
"Siapa?" tanya Natha,
"Antara lo sama Vio," jawab Cakra,
"Jangan sampe gue deh," ujar Natha,
"Kenapa?" tanya Cakra,
"Ya, lo bayangin aja, Gabriella kan temen gue, dia suka sama Gibran, sedangkan Gibran malah suka gue, yang nyata nyata gak suka sama dia, ya walaupun suka gak mungkin juga gue mau nerima karena gue mau ngejaga perasaan Gabriella." jelas Natha.
"Iya juga sih, semoga aja yang di suka bukan satu circle," jawab Cakra,
"Nah itu, semoga aja deh," ujar Natha. Tak berselang lama, Cakra dan Natha sudah sampai di depan rumah Natha,
"Nih, punya lo," ujar Cakra sembari menyerahkan plastik hitam yang berisi daging milik Natha.
"Makasih, ya, hati hati," jawab Natha lalu Cakra pergi untuk pulang ke rumah nya sendiri. Natha masuk ke dalam rumahnya tak lupa juga untuk mengunci pintunya kembali, di dalam rumah sangat sepi, sekarang jam juga sudah menunjukkan ke jam sepuluh malam. Natha menaruh daging yang ia beli ke dalam Freezer, lalu pergi berjalan ke dalam kamarnya.
Natha berganti pakaian untuk tidur, ia mengambil baju tidur berwarna hitam lalu menggantikan nya.
Beberapa menit kemudian.
Natha selesai berganti pakaian, Natha mematikan lampu kamarnya, lalu menyalakan lampu tidur yang ia miliki di atas nakas. Ia merebahkan badannya di atas kasur miliknya, menarik selimut untuk menyelimuti tubuh nya yang berbalut dengan baju tidur.
***
Cahaya pagi masuk dari sela sela jendela kamar menerpa wajah Natha yang mulus dan cantik, Natha terbangun dari tidurnya, mendudukkan dirinya sembari mengumpulkan tenaga nya yang terkuras.
Natha berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah kamar mandi agar membersihkan dirinya untuk pergi ke sekolah.
Beberapa menit kemudian, Natha selesai mandi dan dirinya juga sudah rapi dengan pakaian sekolah hari rabu. Ia memasang sepatu sekolah berwarna hitam, mengambil kunci motor dan hp yang berada di atas nakas samping kasur. Ia keluar dari kamarnya untuk pergi ke ruang makan, yang disana sudah terdapat Bibi, Lian dan Keenan.
"Tumben, biasanya makanannya udah siap baru turun," ujar Natha setelah duduk di samping kiri Keenan,
"Terserah gue lah," jawab Keenan,
"Malam tadi pulang jam berapa?" tanya Lian kepada Natha,
"Jam sepuluh malam kalo gak salah," jawab Natha,
"Mama, besok ada bazar di sekolah, orang tua boleh ke sekolah, abang juga boleh," ujar Natha yang memberi tahu kegiatan sekolah besok hari.
"Dari jam berapa?" tanya Lian,
"Dari jam delapan pagi sampai selesai," jawab Natha,
"Ya udah, seperti nya mama besok juga tidak terlalu banyak kerjaan, nanti mama kesana sama abang kalo abang mau ikut," ujar Lian,
"Ikut dong, keknya seru, udah lama gak ada bazar gitu" jawab Keenan,
"Inii, makanan nya udah jadii," ujar Bibi Mela yang menaruh makanan di atas meja makan.
"Wih, terimakasih, Bi," ujar Lian, Mela menganggukan kepalanya sebagai jawaban,
"Bu, saya mau ke halaman belakang dulu, ya mau nyiram tanaman," izin Bibi Mela kepada Lian,
"Ah, iya bi, kalo sudah bibi sarapan yaa," jawab Lian, Mereka semua memakan sarapan paginya.
Beberapa menit kemudian.
Natha sudah selesai memakan sarapan paginya, ia bergegas bersalaman kepada Lian dan Keean lalu ia berangkat ke sekolahnya.
Sesampainya di sekolah.
