My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 33


__ADS_3

"Ya udah, ayok" jawab Natha, mereka berdua jalan ke kantin untuk mencari Gabriella, dan ternyata di kantin juga tidak ada Gabriella, bahkan Natha juga udah nyari ke UKS, ke halaman depan, halaman belakang.


"Gak ada juga, dimana sih tu bocah," ujar Natha,


"Nyari apaan lo berdua," ujar Gabriella yang tiba tiba berada di samping Natha,


"Lah, gue berdua nyari lo, malah tiba tiba di samping, dimana aja lo?" tanya Vio,


"Tadi gue di perpustakaan, ya udah ayo ke kelas, bentar lagi bel bunyi" jawab Gabriella lalu berjalan mendahului Natha dan Vio.


"Tumben dia kek gitu, kenapa?" bisik Vio kepada Natha, Natha menaik turunkan bahunya bahwa ia juga sedang bingung. Mereka bertiga berjalan ke arah kelas, ternyata dikelas sudah terdapat banyak murid kelas di situ.


Mereka bertiga mendudukkan dirinya di tempat masing masing, Natha memperhatikan Gabriella yang sepertinya sedang badmood.


"Gak mau cerita?" tanya Natha kepada Gabriella, Gabriella hanya menggeleng, Natha yang tak ingin tambah merusak mood nya pun hanya mengangguk. Bel berbunyi dan ada pemberitahuan dari kepala sekolah,


"Anak anak, silahkan kalian segera kelapangan, kita akan membahas kapan bazar akan di laksanakan," ujar kepala sekolah, semua siswa siswi yang ada disekolah pun berjalan menuju sumber suara tersebut.


"Ayo" ujar Natha mengajak Gabriella dan Vio, mereka berdua mengangguk, lalu berjalan ke lapangan.


Siswa dan siswi yang berada di sekolah ini sudah berada di lapangan sekolah, mereka mencari duduk di tepi tepi halaman dan ada juga yang berdiri di tengah tengah lapangan.


Mereka semua mendengarkan semua arahan dari guru mengenai kapan di adakannya bazar.


"Oke, anak anak, terimakasih atas kerja samanya mau berkumpul di lapangan, kita akan membahas mengenai kapan dilaksanakan nya bazar, bazar akan dilaksanakan pada hari kamis, pakaian bebas, dan dilaksanakan pada jam delapan pagi. Apakah kalian sudah menyiapkan siapa orang yang berjualan di setiap satu kelas? Harus ada dua stan di setiap kelas ya," ujar Kepala Sekolah.


"Iyaa, pakk!!" jawab semua anak murid di sekolah itu.


"Sekian dari saya, terimakasih, kalian bisa kembali kedalam kelas masing masing." ujar kepala sekolah, semua murid memasuki kelasnya masing masing termasuk Natha dan teman temannya.


Didalam kelas.


Natha dan tiga temannya mendudukkan diri di kursi mereka masing masing. Gabriella yang badmood langsung merebahkan kepala nya di atas meja.


"Eh guy's, di kelas kita belum ada dibagi kan, siapa yang jualan?" tanya najla yang bertugas sebagai wakil ketua kelas.


"Iya, belum," jawab Niki,


"Gimana kalo kita aja yang bagi, kalo nunggu ibu yang bagiin" saran Kayla,


"Boleh juga, siapa yang mau jualan buat bazar nanti?" tanya Niki kepada teman teman kelasnya.


"Gue sama selma deh," ujar Kayla yang menyerahkan diri,


"Boleh," jawab Selma,


"Nah, siapa lagi?" tanya Niki,


"Gue!!" teriak Laura,


"Lo panitia nanti, Laura, mana bisa jaga stan," jawab Niki, Laura memasang wajah kecewa.


"Gue sama nisa deh," ujar Najla, Nisa pun mengangguk setuju.


"Nah, udah, tinggal nentuin apa yang mau di jual aja," jawab Niki.


"Jual es cup teh poci aja gak sih? Kan mudah tuh," ujar Najla, Niki mengangguk sambil mencatat,


"Nah, kalo gue jualan kebab aja, gue punya alatnya," ujar Selma,


"Udah, ini gue kasih ke guru ya," jawab Niki, dan ia mendapat anggukkan dari teman temannya.


***


Sekarang sudah jam istirahat, semua anak murid disekolah berjalan ke kantin untuk jajan.


