My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 39


__ADS_3

"Lo kayak mau ngelayat aja hitam hitam gini," ujar Keenan setelah mendudukkan dirinya,


"Terserah gue lah, lagian gue yang make, ini juga karena samaan sama temen temen gue," jawab Natha dengan wajah sinis menatap Keenan,


"Udah ah, kalian berantem mulu, ini makan dulu, nanti Natha berangkat duluan kan? Mama sama Abang nanti jam sembilan lewat kan?" tanya Lian, Natha mengangguk sambil mengambil roti yang sudah di olesi selai coklat.


"Iya, terserah mama aja, kayak nya boleh boleh aja gak terlalu pagi," jawab Natha, Lian mengangguk. Natha menghabiskan roti yang tadi ia raih, setelah habis memakan, ia berpamitan untuk berangkat ke sekolah.


***


Sesampainya Natha di halaman sekolah, ia memarkirkan motornya di tempat seperti biasanya, berjalan memasuki koridor sekolah. Natha melihat semua siswa siswi yang bersama orang tuanya dan ada juga yang bersama teman temannya, mereka memakai pakaian yang berbeda beda. Natha sedang mencari teman temannya, Natha mencari ke dalam kelas, hanya ada Kayla dan Najla, Natha bertanya kepada dua gadis yang berada di kelasnya itu.


"Ada liat Gabriella sama yang lain gak? Atau belum dateng?" tanya Natha,


"Tadi sih, ada, Vio sama Gabriella, terus keluar entah kemana, kalo Laura dia lagi ngurus bazar." jawab Kayla,


"Oh, oke, makasih!" ujar Natha setengah berteriak, ia kembali berjalan mencari teman temannya, dan ya, Natha menemuka temannya yang ternyata berada di halaman belakang, mereka berkumpul di pojok baca. Di sana sudah terdapat, Cakra, Rafa, Gibran, Vio, dan Gabriella.


"Weh, ngapain kalian di sini, gue nyariin tau," ujar Natha, Natha menatap satu persatu teman temannya yang juga sedang menatap dirinya.


"Kalian kenapa? Hey?" tanya Natha, ia bingung kepada teman temannya, apalagi Gabriella yang sedang menatapnya tajam.


"Kenapa sih? Gue ada salah?" tanya Natha lagi, ia berpikiran bahwa dirinya telah berbuat salah kepada teman temannya, tapi setelah dipikir pikir, dia gak memiliki masalah dengan teman temannya.


"Ken-" belum sempat selesai ia berbicara, mulutnya di bungkam oleh tangan Gabriella, mulut Natha yang di tutup oleh Gabriella tidak akan bisa berbicara, Natha makin panik dibuatnya.

__ADS_1


"I have crush on you," ucap Seseorang dari belakang Natha, Gabriella dan yang lainnya tersenyum, Gabriella menjauhkan tangannya dari mulut Natha. Natha membalikkan badannya menghadap seseorang yang berbicara tadi.


"Will you be mine?" ucap seseorang itu lagi, Natha terkejut bukan main setelah mendengar ucapan itu, di belakang sekolah tidak terlalu banyak orang karena hampir semua siswa sibuk berfoto dan melihat lihat untuk bazar nanti.


"I dream?" tanya Natha tak percaya dengan ini semua, tiba tiba ada yang menepuk pipi kanan Natha,


"Akh!!, sakit bego," pekiknya,


"Nah, itu tandanya lo gak lagi mimpi," jawab Rafa. Ya, Rafa lah yang menepuk pipi Natha,


"Sekali lagi, will you be mine?" tanya Aksa yang berada di depan Natha, Ya, Aksa lah yang berbicara tadi. Ia mengungkapkan semua isi hatinya, Natha menatap Gabriella yang berada du samping kirinya, Gabriella mengangguk seakan akan tau isi pikiran Natha.


"Oke, aku mau," jawab Natha membalas pertanyaan Aksa, pipinya mulai memerah seperti tomat masak.


