
"Hey hey, masih pagi udah buat dosa aja dua bocah ini," ujar Laura yang mendudukkan dirinya di tempatnya sendiri,
"Dih, sirik aja lo jomblo," jawab Natha,
"Wah, lo ketinggalan berita tau," ujar Gabriella yang duduk di tempatnya Aksa,
"Kenapa?" tanya Natha,
"Ada yang ngungkapin perasaannya ke cowok tauuu, haha!!" jawab Gabriella sembari tertawa tawa.
"Siapa?" kali ini yang bertanya adalah Aksa,
"Yang barusan ngoceh lu," yang menjawab bukan Gabriella melaikan Vio,
"Loh, Lau? Siapa cowoknya?" tanya Natha,
"Dih, berisik lo pada deh ya, cepuan banget," ujar Laura sepertinya ia kesal, Vio yang melihat Laura sedang kesal lalu merangkulnya,
"Elah, gitu doang, udah jadian juga kali, haha!" ujar Vio sambil tertawa, sedangkan Natha dan Aksa yang tidak tau apa apa hanya bengong, sambil mencerna ucapan teman temannya.
"Kasian banget gue sama muka lo berdua, kepo banget ya?" tanya Laura yang melihat ke wajah Natha dan Aksa bergantian,
"Gue sama Laura jadian broh," jawab Rafa yang tiba tiba berada di belakang Aksa sembari menepuk punggung Aksa, Aksa dan Natha yang mendengar suara Rafa langsung saja melirik ke arahnya.
"Eh buset, padahal katanya kemarin baru putus deh," ujar Natha,
"Elah, lo kayak gak tau Laura aja, dia pintar di pelajaran, pintar juga buat mencari cowok, haha!!" ledek Gabriella,
"Heh, gak gitu, sebenernya gue udah lama pengen putus sama cowo gue, tapi dia gak mau, ya udah, kalo gue bad mood, pengen di temenin jalan lah, apa lah, yang selalu ada itu Rafa, sebenarnya udah lama deket sama Rafa, tapi gak di publish aja," jawab Laura santai,
"Nah, kaget kan lu pada, kalo gue udah lama sih taunya," jawab Gabriella, Gabriella adalah orang yang pintar dalam menyimpan rahasia semua orang.
"Btw, Cakra mana? Kok gak ke sini?" tanya Aksa,
"Dia gak masuk sekolah, katanya gak enak badan," jawab Gabriella, semua temannya menatap ke arah Gabriella,
"Apa?" tanya Gabriella di saat ia di tatap oleh teman temannya,
"Kok bisa tau, padahal kami gak di kasih tau sama dia loh," jawab Gibran,
"Ya, dia ngasih tau lewat WA tadi pagi" jawab Gabriella, teman temannya tak mau ambil pusing, bel sekolah berbunyi, pertanda mereka sudah memasuki pelajaran ke pertama, Aksa kembali ke tempatnya semula, begitu juga dengan Gabriella dan Natha.
***
Skip mereka sudah pulang sekolah.
__ADS_1
Mereka semua sudah pulang ke rumah masing masing, tapi berbeda dengan Natha, ia pulang ke rumahnya Aksa, Aksa yang mengajaknya untuk ke rumahnya.
Mereka sekarang berada di ruang tamu, di sana juga terdapat Vio dan Bundanya Aksa.
"Aduh, cantik banget calon mantunya bunda," ucap Bunda Aksa, Gita.
"Ya iyalah, cewenya Aksa gitu loh," jawab Aksa, pipi Natha makin memerah semerah tomat,
"Haha, gemes, maaf ya, bunda tinggal dulu, ada urusan di luar," Gita ya g gemas dengan Natha mencubit pipi Natha, lalu pergi keluar rumah,
"Iya, bun" jawab Aksa, Natha juga mengangguk.
"Gue tinggal ke kamar ya, mau ganti baju," ucap Vio lalu pergi meninggalkan dua orang itu di ruang tamu.
