
"Tuh di panggil Kevin," jawab Vio,
"Kenapa Vin?" tanya Rafa kepada Kevin,
"Lo pulang sama siapa?" tanya Kevin,
"Sendiri, kenapa?"
"Boleh numpang gak?" tanya Kevin,
"Boleh," jawab Rafa, tak lama bapak pengajar datang untuk mengajar di kelas itu.
"Pagi menjelang siang anak anak," ucap Bapak itu,
"Bapak akan ngasih tugas ya, karena Kemarin sudah bapak kasih materinya kan? Jadi kalian tinggal menjawab soal saja." ucap Guru itu.
"Yaa, pakk!" jawab siswa siswi di kelas itu serentak.
***
Setelah dua jam kemudian, mereka semua sudah memasuki waktu istirahat yang kedua, jam satu siang.
"Baik anak anak, terimakasih yang sudah mengerjakan tugas dengan cepat, dan yang belum selesai, tolong di selesaikan. Bapak tunggu di ruang guru," ujar bapak pengajar lalu meninggalkan kelas.
"Kantin??" tanya Rafa kepada Natha yang duduk di samping Natha,
"Tau, tanya yang lain deh, gue ngikut aja," jawab Natha, Natha dan Rafa memalingkan badannya menghadao Vio dan Laura,
"Kantin?" tanya Rafa, dan dibalas anggukan oleh Vio dan Laura.
"Kantin gak, lo pada?" tanya Rafa kepada Aksa dan Gibran, mereka juga mengangguk.
Mereka berdiri dari tempat masing masing dan berjalan keluar kelas, di luar kelas sudah ada Cakra yang berbicara sama seorang guru. Setelah selesai dengan guru, Cakra langsung saja menyusul teman temannya yang pergi kekantin. Mereka berjalan berpasangan gak mungkin satu gerombolan orang lain gak bakal bisa lewat, Cakra dan Laura, Vio dengan Rafa, Natha dengan Aksa, sedangkan Gibran di belakang Aksa.
"Mau beli apa?" tanya Vio, kepada teman temannya sesampainya di kantin.
"Gue mau beli seblak aja," jawab Laura,
"Ah, gue seblak juga deh, samain lo aja," jawab Natha, Natha, Laura dan Vio berjalan ke arah penjual seblak yang berada di kantin itu, sedangkan para teman cowoknya, mereka membeli makanan yang mereka ingin.
Beberapa menit kemudian.
Mereka sudah duduk di tempat biasanya, Natha, Laura, Vio, duduk satu baris, begitu juga dengan cowoknya.
"Tadi, gue kan beli mie instan kan di kantin sana, terus gue sampingan sama kakak kelas cowok, bukannya ganteng, malah cantik," ucap Cakra sambil menunjukkan kantin yang berada tak jauh dari tempat duduk mereka,
"Kak enal kah?" tanya Laura,
"Iya kayaknya, dari kartu pengenal yang di baju nya tadi cuman tulisan user IG nael, gitu" jawab Cakra,
"Iya, emang kak Enal itu, boti coi, suka sama cowok, hati hati nanti dia suka sama lo lagi, haha!" ujar Laura sembari tertawa, begitu juga dengan teman temannya.
"Udah, cepet abisin, nanti habis enggak yang ada bengkak tuh mie lo, ra" ujar Natha menyela,
"Tau nih, lo pada sih," jawab Rafa masih dengan tertawa yang tak henti henti, lalu Aksa yang berada di samping Rafa pun menggeplak bahu Rafa, baru Rafa bisa berhenti tertawa.
Beberapa menit kemudian.
Mereka sudah selesai makan, dan berjalan kembali ke kelas, sesampainya, mereka duduk di tempat yang seperti sebelum ke kantin, dengan Cakra yang duduk di tempat Rafa.
