
Jam sudah menunjukkan pukul 10.01 AM, Natha dan Lea berada di kamar Natha. Lea menonton movie di laptop Natha, sedangkan Natha juga ikut menonton di samping, tapi sembari membalas Chat dari teman-temannya.
[Woi, jam 11 nanti ke rumah gue. Tadi gue udah izin sama nyokap, terus di izinin, kata nyokap gue, dia mau keluar juga.] - Gabriella
[Oke lah] - Kate
[Gue nanti jemput Vio dulu, jadi kayaknya agak lama, wheheh] - Gibran
[Alesan, bilang aja mau mampir ke suatu tempat dulu.] - Rafa
[Diem lo, cepuan.] - Gibran
[Ngudud di rumah lo boleh kaga? Kalau kaga boleh nanti gue di luar aja si, kalau mau ngudu.] - Rafa
[Di luar rumah kalau mau ngerokok.] - Gabriella
[Iye dah] - Rafa
[Saa, jemput gue 🤣] - Rafa
[Yoo, aman, nanti sekalian beli rokoknya.] - Aksa
[Elah, barengan napa.] - Cakra
[Iya anjay, barengan juga nanti.] - Aksa
[Weh, gue bawa Lea gak apa? Kasian dia di rumah sendirian, kaga berani gue ninggalin di rumah.] - Natha
[Bawa anjirr!! Gue udah lama aga ketemu!!!] - Laura
[Setiap ke rumah lo, pasti Lea tidur, atau enggak, dia kaga ada di rumah.] - Laura
[Iya dah, gue bawa gak apa kan ini?] - Natha
[Iya, bawa aja Ta, gue juga udah lama kaga ketemu Lea, haha!] - Gabriella
[Asek, ketemu bocah tengil] - Rafa
[🤣🤣🤣🤣 Bocah tengil, bego emang si Rafa] - Aksa
[Keenan sama Bibi kemana emang, Ta?] - Kate
[Bibi pulang kampung, kalau Keenan ngebucin dia] - Natha
[Halah tai, Keenan pacaran kaga ada nge pj anjir.] - Cakra
[Iya ******, tega amat, sama temen, 🤣] - Rafa
[Ntar lah, gue tagih 😃] - Natha
***
Seperti yang di bilang tadi di chat, Natha dan Lea sudah siap. Ia menjemput Laura sebelum ke rumah Gabriella, mereka keluar dari rumah, ada Keenan di luar, karena ia sudah pulang.
"Mau kemana?" tanya Keenan, "iihh, kaka kepo yaa?" tanya Lea mengejek dengan tawa kecilnya.
"Nah, bener kata Lea, kepo lo." jawab Natha lalu mengambil kunci motor mama Lian yang bersangkutan di dekat lemari Televisi.
"Mau kemana, bodo, gue nanya anjir." tanya Keenan sekali lagi, "Mau kerumah Gabriella gue, ngapa? Mau ikut lo? Gak gak, gue gak mau ngajak lo." jawab Natha.
"Dih, pedean, siapa juga yang mau ikut, orang gue juga kaga mau ikut, gue mau tidur aja noh di rumah. Lo bentar lagi mau ujian, bukannya belajar, malah jalan-jalan mulu." ucap Keenan,
"Santai elah, nanti malam gue masih bisa belajar, udah ah, lo ngajak gue ngobrol mulu, kapan gue berangkat." ucap Natha lalu keluar bersama Lea.
Natha menggunakan motor Aerox mama Lian, Lea menaiki motornya duduk di depan, Natha melajukan motornya untuk pergi ke rumah Laura. Sesampainya di rumah Laura, ia sudah menunggu di depan pintu, ia langsung saja menaiki motor Natha lalu pergi ke rumah Gabriella.
Sesampainya di rumah Gabriella, ternyata di depan rumah sudah ada teman-temannya terkumpul. Hanya Gibran dan Vio yang tidak ada, Aksa, Cakra dan Rafa sedang ngerokok di sana.
__ADS_1
"Ini kita mau ngapain? Duduk duduk gini doang?" tanya Laura, Gabriella mengangguk.
