
Pagi hari senin, Natha bersiap untuk mendaftar di Universitas Alexandria. Natha sudah siap menggunakan baju dalaman kaos putih, luarannya kemeja flanel berwarna abu tak di kancing. Celana kulot hitam, dan sepatu putih polos, dengan map di tangannya.
Natha turun ke bawah untuk sarapan terlebih dahulu, setelah selesai mereka langsung saja berangkat. Keenan, Natha dan Ola pergi ke kampus menggunakan mobil milik Keenan.
Sesampainya di kampus, ada banyak orang di sana yang sepertinya ingin mendaftarkan diri juga. Natha juga melihat teman-temannya yang sedang berdiri di pojok baca, Kate, Cakra, Gabriella, Laura, Rafa dan Gibran.
"Tuh, temen-temen lo, gue tinggal ya? Nanti kalau ada yang gak ngerti, chat aja gue. Tuh, berkas yang tadi di siap 'kan serahkan ke sana." ujar Keenan sambil menunjukkan kating yang sedang mengumpulkan berkas-berkas yang ingin mendaftarkan dirinya ke kampus ini. Natha dan Ola mengangguk, mereka menyerahkan berkas mereka yang sudah tersusun rapi di map.
Setelah menyerahkan berkas tadi, mereka mendapatkan formulir pendaftaran, mereka di suruh untuk mengisi formulir itu. Ketika sudah selesai, formulir itu kembali di serahkan ke kating yang tadi.
Natha dan Ola menghampiri teman-temannya Natha. Tak lama kemudian mereka selesai mengisi formulir tersebut, tadi Natha juga sempat bertanya kepada Keenan, dan kating lainnya yang sedang berkeliling di sekitar kampus.
Mereka di suruh untuk menunggu beberapa hari untuk melihat hasilnya. Sebenarnya hari ini mahasiswa dan siswi diliburkan, Keenan hanya mengantarkan dan membantu Adiknya. Tadi dia sempat pergi untuk menghampiri Tala dan teman-temannya yang berada di kampus juga.
Mereka telah bubar, kini mereka berkumpul di rumah Natha, Ola masih agak canggung dengan teman-temannya Natha. Ia hanya duduk di samping Natha, jikalau ada yang bertanya, pasti akan dia jawab, tidak mungkin dia diamkan saja.
Satu jam mereka berkumpul, akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing. Keenan, Natha dan Ola sedang duduk santai di ruang tamu. Keenan masih belum bisa bertemu dengan Bita, karena ia masih berada di rumah keluarga nya, karena ia liburan selama tiga hari.
***
Sore hari Ola merasa bosan di rumah, ia berjalan ke arah kamar Natha, tepat di depan pintu kamar Natha yang tertutup rapat. Ola mengetuk pintu kamar Natha sembari memanggil nama Natha berulang kali.
Di dalam kamar, Natha sebenarnya tidak tidur, hanya saja ia tak mendengar, karena ia menggunakan earphone.
Merasa tak ada yang mendengar, Ola membuka pintu kamar Natha, ternyata tidak terkunci dari dalam.
"Wah pantes, di panggilin dari tadi gak nyaut nyaut, rupanya pake Earphone." ucap Ola, Natha mendudukkan dirinya di atas kasur, melepaskan earphone nya dari kedua telinganya.
"Maaf gak denger tadi." ucap Natha yang di angguki oleh Ola. "Kenapa?" tanya Natha.
"Jalan-jalan sabi? Gue bosen banget ini." jawab Ola yang langsung di angguki oleh Natha.
"Bentar gue ngambil cardigan." ucap Natha, ia masih menggunakan pakaian yang tadi ia gunakan di saat mendaftar kuliah. Hanya saja ia melepaskan kemejanya.
__ADS_1
Setelah selesai mereka langsung saja keluar dari rumah, Natha berizin kepada Bibi Mela karena hanya ada beliau di sana. Keenan tadi keluar bersama teman-temannya.
Natha dan Ola berniat pergi ke Tuku Coffee.
"Lo bisa bawa motor kan?" tanya Natha ke Ola, dia mengangguk mengiyakan pertanyaan dari Natha.
"Lo aja yang bawa deh, nanti gue tunjukin jalannya." ucap Natha, Ola lagi-lagi mengangguk.
