My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 109


__ADS_3

"Enggak ada, bibi ngambil cuti satu minggu ini." jawab Mama Lian,


"Oh, ya udah, Natha di rumah aja," jawab Natha, Mama Lian mengangguk,


"Ya sudah, mama jalan dulu, jaga rumah, yaa," ucap Mama Lian, Natha mengangguk.


Kini, Natha di dalam rumah hanya sendirian, memainkan hpnya saja sedari tadi, ia sangat bosan, ia juga bingung ingin melakukan apa supaya tidak bosan.


Jaden Nge-chat Natha,


[Ta, jemput gue, gue Keenan, hp gue lowbat.] - Jaden


[Kebiasaan, lo, gue males ah. Panas, di rumah juga gak ada siapa siapa, mama ke rumah temannya.] - Natha


[Jemput bentar doang elah, di rumah Jaden.] - Jaden


[Malesin lu ah, bentar.] - Natha


Ia sebenarnya malas ingin keluar rumah, cuacanya sangat panas, jam juga sudah menunjukkan jam 1 siang. Natha males ingin menggunakan motor, jadi ia memilih untuk menggunakan mobil Keenan.


Natha berjalan ke arah kamar Keenan untuk mengambil kunci mobil, setelah menemukan kunci mobilnya, ia langsung turun untuk ke bawah untuk menuju ke mobil. Ia menutup pintu rumahnya lalu berjalan ke garasi mobil, ia menyalakan mobilnya lalu melajukan mobilnya untuk pergi ke rumah Jaden. Rumah Jden lumayan jauh dari rumah Natha, jika ia menggunakan motor, bisa saja tangan Natha langsung gosong.


Sesampainya Natha di rumah Jaden, benar saja, di sana Ada Keenan dan teman-temannya, termasuk Cakra.


"Sabi nih, gue ikut pulang, haha!" ujar Cakra,


"Terus motor lo, di kemanain Raa?" ucap Ikhsan,


"Ra, Ra, Ra, Ra, lo pikir nama gue Rara?" ucap Cakra, Natha berjalan menghampiri Keenan yang duduk di teras rumah Jaden.


"Bentar lagi, ya?" ucap Keenan setelah Natha menghampiri dirinya, Natha memutarkan bola matanya malas. Natha ikut mendudukkan dirinya di belakang Keenan, menyerahkan kunci mobil ke Keenan.


"Di rumah ada siapa?" tanya Keenan, Natha mengeleng, ia bersender di punggung Keenan.


"Gak ada siapa-siapa." jawab Natha,


"Perasaan tadi lo ke sini sama Tala, Talanya mana?" tanya Natha,


"Pulang tadi, di suruh mamanya buat beli sesuatu." jawab Keenan,


Sekitar dua puluh menit berlalu, Natha dan Keenan hendak pulang ke rumah.


"Gue duluan, ya." ucap Keenan, teman-temannya mengangguk, Natha dan Keenan berjalan ke arah mobil,

__ADS_1


"Kenapa gak pake motor aja?" tanya Keenan,


"Lo mau tangan gue gosong, hah?" tanya Natha balik setelah mereka masuk ke dalam mobil, Keenan terkekeh,


"Ke mall, jadi?" tanya Keenan, Natha mengangguk,


"Abang, lo lihat powerbank gue yang kemarin gue taruh di ruang tamu, gak?" tanya Natha, Keenan menggeleng


"Kenapa? Hilang?" tanya Keenan, Natha mengangguk,


"Kemarin gue terakhir naruh di meja ruang tamu terus gue tinggal ke kamar, balik-balik ke bawah, udah gak ada." jawab Natha,


"Nanti tanya Mama, siapa tau Mama yang nyimpan." jawab Keenan, Natha mengangguk.


Sesampainya mereka di rumah, Natha langsung saja masuk ke dalam rumah, ia mendudukkan dirinya di ruang tamu dan langsung saja menyalakan AC.


"Dek, gue mau tidur dulu, nanti kalau udah sekitar jam tiga bangunin gue." ujar Keenan, Natha mengangguk meng iyakan ucapan Keenan.


***


Kini jam sudah menunjukkan jam setengah tiga sore, Natha membaca chat teman-temannya di dalam grub.