"Duduk duduk sini aja dah, bingung juga mau bikin apa lagi. Yang penting kita ngumpul udah, mana besok udah ujian kita, masa masih mikirin resep resep." jawab Gabriella, mereka mengangguk.
"Besok ujian apa dulu?" tanya Gabriella, "Bahasa Inggris kalau gak salah." jawab Laura.
Mereka banyak berbincang-bincang, Sampai Vio dan Gibran juga sudah datang. Hingga jam menunjukkan jam 3.13 PM, mereka masih di rumah Gabriella, Lea saja sempat ketiduran di pangkuan Natha. Mereka memutuskan untuk pulang walaupun cuacanya masih panas.
***
Natha sudah tiba di rumahnya setelah selesai mengantar Laura. Di ruang tamu ada Keenan, Lea menghampiri Keenan yang sedang menatap layar laptopnya.
"Kaka, ngapain??" tanya Lea ke Keenan.
"Lagi liatin foto foto lagi dulu." jawab Keenan tersenyum, Natha ikut menghampiri, ia duduk di samping Keenan. "Ada foto gue juga, gak?" tanya Natha, Keenan mengangguk. Keenan melihatkan foto Natha dan dirinya sewaktu kecil. Natha tersenyum lebar walaupun giginya yang satu gaada.
"Ihh, ini kak Ata yaa? Kok lucuu, giginya ndak adaaa, haha!" ucap Lea tertawa, Keenan ikut tertawa, yang di tertawakan hanya tersenyum malu. Masih banyak lagi foto mereka, hingga terdapat foto dimana Natha di gendong oleh Papa dan Keenan berdiri di depan Mama yang berdiri di samping Papa.
"Kirim dong, foto itu." ucap Natha kepada Keenan, Keenan melirik ke arah Natha. "Kenapa?" tanya Natha menyadari ketika Keenan menatap dirinya.
"Enggak." jawab Keenan. Ia menshare foto melalui bluetooth, Natha menerima foto itu.
"Lucu ya, kapan bisa gitu lagi?" tanya Keenan, Natha menaik turunkan pundaknya. "Gue mau ke kamar. Lea, ikut Kaka ke kamar?" tanya Natha ke Lea, Lea menggeleng.
"Lea di sini aja, kak. Mau temenan sama kak Keenan." jawab Lea, Natha mengangguk, ia berjalan ke kamar untuk mengambil buku yang akan ia pelajari buat besok ujian.
Sepanjang jalan menuju kamar, Natha menatap foto mereka berempat tadi. Di mana foto itu mereka masih sangat bahagia, tak ada masalah melanda hidup mereka. Natha masuk SMP, masalah di keluarga nya mulai datang perlahan, dari papanya yang jarang pulang ke rumah. Sampai ketauan kalau papanya berselingkuh dengan wanita lain.
Keluarganya mulai hancur, mama Lian sibuk mencari pekerjaan untuk menghidupkan kedua anaknya. Mereka selalu di titipkan ke Bibi, mama Lian di dalam satu bulan hanya pulang dua atau tiga hari, setelah itu kembali sibuk.
Satu air mata lolos dari pelupuk mata Natha dengan tak tau dirinya. Ia berharap semoga keluarganya akan kembali seperti ini, sekarang ia sudah bisa melupakan kejadian dimana papa nya yang tega menyelingkuhi mamanya.
Keenan? Ia tidak pernah benci kepada papanya, bagaimanapun juga itu adalah papa kandungnya. Walaupun dulu ia pernah kecewa kepada papanya karena hal itu.
Natha mengusap air matanya yang mengalir di pipinya, ia mengusap matanya dengan tisu kering. Natha mendudukkan dirinya di kursi belajar, mengambil buku dan mulai belajar untuk ujiannya.
"Ta" panggil Keenan dari ambang pintu kamarnya, Natha membalas dengan deheman.
"Gak jadi, lo belajar itu. Belajar aja dulu." ucap Keenan, "Kenapa emang?" tanya Natha.
