My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 34


__ADS_3

"Ikut aja kenapa sih," jawab Natha,


"Ngapain di sini?" tanya Cakra, mereka berdua berada di halaman belakang mendudukkan dirinya di kursi taman belakang itu.


"Lo tau?" tanya Natha, Cakra awalnya bingung dengan ucapan Natha, namun sekarang dia mengerti apa yang di maksud oleh Natha.


"Tentang Gabriella?" tanya Cakra, Natha mengangguk,


"Iya, tadi pagi gue sempet liat mereka berdua, sempat denger juga apa yang dibilang sama Gabriella, dia suka sama Gibran kan?" ujar Cakra,


"Iya, tapi gimana lo sampe gak ketahuan dia?" tanya Natha,


"Tuh, gue sembunyi di tembok itu, kedengeran kok suaranya, walau agak samar samar," jawab Cakra sambil menunjuk tembok besar yang tak jauh dari mereka berdua.


"Tapi gibran nolak karena dia suka sama cewek lain," ujar Cakra lagi,


"Nah, lo tau siapa cewek nya?" tanya Natha, Cakra menggeleng,


"Gak, Gibran nyebutin namanya berbisik di telinga Gabriella, tapi setelah itu mereka berdua pergi karena liat lo sama Vio," jawab Cakra,


"Saran gue, mending jangan suka sama temen se circle sendiri, takutnya kayak gitu, nanti pertemanan malah hancur." saran Cakra,


"Gue juga nyaranin gitu, tapi ya gimana lagi, nama nya juga perasaan, mana bisa di tebak," jawab Natha,


"Ya udah, ayo kembali ke kelas, bentar lagi bel, gue langsung ke kelas gue aja, dadahh" ujar Cakra sambil melambaikan tangan ke arah Natha. Natha juga pergi ke arah kelasnya, padahal kelasnya tak jauh berbeda dan tak beda arah, tapi mengapa Cakra ke arah yang berbeda? Entahlah, Natha tak mau ngambil pusing ia langsung saja berjalan ke kelas.


Natha sudah berada di kelasnya, mendudukkan diri ditempatnya, coca cola yang dipesan oleh Natha kepada Vio ada di atas mejanya, namun Vio dan Laura tak ada dikelas.


"Mana lagi tu dua bocah?" tanya Natha kepada tiga teman laki-laki nya.


"Katanya mau ke toilet," jawab Aksa,


"Oh" Natha mengambil hpnya yang berada di dalam saku bajunya. Membuka hpnya dan mendapatkan notif dari Niki, ia mencari dimana keberadaan Niki didalam kelas, namun tidak ada.


[Nat] -Niki


[Oit?] -Natha


[Lo bisa panggilin Rafa gak? Suruh ke loby sekolah] -Niki


Setelah itu pesan Niki hanya dibaca oleh Natha,


"Raf, dipanggil Niki, ke loby katanya," ujar Natha bicara kepada Rafa,


"Oh, ya udah, bentar" jawab Rafa lalu ia pergi keluar kelas.


Tak lama, bell kelas berbunyi pertanda masuk pelajaran ke delapan. Semua murid sudah memasuki kelas nya masing masing. Laura dan Vio juga sudah berada di kelas, tapi Rafa dan Niki masih berada di loby.


***


Tiga jam kemudian, bell pulang sudah berbunyi, semua orang sudah keluar dari kelas, namun Natha dan teman temannya belum.


"Lo pulang sama siapa?" tanya Natha kepada Gabriella,


"Sendiri, gue bawa motor sendiri," jawab Gabriella, Natha mengangguk,


"Gue duluan ya, jam berapa kerumah Vio?" tanya Gabriella,


"Jam tujuh malam aja deh," jawab Vio, Gabriella mengangguk lalu pergi meninggalkan teman temannya.


"Duluan, ra," ujar Gabriella yang berpapasan sama Cakra, Cakra masuk kekelas Natha dan Gabriella yang keluar kelas.


"Jadi kan?" tanya Cakra,


"Jadi, ke rumah gue kan?" tanya Aksa, Cakra mengangguk.


"Ya udah ayo pulang, gue mau jemput nyokap gue," ujar Laura, mereka ber tujuh akhirnya keluar dari kelas untuk mengambil motor di parkiran sekolah.

