My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 85


__ADS_3

"Gue gak bisa, maaf ya, ada urusan." jawab Natha,


"Loh? Gak bisa? Ayo lahhh, ya yaa, ikut yaaa!" bujuk Gabriella, Natha pasrah, ia mengangguk.


"Nah, gitu dong! Ayo kita ke mall" jawab Gabriella, Natha melotot,


"Pake baju sekolah? Gak mau ganti baju dulu gitu?" tanya Natha, Gabriella mengangguk,


"Iya, ganti baju dulu, nanti kumpul di depan komplek rumah lo." jawab Gabriella berbicara kepada Natha, Natha mengangguk.


"Ya udah, ayo pulang ke rumah masing-masing dulu," ucap Gabriella, mereka semua memencar untuk pulang ke rumah masing-masing. Nath sampai di rumahnya, sebelum pulang tadi Aksa menyuruh Natha agar mereka menggunakan pakaian coupel. Natha dan Aksa akan menggunakan kaos hitam, celana Jeans hitam, kalo Natha menggunakan rok pendek hitam sepaha. Jaket berwarna hijau, dan sepatu Oxford berwarna hitam.


Kini Natha sudah siap, ia tinggal menunggu Aksa menjemput dirinya, sesampainya Aksa di rumah Natha, Natha langsung saja menaiki motor Aksa dan menyusul teman-temannya yang sudah menunggu di depan komplek Natha.


Natha sudah meminta izin kepada Keenan melalui Hp, mereka semua berangkat ke mall. Mereka berboncengan, Aksa dan Natha, Rafa dan Laura, Gibran dan Vio, Cakra dan Gabriella.


Sesampainya mereka di mall, mereka langsung masuk ke dalam mall itu dan naik ke lantai paling atas menggunakan lift. Sesampainya mereka di lantai atas, mereka berada di timezone, membeli kartu bermain untuk memainkan permainan di timezone itu.


Mereka berjalan memilih-milih permainan yang ingin di mainkan. Mereka memainkan permainan Bumper Cars, Bowling, Pump It Up, Street Basketball, dan lain-lainnya.


***


Mereka telah selesai bermain sekitar satu jam setengah, mereka memutuskan untuk makan bersama di lantai bawah. Sesampainya mereka di tempat makannya, mereka memesan makanan yang mereka inginkan.


Pesanan telah sampai, mereka memakannya bersama hingga habis. Selesai makan, mereka membayarnya dan mereka langsung saja memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


Sesampainya Natha dan Aksa di rumah, Natha turun dari motor Aksa.


"Makasih, mau mampir dulu, gak?" tanya Natha,

__ADS_1


"Emang boleh?" tanya Aksa balik, karena jam juga masih menunjukkan jam sembilan malam.


"Boleh, gak ada yang larang, lagian di dalam ada Keenan kok." jawab Natha,


"Oke!" ucap Aksa semangat, ia memarkirkan nomornya di halaman rumah Natha. Mereka berdua masuk ke dalam rumah, melepas sepatu, menaruhnya di rak sepatu yang terletak di samping pintu rumah dan mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu.


"Ay, tadi kamu kenapa di sekolah? Kok cuman diam? Badmood ya?" tanya Aksa, tak hanya satu atau dua kali Aksa mempertanyakan hal seperti ini.


"Gak apa, cuman Badmood kok, hehe! Maaf yaa." jawab Natha mengelus kepala Aksa dengan lembut, Aksa memeluk tubuh Natha dari samping.


"Aku boleh nanya? Jawab jujur tapi." ucap Natha, Aksa mengangguk, ia masih setia memeluk tubuh Natha.


"Debby, siapa kamu?" tanya Natha, Aksa menjawab tanpa melepaskan pelukannya dari Natha.


