My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 87


__ADS_3

"Penyesalan selalu di akhir, dan lo, mungkin akan menyesal suatu saat nanti." ucap Rafa lalu juga ikut pergi menarik tangan Laura yang sedang memahami semua kondisi sekarang.


Sekarang di dalam kelas hanya ada Aksa dan Natha yang sedang berdiri di depan meja Natha, entah pura-pura tidak tau, atau beneran tidak tau. Aksa pelongo-pelongo karena ucapan teman-temannya yang sudah keluar. Natha menatap Aksa,


"Jelasin? Kenapa mereka semua kayak benci banget ke lo? Lo buat salah? Gak mungkin kalo diri lo gak buat salah tapi mereka berucap kayak gitu kepada, lo!" ucap Natha kepada Aksa, bahkan ia sekarang tidak Aku-Kamu melainkan Lo-Gue.


"A-aku gak tau, aku juga bingung kenapa mereka?" jawab Aksa gugup,


"Jujur aja, Sa! Lo ngelakuin kesalahan apa? Gue sudah lama berteman sama mereka, baru kali ini. Baru kali ini mereka seperti ini! Gue yakin, lo pasti ngelakuin kesalahan yang gak gue ketahui 'kan?!" tanya Natha lagi, ia sudah tidak bisa mengontrol emosinya, semoga saja Aksa akan jujur kepada Natha, menjelaskan semuanya. Tidak mungkin teman-temannya berucap seperti itu kepada Aksa jika Aksa tak melakukan kesalah apapun.


Aksa menggeleng, ia dengan cepat memeluk tubuh Natha yang sudah sesegukan, hp Natha berbunyi karena ada notif whatsapp masuk. Ia menjauhkan dirinya dari pelukan Aksa, membuka hpnya dan membaca pesan dari Kate.


Kecewa, Marah, Sedih, tercampur jadi satu.


"Goblok! Tolol! Brengsek! Cowok gila! Kecewa gue sama lo!" ia mendorong tubuh Aksa lalu berlari keluar kelas untuk pergi mencari teman-temannya.


Isi Chat Kate dan Natha.


[Kate? Lo nyembunyiin apa dari gue?] - Natha


[Cakra minta buat lo agar ke rumahnya pada nanti pulang sekolah.]


[Bisa bilang sekarang aja gak? Gue bingung dengan keadaan sekarang.]


[Lo belum istirahat? Kok gak aktif? Habis paket? Biasanya lo online terus.]


[Jujur aja Kate, gue gak akan marah jika lo takut gue marah kepada lo.]

__ADS_1


[Kalo udah Online, bales chat gue, jangan cuman di baca. Gue mau ke kelas dulu] - Natha


[Eh Ta, maaf gue baru aktif, tadi hp di tarus di meja guru.] - Kate


[Cakra yang minta?]


[Maaf Ta, maaf. Terserah, lo mau marah sama gue, mau pukul gue, terserah, tapi please, kita jangan berhenti buat sahabatan ya?]


[Maaf gue udah nyembunyiin semuanya dari lo, gue selalu bohong ke lo tentang Debby. Gue udah lama tau, cuman gak mau bikin lo sakit hati, tapi sepertinya keputusan gue salah. Gue minta bantuan teman-teman lo agar bekerja sama, Cakra yang meminta nomor lo yang satunya untuk di kirim ke nomor Laura.]


[Debby dengan Aksa balikan dari satu minggu kemarin, saat lo jalan-jalan ke mall, mereka berdua sudah balikan, gue juga dapet semua tentang mereka dari Vio. Maaf, maaf, dan maaf banget.] - Kate


Natha menangis sambil berlari mencari keberadaan teman-temannya. Ia menemukan teman-temannya di rooftop, Natha langsung memeluk tubuh Gabriella, ia menangis kencang di pelukan Gabriella. Laura sudah tau semua, di beri tahu oleh Rafa, Aksa baru sampai di rooftop mengejar Natha.


"Ngapain lo disini? Pergi lo!" usir Laura, di rooftop hanya ada mereka berdelapan.


'Dia udah tau tentang Debby dan Aksa?' batin siapa yang berucap seperti ini? Ini adalah batin Vio yang berucap.


