
"Ih, kok kamu gitu sih, kan tadi kamu yang ngegandeng aku? Ishh!"
"Apaan, gak ada, gue pikir lo cewek gue, dan kapan gue ngegandeng lo, jangan ngadi ngadi!" jawab Aksa, wajahnya mulai memerah.
Aksa langsung menarik lengan Natha untuk ke parkiran, sesampainya mereka di parkiran, di sana sudah terdapat Natha dan teman teman lainnya.
"Mau ke rumah ku dulu gak, ay?" tanya Aksa kepada Natha,
"Boleh, nanti aku izin sama Bibi lewat chat," jawab Natha sambil menganggukkan kepalanya.
"Lo pada? Mau mampir rumah gue gak?" tanya Aksa lagi, kepada teman temannya,
"Boleh boleh aja sih, lagian gue juga udah bilang sama nyokap kalo pulang agak lamaan," jawab Laura dan juga Gabriella.
"Gue ngikut aja sih," jawab, Cakra dan Gibran,
"Kalo lu, Fa?" tanya Gibran,
"Ngikut aja deh," jawabnya, mereka hanya ada empat buah motor, Gibran dan Vio, Natha dan Aksa, Cakra dan Gabriella, Rafa dan Laura.
Mereka melajukan motornya untuk menuju ke rumah Aksa, sesampainya di rumah Aksa, mereka turun dari motor mereka masing masing lalu masuk ke dalam rumah Aksa. Di dalam rumah Aksa hanya ada Gita, mama Aksa.
"Maa," panggil Aksa, Gita memalingkan wajahnya yang tadi ke arah TV sekarang menatap Aksa dan teman temannya,
"Iya, sayang, kenapa?" tanya Gita,
"Aksa sama temen temen mau ke balkon, gak apa kan?" jawab Aksa, Gita mengangguk, ia berdiri dari duduknya dan mendekati Aksa,
"Nanti kalo udah gelap masuk dulu, ini udah pada izin sama orang tuanya kan?" tanya Gita, semuanya mengangguk,
"Ya udah Aksa sama temen temen ke balkon dulu, ya" jawab Aksa mereka berjalan menaiki tangga rumah Aksa,
"Iya, mama nyiapin minuman dulu," ujar Gita,
"Natha bantuin, bun," ujar Natha lalu menyusul Gita. Natha memanggil Gita dengan sebutan 'Bunda' karena memang di suruh oleh Gita.
"Gak perlu, sayang, sana gih, kamu susul Aksa," jawab Gita dengan suara yang lemah lembut, Natha menggeleng, ia tetap di keinginannya untuk membantu Gita, Gita juga hanya bisa mengalah.
"Sayang, kalo kamu sama Aksa ada masalah, selesaikan secara langsung dan dengan kepala dingin. Jangan langsung ambil keputusan yang salah ya? Bunda tau gimana sifat Aksa kalo punya pacar, dia gak akan mau kehilangan ceweknya. Jadi bunda harap, kamu dan Aksa bisa bersama terus, ya?" ujar Gita sembari mengusap surai lembut Natha,
"Iya, bunda. Nanti Natha usahain agar Natha sama Aksa bersama terus," jawab Natha sembari memeluk tubuh Gita dan dibalasnya oleh Gita.
"Ya udah, ayuk kita anter ke balkon," ujar Gita sembari mengangkat minuman yang ia buat bersama dengan Natha tadi. Natha mengangkat toples yang berisikan makanan ringan dan di bawa ke lantai atas untuk menyerahkan kepada teman temannya.
Natha dan Gita sudah berada di balkon dan menaruh makanannya di tempat mereka duduk. Mereka duduk di lantai dan menggunakan alas duduk yang lebar untuk muat semua temannya. Gita kembali ke bawah, sedangkan Natha sekarang duduk di samping Aksa.
