
"Maa, mama harus sembuh, yaa, mama gak boleh sakit," ucap Natha lirih, di samping Mama Lian. Natha bangkit dari duduknya, ia berjalan ke arah sofa, merebahkan dirinya di sofa, menyalakan layar hpnya dan menonton drakor.
Setelah beberapa jam Natha menonton film, ia sangat amat bosan, ia keluar dari kamar rumah sakit, ia meninggalkan mama Lian di dalam sendirian. Ia ingin ke lantai bawah, ke kantin rumah sakit, ia ingin membeli sesuatu, sesampainya ia di kantin.
Ia berjalan ke warung yang menjual ice,
"Bu, beli ice rasa cappucino pake cup, ya" ucap Natha memesan,
"Satu aja?" tanya Ibu itu, Natha mengangguk sebagai jawaban. Natha menunggu pesanannya selesai, tiba tiba ada yang menepuk pundak sebelah kanannya.
"Loh, Jaden? Ngapain di sini?" tanya Natha, kepada Jaden, mantan kekasihnya, sekaligus teman kampus Keenan.
"Gue lagi ngejenguk Papa gue, lo sendiri?" bertanya sekaligus menjawab pertanyaan Natha,
"Oh, ngerawat nyokap gue," jawab Natha,
"Nyokap lo kenapa?" tanya Jaden, belum sempat menjawab,
"Ini punya kamu neng," ujar sang penjual ice, Natha meraihnya dan membayarnya,
"Nyokap gue abis kecelakaan kemarin," jawab Natha,
"Boleh gak, gue ngejenguk nyokap lo?" tanya Jaden, Natha mengangguk,
"Ya udah, tunggu gue bentar gak apa?" tanya Jaden sekali lagi, dan Natha mengangguk lagi. Kini Natha menunggu ice milik Jaden selesai, setelah selesai Natha dan Jaden berjalan ke kamar Mama Lian.
Sesampainya, Natha membuka knop pintu kamar, menyuruh Jaden untuk masuk, ternyata, Mama Lian sudah sadarkan diri, ia tersenyum kepada Natha dan Jaden.
"Mamaaa" panggil Natha sedikit berteriak, ia memeluk tubuh Mama Lian yang masih berbaring lemas,
"Ma, bentar ya, Natha panggilin perawat, Jaden, bentar ya," ujar Natha, Jaden dengan Mama Lian mengangguk.
Natha memanggil perawat, ia memasuki kamar mama Lian kembali bersama dua orang perawat cantik. Ia memeriksa, menyuruh untuk makan lalu meminum obat, setelah itu suster itu kembali keluar.
"Kamu gak sekolah, sayang?" tanya Mama Lian kepada Natha, suaranya serak.
"Gak, ma. Natha mau ngerawat mama, bibi sama pah Harto, Natha suruh jaga rumah, jadi Natha yang jaga mama, bang Keenan juga ngampus," jawab Natha,
"Kamu Jaden, gak ngampus?" tanya Mama Lian, Jaden menggeleng,
"Jaden mau ketemu bokap, lagi di rawat juga, di lantai empat," jawab Jaden,
"Kalian sudah makan?" tanya Mama Lian lagi, Natha dan Jaden mengangguk,
Sekarang jam juga sudah menunjukkan jam tiga sore, satu jam lagi, teman sekolahnya pulangan, dan Keenan selama dua jam lagi. Di kamar juga hanya tersisa Natha dan mama Lian, sedangkan Jaden tadi izin pulang ke rumah.
"Ma..., mama kenapa jadi sampai kecelakaan?" tanya Natha sembari menggenggam tangan Mama Lian,
"Maaf ya, mama malam kemarin, kepala mama pusing, jadi mama pulang dengan cepat, padahal mama juga bawa mobilnya pelan kok, cuman ada mobil lain dari arah berlawanan dengan cepat, alhasil menabrak mobil mama." jawab Mama Lian,
"Ma, lain kali, kalo mama pusing, mama tinggal telpon bang Keenan atau telpon Natha," ujar Natha, Mama Lian mengangguk,
__ADS_1
"Ma, bentar lagi, Aksa sama temen temen pada ke sini, gak apa kan?" tanya Natha, Mama lian mengangguk lagi.