"Itu, gue mau minta temenin buat ngambil pesanan di dekat bandara." jawab Keenan. "Tapi karena lo masih belajar, ya udah, gak jadi." sambung Keenan lagi.
"Sekarang? Ayo dah, gue mau refresing otak bentar, pusing gue tiga jam duduk depan laptop." ucap Natha. "Eits, bentar. Bita mana? Kenapa gak sama dia aja?" tanya Natha bingung, sudah mempunyai cewek bukan? Kenapa masih mengajak dirinya?
"Nah, gue belum selesai ngomong, hehe. Itu, Bita ikut, gue nawarin, mau ikut kaga, gitu doang, kalau mau ikut ya ayo, kalau gak mau ya udah." jawab Keenan, Natha memutarkan bola matanya malas.
"Ya udah, gak jadi." sambung Natha, ia kembali membuka laptopnya dan membuka dokumen yang ia pelajari tadi.
"Kenapa?" tanya Keenan, "Ck! Ya lo pikir anjir, masa gue ikut lo berdua, yang ada gue ngeganggu lo berdua. Gue juga gak mau jadi nyamuk di antara lo berdua, udah sana lo berangkat, kasian, takut Bita nungguin lo." jawab Natha berdecih.
"Ya sudah, mau nitip gak?" tanya Keenan lagi sebelum pergi dari kamar Natha, Natha menggeleng pelan. "Oke, semangat belajarnya, adik manis." Keenan menyemangati Natha, Natha jadi dejavu dengan kata-kata itu.
Ia kembali teringat dengan ucapan sang Papa, di saat Natha belajar untuk ulangan di masa SD.
//flashback//
Natha sedang belajar di ruang tamu bersama Keenan, mereka berkumpul di sana, Ada papa, ada mama juga. Mereka mengajari kedua anaknya pelajaran yang akan masuk di ulangan nanti. Sampai dimana, sang Papa di panggil untuk ke kantor karena ada sedikit kesalahan yang di perbuat oleh karyawan.
"Papa mau ke kantor dulu yaa, semangat belajarnya, anak manis papa." ucap Papa mengusap surai lembut Natha.
"Ih, Papa curang, masa adek aja yang di semangatin, abang enggak?" ucap sang kakak yang cemburu, Papa tersenyum, ia juga mengusap kepala Keenan. "Semangat ya, jagoan papa, kalian pasti bisa! Kalian kan anak anak papa yang pintar, iya gak?" ucap sang Papa.
"Iya dong, anak papa gitu loh!!" jawab mereka bersama.
//flashback off//
Natha kembali menangis, ia mengambil hpnya sambil mengusap air mata yang terus berjatuhan melewati pipinya.
__ADS_1
Ia menurunkan gengsi untuk menchat sang Papa, ia membuka Whatsapp, mencari kontak yang bernama 'Papa'
/Papa/
[Hi paa, masih ingat aku, kan?] - Natha
[Halo anak papa yang cantik! Apa kabar sayang? Hei? Ada apa sayang? Sejak kapan papa melupakan anak papa yang cantik ini?] - Papa
Natha begitu terkejut dengan balasan Papa, baru saja ia mengirim chat itu, tak menunggu lama, chatnya di balas oleh Papa.
[Pa? Hehe, maafin Natha ya? Natha baik kok disini, Papa gimana di sana?] - Natha
[Syukurlah, papa juga baik di sini dek. Oh iya, Abang kamu gimana? Katanya dia udah punya cewek ya? Haha, udah gak jomblo lagi dong abang kamu 🤣] - Papa
[Iya pa, Abang udah punya cewek. Barusan tadi dia keluar, katanya mau ngambil pesanan di dekat bandara.] - Natha
[Papa sibuk, nggak?] - Natha
[Enggak nih, kenapa?] - Papa
[Mau vidcall, temenin adek belajar buat ujian besok, boleh?] - Natha
[Ayo sayang, sini papa temenin.] - Papa
Mereka memulai Vidcall, papa Leo menyadari mata anaknya yang merah seperti habis menangis.