Seperti biasa Natha memarkirkan motornya, lalu pergi ke dalam kelas. Sesampainya Natha di dalam kelas, di kelas sudah terdapat banyak siswa siswi yang berbeda kelas maupun dari kelas itu. Natha mendudukkan dirinya di kursinya, di samping kursinya kosong, tempat Gabriella duduk, Natha memalingkan badannya ke arah Vio dan Laura yang berada di belakang dirinya.
"Gabriella mana? Biasanya lebih awal dari pada gue," tanya Natha kepada dua temannya,
"Sakit, dia gak sekolah hari ini," jawab Laura sembari menyerahkan surat sakit Gabriella yang di titipkan ke Laura. Natha meraih suratnya dan membacanya, ia tak berbicara apapun, ia hanya melirik dua temannya lalu membalikkan dirinya ke hadap depan.
__ADS_1
Natha mengambil hpnya yang berada di saku seragam sekolahnya, membuka whatsapp untuk menchat Gabriella.
[Gab?] -Natha
[Kenapa, ta?] -Gabriella
[Gue mau ke rumah lo nanti pulang sekolah, boleh?] -Natha
[Sendiri?] -Gabriella
[Mau gue ajak Laura sama Vio?] -Natha
[Lo sendiri aja, sekalian ada yang mau gue kasih tau] -Gabriella
[Oh, oke, nanti pulang sekolah] -Natha
Setelah itu Natha mematikan hpnya dan bell sekolah pun berbunyi. Semua siswa siswi dari kelas lain pergi untuk ke kelas nya masing masing, tak lama kemudian Aksa dan dua orang temannya Gibran dan Rafa pun mendudukkan dirinya di tempat duduk nya.
"Mana Gabriella?" tanya Aksa, kepada teman perempuan nya yang tak jauh dari dirinya, Natha.
"Sakit," jawab Natha, Aksa mengangguk mengerti. Guru pengajar di kelasnya pun datang,
"Selamat pagi anak anak," ujar Guru itu setelah memasuki kelas,
"Pagi, buu!!" jawab siswa siswi di kelas itu serentak.
"Hari ini siapa yang tidak hadir?" tanya guru itu, Natha berdiri lalu berjalan ke arah meja guru untuk menyerahkan surat milik Gabriella.
"Gabriella, sakit bu," ujar Natha setelah menaruh surat itu, lalu kembali ke tempat duduknya.
"Ada lagi?" tanya Guru itu,
"Tidak ada bu, cuman Gabriella," jawab Niki.
"Ya sudah, ibu mulai pembelajaran hari ini, silahkan keluarkan alat tulis kalian dan perhatikan ibu menjelaskan" ujar Guru itu.
***
"Sekian dari ibu, jangan lupa mengerjakan tugas yang ibu beri tadi, gunakan waktu istirahat dengan baik ya, sampai jumpa," ujar ibu itu lalu keluar dari kelas.
"Kantin, ta?" tanya Laura dan Vio, Natha menggeleng,
"Mau nitip?" tanya Vio, natha menggeleng juga,
"Ya udah, kami tinggal ke kantin ya?" ujar Laura,
"Iyaa," jawab Natha, ia tetap berada di kelas sambil memainkan hpnya, ia juga berpindah tempat untuk duduk di kurai milik Gabriella sementara. Tak lama kemudian, Cakra masuk ke dalam kelas Natha, lalu mendudukkan diri di samping Natha.
"Ta," panggil Cakra, Natha yang dipanggil melirik ke arah Cakra,
"Uang saku lo, kelupaan, tadi Keenan yang ngasih, di depan gerbang," ujar Cakra sambil menyerahkan uang yang di titipkan Keenan kepada Cakra,
"Loh, iya lupa, makasih ra" jawab Natha sambil meraih uang yang di tangan Cakra, Cakra mengangguk, ia masih mendudukkan diri di kursi Natha lalu membalikkan badannya menghadap kebelakang untuk melihat ketiga temannya.
"Mana Aksa, Gibran sama Rafa?" tanya Cakra yang kembali membalikkan badanya di saat melihat ketiga temannya tidak ada di tempatnya.