"Gue suka sama kak Enal deh," ujar Rafa,
"Heh, Fa, jangan ngadi ngadi lo," jawab Gibran,
__ADS_1
"Bercanda, eaaa, percayakan lo pada, bagus gak ekting gue?" ujar Rafa,
"Ekting ekting, muka lo ekting!" kesel Natha sambil menggeplak lengan Rafa,
"Bercanda doang gue, ngapain juga suka sama cowok, kek gak ada cewek aja," jawab Rafa,
"Eh, kapan ya kita bisa ngedate bareng gitu, lo pada punya cowok gak sih?" tanya Laura kepada Vio dan Natha, dua orang yang ditanya pun menggeleng.
"Sejak kapan Vio suka sama cowok, kalo Vio suka sama cowok, berarti tu bocah kena pelet si cowok," jawab Aksa dengan nada yang mengejek Vio,
"Heh, lo sendiri aja juga gitu, punya cewek gak bertahan lama, putus, nanti nemu yang baru, putus lagi, ga usah ngata ngatain gue lo!" kesal Vio yang di ejek oleh Aksa, Aksa yang mengejek hanya tertawa,
"Punya cowon tu enak, di mengerti, di sayang, pokoknha enak deh," jawab Laura,
"Yee, muka lo, kalo dapat pasangan yang cocok mah iya bagus, cuman ada juga yang dapet kek eek, kemana mana harus izin, intinya kita ngapain aja harus izin, ngekang, ngelarang ini itu lah," ujar Vio,
"Nah betul Vi, lebih enak jomblo ya kan?" tanya Natha kepada Vio sembari mengarahkan telapak tangan untuk kompak bersama Vio,
"Yoii," jawab Vio sambil menepuk telapak tangan milik Natha.
"Halah. Lo pada, kapan punya cewek?" tanya Laura kepada teman cowoknya.
"Gue sih, nunggu yang pasti aja, ya gak ra?" tanya Rafa kepada Cakra, Cakra yang ditanya pun mengangguk,
"Gak berani ngungkapin gue," ujar Gibran menjawab pertanyaan Laura, teman temannya terkejut,
"Waduh, siapa nihh," jawab Rafa,
"Intinya cewek," ujar Aksa,
"Ya kalo dia nembak cowok, nge gay dong, mending sama Kak Enak tuh, cakep," jawab Rafa,
"Cakep cakep, lo kali yang naksir nih?" ujar Gibran yang mendengar ucapan Rafa selalu memuji Kakak kelasnya.
"Gue balik ke kelas dulu ya," ujar Cakra lalu pergi keluar kelas.
"Siang anak anak," ujar Guru yang memasuki kelas Natha, mereka semua langsung terdiam melihat guru yang masuk.
"Siang, bu!" jawab anak murid di kelas itu, mereka semua hanya terdiam dan tidak berisik, karena guru pengajar yang masuk ialah ibu Nurul.
Ibu Nurul adalah guru terkenal sebagai guru yang di takuti oleh semua siswa siswi di sekolah itu. Berbadan Gendut, dan juga tinggi.
"Dengarkan ibu menjelaskan materi, jangan ada yang berbicara, jika berbicara, kamu yang gantikan ibu sebagai guru di depan kelas." ujar Ibu Nurul, Natha dan Rafa saling bertatap tatapan. Rafa seorang yang tak bisa nahan tawa malah ingin tertawa, namun mulut nya di tutup oleh tangan Natha.
"Diem," ujar Natha berbisik di samping Rafa, Rafa mengangguk.
Natha memperhatikan ibu Nurul yang menjelaskan di depan papan tulis, Natha diam diam mengambil hp nya yang bergetar di dalam saku seragam sekolahnya. Menaruhnya di sela sela pahanya yang tertutup rok sekolah, membuka layar hpnya dan melihat siapa yang menghubunginya. Telepon dari orang yang tak dikenal, Rafa yang diam diam memperhatikan Natha pun menyolek lengan Natha,
"Siapa?" tanya Rafa tak bersuara, namun dapat di ketahui oleh Natha, Natha menaik turunkan bahunya, ia juga tidak tau siapa orang itu, Natha hanya tak mengangkat telepon dari nomor tak dikenal itu dan menghidupkan mode silent.
