My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 107


__ADS_3

"Abang mu udah tidur, dek?" tanya Mama Lian, dari lantai bawah karena melihat Natha yang keluar dari kamar Keenan,


"Iya, ma" jawab Natha,


"Ya sudah, kamu juga tidur, jangan begadang." ucap Mama Lian, Natha mengangguk, ia masuk ke dalam kamarnya, mendudukkan dirinya di kursi meja belajarnya.


Ia mengeluarkan semua isi di dalam tasnya lalu tasnya ia taruh di dalam lemari khusus tas dan sepatu di dalamnya. Ia menaruh dompet di laci nakas lalu men charger kedua hpnya di atas meja belajar.


Natha ingin mengganti pakaiannya dulu, ia menaruh hp Keenan di atas meja belajar juga, ia mengambil celan hitam pendek, ia akan mengganti celananya saja.


Setelah selesai, ia kembali duduk di meja belajar dan memainkan hp Keenan. Tiba-tiba, masuk notif dari hp Keenan, karena Natha penasaran jadi Natha membuka notif itu.


Nomor tak dikenal, Natha membukanya, tapi di sana, chanya dengan Keenan sudah ada, apa jangan-jangan sengaja tak di simpah oleh Keenan? Usnnya -E


[Keenan, aku minta tolong bisa?] - E


[Apa?] - Natha


[Bisa jemput aku di perempatan jalan indah raya, gak?] - E (nama jalannya hanya ngarang)


[Siapa?] - Natha


[Loh? Aku Evelin.] - E


[Apaan lo ngechat Keenan gitu? Buat apa? Lagian gue lihat-lihat chat lo sama Keenan, lo kayak ngemis-ngemis minta balikan gitu, gak malu?] - Natha


[Mana minta jemput sama Keenan lagi, temen lo kan banyak, ngapain harus chat Keenan? Atau lo gak punya temen ya?] - Natha


[Lo siapa sih? Ngapain lo pegang hp Keenan? Gak sopan banget.] - E


[Balikin hpnya sama Keenan.] - E


[Cih, gak tau malu. Muka lo tebel juga ya, terserah gue dong, mau buka hp Keenan kek, mau gue apain kek ni hp, dia juga gak marah, kok lo yang marah? Lo siapanya emang?] - Natha


[Balikin hpnya sama Keenan, gue pacarnya.] - E


[Lawak juga lo ya, Evelin, gue Natha. Adeknya Keenan kalau lo lupa.] - Natha


[Barengsek!] - E

__ADS_1


[Malu ya, kasiannyaaa. Tapi gue lebih kasian sama Keenan deh, kok bisa ya dia pernah pacaran sama cewek kayak lo.] - Natha


[Lah? Kok cuman centang satu? Di block? Haha!] - Natha


Natha sangat puas setelah membalas pesan pesan dari Eve, Natha juga membaca baca pesan dari Eve, mengemis untuk minta balikan sama Keenan, minta jemput sama Keenan, banyak lagi. Tapi Keenan hanya membalas dengan jawaban singkat dan ada juga yang hanya ia baca.


***


//pagi hari//


Natha tadi hanya tidur sebentar, mungkin hanya dua jam, dari jam satu malam lalu terbangun di jam tiga malam. Natha kini masih setia rebahan di kasurnya dengan memainkan hpnya sendiri, hp Keenan ia charger.


"Ta, hp gue, mana?" tanya Keenan membuka pintu kamar Natha, Natha menunjuk ke arah hp Keenan yang ber charger di atas meja belajarnya. Keenan mendudukkan dirinya di atas meja belajar Natha mengambil hpnya lalu memainkannya di sana.


"Tadi malam, ada yang ngechat?" tanya Keenan,


"Mantan lo," jawab Natha sambil tersenyum-senyum karena chat dari Kate. Keenan berdiri dari duduknya, berjalan menghampiri Natha, merebahkan badnnya di samping Natha.


"Lo bales?" tanya Keenan, Natha mengangguk,


"Gak boleh?" tanya Natha, Keenan menggeleng,


"Keren" ucap Natha, ia mengintip Keenan yang membaca pesan pesan Natha tadi malam, lalu Keenan memblokir nomor Eve.