Sesampainya mereka di Tuku Coffee, mereka berdua langsung saja masuk dan memesan minuman-makanan yang diinginkan.
Mereka duduk di dalam, karena di luar masih agak panas cuacanya. Banyak juga orang yang sedang bersantai di sana, ada yang bersama kekasihnya, dan ada juga yang bersama teman-temannya.
Bahkan tidak di sangka, ada Keenan dan teman-temannya yang juga ke Tuku Coffee, baru tiba.
Ada Keenan, Jaden, Tala, Varo, Ikhsan dan Cakra, mereka masuk, memesan makanan dan minuman. Mereka mencari tempat duduk yang kosong, Keenan melihat ada Natha dan Ola, mereka menghampiri kedua gadis itu tanpa sepengetahuan Natha.
Mereka menarik kursi yang ada, di satu meja ada yang terisi empat kursi dan aja juga yang enam kursi, Natha duduk di meja yang ada enam kursi. Ada empat kursi kosong yang tak di tempati, Keenan duduk di samping Natha, di samping Keenan ada Varo, di depan Natha ada Ola, di depan Keenan ada Tala, di samping Tala ada Cakra.
"Lah anjirr, ngapain lo gabung di sini jugaa?" tanya Natha ke Keenan yang baru menyadari.
"Biarin, mending gabung dari pada mencar." jawab Keenan, Natha hanya memutarkan bola matanya malas. Tak lama kemudian pesanan Natha dan Ola tiba, mereka berdua mengambilnya.
"Beli kebab mulu lo, kaga eneg apa?" tanya Cakra yang melihat Natha memakan kebab.
"Enggak, enak tau." jawab Natha.
"Kenalin kek minimal." sindir Ikhsan kepada Natha, Natha menyadarinya.
"Kenalan sendiri, mandiri ngapa." ucap Natha, "Ta, mau dong." ucap Keenan melihat Natha memakan kebab jumbo. Natha mengarahkan kebab nya ke mulut Keenan, Keenan menggigit kebab milik Natha lalu mengunyah nya.
Ola hanya tersenyum kikuk ke arah teman-temannya Keenan. Ia ingin perkenalkan diri, tapi malu.
"Oh ya, gue Jaden, temennya Keenan sekaligus mantan Natha, haha!" Jaden memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. Natha memutarkan bola matanya malas.
__ADS_1
"Harus banget gitu, bilang mantan?" tanya Tala, "Harus!" jawab Jaden antusias.
"Oh ya, salam kenal, gue Ola." kali Ini Ola memperkenalkan dirinya sendiri ke teman-temannya Keenan.
"Mutualan ig ayo!" ajak Ikhsan, Ola mengangguk. Dulu teman-temannya Keenan baru pertama kali kenal Natha juga begitu, ngajakin mutualan ig terus minta nomor Whatsapp melalui DM ig.
Mereka semua telah bermuthalan akun Instagram, termasuk Varo. Natha tak saling follow di akun instagram bersama Varo, ia dari dulu ingin memfollow akun Varo duluan, tapi ya gitu, gengsinya Natha gede.
"Oh ya, Ta. Kita belum follow an di Ig kan ya? Apa username lo, biar gue follow." tanya Varo ke Natha, Natha terkejut.
"Akhirnya!!!" Natha berteriak kegirangan dalam hatinya.
"Oh iya, boleh. N4tlieeea" jawab Natha memberikan username ignya.
"Nah tuh udah, follback ya" ucap Varo, Natha hanya mengangguk. Ia berusaha sok cool, padahal dalam hatinya ia sangat merasa bahagia, ingin rasanya ia berteriak sekencang-kencangnya.
"Halah, udah punya cewek juga, masih ngajak cewek lain followan ig." ucap Jaden.
"Gak ada salahnya kali, cuman ngajakin follow-follow an ig." jawab Varo.
"Anjir? Udah punya cewek? Ih!!! Baru juga salting, eh malah ngesad lagi." batin Natha.
Ting!
Notif HP Natha.
[Ta, temenin ke toilet, hehe] - Ola
[Ayo] - Natha
"Gue ke toilet dulu, nih pegangin HP gue." ucap Natha ke Keenan. Keenan mengangguk mengiyakan ucapan Natha. Natha dan Ola pergi ke arah Toilet di Tuku Coffe ini.
...***...
__ADS_1