
Sinar matahari menyinari seluruh kamar Natha. Cahaya tembus dari ventilasi yang terletak di atas jendela kamar. Natha melirik ke jam dinding yang menggantung di kamarnya. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 07.08 pagi.
Natha terlihat lelah sekali, jadi hari ini ia memutuskan untuk libur saja. Natha mencari Mama Lian, di ruang makan ada Mama Lian, bibi Mela, Lea dan juga Keenan.
"Ma, hari ini adek gak sekolah dulu yaa? Adek capek banget," ucap Natha.
"Okee, baiklah. Jadi, hari ini kamu jangan kemana mana, ya! Kamu capek 'kan?" tanya Mama Lian dan Natha pun mengangguk.
"Ya sudah, nanti Mama kirim surat ke sekolah kamu." ucap Mama Lian, Natha mengangguk dan tersenyum. Ia berjalan ke arah kamar mandi, ia ingin mencuci wajahnya sebelum sarapan pagi.
"Lah, ngampus lo? Bukannya lo s-" Natha belum sempat meneruskan ucapannya, Keenan menginjak kaki Natha menggunakan sepatunya.
"Akh!!" pekik Natha, "Kenapa si dekk?" tanya Mama Lian, Natha menggeleng dan meringis kesakitan akibat Keenan. Natha berjalan dengan berjinjit ke arah kamar mandi, ia membuka hpnya di saat Keenan menchat dirinya. Natha keluar kamar membawa satu HP.
[Diem lo, jangan bilang ke Mama kalau tadi malam gue sakit.] - Keenan
[Lah anjir? Gak jelas lo. Udah sembuh lo? Bagus deh.] - Natha
[Gak, belum sembuh gue. Tapi gue males aja nanti Mama nanyain gue kayak lo tadi malam nanyain gue, jadi gue paksain aja ngampus.] - Keenan
[Salah lo sendiri.] - Natha
Natha menaruh hpnya di dekat wastafel, ia mencuci wajahnya dan menggosok giginya.
Setelah selesai, ia sarapan bersama. Setelah selesai, Keenan berangkat ngampus, Mama Lian pergi ke sekolah Natha lalu ke kantor, Bibi Mela mengantar Lea sekolah. Hanya tersisa Natha di rumah, ia kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya, ia masih mengantuk.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 11.45 AM Natha baru bangun kembali, ia sudah tak merasa ngantuk. Ia masih rebahan setelah itu mengambil hpnya gang berada di samping bantalnya. Banyak notif dari teman-temannya, dan ada juga notif dari teman-temannya Keenan, ada apa?
//Ikhsan//
[Woi cok, Bita temenan sama lo ya?]
[Kalau iya, kenapa?] - Natha
[Gak] - Ikhsan
[Gj.] - Natha
//Tala//
[Lo temenan sama Bita?]
[Iya, kenapa dah? Tadi si Ikhsan juga nanya, kenapa sih?] - Natha
[Wanjir, lo beneran gak tau apa apa?] - Tala
__ADS_1
[Apaan? Kasih tau ngapa, mana gue tau.] - Natha
[Entaran aja, anti juga lo tau sendiri] - Tala
//Kevin//
[Woii, yang bener, lo temenan sama Bita?? Gimana? Baik gak dia?]
[Apasih, sumpah, lo pada Gj banget, nanyain Bita, kenapa? Suka lo pada? Baik kok dia. Tapi gue rasa lo jangan suka sama dia deh, dia suka sama sama seseorang.] - Natha
[Yakali gue nikung temen sendiri, udah dulu, nanti lagi dah. Dosen gue udah masuk ini.] - Kevin
//Gabriella//
[Woi, sakit apa lo? Sampai gak sekolah, nanti pulang sekolah gue sama yang lain ke rumah lo.]
