My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 70


__ADS_3

"Gak jelas banget sih lo, kalo ngasih tau jalan tu yang benar, gak becus banget." ucap Eve,


"Jangan nyalahin orang lain, di sini kita semua gak ada yang salah, ini juga hutan besar, gak mungkin jugakan Gabriella sama Laura tau jalannya, gelap juga." jawab Kevin,


"Udah, ja mngan ribut di sini dulu. Mending jalan ke tempat awal, kalo sampe gak ketemu juga, kita harus diam di sini dulu sampai pagi." ucap Natha,


"Dih enggak, gue gak mau." jawab Eve,


"Ya udah, kalo gak mau, sana lo, jalan sendiri, cari jalan keluarnya!" ucap Natha kesal,


"Jangan macem-macem lo Ve, ikut aja kata Natha," jawab Haikal, mereka semua berjalan ke arah di mana peti yang mereka temui tadi. Mereka bertemu dengan air terjun, tapi ini agak berbeda, tidak ada palang-palangnya, Natha mencari peti yang terletak tak jauh dari air terjun, ternyata di sana ada peti itu. Tapi mengapa seperti berbeda?


"Teman-teman, kita di sini dulu bentar, ada jaringan nih," ucap Laura, mereka masing-masing membuka telponnya, untuk menelpon para pembina kemah ini.


"Berdering, tapi gak ada yang angkat," ucap Laura,


"Sudah jam sebelas malam, kita tunggu di sini aja sampe besok pagi, nanti baru kita akan lanjut jalan." ucap Kevin, semua mengangguk, mereka duduk berdekatan, semuanya hanya asik bermain hp.


Natha mencoba untuk menghubungi Keenan, Mama Lian, Aksa, dan Vio, tapi benar saja, berdering namun tak di angkat. Natha terus berusaha untuk menghubungi, tapi tetap saja tak di angkat walaupun berdering. Natha melihat sekelilingnya, hanya ada hutan gelap, ia sebenarnya juga takut, namun ia mencoba membuang rasa takut ini.


Entah mengapa dari tadi Natha merasa bulu kuduknya merinding, tapi ia tak ingin bilang kepada temannya, Natha memilih untuk diam dari pada nanti membuat teman teman lainnya takut.


"Kak..." ucap Hani lirih di samping Natha,


"Iya? Kenapa?" tanya Natha,


"Gue haus, bawa air gak?" tanya Hani,


"Gab, bawa air gak?" tanya Natha kepada Gabriella, Gabriella mengangguk


"Bawa, tunggu," ia menyodorkan botol aqua kepada Natha,


"Hani haus, boleh minta gak dia?" tanya Natha lagi, Gabriella mengangguk, Natha menyerahkan botol aqua yang di beri oleh Gabriella tadi.


Mereka semua masih memainkan hpnya masing-masing. Jam juga sudah menunjukkan jam dua belas malam, mereka juga tidak ada yang bisa tidur.


//pagi hari//


"Mau jalan sekarang aja?" tanya Haikal kepada yang lain, semuanya mengangguk,


"Ayo, jangan mencar," ucap Haikal lagi, mereka berjalan mengikuti Haikal dan Kevin yang berjalan lebih depan. Sampai di mana mereka menemukan dua jalan, ke arah kiri dan kanan, ke arah kiri, mereka akan jalan turun, kalo belok ke arah kanan, mereka akan jalan terus.


"Tadi malam kita gak ada naik turunnya kan ya? Hanya jalan rata?" tanya Haikal


"Iya, kita gak ada naik ke atas," jawab Natha dan Gabriella, mereka jalan belok ke arah kanan. Jalannya becek, mereka masih melanjutkan jalan,


"Hati-hati jalannya licin, takutnya tergelincir," ucap Haikal,


"Bisa gak sih, cari jalan lain aja, becek banget, bikin sepatu gue kotor aja," ucap Eve,


"Takut kotor tapi malah ikut kemah, aneh lo," jawab Laura,

__ADS_1


"Apaan sih lo, dari tadi malem udah ngeselin banget lo semua!" kesalnya berteriak, tak lama ia berucap seperti itu, ia tergelincir dan hampir jatuh ke jurang yang tak mereka ketahui, tapi Natha menarik lengan Eve hingga membuat Eve tidak terjatuh ke bawah.