"Eh, tuh si Eve, bikin gedeg banget, baru juga hari pertama sekolah, udah bikin masalah, gimana kalo dia makin lama di sekolah ini, aduh bisa kacau," ujar Laura berucap,
__ADS_1
"Iya anjir, malesin banget, gue dari awal liat mukanya aja udah kesal, mana satu kelas lagi," jawab Gabriella,
"Nah, oh iya, Ta, lo tau gak, tadi di kelas, dia ngegodain Aksa sama Rafa tau gak, kesal banget gue, ngapain coba," ujar Laura,
"Untung aja gue sama Natha gak satu kelas sama tu bocah, kalo satu kelas, beuh, keknya dia bakal gangguin Natha mulu," jawab Vio,
"Cih, denger gak sih, tu dua orang kita bicara?" ujar Gabriella saat melihat Natha dan Aksa yang asik dengan dunianya sendiri. Aksa yang rebahan di alas duduk dengan paha Natha yang di jadikan bantal,
"Denger kok," jawab Natha santai, dengan tangannya yang masih setia mengusap lembut rambut Aksa.
"Eh, kita nanti kan bentar lagi lulus ya, kita bakal masih barengan gini gak ya?" tanya Vio,
"Bisa aja si, kalo kita sering ngumpul kek gini, dan gak lupain satu sama lain." jawab Aksa,
"Masih setengah tahun kok, gue yakin, gak bakal mencar," jawab Rafa,
"Iya, kalo kita mencar, kita harus satuin lagi, awas aja sampe mencar," kali ini yang menjawab ialah Gibran,
"Lo pada mau kemana nanti lulus sekolah? Langsung kerja atau kuliah?" tanya Gabriella,
"Kata papa gue, gue gak perlu kuliah, gue cuman di suruh megang kantor papa," jawab Aksa,
"Sama, gue juga gitu, tapi kayaknya gue maunya kuliah dulu deh," ujar Cakra,
"Kalo gue kuliah si, mau ngambil jurusan kedokteran, cuman masih bingung, mau kuliah dimana," ujar Vio,
"Wih, sama dong, gue juga mau ngambil jurusan kedokteran, gue kayaknya bakal sama kayak Keenan, kalo lo, Gab?" jawab Natha, sekaligus bertanya kepada Gabriella,
"Kalo lo mau kuliah, kuliah aja, kan kalo liburan bisa aja ketemuan, gak mungkin juga gak ada liburan." jawab Natha,
"Tau deh, nanti di pikirin lagi," jawab Gabriella.
Hampir sekitar satu jam mereka di balkon dengan pembicaraan yang berubah ubah. Sekarang menunjukkan jam enam sore, semua temannya pamit pulang ke orang tuanya Aksa, di rumah Aksa hanya tersisa Natha yang belum pulang.
Natha sekarang duduk di ruang tamu bersama dengan Vio, dan juga Gita, Bunda Aksa. Mereka menunggu Aksa selesai mandi, karena Aksa ingin mengajak Natha jalan jalan keluar.
Beberapa menit kemudian, Aksa sekarang sudah rapi, ia memakai celana jeans hitam, kemeja hitam, dengan sepatu putih.
"Bun, Aksa sama Natha pamit dulu ya," ujar Aksa sembari bersalaman kepada Gita,
"Iya, jangan ngebut, jangan terlalu malam juga pulangnya yaa," jawab Gita,
"Dadah bun," ujar Natha melambaikan tangannya kepada Gita dan Vio. Natha dan Aksa sudah tak terlihat dari depan rumah Gita, mereka masuk ke dalam rumah dan tak lupa menguncinya.
Kembali ke Natha dan Aksa.
Sekarang mereka sudah berada di rumah Natha, di dalam rumah hanya ada Bibi dan Lea. Aksa menunggu Natha di ruang tamu sembari bermain bersama Lea.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian. Natha menuruni anak tangga, ia sudah rapi, rambut yang terurai, celana kulot berwarna cream, kaos putih lengan pendek, cardigan berwarna cream, dan sepatu putih.
