My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 88


__ADS_3

"Gue duluan ya, Kate udah di depan." ucap Natha, teman-temannya mengangguk,


"Hati-hati!" jawab Gabriella dan Laura berbarengan, Natha hanya mengacungkan jari jempolnya.


"Benerin baju lo dulu. Lo pulang dengan keadaan gitu bakalan di marahin Bunda lo." peringan Vio, ia sebenarnya tak ingin menegur Aksa.


Tapi jika tidak di tegur, yang ada Nanti Vio yang akan di tanya Tante Gita, kenapa dengan Aksa? Ia tak tau haur menjawab apa, tidak mungkin kalo Vio menjawab jujur semuanya kepada bunda Gita. Ia juga tak tega jika Aksa di marahi, karena cuman Vio dan Aksa yang tau bagaimana Ayah Aksa kalo sedang marah.


Kembali kepada dua gadis yang sedang berada di taman.


"Maaf, gue udah nyembunyiin sema dari lo, maaf yaaa, lo boleh marah sama gue, lo boleh pukul gue, tapi jangan berhenti buat jadi sahabat gue." ucap Kate kepada Natha, Natha hanya tersenyum. Kate tidak satu atau dua kali melihat Natha menangis seperti ini, setiap ia memiliki masalah dengan pasangannya, ja akan bercerita ke Kate atau Gabriella. Gabriella yang di kenal sebagai cewek tak bisa jaga rahasia, selalu membongkar rahasia orang. Padahal ia tak seperti itu, Gabriella kalo trntang rahasia dari trmannya, ia akan menjaga rahasia itu dengan rapat dan tak akan membiarkan orang lain mengetahuinya.


Karena kerjaan Nita dulu yang menuduh Gabriella membongkar rahasia orang, jadi orang yang tak kenal Gabriella mengenalnya dengan omongan saja.


Mereka berdua hanya diam-diaman sembari memandangi matahari yang akan terbenam.


Jam sudah menunjukkan jam enam sore, Natha dan Kate memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah Natha,


"Makasih," ucap Natha setrlah turun dari motor Kate,


"Iyaa, gue pulang dulu, yaa" jawab Kate, Natha hanya menganggukkan kepalanya sembari melambaikan tangan ke arah Kate yang sudah melajukan motornya. Natha masuk ke dalam rumahnya, biasanya ia duduk di ruang tamu dulu, tapi sekarang tidak, ia langsung masuk ke dalam kamarnya. Keenan yang duduk di ruang tamu bersama Lea, mereka berdua bingung, tumben? Kenapa dia?


Natha masuk ke dalam kamarnya dan tak lupa untuk di kunci kembali pintu kamarnya. Ia menaruh tas sekolahnya di atas meja belajar, melepaskan sepatunya di taruh di rak sepatu, lalu ia menghempaskan badannya ke atas kasur.


Ia memandang layar hpnya, di sana terdapat banyak chat dari Aksa yang di kirim tiga jam yang lalu. Natha membuka room chatnya, men screenshot chat itu lalu ia menghapuskan semua pesan dirinya dan Aksa. Memblock nomor Aksa tanpa membalas pesannya, ia melemparkan hpnya ke samping dirinya.

__ADS_1


Di sekolah, ia hanya mengeluarkan air matanya, bahkan ia lupa makan, jika bukan Gabriella yang mrmaksanya makan, ia baru mau makan, itupun sembari di suapi oleh Gabriella seperti anak kecil.


Natha ingin kembali menangis, tapi ia tahan agar tidak menangis, matanya sudah sembab, ia juga masih sesegukan, matanya memerah. Natha tak ingin jika di tanya Keenan atau Mama Lian, kenapa menangis? Ia tak ingin ucapan itu masuk ke telinganya, bisa-bisa nanti ia akan menangis kembali.


***


Kini, Natha di panggil untuk makan malam, Natha sudah selasai mandi dan ia juga sudah menggunakan pakaian tidur. Di lihat-lihat, matanya masih sembab, ia sudah tak menangis lagi, tapi entah nanti malam, ia menangis, ataukah tidak.


