
"Punya celana yang panjang kan lo? Ngapain harus pake celana kayak ginian, kekurangan bahan." ucap Keenan, Natha menatap wajah Keenan yang masih setia menutup matanya.
"Panas, lagian gue make cuman di rumah, kalo gue jalan keluar nanti baru gue ganti." jawab Natha, Keenan tak menyahut lagi, sekarang sepertinya ia sudah kembali tertidur.
Natha menggeleng, ia mengambil hp Keenan yang berada di atas meja ruang tamu. Natha membuka sandinya, tapi tak bisa, sepertinya sudah di ganti oleh Keenan.
"Bang, sandinya apa?" tanya Natha, Keenan tak menjawab,
"Bang, gue mau pinjem elah, pelit amat." ucap Natha dan Akhirnya Keenan menjawab,
"Hari dimana gue sama lo akrab kembali." jawab Keenan, Natha menyeritkan alisnya bingung. Natha mengingatkan semuanya, ia membuka whatsapp miliknya dan mencari chatnya dengan Keenan, yap benar tanggal pertama kali ia akrab kembali itu tanggal 25 April 2021 awal pertama kali Natha menchat Keenan.
Natha mencobanya, ternyata benar, ia kepo dengan isi whatsapp milik Keenan, ia membuka aplikasi whatsapp milik Keenan. Ternyata di beranda Whatsapp itu banyak nomor yang tak di kenal meminta untuk di add oleh Keenan, tetapi tak di respon. Isi kontak Keenan juga hanya sedikit, hanya ada kontak teman cowoknya, dan hanya ada kontak Mama Lian, Natha, Bibi Mela, Dan Pak Harto.
Natha terheran-heran, perasaan dulu Keenan selalu ganti-ganti wanita, tetapi kenapa sekarang berubah drastis. Semua nomor tak di kenal itu gadis dengan nama yang cantik dan foto profilnya juga cantik-cantik.
Natha meng scroll beranda whatsapp Keenan, hingga ia menemukan kontak yang bernama 'Aksa' Natha yang penasaran pun langsung saja membuka kontak itu. Ternyata Keenan satu kontak dengan Aksa? Natha pikir tidak,
[Lo Aksa?] - Keenan yang oertama kali menchat Aksa.
[Iya, gue Aksa, lo siapa?] - Aksa
[Dekat sama Natha?] - Keenan
[Jawab dulu, lo siapa?] - Aksa
[Nanti lo tau sendiri. Sekarang jawab pertanyaan gue, lo dekat sama Natha?] - Keenan
[Gak mau ngasih tau. Lo aja gak jawab dulu pertanyaan gue.] - Aksa
[Gue Keenan, Kakak dari Natha. Sekarang lo yang jawab pertanyaan gue] - Keenan
[Eh, hehe, anu, gue suka sama Natha, gak apa kan ya?] - Aksa
[Terserah, kalo dia mau sama lo, gue gak ngelarang. Tapi ingat, awas aja sampe lo nyakitin hati adek gue, berurusan lo sama gue.] - Keenan
[Syap calon kaka ipar] - Aksa, dan masih ada lanjutannya lagi.
Natha tersenyum senyum sendiri membaca chatnya, ia menyalin pesan Keenan dan Aksa tadi lalu di kirimnya ke nomor miliknya. Di hapusnya agar tidak ketahuan oleh Keenan, sudah sekitar satu jam Natha duduk di ruang tamu, bahkan Keenan tak kunjung bangun. Jam sudah menunjukkan jam enam sore, Natha menggoyangkan badan Keenan, membangunkannya, menyuruhnya untuk mandi.
"Bang, bangun, udah sore, lo belum mandi," ujar Natha, Keenan membuka perlahan kelopak matanya, mengumpulkan semua tenaganya lalu ia duduk di samping Natha dan menyandarkan kepala di senderan sofa.
"Mandi biar seger, terus makan, tapi gue males masak, jadi nanti makan di luar aja ya??" ucap Natha, Keenan mengangguk, ia berdiri dari duduknya berjalan ke arah tangga lalu berucap.
