
"Beliin pesanan Pak Harto." jawab Keenan, Natha hanya mengangguk. Sesampainya mereka di Alfamart, Natha dan Keenan masuk ke dalam Alfamart itu. Sebenarnya tujuan Keenan bukan ke Alfamart, ia cuman ingin membeli rokok, tapi karena ada Natha ia lebih baik ke Alfamart sekalian buat belikan snack buat Lea dan Natha.
"Abang, mau beli ini," minta Natha sembari menunjuk sebuah mainan untuk anak perempuan. Mainan itu berbentuk telur dan di dalam telur itu ada hadiahnya. Keenan terkekeh gemas karena Natha yang meminta dengan nada seperti anak kecil.
"Ambil aja, nanti Abang yang bayarin," jawab Keenan, Natha tersenyum senang, ia mengambil satu mainan itu yang berharga enam puluh lima ribu,
"Satu doang?" tanya Keenan, Natha mengangguk,
"Eumm, beli nugget ayo, nugget di rumah udah abis kan?" tanya Natha, Keenan hanya mengangguk sebagai jawabannya. Ia menuruti apa perkataan Natha, ia ikut bahagia jika adeknya itu bahagia. Jika adeknya menangis, ia akan menemani adeknya sampai ia benar-benar tenang. Ia tidak ingin kejadian yang dulu terulang kembali, ia tidak memperdulikan keadaan Natha, tak pernah akrab dengan Adeknya sendiri. Ia tak ingin itu terjadi lagi, jadi sekarang, ia akan menjadi Kakak yang baik buat adek perempuannya itu.
Mereka sudah selesai berbelanja, Keenan di kasir untuk membayar semua belanjaannya, sedangkan Natha menunggu di belakang Keenan.
Mereka berdua sudah berada di mobil, Keenan langsung saja melakukan mobilnya untuk pergi ke apotik dan membeli obat titipan Pak Harto lalu pulang ke rumah.
***
Mereka sudah berada di rumah, Keenan sedang berada di belakang rumah karena pak Harto ada di sana. Sedangkan Natha masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Setelah selesai mengganti, ia ingin turun ke bawah dan duduk di ruang tamu.
Di sana ada Keenan yang sedang rebahan di sofa sembari melihat TV, natha mendudukkan dirinya di sofa yang hanya untuk satu orang.
"Abang," panggil Natha, Keenan mendongak melihat ke arah Natha,
"Teman-teman gue ngajak ke pantai, hari sabtu karena liburankan? Nah jadi lo mau ikut gak? Tala, Jaden, Ikhsan, Kate juga di ajak." tanya Natha,
"Sabtu? Kata siapa gue gak libur? Gue masuk kampus," jawab Keenan,
"Yah? Gak bisa dong? Berarti lo gak ikut? Ya udah, gue juga gak ikut deh kalau gak ada lo," tanya Natha lagi,
"Lo mau ikut? Ikut aja, kan teman-teman lo ada," jawab Keenan, Natha menggeleng,
"Yang ada nanti gue cuman planga plongo karena mereka sama cowoknya masing-masing." ujar Natha, Keenan berpikir sejenak, ia mendudukkan dirinya.
"Hari lain aja gak bisa emang?" tanya Keenan,
"Ya gak tau, teman-teman gue maunya hari sabtu sampai minggu, kemping di pantai." jawab Natha,
"Ya udah, biarin mereka aja, kalau lo mau ikut, ikut aja, tapi ajak Kate. Terus nanti kalo gue liburan, kita ke pantai, sama Mama, Lea, Bibi Mela, sekalian deh, ajak Pak Harto buat bawa mobilnya." ucap Keenan, dengan senang hati Natha mengangguk, ia tersenyum senang, ia langsung mengambil hpnya dari saku celana jeans pendeknya.
Keenan hanya tersenyum melihat adeknya bahagia, ia melanjutkan menonton TV, Natha membuka aplikasi Whatsapp untuk memberi tahu ke Kate dan teman-teman.