"Ngapain lo tarik si? Orang biarin aja dia jatuh." ucap Gabriella, Eve menetralkan nafasnya yang memburu,


"Apaan sih lo!" kesal Eve,


"Terimakasih kek sama Natha, jika karena gak Natha yang narik lo, lo udah jatuh nah kejurang sana, gak tau terimakasih banget." ucap Laura,


"Makasih," ucap Eve kepada Natha dengan suara yang tak ikhlas,


"Niat minta maaf gak sih?" tanya Laura,


"Ck, terimakasih, Ta," jawab Eve


"Udah di bilangin hati-hati juga," ucap Haikal,


"Bentar, jangan ribut dulu. Ini jurang, kita harus lebih hati-hati jalannya," jawab Natha, mereka melanjutkan perjalanannya.


/di sisi lain/


"Ada yang ketemu kelompok enam?" tanya bapak pembina perkemahan. Mereka dari tadi malam mencari keberadaan kelompok Natha, hingga saat ini mereka masih mencari di sekeliling hutan.


"Tidak, pa!" jawab Tim satu,


"Bentar, Sa, ini bukannya powerbank punya Natha ya? Atau bukan?" tanya Vio kepada Aksa yang melihat powerbank berwarna putih dan ada stiker yang bernama 'Natrellia'. Vio mengambil powerbank itu, dan menyerahkan kepada Aksa.


"Iya, ini punya Natha!" jawab Aksa, mereka menemukan di tengah-tengah hutan dan di dekat semak-semak.


"Coba kita ke sana, tapi hati-hati jalannya licin dan juga di sana terdapat jurang." jawab Bapak pembina, mereka berjalan terus hingga menemukan banyak bekas jejak kaki. Mereka mengikuti jejak kaki itu.


Kembali ke Natha dan teman-temannya.


Mereka sekarang berhenti di dekat sebuah pohon besar, mereka kelelahan karena terus berjalan. Hingga salah satu dari mereka mendengar ada suara teriakan dari orang yang menyebutkan nama mereka satu persatu.


"Gue gak salah denger kan?" ucap Haikal,


"Gue juga denger." jawab Natha, mereka hening untuk mendengarkan suara yang memanggil mereka.


"TOLONG!!!" teriak Haikal dan Natha agar orang yang memanggil nama mereka bisa mendengarkan.


"Itu suara Natha!" ucap Aksa mendengar suara minta tolong itu, mereka dengan bergegas berlari untuk mendekati suara teriakan Natha itu. Benar saja, mereka bertemu dengan Natha dan teman-temannya.


"NATHA!!" teriak Aksa menghampiri Natha dan memeluk tubuhnya.


"Ay, kamu gak apa kan? Ada yang terluka?" tanya Aksa, Natha menggeleng, ia kembali memeluk tubuh Aksa.


"Kalian gak apa kan? Kenapa kalian bisa tersesat?" tanya salah satu pemimpin dari kelompok dua.


"Gak tau, tadi malam kami kehilangan arah, gak nemu palang-palang petunjuk," jawab Haikal,


"Kalian semua lengkap? Tak ada yang tertinggal kan?" tanya Pembina pramuka, mereka semua mengangguk,

__ADS_1


"Ya sudah, lebih baik kita kembali ke tenda lebih dulu, beristirahat lalu kita bersiap untuk pulang." jawab pembina itu lalu mereka berjalan mengikutinya untuk pergi ke tempat mereka membangun tenda.


"Nih, ay, powerbank kamu," ucap Aksa menyerahkan powerbank milik Natha,


"Ah, aku pikir gak bakal ketemu lagi, tadi udah ngerelain ilang," jawab Natha.


***


Mereka sudah bersiap-siap untuk pulang kesekolah.


Sesampainya mereka di sekolah, banyak mobil, motor, orang tua untuk menjemput, Natha di jemput oleh, Keenan.