Setelah satu jam kemudian, benar saja, teman temannya datang ke rumah sakit dan mereka juga sekarang berada di kamar yang Mama Lian tempati. Berbincang bincang, dan membawakan makanan untuk Mama Lian, roti, buah buahan, dan lainnya.
"Ay, kangen," ujar Aksa yang mendudukkan diri di samping Natha, menyandarkan kepalanya di pundak Natha dan memeluk tubuh Natha.
"Halah, baru gak ketemu beberapa jam," ujar Gibran dengan nada yang mengejek,
"Biasa bucin," jawab Cakra, mereka semua tertawa tawa, bahkan Mama Lian juga ikut tertawa.
Beberapa jam kemudian, teman temannya sudah pulang ke rumah, tapi tidak dengan Aksa, ia masih di rumah sakit dan masih menggunakan baju sekolah.
"Kamu udah izin sama bunda kalo kamu ke sini?" tanya Natha, Aksa mengangguk, sekarang Lian sedang tidur setelah meminum obat.
"Nanti aku pulang bentar, terus kembali ke sini, sama bunda," jawab Aksa, Natha mengangguk
"Ya udah deh, aku pulang dulu, mau mandi, terus ke sini lagi," ujar Aksa, ia bangkit dari duduknya sambil mengusap kepala Natha,
"Hati hati, jangan ngebut," jawab Natha, Aksa mengangguk dan pergi keluar dari kamar yang di tempati mama Lian. Natha juga bersiap siap untuk menjemput Keenan, sekarang yang menjaga Mama Lian adalah Bibi Mela. Natha bergegas turun ke bawah untuk berjalan ke parkiran, ia memasuki mobilnya dan menjalankannya agar cepat sampai ke kampus Keenan.
//chat Keenan//
[Jemput, bentar lagi mau pulangan]
[Natha]
[Jemput]
Natha menjalankan mobilnya kecepatan rata rata, sesampainya ia di kampus Keenan, belum ada yang keluar dari halaman kampus, semua orang yang menjemput anaknya bahkan masih menunggu juga sama seperti Natha, bus bus kampus juga masih ada di dalam lapangan sekolah.
Beberapa menit kemudian, semua anak kampus keluar dari gerbang, ia mencari orang tua yang menjemputnya, ada yang pulang sendiri ataupun bersama trman temannya, dan ada juga yang menggunakan Bus kampus.
"Mama udah sadar, kata dokternya sih, sekitar tiga hari lagi, mama boleh pulang, cuman mama gak boleh kecapekan." ujar Natha setelah Keenan memasuki mobilnya, ia mendudukkan diri di tempat pengemudi, sedangkan Natha berpindah ke tempat sebelah.
"Bagus dong, semoga mama cepat sembuh," jawab Keenan, Natha mengangguk Keenan menjalankan mobilnya kecepatan rata-rata, ia menjalankan tak ke arah rumah sakit, melaikan ke rumah.
"Loh, ngapain?" tanya Natha,
"Bentar, mau mandi, terus ganti baju, ya kali gue make baju ini juga," jawab Keenan, Natha mengangguk, ia menunggu di ruang tamu.
***
Keenan sudah selesai mandi, ia keluar dari kamarnya, menggunakan baju kaos hitam lengan panjang, dan celana hitam panjang. Natha berdiri dari duduknya, menyusul Keenan yang berjalan ke luar rumah, ia tak lupa juga mengunci pintu rumahnya kembali.
Mereka pergi ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung saja pergi ke kamar Mama Lian, Keenan membuka knop pintu kamar itu, ternyata di dalam sana ada Aksa dan Bundanya, Gita.
"Sore, tan," ujar Keenan sembari membungkuk badannya begitu juga dengan Natha,
"Sore," jawab Bunda Gita,
"Udah lama di sini bun?" tanya Natha,
__ADS_1
"Baru saja, sekitar sepuluh menit yang lalu," jawab Bunda Gita. Aksa menarik lengan Natha untuk duduk di samping dirinya, Natha yang tertarik ikut mendudukkan dirinya di sofa. Keenan, Bunda Gita, dan Mama Lian menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah mereka berdua.