//Kate//
[Woi] - Natha
[Lo mau ikut ke pantai gak? Hari sabtu terus kita kemping di sana, sore minggu baru pulang] - Natha
__ADS_1
[Wai woi wai woi, gue punya nama ege] - Kate
[Boleh, tadi gue udah di ajakin sama Gabriella saat gue ketemu dia di jalan. Katanya ajak Tala juga, tapi kata Tala gak bisa] - Kate
[Ikut berarti lo ya?] - Natha
[Iya, tadi Keenan juga. Gak bisa katanya] - Natha
[Iya gue ikut, nemani lo jadi nyamuk teman-teman lo :)] - Kate
[Ngeledek lo ya?] - Natha
[Enggak lah, ya udah, gue off dulu, di suruh buat ngangetin jemuran] - Kate
[Iyaa] - Natha
Natha langsung mematikan layar hpnya, ia baru ingat jika tadi ia membeli mainan yang di belikan oleh Keenan. Ia berdiri dan berlari-lari kecil ke lantai atas untuk ke kamar dan mengambil mainannya tadi. Keenan melihat ke arah Natha yang berlarian menaiki anak tangga.
Natha kembali ke lantai bawah dengan membawa mainan yang ia beli tadi, mendudukkan diri di sofa dan membuka mainan itu.
Ia mendapatkan barbie kecil yang berbaju berwarna cokelat. Natha memberi tahu kepada Keenan,
"Abang, coba liat, cantik banget!" hebohnya, Keenan mendongak kembali, melihat apa yang ada di tangan Natha, terdapat barbie kecil yang tadi ia dapatkan dari dalam bola itu.
"Iya, kayak yang lagi mainin Barbienya," jawab Keenan lalu kembali menonton TV nya. Natha memahami perkataan Keenan, setelah ia mengerti, ia salting, pipinya memerah semerah tomat.
***
[Ta] - Jaden
[Ya?] - Natha
[Sibuk gak?] - Jaden
[Enggak, kenapa?] - Natha
[Gak ada yang marahkan ini, Gue nge chat lo?] - Jaden
[Aman, gak ada yang marah.] - Natha
[Cowok lo?] - Jaden
[Gak ada cowok, gue.] - Natha
[Eh? Sorry, gue gak tau] - Jaden
__ADS_1
[Iya, gak apa. Ada perlu apa?] - Natha
[Oh, iya, sampe lupa. Cuman mau nanya, lo teman dekatnya Kate kan?] - Jaden
[Iya, kenapa? Naksir lo😂?] - Natha
[Ada nomornya gak?] - Jaden
[Enggak lah, cuman ada yang mau di kasih tau] - Jaden
[Kenapa gak minta di Tala aja, kan Tala kakaknya Kate] - Natha
[Gak mau ngasih dia] - Jaden
[Oh, bentar] - Natha, ia mengirim kontak Kate ke Jaden.
[Makasih, ya] - Jaden
[Iya, Sama-sama] - Natha
Natha keluar dari room chat Jaden, sekarang ia membuka grub dia dan teman-temannya, hampir dua ratus pesan tak terbaca oleh Natha.
[Gimana nih? Ikut ke pantai gak, semuanya?] - Gabriella
[Ikut] - Laura
[Yo ikut dong] - Vio
[Masukin Kate di sini boleh gak?] - Gabriella
[Masukin aja] - Vio
[Kate, lo ikut gak, ke pantai nanti?] - Gabriella
[Iya gue ikut, tapi Tala gak bisa] - Kate
[Natha mana Natha, ikut gak dia?] - Vio
[Ikut gue, tapi Keenan juga gak bisa ikut] - Natha
[Ya udah, jadi kita-kita aja kan ini? Jadi gak sabar deh gue.] - Gabriella.
Natha keluar dari aplikasi Whatsapp, ia mematikan layar hpnya dan menaruhnya di atas meja. Ia melirik ke jam dinding, jam masih menunjukkan jam tujuh Malam, Bibi Mela masih memasakan makan malam.
"Bi, Natha mau mandi dulu, yaa...."
__ADS_1
...***...