"Dadah, guy's, gue duluan ya," ucap Natha kepada teman-temannya, Natha dan Aksa berjalan bersama ke arah luar gerbang sekolah,


"Dadah, Hati-hati ay," ucap Aksa, Natha mengangguk, ia berlari-lari kecil untuk menghampiri mobil Keenan. Natha berjalan ke belakang mobil, membuka bagasi dan menaruh tasnya.


"Tadi malam lo sempat kesasar di hutan, ya?" tanya Keenan setelah Natha masuk ke dalam mobil, Natha mengangguk.


"Makanya, di bilangin jangan mencar, kan ja-" belum sempat Keenan menyelesaikan ucapannya, Natha terlebih dahulu memotong,


"Gue gak mencar, tadi malam kan gelap, setelah nemu kertas yang di cari di dalam peti, kami satu kelompok ngikutin apa kata petunjuk di kertas itu. Di perjalanan, kami semua tetap jalan tapi ngerasa jauh banget, padahal saat kami masuk dan nyari petunjuk-petunjuk itu, cuman bentar dan gak terlalu jauh. Jadi kami memutuskan untuk balik ke arah di mana kami nemuin peti, tapi sesampainya kami di sana, air terjun itu kayak beda gitu, bukan air terjun yang kami temuin di awal. Karena udah cape ya udah kami istirahat di situ dan menunggu hingga pagi." jelas Natha kepada Keenan,


"Ngerti kan? Gak ngerti? Ya udah, jangan nanya lagi, gue males ngejelasin sekali lagi." ucap Natha lagi, Keenan mengangguk, ia mengerti apa yang di jelaskan oleh Natha.


"Ngeti kok, ini mau pulang langsung aja?" tanya Keenan, Natha mengangguk,


"Ya udah, nanti kalo udah selesai mandi temenin gue jalan, gabut kalo cuman di rumah," jawab Keenan,


"Gue niatnya pulang mau istirahat, eh taunya lo malah ngajak gue jalan jalan," ucap Natha,


"Nanti gue traktir apa yang lo mau," jawab Keenan, Natha langsung mengangguk setuju.


"Gitu aja cepet," ucap Keenan, Keenan sedari tadi sudah menjalankan mobilnya di saat Natha menjelaskan panjang lebar.


***


Mereka sudah tiba di rumah, Natha turun dari mobil dan berjalan ke belakang mobil. Mengambil tas yang ia taruh di bagasi, lalu membawanya masuk ke dalam rumah. Natha langsung saja masuk ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Beberapa menit kemudian, Natha telah selesai mandi, ia sudah siap untuk pergi jalan-jalan bersama Keenan. Ia menggunakan baju putih ada tulisan yang berwarna merah, rok sepaha warna abu-abu, jaket levis biru muda, sepatu hitam, dan rambut yang terurai. Ia keluar dari kamarnya untuk menemui Keenan, sebelum keluar ia mengambil hp, dompet dan tas kecil yang berwarna hitam.


"Ayo," ucap Keenan, Natha mengangguk, mereka izin kepada Mama Lian untuk jalan-jalan. Mama Lian tidak bekerja karena hari ini hari libur, minggu. Mereka berdua memasuki mobil lalu Keenan menjalankan mobilnya ke arah mall yang lumayan jauh dari rumahnya.


Sesampainya mereka di mall, mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam mall yang besar itu. Mereka berjalan di dalam mall, naik ke lantai atas sembari melihat lihat barang barang yang ada di dalam sana.


"Ta, sini," panggil Keenan di saat berada di lantai ke empat, Natha mengikuti Keenan yang sedang berjalan ke arah toko sepatu.


"Mau beli sepatu lagi lo? Perasaan sepatu lo udah banyak, jarang di pake juga," tanya Natha, Keenan menggeleng, ternyata Keenan mengajak Natha untuk ke arah sendal-sepatu perempuan.


"Buat mama?" tanya Natha, Keenan mengangguk, Keenan dan Natha juga memilih milih Heels yang cantik-cantik untuk Mama Lian.


"Ini cantik nih, yang ini aja bang, keknya cocok buat Mama."

__ADS_1


...***...


__ADS_2