Mereka berbincang bincang, makan ersama di kamar itu, hingga saatnya jam sudah menunjukkan ke angka sepuluh malam.
"Aku pamit pulang dulu ya, Lian, kapan kapan kami kesini kalo ada waktu lagi," ujar Bunda Gita,
"Iya, terimakasih sudah datang ke sini, hati hati di jalan ya," jawab Mama Lian,
"Keenan, Natha, Bunda pulang duku ya," ujar Bunda Gita lagi, mereka mengangguk lalu mengikuti Bunda Gita dan Aksa untuk turun ke lantai bawah, mengantarkan hingga ke depan rumah sakit.
"Dadah, hati hati," ujar Natha sambil melambaikan tangannya, tak terlihat lagi mobil Aksa di depan rumah sakit, Natha dan Keenan kembali ke atas untuk ke kamar Mama Lian.
Mereka berdua mendudukkan dirinya di sofa,
"Tadi, Jaden ke sini?" tanya Keenan, Natha mengangguk sambil mengambil roti di atas meja,
"Dari mana tau?" tanya Natha, ia berdiri dari duduknya dan menghampiri Mama Lian, ia menyerahkan roti tadi kepada Mama Lian.
"Jaden yang bilang, tadi." jawab Keenan, Natha mengangguk lagi. Ia berjalan ke tempat di mana suster menaruh obat milik Mama Lian, ia mengambilnya dan juga mengambil Air putih satu cangkir, lalu menyuruh Mama Lian agar meminumnya.
"Terimakasih, sayang," ujar Mama Lian, Natha tersenyum,
"Udah, mama tidur ya," jawab Natha sembari membaringkan tubuh ramping Mama Lian, menutupi tubuhnya menggunakan selinut lalu duduk kembali di samping Keenan. Seperti kemarin, Keenan merebahkan badannya dan menjadikan paha Natha sebagai bantalan. Mereka sekarang sudah tertidur, Natha, Keenan, dan juga Mama Lian.
***
Tiga hari kemudian.
Lian sekarang sudah berada di rumah, ia sudah di perbolehkan pulang ke rumah. Sekarang hari minggu, Natha dan Keenan hanya di rumah untuk menjaga Mama Lian agar tidak kecapean, sedangkan Bibi Mela sedang memasak makanan.
Keenan, Natha dan Lea berada di ruang tamu, dan Lian berada di ruang makan, duduk di kursi, menemani Bibi Mela. Bibi Mela juga sudah selesai memasak, Natha dan Keenan mendudukkan dirinya di kursi meja makan, Pak Harto, Bibi Mela, dan juga Lea ikut makan bersama di ruang makan, karena Mama Lian yang menyuruh.
Selesainya mereka makan bersama, kini mereka berpencar, ada yang di pos depan pagar rumah, ada juga di halaman belakang menemani anaknya, dan juga ada yang di ruang tamu sedang menonton TV.
Natha menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, sedangkan Keenan, ia membaringkan badannya di sofa dan paha Natha yang di jadikan bantal.
"Lo ye, bantal ada noh, dari kemarin paha gue mulu yang lo jadiin bantal, modus lo," ujar Natha,
"Ngapain gue modus sama lo coba, lagiaan lo adek gue," jawab Keenan, Natha yang mendengar itu hanya memutarkan bola matanya malas.
"Oh iya, mah, besok Natha izin gak masuk sekolah lagi ya?" ujar Natha meminta izin kepada Mama Lian,
"Enggak enggak, udah tiga hari lo gak masuk, sekarang gue aja yang jaga mama, lo sekolah aja," jawab Keenan, ia tak terima jika Natha tidak masuk sekolah lagi.
"Terus siapa yang jaga mama?" tanya Natha,
"Gue," jawab Keenan, Natha menggeser pahanya untuk menjauh dari kepala Keenan, alhasil kepala Keenan terjatuh ke sofa, untung saja empuk.
"Enggak, lo masuk gue juga masuk, deal?"
...*****...
__ADS_1