
"Ta, tukeran tempat dong, haha!" ucap Gibran, Natha mengangguk, mereka bertukar tempat, Natha duduk di belakang Vio di tempat Gibran.
"Gue duduk disini, gak apa kan?" tanya Saddam mendekati Natha, Natha mengangguk, lagi pula Saddam sedang duduk sendiri juga.
"Gak ada yang ngelarang kok, duduk aja." jawab Saddam, ia mendudukkan dirinya di samping Natha di tempatnya Cakra.
""gak ada yang ngelarang kok, duduk aja." jawab saddam, ia mendudukkan dirinya di samping natha di tempatnya cakra.
"ta foto buku paket yang sudah terjawab.
"Ok, thanks." jawab Natha, Saddam mengangguk, mereka berdua menjawab soal di buku paket milik mereka masing-masing.
Setelah selesai, mereka berdua fokus bermain hp masing-masing.
"Ta, lo pulang sekolah sibuk gak?" tanya Saddam,
"Enggak sih, kenapa emang?" tanya Natha balik,
"Lo mau nemanin gue gue ke toko buku gak? Buat nyari buku kamus yang kemarin hari senin di suruh buat bawa?" tanya Saddam lagi,
"Oh, boleh. Gue hari senin kemarin gak masuk, emang buku apa?" jawab Natha srkaligus bertanya,
"Buku kamus untuk pelajaran Bahasa Inggris." jawab Saddam.
"Oh, oke. Tapi gue nganter Gabriella dulu, berarti lo jemput gue?" tanya Natha, Saddam mengangguk,
"Gue juga ganti baju dulu baru jemput lo." jawab Saddam, Natha mengangguk lalu mereka kembali fokus ke layar hp mereka masing-masing.
***
//pulang sekolah//
Natha dan teman-temannya masih menunggu di kelas, menunggu parkiran tidak banyak orang lagi baru mereka akan turun.
"Udah sepi tuh parkiran, ayo," ucap Laura, mereka bertujuh langsung saja turun ke lantai paling bawah, Natha berjalan di paling belakang bersama dengan, Aksa.
"Ta," panggil Aksa pelan agar tak di dengar oleh teman-temannya.
"Iya?" tanya Natha,
"Kata bunda kamu bisa ke rumah?" ucap Aksa,
__ADS_1
"Kapan? Hari ini? Kalau hari ini gak bisa, soalnya gue mau ke toko buku nyari kamus bahasa Inggris." jawab Natha,
"Terserah kamu aja kapan, kata Bunda kalau kamu udah gak sibuk aja." jawab Aksa, Natha mengangguk saja. Mereka sudah tiba di parkiran sekolah, Natha dan yang lainnya mengeluarkan motornya lalu pulang ke rumah masing-masing. Natha tiba di rumah Gabriella,
"Makasih, yaaa" ucap Gabriella, Natha mengangguk,
"Yoi, gue pulang dulu ya, gue mau nyari kamus Bahasa Inggris di toko buku," ucap Natha,
"Sama siapa? Sendiri? Atau sama Keenan?" tanya Gabriella, Natha menggeleng.
"Gue sama Saddam." jawab Natha, Gabriella tersenyum senyum meledek.
"Ekhem ekhem," ledek Gabriella, Natha tersenyum lalu melambaikan tangannya,
"Udah yaa, gue mau pulang, bye bye~" ucap Natha lalu ia melajukan motornya untuk lekas sampai ke rumahnya sendiri.
"Apa?" ucap Natha mengangkat telepon Keenan, ia sudah berada di rumah, ia juga sedang masuk ke dalam kamarnya.
"Hp lo udah gue taruh di laci nakas lo." ucap Keenan,
"Y makasih. Lo kapan pulang?" tanya Natha,
"Nanti, gak lama kok, kenapa? Mau nitip sesuatu?" tanya Keenan,
"Sama siapa?" tanya Keenan,
"Sama temen gue, udah ah, banyak nanya lu, kepoan amat." jawab Natha,
"Ya sudah, Hati-hati, jangan pulang ke maleman." ucap Keenan,
"Iya elah, gue juga gak akan lama. Paling nyari buku terus pulang. Udah ya, gue mau ganti baju." jawab Natha lalu memutuskan sambungan teleponnya dengan Keenan. Ia mengganti pakaiannya, menggunakan baju rajut berwarna hitam putih garis, celana kulot berwarna hitam dan sendal berwarna hitam.