"Gak jelas tu cewek, ngaku-ngaku cewek gue." jawab Keenan, ia mematikan layar hpnya,


"Lo lebih gak jelas, kenapa dulu lo mau sama dia? Haha!" ucap Natha,


"Gak tau, gue juga heran sendiri," jawab Keenan,


"Dek, ada abangmu?" tanya Mama Lian setelah membuka pintu kamar Natha, ia melihat Keenan yang rebahan di samping Natha.


"Oh, kirain kemana, pagi-pagi udah gak ada di kamar, ternyata di sini." ucap Mama Lian, mama Lian berjalan ke arah jendela kamar Natha, membuka tirainya dan membuka jendelanya.


"Mau ikut Mama berbelanja, dek?" tanya Mama Lian, Natha mengangguk, ia mendudukkan dirinya.


"Mau! Sekarang, ma?" tanya Natha,


"Iya, cuci muka dulu gih," jawab Mama Lian,

__ADS_1


"Keenan di tinggal, kah?" tanya Keenan,


"Haha! Kalo kamu mau ikut, ayo." jawab Mama Lian,


"Enggak ma, Keenan di rumah aja." jawab Keenan, Mama Lian mengangguk. Natha dan Keenan berdiri, Keenan berjalan keluar dari kamar Natha, dan Natha berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


Setelah selesai, Natha ingin mengganti baju sebentar, celana training berwarna abu muda, dan sweater berwarna abu juga. Ia turun ke bawah untuk menemui mama Lian,


"Udah, ma." ucap Natha, Mama Lian mengangguk. Mereka berjalan keluar rumah dan naik ke motor milik Mama Lian, Mama Lian melajukan motornya untuk pergi ke pasar pagi.


Sesampainya di pasar pagi, Natha dan Mama Lian memarkirkan motornya lalu masuk ke dalam pasar itu. Mama Lian membeli Ayam, sayuran dan bahan-bahan dapur.


***


Mama Lian dan Natha telah selesai berbelanja, mereka berjalan ke arah motor mereka yang tadi di parkirkan.


"Biar Natha aja yang nyetir motornya, ma." ucap Natha, Mama Lian mengangguk, mereka berdua menaiki motornya lalu Natha menlajukan motornya pulang ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, Mama Lian menaruh barang-barang tadi di dapur, sedangkan Natha ia berjalan ke arah kamarnya. Ia membuka pintu kamarnya, perasaan tadi pintu kamarnya tidak tertutup, batin Natha.


"Pantes, perasaan tadi kamar gue pintunya gak di tutup." ucap Natha setelah membuka pintu kamar, ia berjalan ke meja belajarnya untuk mendudukkan dirinya di sana.


"Udah pulang?" tanya Keenan, ya, Keenan lah yang ada di dalam kamarnya Natha.


"Belum bang. Ya sudah lah, terus kalau gue belum pulang, ini siapa? Setan?" jawab Natha, Keenan hanya terkekeh, Keenan sedang rebahan saja di atas kasur Natha.


"Hari ini, jadi ke waterboom?" tanya Keenan yang di angguki oleh Natha,


"Jam sepuluh, katanya." jawab Natha, sekarang baru jam setengah sembilan pagi, Natha hendak mandi pagi, tapi nanti ia akan mandi juga di waterboom. Jadi ia memutuskan untuk tidak mandi pada pagi hari ini.


"Ya udah, kata Cakra Tala sama Kate ikut." ujar Keenan, Natha mengangguk,


"Eh bang, Aksa ngajak Debby, kata Vio." ujar Natha,


"Terus, hubungannya sama gue apa?" tanya Keenan,


"Gak ada sih, cuman ngasih tau doang, hehe!" jawab Natha dengan kekehan.


'Bentar, bukannya Debby ikut ortunya ke Singapur, ya? Kok? Ah, mungkin udah pulang kali, ngapain juga gue mikirin dia.'

__ADS_1


...***...


__ADS_2