[Ayok, jadi kan kita, ke mall?] - Gabriella


[Gue mau mandi dulu deh] - Gabriella


[Aksa, lo ikut?] - Laura


[Ikut, tapi Debby juga ikut, gak apa, kan?] - Aksa


[Santai aja, gak apa kok.] - Laura


[Gue sama Gibran udah dari tadi siap, sekalian mampir di rumah mertua, haha!] - Vio


[Hilih, udah dulu, gue mau mandi, bye~] - Gabriella


[Natha mana Natha, ikut kan?] - Kate


[Iya] - Natha


Natha mematikan layar hpnya, ia berjalan menaiki anak tangga untuk masuk ke dalam kamar Keenan, ia hendak membangunkan Keenan.


Natha membuka pintu kamar Keenan perlahan, ia berjalan menghampiri Keenan lalu menggoyangkan badan Keenan pelan.

__ADS_1


"Abang, ayo bangun..." ucap Natha, Keenan masih belum bangun juga.


"Bang, bangun weh!" ucap Natha lagi, ia menggoyangkan tangan Keenan, pada akhirnya, Keenan membuka matanya. Keenan mengumpulkan nyawanya, mendudukkan dirinya dan menyandarkan badannya di headboard miliknya yang berwarna abu.


"Udah jam tiga?" tanya Keenan, Natha menggeleng,


"Baru jam setengah tiga, masih sempat kalau lo mau mandi." jawab Natha, Keenan mengangguk,


"Gue mau ganti baju dulu." ucap Natha keluar dari kamar Keenan, ia berjalan ke arah kamarnya, untuk mengganti pakaiannya.


Natha rasa ingin menggunakan pakaian couple bersama Keenan, ah, akhirnya Natha ingat, ia dulu pernah membeli jaket samaan bersama dengan Keenan.


"Abang!!" panggil Natha,


"Yaa?" jawab Keenan yang masih siap-siap untuk mandi, Natha masuk kembali ke kamar Keenan.


"Pake baju ini, ayo!" ajak Natha, ia menating pakaian yang hendak ia pakai, baju kaos putih polos dengan jaket berwarna coklat yang ia beli couple bersama Keenan. Keenan mengangguk saja,


"Celananya?" tanya Keenan,


"Em....celana hitam aja, nanti gue pake rok." jawab Natha, Keenan mengangguk. Natha kembali ke kamarnya lagi untuk mengganti pakaiannya. Sekarang ia sudah siap dengan pakaian yang ia beri tahu ke Keenan tadi dengan rok hitam pendek sepaha, rambut terurai yang di catok gelombang olehnya dan heels berwarna putih.


Natha pikir, ia akan menggunakan mobil juga bersama teman-temannya, makanya ia menggunakan rok pendek dan rambut terurai.


Mereka akan menggunakan dua buah mobil, mobil milik Aksa dan satu milik Keenan. Mereka akan berkumpul di rumah Natha, kini semua sudah terkumpul.


Di dalam mobil Aksa ada Debby yang duduk di sampingnya, Rafa, Laura, Gibra dan Vio. Sedangkan di mobil Keenan, ada Natha di samping Keenan, Tala dan Kate di kursi belakang dan Gabriella, Cakra di kursi tengah. Mereka melajukan mobilnya untuk pergi ke mall yang mereka rencanakan lebih dulu sebelum berangkat tadi.


***


Sesampainya di mall mereka memarkirkan mobilnya, setelah itu mereka masuk ke dalam mall tersebut. Mereka berjalan di sekitar mall tersebut, Natha dan Keenan berjalan ke tempat kaca mata, teman-temannya mengikuti mereka karena mereka berdua jalan di depan.


"Bang, Abang, nih, coba pake, kita foto mirror ayo," ucap Natha menyerahkan kaca mata hitam itu kepada Keenan, ia memasangnya begitu juga dengan Keenan, mereka berfoto di kaca besar yang di sediakan di sana.


"Ciailah, adek kaka ini kek orang pacaran aja, orang pacaran aja kalah sama kalian berdua, haha!" ejek Vio,


"Yeee, serah gue dong, sirik aja, lo" jawab Natha menjulurkan lidahnya.


"Mantan lo noh, diam-diam bae sama cewek barunya..." ucap Vio berbisik di telinga Natha sembari berlewat.


"Urusannya sama gue paan?"


...***...

__ADS_1


__ADS_2