"YES!!!" girang Aksa tanpa sadar ia sekarang memeluk tubuh Natha dan dibalas oleh Natha.


"Cie yang di setujuin sama orang tua dan abangnya," ucap si Cakra, Natha sekarang beralih menatap Cakra, bagaimana ia tau? Pikir Natha.


"Dari mana lo tau?" tanya Natha bingung, Cakra yang di tanya hanya terkekeh,


"Lo lupa? Kalo gue juga temen Keenan?" tanya Cakra, sambil tertawa dan teman teman yang lain juga tertawa,


"Lupa, pasti di kasih tau sama Keenan kan? Kalian kan yang ngerencanain ini?" tanya Natha,


"Iya, sengaja, Cakra ngasih tau ke gue, terus gue bikin grub deh, yang isinya ada Vio, Laura, Aksa, Cakra, Rafa, Gibran, Gue dan Keenan abang lo, kami ngerencanain semuanya, abang lo juga yang ngeyakinin si Aksa buat ngungkapin perasaannya, kalo gak abang lo yang ngasih tau Cakra juga mungkin lo belum jadian, karena si Aksa gak berani buat ngungkapin perasaannya, alasannya katanya takut di tolak, haha" jawab Gabriella dengan menjelaskan semua tentang hal ini, sambil tertawa menertawakan Aksa.

__ADS_1


"Dih apa apaan, gak ya. Eh tapi bener sih, takut di tolak, hehe" jawab Aksa sedikit tidak terima, tapi itu semua ada benarnya juga, ia sedikit tidak berani mengungkapkan isi hatinya.


"Udah udah, dari pada di sini, mending kita ke depan melihat lihat untuk bazar ini," ujar Vio mengalihkan pembicaraan, mereka semua setuju, yang lain berjalan mendahului Natha dan Aksa. Mereka membiarkan Aksa dan Natha berjalan berduaan saja.


"Ayo," ujar Aksa sambil merangkul bahu Natha dan Natha merangkul pinggang Aksa, lalu berjalan mengikuti semua teman temannya.


"Ekhem!" ujar Laura yang tiba tiba berada di depan Natha dan Aksa,


"Jangan di ganggu Lau, orang lagi bucin juga, haha!" tawa Rafa,


"Gini ya, temen gue punya pacar, lah gue baru putus tadi malam," ujar Laura sedikit kesal karena tadi malam ia di putuskan kekasihnya, sekarang ia berstatus jomblo seperti temannya yang lain.


"Elah, santai, masih ada gue," jawab Rafa dengan santai,


"Dih, paan lu, gak jelas, males gue sama lo," ujar Gabriella mendengar ucapan Rafa,


"Belum juga apaan, udah nt, haha!!" Gibran menertawakan Rafa mendengar jawaban dari Laura.


"Udah lah ya, happy fun, gue mau ngurus semua ini dulu, dadahh," ujar Laura lalu pergi meninggalkan teman temannya,


"Eh kita ke sana aja yuk," ujar Vio sembari menunjukkan kursi kursi yang banyak tertera di halaman, yang di sediakan untuk acara ini. Mereka mendudukkan dirinya di tempat yang di usulkan oleh Vio. Mereka mendudukkan dirinya bersampingan semua, Aksa dengan Natha yang berada di sebelah kanannya, dan di samping Natha ada Gabriella dengan Vio. Di samping kiri Aksa ada Cakra, Gibran dan Rafa.


Semua siswa siswi sudah mendudukkan dirinya di tempat itu juga. Begitupun dengan orang tua mereka yang mendudukkan diri di tempat khusus orang tua dari anak murid itu yang tak jauh dari tempat siswa siswinya.


Natha mencari cari di mana Keenan dan Lian berada, dan ketemu, karena dia melihat Lea yang duduk di pangkuan Keenan. Natha dan teman temannya mendudukkan diri di barisan depan, sedangkan Lian dan Keenan duduk di barisan ke dua. Natha melambaikan tangannya kepada keluarganya.

__ADS_1


"Ta, Itu Lea kan ya?"


...*****...


__ADS_2