[Kecapean doang + males karena ada Ekonomi.] - Natha
[Dih, ngalasan lo rupanya.] - Gabriella
[Hehe, lo kaga belajar?] - Natha
[Jamkos gue.] - Gabriella
//Vio//
[Lah anjir, yang bener? Kenapa mereka gak masuk?] - Natha
[Biasalah, kalau Cakra ngehindar Ekonomi, bolos dia. Kalau Gibran izin gak masuk selama beberapa hari ini, katanya sih mau ke rumah keluarganya.] - Vio
[Elah, sini dah, bolos juga dah lo 🤣🤣] - Natha
[Gak dulu, gue suka ekonomi 😋😋] - Vio
[Iyadah, semangat yee, gue mau mandi] - Natha
[Anjir, udah jam segini, baru mau mandi lo] - Vio
[Baru bangun tidur juga ini gue, haha!] - Natha
[Halah, sudah sana mandi.] - Vio
[Iyo] - Natha
//Keenan//
[Kalau temen-temen gue ngechat yang enggak enggak jangan di balas.] - Keenan
__ADS_1
[Ngapa? Udah gue bales.] - Natha
[Ngeyel.] - Keenan
[Lo cerita ke temen-temen lo ya? Kalau gue temenan sama Kak Bita? Atau jangan jangan lo suka sama Kak Biga lagi? Waduh 🤭🤭] - Natha
[Kalau iya? Kenapa?] - Keenan
[WANJIR? YANG BENER?? WOIII? JANGAN BERCANDA LO?? ] - Natha
[Jebol dah keyboard nya, jangan capslock. Pusing gue bacanya.] - Keenan
[ADUH, CEPET DAH, TEMBAK ANJIR TEMBAK, LAMA LU BEGOO. KAK BITA JUGA SUKA LOOOOOO] - Natha
[Tau kok. Dia yang confes di awal gue masuk ke kampus dulu, kan?] - Keenan
[Lo tau?] - Natha
[Taulah. Orang Jaden punya Nomornya Bita yang fake itu, terus Jaden ngasih tau. Udah lama juga gue suka sama Bita.] - Keenan
[Terus, yang dulu dulu? Si Eve sama Nefa?] - Natha
[Yang dulu, gue ngira Bita udah gak suka gue, jadi gue nyoba buka hati lagi, tapi tetep aja gak bisa lupain.] - Keenan.
[Wanjay, udah lah, tembak udahhh. Yakin ini gue, 100% di Terima. Kalau udah di Terima bilang ye, gue mau mandi dulu.] - Natha
[Dih, kebo. Pasti baru bangun?] - Keenan
[Iye] - Natha
"Bagus lah, jadi pikiran gue tadi malam cuman perasaan gue doang. Yeheee, Akhirnya yang gue tunggu dari kemarin bakal terjadiii!!!" teriak Natha dalam kamar, ia sangat bersemangat mengambil handuk berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
***
Sampai ia sudah selesai mandi, rapi, ia masih saja bahagia, ia tak sabar menunggu kabar jika Keenan dan Bita bakal berpacaran. Yuhuu, ia sudah tidak sabar, Natha kini sedang berada di dalam kamarnya memainkan hpnya saja.
Beberapa jam kemudian.
Jam sudah menunjukkan pukul 14.54 PM. Natha berada di luar rumah, cuacanya sangat terik, ia berada di teras rumah, AC saja tak mempan di dalam kamarnya, karena cuacanya yang sangat panas. Bagaimana jika ia sekolah? Mungkin hari ini ia akan mandi keringat karena kepanasan, mana hari ini ada pak pelajaranan Penjaskes.
"Nak, bibi nitip Lea, ya? Bibi mau keluar bentar, ngambil londrian. Lea lagi tidur sih itu, tapi nanti kalau Lea bangun, tolong bilangin kalau bibi lagi di luar, ya?" ucap Bibi Mela keluar dari rumah, Natha mengangguk.
"Bibi pakai apa ke tempat Loundry?" tanya Natha, "Ini, pakai motor kesayangan bibi, haha!" jawab Bibi Mela menunjukkan kunci motornya, motor bibi Mela adalah motor Beat yang di belikan oleh Mama Lian. Bibi sangat menyayangi motor itu.
"Oh, oke bii, nanti kalau Leanya bangun, Natha kasih tau kok. Hati-hati bii!" ucap Natha, Bibi Mela mengacungkan jari jempolnya dan tersenyum lalu pergi dari halaman rumah untuk pergi ke tempat loundry.
*****
__ADS_1