"Sayang, kamu mau cerita ke papa? Kenapa kamu nangis?" ucap Papa Leo dengan lembut, Natha hanya tersenyum canggung. "Enggak kok pa, ini tadi adek kelilipan." jawab Natha, papa Leo hanya mengangguk. Ia tak ingin merusak mood anak gadisnya ini.
"Besok, pulang sekolah, jam berapa, dek?" tanya Papa, Natha melihat ke layar laptop mencari jadwal ulangan.
"Bentar pa, adek nyari dulu," jawab Natha, ia mencari dan ketemu. Ia pulang sekitar jam sebelas pas, karena mereka cuman ujian satu mapel.
"Jam sebelas pas, pah." jawab Natha, Papa Leo seperti berfikir, Natha kembali melihat ke layar laptopnya membaca pelajaran yang akan muncul di soal ujian.
"Nah, kalian ujian berapa hari?" tanya Papa, "Empat hari?" jawab Natha.
"Nah, besok pulang sekolah, mau Papa jemput gak? Nanti jalan dulu sebelum pulang." tawar Papa, Natha langsung mengangguk setuju.
"Boleh, pa!" jawab Natha dengan antusias.
"Okee, nanti besok, Papa jemput yaa, kalau bisa, ajak bang Keenan juga" ucap Papa Leo, "Siap pa, nanti adek tanya, tapi....besok abang ngampus, pa." ucap Natha.
"Oalah, ya sudah, kamu saja, kalau mau sama Abang, nanti aja lain kali." jawab Papa Leo, Natha mengangguk.
***
Sekitar dua jam, Natha dan Papa sudah selesai vidcall dari satu jam yang lalu, dan Natha juga sudah selesai belajar dari satu jam yang lalu. Natha tidak bisa tidur, jam sudah menunjukkan jam sembilan malam.
Natha bingung ingin ngapain, ia turun ke bawah untuk mengambil coklat yang ia simpan di dalam kulkas.
"Ma, Lea mana?" tanya Natha kepada Mama Lian yang duduk di sofa dengan santai menonton TV.
"Tadi ikut abang kamu, abang kamu yang ngajak, katanya kamu gak mau ikut, jadi dia ngajak Lea." jawab Mama Lian, Natha mengangguk.
"Ya kali, ma. Natha ikut sama Abang yang mau bucin. Yang ada adek jadi nyamuk di sana." ucap Natha yang di balas tawa kecil oleh sang Mama.
"Oh ya, besok, Mama yang antar kamu ke sekolah, sama jemput kamu, yaaa..." ucap Mama Lian, Natha seketika membeku.
"Anu ma, Mama nanti antar aku ke sekolah aja, gk perlu jemput Natha. Nanti Natha ada yang jemput, kok." jawab Natha, "Papa?" tanya Mama Lian yang membikin Natha semakin tak tahu untuk membalas apa.
"Iya, gak apa, dek. Mama gak ngelarang kamu untuk dekat sama Papa, lagi pula, itu juga papa kandung kamu... Nanti Mama ngantar ke sekolah aja ya? Pulang sama papa." jawab Mama Lian yang tahu anaknya ini sedang takut kaau Mama Lian akan marah karena dirinya.
Seorang ibu tidak akan melarang sang anak bertemu dan bersama dengan sang ayah, bagaimanapun, ayah adalah orang tuanya juga. Tidak mungkin ibu akan melarang anaknya untuk dekat dengan sang ayah walaupun mereka sudah bercerai.
"Mama gak marah ke Adek?..." tanya Natha ragu, Mama Lian menggeleng, ia mendekati Natha yang ikut duduk di sofa panjang. "Buat apa mama melarang kamu buat bertemu dengan papa kamu? Kalian juga masih perlu seorang papa, jadi mama gak akan ngelarang kalian buat bertemu papa. Maafin mama ya? Mama gak bisa bikin kalian bersama kayak dulu lagi, maaf." jawab Mama Lian dengan meneteskan air matanya.
"Hey, maa... Mama gak ada salah. Udah maa, jangan nangiss.... Nanti adek juga ikut Nangis nihh," ucap Natha memeluk tubuh mama Lian.
__ADS_1
...***...