My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 141


__ADS_3

Kini jam sudah menunjukkan jam tujuh pagi, Natha baru saja bangun dari tidurnya, ia mengumpulkan nyawanya. Ia beranjak dari kasur, mengambil handuk lalu berjalan ke luar kamar untuk menuju ke lantai bawah. Natha melihat kamar tamu yang terbuka, Natha mengintip ke dalam, ternyata di sana ada sebagian teman-teman Keenan.


Ada Ikhsan, Radja, Andre dan Niko, sedangkan di dalam kamar Keenan ada Cakra, Tala, Rafa dan Keenan. Mereka masih dalam keadaan tidur, Natha menghampiri bibi yang sedang memasak dan Mama Lian yang sedang memotong sayuran.


"Banyak banget?!" kaget Natha, "Itukan ada teman-teman abang kamu, dek. Jadi mama harus masak banyak, kasian mereka, nanti suruh makan dulu kalau udah pada bangun. Mama mau ke kantor, masih banyak kerjaan, jadi mama harus lembur hari ini." jawab Mama Lian. Natha mengangguk mengerti, ia berjalan ke arah kamar mandi, ia mencuci wajahnya, ia tak ingin mandi pagi jika tidak sekolah.


Paling ia akan mandi di saat jam sepuluh atau jam sembilan nanti. Di saat Natha selesai cuci muka, ia berjalan ke kursi meja makan, ia memakan sayur wortel yang mentah, baginya itu enak, tapi jika Keenan melihat Natha memakan wortel mentah mentah seperti itu, ia akan berucap "ih, apaan anjir, mentah gitu, gak ada enak enaknya." pasti dia akan berucap seperti ini.


Selesai Natha, Mama Lian, bibi Mela dan Lea makan, mereka langsung masuk ke kamar kamar masing-masing. Kecuali bibi Mela dan Mama Lian, Mama Lian pergi ke kantor, Bibi Mela mencuci piring.


Natha di dalam kamar memainkan musik menggunakan earphone nya, ia sambil duduk di dekat jendela, melihat pemandangan indah di pagi hari.


Sekitar sudah hampir satu jam lebih, Natha keluar dari kamarnya untuk pergi ke luar rumah, ia hendak ke halaman belakang, di halaman belakang ada kolam berenang. Jadi ia ingin merendam kaki ke sana, tapi tak di sangka, di sana ternyata ada teman-temannya Keenan yang sedang berenang.


Tapi ada yang tidak, seperti Ikhsan, Niko dan Cakra. Mengapa? Karena mereka masih mengantuk, jadi mereka masih di dalam kamar, sudah di ajak oleh Keenan, tapi mereka berucap. "Kalian aja, gue masih mau lanjut tidur." begitu lah.


Natha yang melihat mereka mandi, ia tidak jadi untuk pergi ke kolam itu, ia memilih untuk kembali ke dalam dan duduk di ruang tamu.


Tak lama kemudian setelah Natha duduk di ruang tamu, Cakra sepertinya baru bangun tidur, ia menghampiri Natha dan duduk tepat di samping Natha. "Yang lain masih mandi?" tanya Cakra, Natha mengangguk meng iyakan pertanyaan dari Cakra. Jam juga sudah menunjukkan jam sembilan pagi, Teman-teman Natha hendak otw kerumahnya.


"Bego, gue belum mandi, ah! Gue tinggal ya." ucap Natha kepada Cakra, Cakra hanya mengangguk pelan. Ia berjalan menghampiri teman-temannya yang sedang berenang di dalam kolam.

__ADS_1


***


Natha selesai mandi, ia juga sudah rapi dan wangi, menggunakan baju kaos putih dan celana panjang putih. Teman-temannya sudah tiba di rumahnya, Natha menyuruhnya langsung masuk saja. Mereka hanya tinggal menunggu Saddam dan Jema. Cakra? Cakra sudah duluan tiba karena dia memang dari tadi malam di rumah Natha.


Mereka berkumpul di ruang tamu, bahkan Rafa juga ikut duduk di ruang tamu karena ia ingin melihat kelompok Natha membuat kue brownis.


"Kita beli bahannya dulu, kan?" tanya Natha, "Iya, gue udah beli sih, tadi sekalian ke sini, tapi masih ada yang kurang. Jadi berarti kita beli lagi keluar." jawab Nana.


