
Kini malam pun tiba, Natha dan Ola sedang duduk santai di balkon rumah sambil memandangi indahnya bulan dan bintang di langit malam. Keenan belum juga pulang, di telepon juga tidak mengangkat, Mama Lian sangat khawatir tadi karena Keenan tak dapat di hubungi.
Natha sudah bilang kalau Keenan pulang bersama Papa, tapi Mama tidak percaya, Papa juga di hubungi tidak aktif. Sampai lima menit Mama masih setia menelpon Keenan yang juga tak aktif, tapi tak lama kemudian Keenan mengangkat telepon dari Mama.
Ia bilang bahwa malam ini tidak pulang dan akan menginap di rumah Papa, Mama mengizinkannya, yang penting Mama sudah tau dimana keberadaan anak cowoknya itu.
"Lo udah coba nanyain ceweknya Keenan belum?" tanya Ola yang dari tadi setia memainkan handphonenya sekarang beralih menatap ke arah Natha.
"Belum, ceweknya gak aktif." jawab Natha.
Kenapa Keenan dan Shabita tidak akur? Karena satu minggu yang lalu, tepat dimana Natha mendaftar di Universitas Alexandria. Keenan bilang kalau dia pergi ke rumah Jaden, begitu juga bilang ke Shabita.
Dan alasan Shabita ikut ke rumah keluarganya sebelum Natha mendaftar kuliah, karena ia tidak ingin bertemu dengan Keenan.
Keenan izin pergi ke rumah Jaden, tapi sebenarnya Keenan tidak pergi kerumah Jaden melainkan pergi bersama Sherly. Di saat itu juga, Shabita melihat dengan mata kepalanya sendiri, di saat ia jalan bersama temannya.
Ia hanya memfoto Keenan dari kejauhan dan tak ingin menghampirinya. Berselang tiga hari dari Keenan yang jalan bersama Sherly, Shabita selalu menjauh dari Keenan, diajak bertemu Shabita selalu bilang sibuk.
Shabita kecewa, ia sudah memberikan kesempatan Kepada Keenan, tapi kesempatan itu ia gunakan dengan percuma. Mereka berdua juga pacaran baru beberapa bulan, Shabita sudah merasa kecewa.
Shabita sudah tidak kuat untuk memendam semuanya sendirian. Shabita memberi tahu ke Natha, melalui pesan Whatsapp. Shabita mengirim semua foto yang ia dapatkan, dan lebih mengejutkannya, Keenan tak hanya satu atau dua kali jalan bersama dengan Sherly. Keenan ternyata sering jalan bersama Sherly, berbeda beda pakaian yang ada di fotoro itu.
Setelah Natha mengetahui semuanya, Natha mencoba untuk berbicara kepada Keenan.
/flashback
"Gue mau ngomong." ucap Natha ke Keenan, Keenan hanya menurut dan mengikuti kemana Natha berjalan. Di sat ini, jam menunjukkan pukul sepuluh malam, Mama Lian, Ola dan Bibi Mela sudah tidur.
Natha membawa Keenan ke balkon rumah.
"Jujur. Lo ada hubungan apa sama Sherly?" tanya Natha, Keenan terdiam.
"Kenapa diem? Gue nanya?" tanya Natha lagi, tapi Keenan masih beku tak bersuara.
"Bang? Lo sadar gak sih kalau lo punya cewek?" tanya Natha lagi dan lagi, Keenan mengangguk.
__ADS_1
"Kalau lo sadar, kenapa lo malah jalan sama cewek lain? Lo gak mikirin apa kalau cewek lo tau, kalah lo jalan sama cewek akn selain dia? Sedangkan dia berusaha buat gak ngerespon satu cowokpun yang mengajaknya untuk berkenalan? Lo mikirin gak hah!?" Natha sudah tak bisa menahan emosinya.
"Ta? Lo kenapa sih? Gue gak ada hubungan apa apa sama Sherly, gue sama dia cuman sebatas teman. Udah itu doang, gak lebih." jawab Keenan masih dengan kepala dingin.
"Wih! Temen ya? Keren sih!! Hebat banget temenan sampai sampai cewek sendiri ngajak jalan aja malah nolak, lebih milih jalan bareng temen di bandingkan pacar ya??" Natha lagi lagi membuat Keenan Bingung.
"Lo tolol apa gimana si? Lo punya cewek. Lo seharusnya jaga perasaan cewek lo lah, bukan malah jalan bareng cewek lain karena cewek lo gak ada dirumahnya sendiri! Dia tau! Dia tau kalau lo jalan sama Sherly! Dia melihat didepan matanya sendiri. Lo jangan pura-pura gak tau apa apa ya? Gue udah percaya sama lo kalah lo beneran jalan sama Jaden. Tapi apa? Pas gue tanya si Jaden bareng lo apa enggak, dia ngejawab enggak. Dia lagi sama Cakra di rumahnya, gak ada lo, dan lo juga gak ada bilang mau kerumah dia."
