My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 77


__ADS_3

"Aduh, jadi kangen vibes kita di SMP deh, masa-masa bahagia banget gue di sana." jawab Bella. Mereka berbincang-bincang tentang masa di SMP hingga SMA, tak terasa, jam sudah menunjukkan angka sebelas malam. Natha tak menyadari jika Keenan sudah beberapa kali menelpon dirinya. Ia menyadarinya baru saja di saat mau pulang, mereka sekarang berpamitan, mereka akan bertemu lagi nanti untuk ke sekolah SMP mereka dulu.


Natha mengangkat Telpon dari Keenan di saat ia menuruni tangga Cafe,


"Pulang, sekarang udah jam sebelas malam. Lo cewek, lo juga ngantar Kate dulu kan?" tanya Keenan di saat telponnya sudah tersambung. Natha hanya menjawab dengan deheman, lalu ia berbicara,


"Iya, ini juga otw pulang," jawab Natha lalu memutuskan sambungannya, ia langsung memasukkan hpnya ke dalam tas selempang miliknya yang berwarna hitam. Mereka berbarengan untuk pergi ke parkiran, ada yang memakai mobil dan juga memakai motor masing-masing.


"Guys gue duluan," ucap Teman-temannya Natha,


"Iya, Hati-hati," jawab Natha, Gabriella, Laura, Kate, dan Cakra.


"Ayo," ajak Gabriella, Natha pulang berbarengan, Natha dan Kate di dalam mobil hanya berdua, Gabriella dan Laura memakai motor dengan kekasihnya masing-masing. Natha hanya menggiring di belakang Gabriella dan Laura.


***


Setibanya di rumah Kate, Natha langsung saja berpamitan untuk pulang dan meminta maaf untuk tidak mampir. Kini hanya tinggal Natha sendirian, ia sebenarnya agak takut, tapi ia sudah terbiasa pulang jam larut malam seperti ini di saat ia dan Keenan tak saling peduli. Bahkan Natha pulang hingga jam dua malam, ia hanya berdiam diri di rumah Gabriella, kalo tidak Gabriella ya Kate.


Natha langsung saja melajukan mobilnya, karena jalan juga mulai sepi, jam sudah menunjukkan dua belas malam. Ia telah sampai di rumah, memarkirkan mobilnya di dalam garasi, ia langsung saja masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah sudah ada Keenan yang mungkin sedang menunggu dirinya pulang, kini Keenan sedang duduk di ruang tamu sembari menonton TV.


Natha baru saja masuk, ia sudah di tatap tajam oleh Keenan,


"Apa?!" tanya Natha dengan nada yang lumayan membentak,


"Ganti baju, terus langsung tidur, besok masih sekolah." jawab Keenan dengan nada yang dingin dan membuang pandangannya ke arah TV. Natha hanya mengangguk, ia masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya lalu tidur.


//pagi hari//

__ADS_1


Kini Natha bangun agak kesiangan, ia bahkan belum menggosok baju sekolahnya karena bibi Mela tak ada dirumah, ia masih berada di kampung halamannya. Natha dengan cepat langsung menyetrika pakaiannya, setelah selesai ia langsung saja mandi.


Jam sudah menunjukkan setengah delapan pagi, Natha sekarang sudah siap, ia memasang sepatu sekolahnya lalu pergi ke lantai bawah.


"Bang, gue langsung aja ya, takut telat!" panik Natha, Keenan hanya mengangguk dan menyerahkan kotak bekal kepada Natha, Natha tersenyum lalu meraih bekal itu untuk di masukkan ke dalam tas sekolahnya.


"Makasih, Abang. Gue berangkat dulu," ucap Natha, ia langsung saja bergegas keluar rumah dan pergi ke sekolah menggunakan motornya sendiri.


Sesampainya Natal di sekolah, ternyata Natha belum telat, ia sempat untuk masuk ke dalam sekolah sebelum gerbangnya di tutup. Waktu yang tepat, Natha selesai memarkirkan motornya, Bel sekolah pun berbunyi pertanda pelajaran pertama akan dimulai.