"Ganti celana lo, gak mungkin lo jalan pake celana gitu, gue penggal kaki lo," ujar Keenan,
__ADS_1
"Emang berani?" tanya Natha menantang, Keenan membalikkan badannya agar bisa menatap Natha, baru saja ia menatap Natha,
"Hehe, canda, ya lagian ngapain juga gue pake celana gini keluar rumah, nanti yang ada di gosipin tetangga lagi, tak nakk." jawab Natha, ia juga berdiri dari duduknya untuk berjalan ke arah kamarnya dan mengganti pakaiannya.
***
Natha sudah mengganti celananya menjadi celana legging panjang berwarna hitam, dan Keenan menggunakan celana jeans berwarna hitam, dengan baju kaos hitam polos. Mereka berdua menaiki motor milik Keenan, sesampainya di warung makan, mereka hanya membeli untuk di bungkus, tidak memakan di tempat.
Setelah selesai membeli, mereka berdua tak langsung pulang, Keenan membawa Natha ke tempatnya Jaden, karena ada sesuatu yang ingin di antar ke rumahnya Jaden.
"Lo tunggu di sini atau mau ikut ke dalam?" tanya Keenan setelah sampai di depan rumah Jaden, Natha menggeleng,
"Disini aja," jawab Natha, Keenan mengangguk, ia berjalan ke depan pintu rumah Jaden, memencet bel rumah itu hingga Jaden membuka pintu rumahnya.
"Nih," ucap Keenan menyerahkan sesuatu kepada Jaden, Jaden menerimanya lalu Keenan pergi dari depan rumah Jaden.
"Thankyou bro!" teriak Jaden,
"Yoi!" jawab Keenan,
"Gue pulang dulu," ucap Keenan, Jaden mengangguk,
"Hati-hati," jawab Jaden. Natha penasaran, apa yang di kasih Keenan kepada Jaden?
"Bang, apa yang lo kasih ke Jaden tadi?" tanya Natha, Keenan tak kunjung menjawab, ia mendengar namun ia pura-pura tak mendengar.
"Tadi, dia nitip rokok doang, katanya males ke luar, lagian di rumah juga ada Papanya, kan lo tau aja papanya gak ngeizinin Jaden ngerokok. Tapi ya namanya Jaden, mana pernah nurut." jawab Keenan, Natha mengangguk,
"Eh bang, gue mau nanya, jawab jujur deh." ucap Natha,
"Paan?" tanya Keenan,
"Lo ikut balap liar ya? Jujur lo," tanya Natha, Keenan yang tadi mengendatai motornya dengan kecepatan rata-rata, ia malah me-rem mendadak.
"Yang bener anjir lo, mau bikin gur kejengkang lo?!" kesal Natha, Keenan langsung menjalankan lagi motornya di bawah kecepatan rata-rata.
"Kata siapa?" tanya Keenan,
"Jawab dulu pertanyaan gue, baru gur jawab," ucap Natha,
"Iya, pernah, tapi cuman satu kali, terus sekarang cuman nonton," jawab Keenan jujur,
"Lo tau dari mana?" tanya Keenan,
"Ya nanya doang sih, dulu gue pernah liat orang yang mirip lo di arena balap liar, itu karena dulu gue nemanin Kate untuk liat pacarnya tanding. Jadi gue ikut aja, gue liat lo di pinggiran arena balap gitu, jadi gue agak sembunyi-sembunyi takut ketahuan, Hehe!" jawab Natha dengan jelas.
__ADS_1
"Gue aduin Mama lo pernah ke tempat orang balap liar." ujar Keenan, Natha berdecak kesal,
"Heh, lo ngadu sama Mama, sama aja lo ngadu diri sendiri pernah ke area balap, gimana sih lo!" jawab Natha sembari menoyor kepala Keenan, Keenan hanya terkekeh. Mereka telah sampai di depan rumah, memasuki rumahnya dan tak lupa untuk menutup kembali pintunya rapat rapat. Mereka berdua mendudukkan dirinya di ruang makan, memakan makanan yang mereka beli di tempat makan tadi. Menghabisinya hingga tak ada sedikit pun sisa nasi di atas piring milik Natha.