__ADS_1


Mereka berpencar untuk pulang kerumah, yang bersama hanya Cakra dan Natha, mereka berdua satu arah, namun beda komplek.


"Dadah," ujar Natha yang sudah hampir sampai didepan komplek nya, Cakra melambai ke arah Natha yang berbelok ke arah kompleknya.


Natha sudah berada didepan rumahnya, pagar rumah tak tertutup, Natha masuk lalu menaruh motornya didepan halaman rumah. Ia masuk ke rumah, pintu rumah nya tertutup, di dalam sepi, seperti tidak ada siapa siapa di dalam rumah.


"Bibi, Lea!!" teriak Natha didalam rumah, tidak ada yang menyaut, Natha bodo amat, ia berjalan kekamar nya untuk menggantikan pakaian nya. Setelah selesai, ia keluar dengan baju polos berwarna putih, dan celana pendek berwarna coklat, Natha kembali turun ke lantai bawah, belum ada seseorang juga, Natha pergi ke ruang tamu untuk duduk di sofa.


Menyalakan Ac dan juga TV, natha menonton film dari SCTV sambil menunggu Bibi dan Lea pulang.


Beberapa menit kemudian, jam sudah menunjukkan ke jam enam sore, belum ada siapa pun yang datang, Natha mematikan AC dan TV lalu pergi ke kamar untuk bersiap ke rumah Vio.


Natha keluar dari kamarnya, sekarang menunjukkan jam setengah tujuh. Natha menggunakan pakain rapi, baju abu abu lengan pendek, bajunya dimasukkan ke dalam celana hitamnya, dan dilapis jaket levis berwarna biru muda. Memakai sendal berwarna putih, dengan model rambutnya yang 'medium layer'.


"Bibi, dari mana?" tanya Natha kepada bibi yang ternyata sudah pulang.


"Ah, maaf bibi lupa ngabarin, tadi bibi nyari daging buat makan, tapi gak nemu." jawab Bibi Mela,


"Ah, bi, Natha mau jalan, nanti juga ke toko daging, biar Natha aja yang beliin deh," ujar Natha,


"Ya sudah, makasih ya," jawab bibi Mela


"Iya bii, kan buat kita makan bersama juga," jawab Natha juga, Natha kembali mendudukkan dirinya disofa ruang tamu, dan bibi Mela membawa Lea ke kamar.


Natha membuka hpnya, karena notif dari Cakra.


[Nat, ikut gue aja kerumah Vio, mau?] -Cakra


[Tapi nanti gue mau beli daging juga, gue pake motor sendiri aja deh,] -Natha


[Gak apa, nanti kalo Vio beli daging, lo pinjam aja motor gue, mau gak?] - Cakra


[Gak apa kah?] - Natha


[Gak apa apa lah kek sama siapa aja] - Cakra


Natha memainkan hpnya sambil menunggu Cakra menjemput nya.


Beberapa menit kemudian, Natha mendapatkan chat dari Cakra, bahwa dia sudah berada didepan rumah Natha.


"Bibi, Natha izin jalan dulu ya, kalo mama nyariin bilang aja kerumah Vio," ujar Natha lalu bersalaman dengan Bibi Mela,


"Hati hati yaa" jawab Mela, lalu Natha keluar dari rumah untuk menemui Cakra yang sudah berada di depan pagar rumahnya.


"Naik," ujar Cakra sambil membuka kan footstep nya, Natha menaiki motor Cakra lalu Cakra menjalankan motornya untuk pergi kerumah Aksa.


Sesampainya dirumah Aksa, disana mereka hanya menunggu Natha sama Cakra. Mereka berdua berjalan memasuki rumah Aksa, duduk di ruang tamunya.


"Berangkat berdua toh, pantes aja," ujar Gibran,


"Pantes apaan?" tanya Cakra, Gibran hanya menggeleng.


"Ya udah ayo, kita beli daging nya, siapa yang mau beli?" tanya Laura,


"Gue," ujar Vio,


"Gue juga, sekalian beliin Bibi gue," jawab Natha, Cakra mengarahkan kunci motornya kepada Natha, Natha meraihnya


"Makasih," ujar Natha, Cakra hanya mengangguk.


"Ikut gab?" tanya Natha kepada Gabriella, Gabriella mengangguk sebagai jawaban. Natha berboncengan dengan Gabriella memakai motor Cakra, sedangkan Laura dan Vio memakai Motor Aksa.