Sudah hampir dua jam Natha berada di rumah Aksa, sekarang jam menunjukkan ke jam enam sore, Aksa mengantarkan Natha pulang kerumah. Sesampainya di rumah Natha, Natha menyuruh Aksa untuk mampir dulu ke rumahnya, namun kata Aksa,
"Nanti aja, aku nanti bakal ke sini kok," jawab Aksa, Natha mengangguk. Aksa juga sudah pergi dari rumah dirinya, Natha masuk ke dalam rumahnya dan langsung masuk ke dalam kamarnya untuk mandi.
Selesai ia mandi, ia langsung makan malam, sendiri, karena di rumah tidak ada seseorang selain ia dan bibi Mela, Keenan masih di kampus, dan Lian masih di kantornya.
Setelah selesai makan ia kembali ke kamarnya untuk tidur, ia sangat ngantuk dan langsung saja mematikakan lampu kamar dan membaringkan badannya, memejamkan matanya.
***
Sekarang sudah hari minggu, Natha bangun dari tidurnya untuk membuka hpnya. Di layar hpnya sudah banyak notif grub dari teman temannya,
Di grub WA
[Eh, kita berangkat jam 1 siang kan?] -Gabriella
[Iya, kalo pagi, gak seru,] -Vio
[Kenapa harus jam 1 kan panas coi?] -Laura
[Jam 1 itu di jalan, sedangkan kita sampai di pantainya sekitar jam 3 sore, lo pikir ke pantai deket? Enggak] -Gibran
[Oh, iya juga ya,] -Laura
[Gue mau lanjut tidur] -Cakra
[Tidur mulu kerjaan lo eek] -Gibran
[Terserah gue lah, sirik aja] -Cakra
[Ini gak ada niatan mau couplean gitu?] -Gabriella
__ADS_1
[Jangan dong, kan ada yang bucin, susah nanti, haha, walupun kita ngusulin bajunya tetep aja mereka yang bucin bakal beda, haha!] -Gibran
[Tau nih, biarin aja si coi, mending kita yang gak bucin couple] -Vio
[Ide bagus,] -Gibran
[Enggak deng, gue gak jadi, hehe] -Gabriella
[Lah, bisa gitu] -Vio
Begitulah percakapan mereka, Natha sekarang membuka Chat Aksa, hanya ada Chat Aksa tadi malam, pagi ini belum ada, mungkin di belum bangun tidur, batin Natha.
[Alloo, belum bangun ya?] -Natha
Benar saja, chatnya masih centang satu, Natha bangkit dari tidurannya ia bangun untuk mencuci mukanya dan turun untuk sarapan.
"Pagi, ma, man abang?" ucap Natha sambil mendudukkan badannya,
"Pagi, Abang mu masih tidur mungkin," jawab Lian, Bibi menaruh sarapan paginya di atas meja, ayam goreng.
"Wihh, enak nih," ujar Natha langsung mengambil piring dan menaruh ayam gorengnya ke atas piring.
"Bibi tinggal kepasar dulu ya bu," ujar Bi Mela,
"Ah, iya bi, Lea di ajak?" tanya Lian,
"Iya, bu, Lea di ajak," jawab Bi Mela,
"Ya udah bi, hati hati ya," ujar Lian dan dibalas anggukan oleh Mela.
Mereka memakan makanannya, hingga Natha selesai sarapan pun Keenan belum juga turun.
"Ma, Natha bangunin abang ya?" tanya Natha, dibalas anggukan oleh Lian,
Natha berjalan ke arah kamar Keenan yang pintunya sengaja tidak di kunci oleh Keenan.
"Bang," panggil Natha pelan setelah membuka pintu kamar Keenan, ia masuk ke dalam kamar Keenan untuk membuka tirai jendela kamar milik Keenan. Bahkan terkena sinar matahari pagi saja dia tidak terusik sama sekali,
"Ini nih, akibat bergadang mulu lo, bang," ucap Natha sembari menggoyang goyangkan badan Keenan. Bukannya bangun, Keenan malah membalikkan badannya ke arah tembok kamarnya.
"Heh bang, serah deh, gue bilangin mama lo tadi malam begadang sambil main game di luar." ucap Natha hendak berdiri, namun ia kembali terduduk di kasur Keenan,
"Diem lu!"
...*****...
__ADS_1