***
"Baik anak anak, ada yang di tanyakan?" ujar Ibu Nurul,
"Tidak ada, bu!" jawab beberapa siswa siswi di kelas,
"Baiklah, berarti kalian sudah mengerti semua, ibu akan memberikan tugas untuk kalian, dikumpulkan pada hari ini juga, selesai jam pelajaran ibu, harus sudah selesai, kumpulkan di atas meja ini," ujar Nurul sembari menepuk nepuk meja guru.
Setelah selesai memberi tugas, Ibu Nurul keluar dari kelas untuk pergi ke ruang guru.
"Eh buset, tadi siapa yang nelpon lo? Dering nya sampe ke belakang kedengeran tau," ujar Laura,
"Gak tau, nomor gak dikenal, tanya aja Rafa," jawab Natha, dan Rafa pun mengangguk,
__ADS_1
"Sini, liat nomor nya dong?" ujar Laura, Natha menyerahkan hpnya kepada Laura, Laura ingin mengenali siapa yang punya nomor itu,
"Gak kenal gue ini nomor siapa," jawab Laura setelah mengenali nomor telpon nya,
"Coba di chat deh," ujar Vio, Natha kembali meraih hpnya yang berada di Laura dan ngechat siapa orang yang menelpon nya tadi.
[Siapa?] -Natha
tak berselang lama, pesan Natha di baca oleh nomor tak dikenal itu.
[Masa gak kenal?] - Tak dikenal
[Siapa sih?] - Natha
[Ini papa, ta,] - Tak dikenal
Natha menatap teman temannya bergantian, yang di tatap pun bingung, Rafa menaikan satu alisnya dan merebut hp Natha, setelah membaca pesan itu, ia makin bingung.
"Papa?" tanya Rafa,
"Papa apaan?" tanya Laura yang bingung,
"Sini coba," ujar Natha kembali merebut hpnya,
[Kenapa lagi?] - Natha
[Papa kangen sama anak anak papa,] - Papa Natha
[Dari tiga tahun yang lalu kemana aja pa? Kenapa baru ngechat sekarang?] - Natha
[Papa ganti nomor telepon, nyari nomor kalian susah, sekarang nemu karena di berkas kantor papa] - Papa Natha
[Jangan ganggu Natha dulu, masih di sekolah] - Natha
Setelah membalas pesan itu, Natha mematikan layar hpnya. Menaruh hpnya diatas meja belajar dan meraih buku beserta pulpen untuk menjawab tugas dari Ibu Nurul.
"Penuh plot twist banget hidup lo, ta," ujar Rafa,
"Gue juga bingung sendiri," jawab Natha,
Teman temannya yang dibelakang masing bingung, kenapa dengan Natha? Ada apa dengannya?
Beberapa menit kemudian. Mereka semua sudah mengumpulkan semua tugas di atas meja guru yang disuruhkan oleh Bu Nurul tadi. Sebentar lagi juga jam pulang, tinggal duapuluh dua menit lagi.
"Sudah semua?" ujar Ibu Nurul yang masuk ke dalam kelas mereka,
"Sudah, buu!" jawab Siswa siswi di dalam kelas itu serentak.
"Ya sudah, kalian bereskan semua barang barang kalian, sebentar lagi akan bel pulang," ujar Ibu Nurul, semua murid di kelas itu membereskan semua barang barang miliknya untuk pulang.
"Pulang sekolah gak kemana mana?" tanya Rafa kepada teman temannya, Natha menaruh satu jari di bibirnya menyuruhkan Rafa untuk tidak berisik. Rafa yang mengerti pun mengangguk,
"Oke, anak anak, sudah lengkap semuanya, terimakasih atas kerjasamanya, ibu kembali kekantor, hati hati di jalan pulang, ya" ujar Ibu Nurul lalu pergi keluar kelas.
"Gue lupa kalo masih ada ibu, hehe" ujar Rafa terkekeh,
"Untung aja gak ditabok pake buku sama natha lo," jawab Laura sambil tertawa kecil,
"Kalo gue tabok pake buku, yang ada gue yang kena tegur," ujar Natha menatap sinis ke arah Laura,
"Ini pulang gak ke mana mana kan?" tanya Rafa.
...*****...
__ADS_1