cahaya lampu dari kamar Keenan juga terlihat dari ambang pintu. Natha mengetuk pintunya lalu masuk, benar saja, Keenan belum tidur, ia masih memaikan laptop dan satu batang rokok di tangannya.
"Kenapa?" tanya Keenan,
"Rokok mulu lo, kenapa gak tidur?" bukan menjawab, ia malah balik bertanya, Keenan membalikkan kursi belajar beroda miliknya, dan menatap Natha,
"Seharusnya gue yang bertanya kayak gitu sih, kenapa lo belum tidur, dan ngapain lo ke kamar gue?" ujar Keenan,
"Gak boleh gue ke kamar lo? Gue gak bisa tidur, udah nyoba buat pura pura tidur, tapi tetep aja gak mau tidur," jawabnya,
"Gak sih, gak ngelarang. Terus, kenapa ke sini?" tanya Keenan lagi,
"Gak tau, gabut, Aksa juga lagi ngejemput papanya di bandara, makanya gue ke sini biar ada temen, hehe!"
...***...
__ADS_1