"Lo bohongin gue sama Shabita, Bang. Sekarang Shabita gak mau ketemu sama lo beberapa saat ini, makanya dia lebih milih buat ikut kerumah keluarganya. Dia lagi mikirin keputusan yang benar, milih bertahan dengan rasa sakit, atau pergi dengan cara mengikhlaskan. Lo mau minta maaf bagaimana pun, percuma, kalau lo masih jalan sama cewek lain di belakangnya." Natha berlenggang pergi meninggalkan Keenan sendirian di balkon.
"Maaf...." hanya kata itu yang bisa ia keluarkan dari mulutnya.
/flashback off
"Sampai sekarang gue gak tah apa hubungan Keenan sama Sherly." ucap Natha, "Sherly yang mana sih? Kating ya?" tanya Ola yang di angguki oleh Natha.
"Terus? Sekarang Shabita udah nentuin pilihannya?" tanya Ola, Natha lagi-lagi mengangguk.
"Dia mau akhirin hubungannya sama Keenan, katanya hubungannya juga belum terlalu lama, siapa tau dia bisa lupain Keenan." jawab Natha.
Kedua gadis itu berjalan ke arah ruang makan, sesampainya di ruang makan mereka berdua langsung saja duduk dan mengambil makanan yang sudah di siapkan oleh Mama Lian dan Bibi Mela.
Jam sepuluh malam, Natha duduk di tepi kasurnya sambil menatap layar handphone. Natha sekarang bukan lagi memikirkan Shabita dan Keenan, ia sekarang sedang memikirkan Aksa, Vio dan Bunda Gita yang tak ada kabarnya lagi.
Secara bersamaan, semua akun sosmed milik Aksa dan Vio sudah tidak aktif lagi satu minggu yang lalu. Terakhir aktif, dimana Ola datang kerumah Natha, itu terakhir kali Natha DMan dengan Vio.
Tidak mungkin kalau mereka lupa dengan Natha dan yang lain disini bukan? Baru beberapa hari? Satu bulan saja belum ada mereka berpisah.
Natha merebahkan badannya ke atas kasur, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, menaruh HP ke atas nakas, lalu mencoba untuk tidur.
***
Pagi hari seperti biasa, Natha pergi mandi dan bersiap untuk pergi ke kampus.
Natha menggunakan celana Jeans panjang berwarna cream, Baju kemeja putih polos di tambah rompi berwarna mocca, dan sepatu berwarna putih.
__ADS_1
Natha turun ke bawah untuk sarapan lebih dulu sebelum berangkat ke kampus bersama dengan Ola. Natha hari ini sangat lesu, tidak ada semangat yang mendatanginya.
"Kamu kenapa sayang? Gak enak badan? Atau makanannya gak enak?" tanya Mama Lian melihat wajah lesu Natha.
"Enggak kok Ma, Natha sehat, makanannya juga enak. Gak tau hari ini gak mood aja hehe!" jawab Natha, Mama Lian mengerti.
Setelah selesai makan, Natha dan Ola berangkat ke kampus menggunakan motor kesayangan Natha. Ia malas untuk menggunakan mobil, lagi pula mereka hanya berdua, kecuali ada Keenan, baru mereka menggunakan mobil.
Sesampainya di kampus, mereka tak langsung masuk ke dalam kelas, mereka masuk ke perpustakaan terlebih dahulu. Hari ini perpustakaan buka lebih dulu, biasanya jam sembilan pagi baru di buka, sekarang jam setengah delapan sudah di buka.
Natha dan Ola mengambil masing-masing satu buku diatas Rak buku. Membawanya ke meja pojok dekat jendela, karena di sana tidak terkena kipas angin.
"Ta" panggil Ola pelan tapi dapat didengar oleh Natha.
"Kenapa?" tanya Natha, Ola mengisyaratkan Natha untuk melihat kebelakang Ola. Ada dua kating cewek yang baru duduk, tapi ia sudah masuk lebih dulu dari Ola dan Natha tadi.
Natha mengangkat salah satu alisnya bingung, lalu Ola kembali mengisyaratkan bahwa menyuruh Natha untuk membuka HP.
[Nih cewek di belakang, tadi saat lo ngambil buku di rak depan, dia natap lo mulu, kenapa? Lo kenal?] - Ola
[Yang natap gue yang mana?] - Natha
[Baju biru] - Ola
[Oh, nah itu. Itu Sherly.] - Natha
[Hah? Kenapa dia natap lo kayak gak suka gitu?] - Ola
[Gak tau juga dah, gue aja gak ada ngerasa salah apa apa.] - Natha
Setelah itu mereka berdua berhenti mengobrol melalui pesan Whatsapp.
"Emang dia kenal lo?" tanya Ola, "Kenal kali, tapi gak tau juga dah." jawab Natha.
Bel berbunyi, Natha dan Ola mengembalikan buku perpustakaan dan kelur dari perpus, begitu juga dengan orang lain yang ada di perpus.
__ADS_1
...***...