"Lea, kaka jalan dulu yaa," ucap Natha kepada Lea,
"Iya, hati hati, ya kak," jawab Lea, ia bersalaman dengan Natha dan Aksa,
"Bi, Natha jalan dulu, nanti kalo mama nyariin bilang aja lagi jalan sama Aksa," ujar Natha kepada Bibi Mela yang sedang menyiapkan makan malam.
"Iya, nak, hati hati," jawab Mela. Natha dan Aksa pun keluar dari rumah Natha, Aksa memasang helmnya yang berwarna putih, begitu juga Natha memasang helmnya yang berwarna abu.
Natha menaiki motor Aksa, setelah itu Aksa melajukan motornya di bawah rata rata. Mereka berdua ingin ke restauran, sesampainya mereka di restoran. Mereka memesan steak daging satu porsi, dan minumannya rasa mocca dua. Mereka mendudukkan diri di meja yang bernomor tujuh belas.
Beberapa menit mereka menunggu makanannya datang, akhirnya pesanan mereka datang juga. Aksa dan Natha memakan steaknya, Aksa mengambil sepotong dagingnya menggunakan garpu lalu di berikan kepada Natha.
"Ay, kita jangan sampai udahan yaa, aku gak mau kehilangan kamu," ujar Aksa setelah menyuapi Natha, Natha mengunyah makanannya sembari hendak bicara,
"Abisin dulu yang di mulut, baru bicara," ujar Aksa yang kegemasan melihat Natha yang sedang mengunyah makanannya.
"Iya, Aksa sayangg, selagi kamu gak main belakang, aku gak apa, tapi kalo kamu sampe punya cewek lain di belakang aku, aku gak akan bertahan di kamu." jawab Natha penuh kasih sayang, ia mengambil sepotong daging dan menyuapi Aksa.
"Gak akan, gak ada cewek lain yang lebih cantik dari kamu, hanya kamu yang paling cantik bagi aku." jawab Aksa lalu mengambil minumannya.
"Aku bingung, mau kuliah atau langsung kerja aja ya?" tanya Aksa,
"Kalo kamu emang mau kuliah, kuliah aja, tapi kalo kamu maunya kerja, kerja aja. Kamu mau kuliah apa engga?" ujar Natha,
"Gak tau, bentar bentar mau kuliah, tapi setelah di pikir pikir, mending megang perusahaan papa," jawab Aksa,
"Nah, kalo itu mau kamu, jadi kamu hanya perlu fokus ke kerjaan kamu," ucap Natha, Aksa pun mengangguk, ia kembali di suapi oleh Natha.
Tak terasa, mereka sudah satu jam di sini, jam juga sudah menunjukkan jam sembilan malam. Aksa dan Natha membayar pesanan mereka tadi, dan keluar dari restoran itu. Mereka tidak pulang ke rumah melaikan ke toko baju, untuk membeli baju couple.
Sesampainya mereka di toko baju, mereka memilih milih baju couple yang bagus.
Beberapa menit kemudian, mereka telah mendapatkan pakaiannya. Kaos hitam, celana panjang, dan jaket berwarna hijau, untuk Aksa dan untuk Natha, kaos hitam, rok pendek sepaha, dan jaket yang sama, berwarna hijau.
Mereka membayarnya ke kasir, lalu pergi ke toko sepatu. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya mereka membeli baju couple, sepertinya sudah hampir tujuh kali.
***
Mereka sudah di toko sepatu, mencari yang mereka inginkan,
"Ay, mau yang ini gak?" ujar Natha sembari menenteng sepatu oxford berwarna hitam.
"Yang lain," jawab Aksa, mereka kembali mencari cari yang mereka berdua inginkan. Karena mereka tidak dapat yang mereka inginkan, Natha kembali ke tempat awal ia menenteng sepatu tadi.
"Yang ini aja sih ay, mau gak?" tanya Natha dengan tangan yang menunjukkan sepatu Oxford warna hitam tersebut.
__ADS_1
"Ya udah, ayo kita bayar!"
...*****...