Natha, Gabriella, Laura dan Vio berjalan ke kantin untuk membeli makanan. Keempat gadis cantik itu berjalan ke tempat orang berjualan minuman. Lalu mereka berjalan ke tempat duduk yang seperti biasa mereka tempati, pojok kanan kantin.

__ADS_1


"Kek gak ada semangat hidup aja lo, kenapa?" tanya Laura kepada Gabriella, Gabriella melirik Laura yang bertepatan duduk didepannya.


"Gak apa apa kok, cuman badmood aja," jawab Gabriella, Laura yang tak ingin tambah ngehancurin mood nya pun hanya mengangguk.


"Oh, ya, tumben Gibran, Aksa, Cakra, dan Rafa gak kesini, kenapa?" tanya Laura kepada temannya yang berada di tempat itu juga.


"Katanya mau ngebahas lomba basket sama kapten basketnya." jawab Vio,


"Ohh, pantes," ujar Laura,


Beberapa menit kemudian, keempat gadis itu telah kembali ke kelasnya, di dalam kelas masih sepi karena yang lain masih pada di kantin, dan di luar kelas.


Didalam kelas keempat gadis itu duduk di tempat masing masing, tak lama kemudian empat laki laki yang berparas tampan dan badan nya yang tinggi, masuk kekelas. Mereka ialah, Aksa, Gibran, Rafa dan Cakra.


"Eh, nanti lo semua harus nonton kami lomba, ya?" ujar Rafa setelah mendudukkan dirinya di tempatnya.


"Lomba basket?" tanya Natha, Rafa mengangguk sebagai jawaban.


"Iya, hari sabtu," jawab Rafa,


"Bisa sih, mau ikut gab?" tanya Natha kepada Gabriella, Gabriella menggeleng,


"Lo berdua? Ikut?" tanya Natha lagi kepada dua orang temannya yang duduk dibelakang dirinya.


"Bisa," jawabnya bersamaan.


"Jam berapa?" tanya Laura,


"Sekitar jam delapan pagi udah ngumpul," jawab Aksa,


"Kita berangkat sekitar jam sembilan aja gak sih?" tanya Vio kepada Laura dan Natha, mereka berdua yang ditanya pun mengangguk setuju.


"Doain semoga menang, haha," ujar Cakra sambil tertawa kecil.


"Iyaaa" jawab Laura.


"Eh, hari ini pulang sekolah pada sibuk gak?" tanya Vio,


"Sama," ujar ketiga temannya bersamaan.


"Gue juga enggak," jawab Laura dan Natha,


"Lo, gab?" tanya Vio,


"Gak tau, mau ngapain emang?" jawab Gabriella,


Mau barbeque an gak? Dirumah Aksa, tadi pagi gue izin sama tante bolehin kok," ujar Vio,


"Beli bahan bahan nya kapan?" tanya Natha,


"Gampang, di toko daging kan ada," jawab Vio,


"Boleh boleh, gue sekalian ngebeliin mama gue," jawab Laura juga, yang lain juga setuju, tetapi tidak dengan Gabriella, Natha membujuk Gabriella sampai ia mau.


"Mau yaaa, ikut yaaa, kalo gak ada lo, gak seru tau gak, ya kan guy's?" ujar Natha yang membujuk Gabriella agar ikut ngumpul bareng.


"Iya tuh, kalo gak ada lo, serasa kek gimana gitu ya," jawab Laura, Vio pun mengangguk,


"Ikut aja lah, masa kurang satu, kan kalo ada lo jadi seruu," ujar Vio yang juga ikut membujuk Gabriella.


"Ya udah, iyaa," jawab Gabriella sambil tersenyum manis ke arah teman temannya.


"Yeyyy," sorak tiga teman nya.


Bell sekolah pun berbunyi pertanda memasuki jam pelajaran ke empat.


***

__ADS_1


Empat jam kemudian.


Semua murid sekarang berada di luar kelas, karena ini telah memasuki jam istirahat yang ke dua kalinya.


"Ke kantin gak?" tanya Laura kepada teman temannya, Natha dan teman teman lainnya mengangguk, sedangkan Gabriella, ia tidak menjawab apapun.


"Gab, kekantin gak?" tanya Natha kepada Gabriella sembari mengintip kepalanya direbahkan di atas meja dan wajahnya yang ke arah tembok kelas.