Sesampainya mereka di toko daging. Mereka masuk ke dalam toko itu lalu memilih milih daging yang ingin di beli, setelah menemukannya mereka membayar lalu pulang.


Dirumah Aksa.


"Vio, gue ikut naruh daging boleh?" tanya Natha kepada Vio,

__ADS_1


"Boleh, sini," jawab Vio lalu mengambil daging yang berada ditangan Natha,


"Gue juga Vi," ujar Laura sambil menyerahkan dagingnya.


"Ini gue cuci dulu ya, dagingnya, suruh Aksa ajak ke halaman belakang aja, biar seru disana," ujar Vio, Natha dan Laura pun menyampaikan nya kepada Aksa, mereka sekarang menggelar tikar di halaman dengan Aksa yang menaruh alat alat barbeque nya.


"Taraa, ayo kita buat," ujar Vio sambil membawa bahan bahan untuk di barbeque.


Mereka semua memulai membuat barbeque, yang lain membantu membuat, sedangkan Nath, dan Gabriella tidak, awal nya mereka sudah mau ikut membantu, tapi kata Laura.


"Kalian nanti tunggu aja, kalo udah selesai nanti gue panggil," ujar Laura,


"Ya elah, gue juga mau bantuin kali, kenapa gak boleh?" tanya Natha,


"Dimana lo bantuinnya? Penuh gini, nanti ya cintaa, jangan ngambek dong" jawab Laura, Natha dan Gabriella duduk di dekat tikar itu juga, tapi agak lebih jah jarena takut mereka kesempitan, Natha dan Gabriella hanya bermain hp, tapi kalo mereka di suruh buat ngambil barang barang mereka mau kok.


"Nat, boleh tolong ambili saos di dapur gak?" tanya Vio,


"Okee," ujar Natha lalu berjalan ke dalam rumah Aksa,


"Eh bentar,dapur nya dimana?" tanya Natha menghentikan langkah kakinya, Vio tertawa,


"Gue aja deh, mau ikut?" tanya Vio kepada Natha yang masih terdiam di tempat,


"Gak deh, hehe" jawab Natha, lalu ia kembali duduk di tempat mereka.


***


Sekarang mereka sudah selesai memasaknya, mereka menaruh semua makanan nya di atas meja yang lebar namun rendah. Mereka memakan semua nya hingga habis.


Beberapa menit kemudian.


"Akhirnya kenyang," ujar Rafa,


"Ya iyalah kenyang, orang lo makan nya banyak banget," jawab Cakra,


"Gue gak sabar buat bazar nanti deh," ujar Laura,


"Banyak banyak bawa uang deh, sampe sana bingung mau beli apa, pasti banyak" jawab Rafa,


"Ya iyalah, satu kelas aja ada dua stan, sedangkan kita aja udah ada enam kelas? Belum lagi kelas sepuluh" ujar Laura,


"Kelas dua belas?" tanya Natha,


"Kalo kelas dua belas enggak, cuman kelas sebelas sama kelas sepuluh aja," jawab Laura,


"Sekarang jam berapa?" tanya Gabriella yang menyela pembicaraan mereka,


"Jam sembilan," jawab Vio yang melihat ke layar hpnya, Gabriella mengangguk,


"Ayo kita bersihin, gue mau pulang," ujar Laura, mereka semua membawa barang barang bekas mereka barbeque tadi. Setelah selesai, mereka bersiap siap untuk pulang ke rumah masing masing.


"Nih, punya kalian," ujar Vio sembari menyerah kan daging milik Natha dan Laura. Mereka semua sudah berada di luar rumah Aksa,


"Dadah, gue duluan yaa," ujar Laura,


"Iya, hati hati yaa," jawab Natha dan teman-temannya,


"Gue juga mau pulang nih, ayo Gib" jawab Rafa sembari mengajak Gibran, karena mereka berdua berangkat bersama.


"Ya udah, kami pulang dulu, yaa, makasihh," ujar Natha. Cakra, Natha dan Gabriella pun akhirnya pulang ke rumah masing masing.


Dijalan pualng ke rumah Natha.


"Gue bisa nebak siapa yang disuka sama Gibran," ujar Cakra membuka suara.


...***...

__ADS_1


__ADS_2