Rambutnya ia uraikan saja, ia mengambil dompet dan hp yang di taruh Keenan di dalam laci nakas.
[Gue udah di depan rumah lo, Ta] - Saddam
Natha dan Saddam satu komplek, cuman beda enam blok saja.
"Maaf, udah lama kah?" tanya Natha kepada Saddam yang sudah menunggunya di depan pagar rumah Natha, ia menggunakan kemeja hitam, celana hitam dan sendal berwarna putih, duduk di motor scoopy coklat kesayangannya.
"Enggak kok, baru nyampe juga, ayo naik." jawab Saddam, Natha menaiki motor milik Saddam lalu Saddam langsung saja melajukan motornya.
__ADS_1
Sesampainya mereka di toko buku.
Mereka masuk ke dalam toko buku itu, di sana banyak orang yang keluar dan masuk dari toko itu. Natha dan Saddam lagi mencari buku yang di suruh oleh gurunya, Natha menemukannya, ia melihat dulu buku itu, lalu ia memanggil Saddam.
"Dam, yang ini bukan sih?" tanya Natha, Saddam mendekati Natha, ia juga ikut melihat buku yang di pegang oleh Natha, Saddam mengangguk,
"Iya, yang ini. Gue beli buku ini aja, lo beli buku yang lain, kah?" tanya Saddam sekaligus menjawab, Natha menggeleng,
"Beli buku yang ini aja deh, buku di rumah gue masih banyak yang belum di baca." jawab Natha, Saddam mengangguk, mereka berdua jalan ke arah kasir untuk membayar buku itu.
Setelah selesai membayar, mereka berdua keluar dari toko itu, Saddam dan Natha lalu berjalan ke motor milik Saddam.
Ia menaiki motornya lalu membuka 'kan footstep untuk Natha,
"Naik," ucap Saddam, Natha mengangguk, ia naik ke atas motor Saddam. Ia merasa Devaju di saat Saddam membuka 'kan footstep untuk dirinya, ia jadi teringat dulu Aksa melakukan itu untuknya juga.
'Lah, ngapain gue mikirin dia lagi? Akh, sudah lah.' Batin Natha, ia menggelengkan kepalanya.
"Ta, mau ke taman dulu? Gue udah lama gak ketaman bareng lo." tanya Saddam, ngomong-ngomong Natha dan Saddam sudah berteman dari sejak SMP.
"Lo gak sibuk? Gak apa emang?" tanya Natha balik,
"Gak apa lah, di rumah gue juga gak ada satu pun orang, lagi pada keluar." jawab Saddam, Natha mengangguk paham,
"Ayo aja sih, gue, terserah lo aja." jawab Natha juga, Saddam mengangguk lalu melajukan motornya untuk pergi ke taman yang tak jauh dari toko buku tersebut.
Mereka berdua telah sampai di taman.
Mereka berdua turun dari motor lalu berjalan ke arah taman tersebut.
"Ta, lo ingat gak, dulu lo pernah beli itu, tapi jatoh, haha!" ucap Saddam menunjukkan jarinya ke arah salah satu penjual ice cream di sana.
"Masih ingat aja lo, haha!" jawab Natha sedikit mendorong bahu Saddam,
"Ta, ke sana ayo!" ajak Saddam sembari menunjukkan lagi jarinya ke arah bawah pohon besar, mereka sering duduk di sana sejak Smp.
"Gue udah lama gak ke taman ini, biasanya gue ke taman yang tak jauh dari komplek kita itu." ucap Natha setelah sampai di bawah pohon itu,
"Tau gue, sama Keenan kan lu? Sering gue liat lo sama dia kalo gue lagi nemenin adek gue ke taman." Saddam berujar, Natha teetawa kecil sembari menganggukkan kepalanya.
"Ta, itu si......"
__ADS_1
...***...