"Oke, apa aja yang belum memang?" tanya Natha lagi.


"Gue udah beli, SP, keju, telur, gula, vanili bubuk, sama mentega. Yang belum ada tepung terigu, bubuk coklat, baking powder, dark cooking chocolate sama susu kental manis coklat." jawab Nana.


"Sini, gue aja, sekalian mau pulang dulu." jawab Cakra, Nana mengangguk, ia memberikan selembar uang kepada Cakra, tapi Cakra menggeleng. "Pakai uang gue aja." jawab Cakra.


"Oh, oke." jawab Nana. Cakra dan Rafa keluar dari rumah untuk pulang sekalian membeli bahan yang belum ada. Teman-temannya Keenan sudah keluar, katanya mereka ingin pulang, setelah selesai mandi tadi, mereka langsung pulang.


Keenan ada di dalam kamarnya, karena ia tak ingin berjalan jalan dulu hari ini, ia ingin mengerjakan tugasnya yang akan di kumpulkan besok hari.


"Sini, kita buatnya ke dapur." ucap Natha mebgambil kedua hpnya di atas meja, mereka berjlan ke arah dapur untuk menaruh bahan bahan dan menyiapkan alat alatnya.


Sekitar lima belas menit menunggu Cakra, Saddam, Jema dan Rafa ke rumah Natha, akhirnya mereka tiba juga, Jema dan Saddam yang baru datang langsung masuk juga. Jema membawa loyang untuk membuat kue brownis nya, Natha tidak memilikinya, dan Jema memilikinya, jadi Jema lah yang membawa loyang nya.

__ADS_1


"Udah semua kan, barang barangnya? Oke, jadi pertama tama, kita lihat dulu ke youtube karena gue juga lupa cara buatnya, haha!" ucap Nana sembari tertawa, begitu juga dengan teman-temannya.


Kini mereka kembali fokus melihat ke youtube di laptop milik Nana. Ia membawanya dari rumah, karena Rafa bukan dari anggota kelompok mereka, jadi mereka meminta bantuan kepada Rafa untuk merekam semua aktifitas mereka membuat kue ini untuk dokumentasi.


Mereka mulai mencampurkan semua bahan bahannya hingga jadi. Adonan kuenya mereka tuangkan ke loyang yang di bawa oleh Jema tadi, lalu mereka kukus dengan api sedang, hingga matang. Mereka menunggu sampai 30 menit hingga matang, mereka mnunggu sembari memainkan HP mereka masing-masing. Ada juga yang masih membuat kue dari sisa bahan tadi untuk mereka makan. Yang membuat adalah Nana, Natha dan Rifa, mereka sibuk mencari resep dari bahan bahan tersebut enaknya di buat apa.


Setelah menemukan resepnya, mereka kembali membuat adonannya, kali ini mereka hanya perlu menggunakan open, jadi tidak perlu menggunakan kompor lagi.


***


Setelah tiga puluh menit berlalu, Nana mematikan api kompornya, mendinginkannya sebelum menghiasinya atas kuenya. Mereka menunggunya lagi hingga lima menit, sampai kue itu tidak terlalu panas lagi.


Lima menit telah berlalu, kue yang mereka oven tadi sudah jadi, begitu juga dengan kue yang mereka dinginkan tadi. Nana mengeluarkan kuenya dari dalam loyang, menaruhnya di atas piring bulat bermotif bunga bunga di tepi lingkaran nya.


"Ini kita hias, selesai di hias di potong potong, atau motongnya besok aja?" tanya Nana, "Besok aja deh, Na. Jadi besok sekalian kita presentasi kan, hasilnya." jawab Jema, Nana mengangguk.


"Kejunya kita parut, terus kita taruh di atas, sekalian kita taruh dua buah cery diatasnya, biar gak sepi sepi amat di atas kuenya." ucap Natha, teman-temannya mengangguk meng iyakan ucapan Natha.


Natha mulai memarut kejunya sedikit demi sedikit, Nana menaruh kuenya di dalam toples yang seukuran pas dengan kue yang mereka buat tadi. Jema dan Saddam mencairkan coklat batangan, Rafa merekam Natha yang sedang memarut keju, Cakra dan Rifa mengedit vidio yang tadi di rekam oleh Rafa untuk di kumpulkan untuk dokumentasi berbentuk vidio.


...***...

__ADS_1


__ADS_2