Untung saja di dalam kelas belum ada guru yang masuk, Natha dengan nafas yang memburu langsung saja mendudukkan diri di tempatnya.


"Nah, pasti ni bocah kesiangan lagi kan bangunnya?" tanya Vio yang duduk di samping kanannya. Natha mengangguk,


"Ih anjir lah, untung aja belum telat gue." jawab Natha,


"Aksa masuk gak hari ini?" tanya Natha, Vio tak menjawab. Natha tak tahu Aksa masuk sekolah atau tidak hari ini, karena Aksa dari kemarin nomornya tidak Aktif.


"Ah? Eh! Hehe, a-anu, Aksa masuk kok!" jawab Vio dengan terbata-bata. Natha bingung, ia tak ingin ambil pusing, yang terpenting hari ini ia bertemu dengan Aksa dan bisa makan bareng pada hari ini.


'Ta, gue yakin, kita gak akan mencar cuman gara-gara masalah ini' batin Vio berucap sambil melirik Natha yang tersenyum ke arah papan tulis. Apa yang di maksud oleh Vio? Masalah apa? Kenapa dengannya? Apakah Natha yang mempunyai masalah, atau Vio?


***


Istirahat pun tiba, Natha sangat bersemangat, ia langsung saja berjalan ke depan kelas, benar saja, ada Aksa yang sedang menunggu Natha dan langsung memeluk tubuh Natha.


"Kamu kok gak aktif kemarin?" tanya Natha yang berada di dalam dekapan Aksa.

__ADS_1


"Hehe, maaf ya, kemarin aku lupa ngasih tau, kemarin aku sibuk banget. Maaf yaaa," jawab Aksa dengan mencubit pipi Natha gemas.


"Iya, iya, mau makan? Aku tadi di kasih bekal sama Keenan," tanya Natha, Aksa mengangguk,


"Aku juga bawa bekal, di kasih sama bunda, kata bunda sekalian sama kamu." jawab Aksa, Natha mengangguk. Teman-temannya sedang di kantin untuk membeli makanan, sedangkan Natha dan Aksa berada di kelas memakan bekalnya masing-masing sembari saling menyuapi satu sama lain.


Sekitar dua puluh menit berlalu, jam istirahat hanya tersisa sepuluh menit. Natha dan Aksa sudah selesai makan lima menit yang lalu, kini mereka sedang berkumpul di rooftop bersama teman-temannya.


"Sa, gue mau nanya," ucap Rafa, Aksa yang di panggil pun mengangguk,


"Lo kemarin bene-" belum sempat Rafa menyelesaikan pertanyaannya, ucapannya telah di potong oleh Vio,


"Rafa, mending lo samperin Laura deh, tadi dia ngechat gue buat nyuruh lo bawain tasnya ke ruang osis." ucap Vio memotong pembicaraan Rafa, sepertinya ia tahu apa yang akan di pertanyakan oleh Rafa. Natha, Aksa, Gabriella, Cakra, dan Gibran pun terheran-heran, apa yang akan di tanyakan oleh Rafa? Mengapa Vio memotongnya?


"Oh, ya udah, gue duluan, sekalian langsung ke kelas aja." jawab Rafa, teman-temannya mengangguk,


"Emang dia mau nanya apa?" tanya Natha, Vio menggeleng,


"Gak tau," jawab Vio dengan wajah yang sepertinya panik? Tapi entahlah, Natha tak membawa pusing, bel juga sudah berbunyi, mereka pergi ke kelas masing-masing.


"Ta, boleh lihat soal yang tadi di kasih guru gak?" tanya Saddam, Natha mengangguk, ia mengambil buku tulisnya di kolong meja, lalu menaruhnya di atas meja Saddam.


"Makasih, gue pinjam dulu, ini" ucap Saddam,


"Iyo, Sama-sama." jawab Natha. Natha memaikan hpnya untuk menghilangkan rasa bosannya, baru saja masuk kelas, ia langsung merasa bosan.


"Eh Ta," panggil Saddam lagi, Natha menjawabnya dengan deheman saja.

__ADS_1


"Keenan ajendra, itu kakak kandung lo kah?"


...***...


__ADS_2