"Kalian aja deh, gue disini aja, nitip coca cola satu," ujar Natha kepada temannya.


"Kenapa emang Gabriella?" tanya Laura,


"Tidur," jawab Natha, Vio dan Laura mengangguk lalu keluar kelas untuk pergi ke kantin.


"Udah, mereka semua udah gak ada di kelas, cuman kita berdua yang di kelas," ujar Natha berbicara, kepada siapa dia berbicara?


"Kenapa lo gak kekantin aja?" tanya Gabriella sambil mengangkat kepalanya dan menatap Natha.


"Gak, sekarang gue nanya, kenapa lo nangis?" tanya Natha, ternyata Natha berbohong kepada teman temannya bahwa Gabriella sedang tertidur, padahal sebenarnya Gabriella sedang menangis.


"Kayaknya emang bener, gue harus belajar melupakan Gibran," ujar Gabriella, Natha terkejut dengan ucapan Gabriella,


"Lo? Udah ngungkapin perasaan lo?" tanya Natha kepada Gabriella yang mengusap sisa air matanya.


"Menurut lo?" bukan nya menjawab, Gabriella malah balik bertanya.


"Iya," jawab Natha,


"Iya, tadi pagi, di halaman belakang disaat gue berpapasan sama dia, gue ajak ngomong bentar, dia mau terus gue ngungkapin semuanya, dan dia bilang, 'gue suka sama orang lo tau?' terus gue jawab iya, dan dia ngasih tau siapa cewek yang dia suka," jelas Gabriella,


"Siapa?" tanya Natha,


"Dia bilang jangan bilang siapa siapa, bukan gue gak mau ngasih tau, tapi nanti lo tau sendiri kok," jawab Gabriella,


"Bentar, bukannya lo pagi tadi dari perpus? Gue juga nyari gak nemu lo sama sekali." ujar Natha,


"Maaf, sebenarnya gue lihat lo sama Vio kayak lagi nyari seseorang, gue tau keknya lo sedang nyari gue, jadi gue ajak Gibran jalan menjauh dari halaman belakang, dan kami berpisah di loby sekolah." jawab Gabriella, sembari menundukkan kepalanya.


"Ya udah, gak apa apa, sekarang cuci muka lo dulu, keliatan banget abis nangis," ujar Natha menyuruhkan Gabriella untuk mencuci wajahnya.


"Temenin dong," jawab Gabriella, dua orang gadis cantik itu berjalan ke arah toilet bawah untuk mencuci wajah Gabriella.


Setelah selesai mereka kembali ke kelas, yang ternyata di kelas sudah ada Gibran, Aksa, Cakra dan juga Rafa. Natha dan Gabriella mendudukkan dirinya di tempatnya masing masing,


"Lo berempat udah disini, mana Vio sama Laura?" tanya Natha kepada empat cowok itu.


"Gak tau, tadi tu dua bocah dibelakang eh tiba tiba ilang." jawab Gibran.


"Gab," panggil Rafa kepada Gabriella, yang dipanggil pun membalikkan badannya ke arah Cakra.


"Apa?" tanya Gabriella,


"Ngantuk banget ya? Sampai sembab gitu mata?" tanya Cakra,


"Apaan sih? Gak jelas," jawab Gabriella dan kembali membalikkan badannya ke arah depan.


"Semangat," ujar Cakra, Natha dan Gabriella yang tadinya membalikkan badan ke hadap depan malah kembali membalikkan badan ke arah belakang, menatap Cakra. Natha mengerutkan alisnya, ia bingung dengan ucapan Cakra, apakah dia tau tentang Gabriella? Pikir Natha.


"Hah?" ujar Gabriella, bahkan Gabriella sendiri bingung dengan ucapan Cakra,


"Gak ada, gue ngasih semangat doang," jawab Cakra.


Natha dan Gabriella kembali membalikkan badannya,


"Gab, gue mau keluar kelas dulu, mau ikut?" tanya Natha kepada Gabriella, Gabriella menggeleng kan kepalanya menjawab pertanyaan Natha.


"Cakra, ikut gue bentar," ujar Natha, Cakra yang dipanggil pun mengikuti Natha berjalan keluar kelas.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya Cakra yang bingung ingin kemana Natha mengajaknya berjalan?


...*****...


__ADS_2