"Ke kantin lah," jawab Natha,
"Heh, gak nungguin gue ya tu orang. Lo gak ke kantin?" tanya Cakra kepada Natha,Natha menggeleng,
"Ya udah, gue ke kantin ya, mau nyusul yang lain," ujar Cakra lalu pergi dari dalam kelas untuk menyusul tiga temannya.
Di dalam kelas hanya ada Natha dan Kia, Kia mendekati Natha yang duduk sendiri lalu mendudukkan dirinya di tempat Natha, Askia adalah orang yang paling pendiam di dalam kelas, dia bertugas sebagai kebersihan.
"Kenapa, kia?" tanya Natha saat menyadari Kia sedang mendudukkan diri di samping dirinya.
"Boleh ikut duduk di sini?" tanya Kia,
"Boleh," jawab Natha,
__ADS_1
"Kenapa gak ke kantin?" tanya Kia kepada Natha,
"Gak apa, lagian aku udah kenyang juga, kamu sendiri kenapa?" tanya balik Natha kepada Kia,
"Sama," jawab Kia lalu melainkan hpnya sama seperti Natha.
Beberapa menit kemudian.
Sudah banyak siswa siswi di dalam kelas Natha, Kia juga sudah kembali ke tempat duduknya. Vio dan Laura juga sudah berada di kelas, Natha membalikkan dirinya menghadap Vio dan Laura, tak berselang lama teman teman cowok nya juga masuk ke dalam kelas, dengan Cakra yang juga mendudukkan diri di samping Natha.
"Besok orang tua lo pada ke sekolah gak?" tanya Laura kepada teman temannya.
"Gue sih, nyokap ya," jawab Rafa,
"Kalo gue nyokap nya Aksa," jawab Vio,
"Lo ta?" tanya Laura kepada Natha,
"Gue nyokap sama Keenan" jawab Natha,
"Besok pake baju coupelan mau gak??" tanya Rafa, kepada temannya
"Boleh tu, baju apa tapi?" tanya Gibran,
"Baju kemeja hitam, terus celana hitam panjang, make sepatu putih, bagus gak?" tanya Rafa,
"Bagus sih bagus, cuman kek mau ngelayat aja pake baju serba hitam," jawab Cakra,
"Bagus kok tapi, gak apa apa lah, lagian kan bebas juga," jawab Natha, yang lain juga mengangguk setuju dengan ucapan Natha.
"Kalo gue gak bisa couple sama kalian, gue kan panitia, jadi gue pake baju putih, terus bawahannya pake rok batik" jelas Laura,
"Iya ya, terus lo beda dari kita dong?" tanya Vio,
"Iya lah, kalo gue ngikut lo pada yang ada gue kena omel sama guru," jawab Laura,
"Deal ya ini, pakek baju itu," ujar Gibran,
"Okeee," jawab Rafa.
Beberapa menit kemudian.
Bell sekolah berbunyi pertanda pelajaran berikut nya dimulai, dan waktu istirahat telah habis.
"Gue balik kelas dulu," ujar Cakra kepada teman temannya, lalu pergi keluar dari kelas.
"Taa, gue duduk samping lo ya?" tanya Rafa kepada Natha, Natha mengangguk. Rafa duduk sendiri di belakang Gibran dan Aksa,
"Eh, besok itu, orang tua juga jam delapan pagi?" tanya Rafa kepada Laura yang duduk di belakang Natha.
"Gak tau, tanya Niki dong," jawab Laura,
"Niki, besok orang tua datang nya jam delapan pagi juga?" tanya Rafa meneriaki Niki,
"Oh iya, gue lupa nge share di grub, tuh baca di grub" jawab Niki,
Mereka semua membuka layar hp nya untuk membuka grub kelas. Disana terdapat pemberitahuan dari guru,
[Besok orang tua datang dari jam sembilan pagi, anak murid datang di jam delapan pagi] -Guru
"Oalah, kirain sama, jadi gue bisa berangkat bareng sama nyokap aja," ujar Rafa,
"Padahal niat gue juga gitu," jawab Natha,
"Ternyata enggak,"
"Fa," panggil Vio ke Rafa dari belakang tempat Milik Natha,
"Kenapa?" tanya Rafa.
__ADS_1
...*****...