Natha keluar dari kamarnya, berjalan menuju ruang makan dan duduk di samping Keenan. Natha tak berani menatap wajah Mama Lian ataupun Keenan, ia hanya menatap layar hp.


Ln


"Makan dulu, main hpnya nanti dulu." ucap Mama Lian,


"Iyaa, Ma." jawab Natha, ia mematikan layar hpnya dan langsung saja memakan makanan yang sudah di siapkan oleh Mama Lian. Mama Lian dan Keenan saling berbicara, tapi tidak dengan Natha, ia hanya fokus dengan makanannya. Ia tak lapar, ia juga merasa tak ada nafsu untuk makan, padahal nasi yang di buat ke dalam piring Natha itu sedikit, dan Natha juga baru makan beberapa suap.


Keenan mengusap pipi Natha yang basah karena air mata, ia mengangkat sedikit dagu Natha agar ia mendongak, dari tadi ia terus terusan menunduk.


"Kenapa?" tanya Keenan, Natha menggeleng,


"Ma, Natha udah ya, makannya, Natha udah kenyang." ucap Natha, Mama Lian yang paham hanya mengangguk. Natha berjalan kembali ke dalam kamar, pintu kamar di tutup dengan rapat, tidak di kunci.


"Susul gih, adek kamu," ucap Mama Lian menyuruh Keenan, Keenan mengangguk dan berjalan menyusul Natha di dalam kamarnya sendiri. Keenan mengetuk pintu kamar Natha lalu di bukanya,


"Boleh masuk?" tanya Keenan, Natha mengangguk, dengan cepat ia menghapus air matanya yang dari tadi menetes.

__ADS_1


"Kenapa lagi? Cerita coba," tanya Keenan, ia mendudukkan diri di tepi kasur Natha dan juga ia duduknya di samping Natha. Ia merangkul pundak Natha dan di bawa ke dalam dekapannya. Natha membalas pelukan itu,


"Gue putus," ucap Natha, sontak Keenan kaget,


"Kapan? Karena apa?" tanya Keenan lagi,


"Tadi pagi di sekolah, main belakang." jawab Natha,


"Ngeduain lo? Siapa ceweknya? Cantik atau kayak opet?" tanya Keenan sembari menghibur Natha, Natha hanya terkekeh kecil di dalam dekapan Keenan.


"Debby," jawab Natha, Keenan menganga, Natha yang mendongak melihat wajah Keenan langsung mendorong dagu Keenan agar mulutnya tertutup.


"Debby? Gila? Yang bener?" tanya Keenan,


"Iyaaaa," jawab Natha, Keenan menjauhkan badan Natha, mengusap kedua pipi Natha dengan tangannya.


"Udah, jangan nangis, mau jalan gak? Malam ini sebenarnya mau jalan sama Tala, tapi karena adek gue ini sedang sedih, jadi gue mau nemani lo jalan aja, mau gak?" tanya Keenan, Natha mengangguk,


"Ganti baju dulu sana, gue tunggu di ruang tamu," ucap Keenan lalu keluar dari kamar Natha.


***


Natha sudah siap, ia menggunakan celana kulot berwarna cokelat dengan baju kaos lengan pendek berwarna putih dilapis dengan cardigan berwarna cream. Rambutnya terkuncir satu, sendal hitam, hp dan dompet berada di tangannya. Ia berjalan keluar kamar untuk menghampiri Keenan yang menunggu di ruang tamu.


"Maa, Keenan sama Natha mau jalan dulu, ngajak orang yang lagi sakit hati." ucap Keenan, Mama Lian yang berada di sofa duduk di samping Keenan, tertawa,

__ADS_1


"Iya, Hati-hati, jangan pulang terlalu malam yaa," jawab Mama Keenan, Natha dan Keenan mengangguk, mereka berdua berjalan ke luar rumah lalu pergi ke tempat yang mereka ingin kunjungi.


...***...


__ADS_2