"Sa! Udah, gak perlu drama! Semua udah tau tentang lo sama Debby!" ucap Vio kesal dengan nada membentak. Jantung Aksa berdetak lebih kencang dari sebelumnya, ia merasa seperti habis selesai lomba lari.


"A-aku, M-maaf," hanya itu yang bisa di ucapkan Aksa,


"Maaf lo gak berguna! Lo, cowok paling brengsek di antara mantan-mantannya Natha!" jawab Gabriella, Natha tak bisa berucap apa-apa, ia menangis sampai sesegukan. Ia tak menyangka ini semua terjadi kepada dirinya, traumanya kembali kepada dirinya. Ia trauma dengan 'perselingkuhan' ia tak pernah menyangka Aksa akan berbuat seperti itu kepada dirinya.


Ia memberanikan diri untuk berbicara, ia menjauhkan wajahnya dari pundak Gabriella, ia berbalik menatap Aksa yang berpakaian tak beraturan, bajunya berkeluaran, rambut berantakan, sedang menatap Natha juga.


"Let's break up." ucap Natha dengan mata yang sembab, mata memerah, sesegukan, tangannya juga bergetar.

__ADS_1


"G-gak, aku gak mau, aku sayang sama kamu!" jawab Aksa,


"Ya lo, kalo sayang gue, kenapa harus balikan sama Mantan lo itu? Lo masih suka sama dia? Terus kenapa lo macarin gue kalo dirilo aja masih gak bisa lupain dia?! Gue cuman lo jadiin pelampiasan?! Iya? Gila!" jawab Natha mengeluarkan unek-unek yang ia tahan dari tadi, teman-temannya hanya diam melihat mereka berdua.


"Sekarang gue tanya, Lo pilih Debby? Atau pilih gue?!" tanya Natha, Aksa menggeleng,


"Aku gak bisa milih, aku sayang dia dan juga kamu, tapi aku gak bisa lepasin kamu begitu saja." jawab Aksa, sungguh, Natha emosi dengan jawaban Aksa. Ia mendekatkan dirinya ke Aksa, tepat di depan Aksa,


"Break up!" ucap Natha, mendorong tubuh Aksa sehingga membuat Aksa terdorong kebelakang. Natha meninggalkan Aksa dan teman-temannya yang masih di rooftop.


"So, you understand? what I said earlier?" tanya Rafa, ia tak menunggu jawaban dari Aksa, ia juga ikut menyusul yang lain untuk kembali ke kelas karena bel sudah berbunyi.


Aksa masih di rooftop, ia mengusaki rambutnya, ia benar-benar bodoh. Kenapa ia melakukan seperti itu, benar apa kata Rafa, penyesalan selalu datang di akhir.


***


//pulang sekolah//


Natha di jemput oleh Kate, karena Kate yang memintanya agar Natha pulang bersama dirinya saja. Kate sekalian ingin meminta maaf kepada Natha karena ia telah menyembunyikan semuanya.


Natha belum keluar dari kelas, ia menunggu sepi baru ia akan keluar. Ia tak sendiri di dalam kelas, ada Gabriella, Laura, Vio, Cakra, Rafa dan Gibran juga. Aksa? Entah, mungkin ia masih berada di rooftop, soalnya tadi di kelas IPS 3, guru pengajar datangpun ia tidak ada di kelas. Istirahat, bahkan jamnya pulang, ia masih tak terlihat.


"Udah sepi tuh, ayo keluaran." ucap Gabriella, mereka bertujuh keluar dari kelas, mereka melihat Aksa yang berpapasan dengan mereka, sepertinya ingin pergi ke kelas mengambil tas.


Natha dari kelas hingga sampai di depan gerbang masih setia memainkan hpnya. Bahkan turun dari tangga pun ia masih memainkan hpnya, entah apa yang di lihatnya di layar hp itu. Tanpa di sadari, Aksa berjalan di belakang teman-temannya, Natha berjalan lebih depan karena memang teman-temannya yang menyuruh.


"Gue duluan ya, Kate udah di depan."

__ADS_1


...***...


__ADS_2