"Mantan aku dulu, kamu overthinking gara-gara dia, ya? Maaf yaaa." jawab sekaligus tanya Aksa, Natha hanya meng 'oh' kan perkataan Aksa. Natha membalas pelukan Aksa,


"Kamu masih suka dia, ya?" tanya Natha, kali ini ia benar-benar akan menanyakan semua yang ingin ia pertanyakan dari kemarin. Aksa dengan cepat menggeleng,


"Kasian, overthinking karena mantannya, haha!" ledek Keenan,


"Diem! Jangan bacot lo!" jawab Natha melemparkan bantal sofa di ruang tamu ke arah Keenan yang hendak berjalan ke dapur.


"Gak kena!" ucap Keenan karena lemparan Natha meleset. Sekarang jam sudah menunjukkan jam sepuluh malam, Aksa memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Sekarang hanya tersisa Natha yang sedang duduk di ruang tamu, masih menggunakan pakaian yang tadi ia gunakan saat pergi ke mall.


"Ganti baju, cuci muka, terus tidur." ucap Keenan yang keluar dari kamar tempat ia bermain vs.


"Iyaa," jawab Natha, ia bangkit dari duduknya untuk pergi ke dalam kamar, mengganti pakaian, cuci muka dan tidur.


***

__ADS_1


Satu minggu kemudian.


Sudah satuminggu terlewatkan, Natha dan Aksa masih bersama, mereka baik-baik saja. Selama satu minggu, Natha tak pernah bertemu dengan Aksa yang berjalan dengan cewek lain selain dari keluarganya. Selama satu minggu penuh, Natha dan Kate selalu menyelidiki Debby, setiap Kate bertemu dengan Debby, pasti gadis itu menyebutkan nama 'Aksa' di ceritanya.


Kini Natha sedang sarapan, Bibi Mela sudah kembali bekerja, Mama Lian juga sudah kembali, suasana rumah kembali seperti dulu. Natha, Keenan, Lea, Mama Lian, dan Bibi Mela sarapan bersama. Mereka sudah menganggap Bibi Mela itu bagian dari keluarga mereka.


"Nath berangkat dulu, dadahh~" ucap Natha setelah selesai sarapan, ia melambaikan tangannya ke arah Mama Lian, Bibi Mela dan Lea yang sedang membereskan piring dan sisa-sisa sarapan tadi.


Natha berangkat bersama Keenan, karena Aksa tak bisa menjemputnya, dan Natha juga tak ingin menggunakan motor sendiri, jadi ia minta antar dengan Keenan.


Sesampainya Natha di sekolah, Natha langsung masuk ke dalam sekolah dan berjalan di Koridor sekolah. Natha melihat Vio dan Gabriella yang baru saja keluar dari toilet, wajah Gabriella seperti marah, dan Vio seperti menenangkan Gabriella agar ia tidak emosi.


Natha menghampiri dua gadis itu,


"Hallo! Kenapa lo pada?" tanya Natha, Gabriella langsung menatap wajah Natha, ia memandang mata Natha, eye contact.


"Kenapa?" tanya Natha lagi, Gabriella tak menjawab, ia lebih memilih meninggalkan Natha drngan Vio yang masih berdiri di dekat toilet.


"Kenapa Gabriella?" tanya Natha lagi kepada Vio, Vio hanya menggelengkan kepalanya lalu berucap sebelum pergi meninggalkan Natha.


"Nanti lo tau sendiri." jawab Vio, Natha hanya tersisa sendirian berdiri di dekat toilet. Ia bingung, kenapa dua temannya tadi, Natha menatap layar hpnya, sebentar lagi bel akan berbunyi, mereka harus berbari di lapangan untuk upacara.


Natha menaruh tasnya di tempatnya, Cakra dan Gibran berada di dalam kelas, mereka berdua memandang Natha, pandangan mereka sulit di artikan bagi Natha.


"Kenapa?" tanya Natha, tapi mereka tak menjawab, dua cowok itu hanya membuang pandangannya. Natha mengambil topi di dalam tasnya di saat bel berbunyi, ia menghampiri Vio yang sedang berdiri di depan pintu kelas.


'Kali ini gue gak yakin kita semua akan baik-baik saja.' batin Rafa.


'Mereka semua kenapa? Gue ada salah?'

__ADS_1


...***...


__ADS_2