Natha sudah selesai makan, ia mendudukkan dirinya di ruang tamu untuk menonton TV, Keenan juga sedang duduk di ruang tamu, tapi ia sedang asik bermain hp, berbeda dengan Natha yang sedang fokus melihat acara TV.
***
Sudah sekitar dua jam mereka duduk di ruang tamu, jam juga sudah menunjukkan jam sepuluh malam, Keenan menyuruh Natha untuk tidur karena besok ia akan sekolah. Natha mengangguk lalu ia pergi masuk ke kamarnya, tak lupa mematikan lampu kamar dan hanya menyisakan lampu tidur. Merebahkan badannya di kasur, menutup tubuhnya dengan selimut, lalu ia memejamkan matanya.
//pagi hari//
Natha sekarang sudah siap dengan pakaian sekolahnya. Ia turun dari lantai atas untuk pergi ke lantai bawah, ia mendudukkan diri di ruang makan sembari membuat dua roti panggang untuk dirinya dan juga Keenan.
"Bang, makan roti aja ya? Nanti makan di sekolah masing-masing." ucap Natha, Keenan mdngangguk, mereka berdua telah selesai memakan rotinya lalu berangkat ke sekolah. Hari ini, Aksa dan Vio tidak masuk sekolah dikarenakan mereka mengikuti orang tua Aksa untuk pergi ke rumah pamannya.
Jadi hari ini, Natha berangkat sekolah bersama Keenan, ia males membawa motor sendiri. Natha dan Keenan sudah berada disekolah Natha, Natha berpamitan dengan Keenan.
"Bang, gue masuk dulu," ucap Natha, Keenan mengangguk,
"Belajar yang bener," jawab Keenan, Natha mengangguk, ia keluar dari mobil Keenan,
"Hati-hati," ucap Natha, Keenan mengangguk. Natha berjalan memasuki gerbang sekolah, dan ia bertemu dengan Gabriella dan Cakra.
"Vio gak masuk hari ini kan, ya?" tanya Gabriella, Natha mengangguk
"Laura mana Laura?" Tanya Gabriella lagi,
"Belum datang kayaknya, biasa, Laura si super lama," jawab Natha, mereka berjalan bersama untuk naik ke atas dan masuk ke dalam kelas IPS 3.
Sesampainya di kelas, Natha duduk di tempat Aksa, di dalam kelas ada Eve dan Raya duduk di tempatnya masing-masing, sedangkan Nita tidak ada, tasnya juga tidak ada. Apakah ia kena skorsing lagi? Sepertinya iya.
"Lah, baru juga masuk ke dalam kelas, udah bel aja," ucap Natha, ia bangkit dari duduknya untuk pergi ke dalam kelasnya. Natha, Cakra, dan Gibran berjalan berbarengan ke dalam kelas, sesampainya di kelas, Natha melihat Dera yang sedang menutup wajahnya menggunakan telapak tangan. Natha tak menggubris, ia duduk di tempatnya sendiri lalu mengeluarkan buku, hp dan pulpen.
***
Istirahat telah tiba, semua muris ada yang tidur, mengerjakan tugas dan kekantin. Natha dan teman-temannya pergi ke rooftop untuk mencari angin, karena cuacanya lumayan panas, bahkan kipas di kelas tak mempan. Di rooftop lumayan rame murid seangkatan mereka yang duduk di sana. Natha tak membeli makan karena ia tak merasa lapar, jadi ia nanti saja membeli makanan. Sekarang ia sedang berchatan dengan Aksa, Natha dan Gibran hanya fokus ke hpnya, sedangkan Gabriella dan Laura fokus berpacaran.
Tiba-tiba di saat Natha mendapatkan Chat dari Keenan,
[Makan, tadi pagi lo gak sarapan, gue tau lo di rooftop.] - Keenan, sontak Natha langsung menatap wajah Cakra,
"Apa?" tanya Cakra,
"Lo yang ngadu?" tanya Natha, Cakra seolah tau, ia langsung menjawab dengan jujur,
__ADS_1
"Iya, tadi dia nanya, katanya 'Natha dimana, makan gak Nathanya?' ya gue jawab lah, lo di rooftop dan gak makan."
...***...