
"Kayak wartawan aja lo, banyak nanya." ucap Natha pelan agar tak di dengar oleh teman belakangnya.
"Siapa, Ta?" tanya Vio,
"Lo lah, siapa lagi." jawab Natha,
"Bukan, bukan itu, jadi siapa yang lo suka sekarang?" tanya Vio berbisik,
"Adadeh, kepo aja lo." jawab Natha.
"Ta, lo ngantin?" tanya Saddam yang duduk di samping kanan Natha, ada jarak juga.
"Kantin kok, kenapa?" tanya Nathda balik,
"Kantin bareng, mau?" tanya Saddam lagi, Natha mengangguk semangat,
"Boleh." jawab Natha, Saddam mengangguk.
//jam istirahat//
Natha dan Saddam sekarang berada di kantin, duduknya juga agak jauhan dari teman-teman Natha yang lainnya.
"Perasaan gak panas deh, kok gerah ya," Gabriella mengejek Aksa yang memandangi Natha secara diam-diam tapi di ketahui oleh Gabriella dan Vio. Aksa yang sadar jika Gabriella mengejeknya, ia langsung mengalihkan pandangannya menatap Gabriella.
"Gamon ya bang? Haha! Penyesalan selalu di akhir, sekarang, lo nyesal 'kan, karena udah milih Debby dari pada Natha, eh ujung-ujungnya juga di putusin sama Debby." ujar Vio, Aksa hendak marah, tapi apa yang di ucapkan oleh Vio itu ada benarnya juga. Ia dulu lebih memilih Debby dari pada Natha, yang jelas-jelas Natha mencintainya daripada Debby yang hanya menginginkan Uang dan mendapatkan Dare dari teman-temannya.
"Gue balik kelas duluan." ucap Aksa langsung pergi begitu saja. Natha melirik ke arah Aksa yang berlewat di sampingnya, Aksa juga melirik Natha.
"Mending kejar lagi, kalau lo emang masih suka sama dia," ucap Saddam yang ada di depannya, mungkin Saddam melihat jika Natha tadi melihat ke Aksa. Natha menggeleng,
"Gak, gue bukan pengemis, yang mgemis-ngemis minta balikan ke dia." jawab Natha sengaja dengan nada tinggi agar Aksa mendengarnya.
'Benar-benar udah gak ada kesempatan lagi buat gue balik ke dia?'
Aksa sekarang berada di rooftop, sendirian. Ia sudah tak memiliki kesempatan untuk kembali memiliki hatinya Natha. Ia sangat amat menyesal, tapi menyesalpun tak ada artinya, ia menyesal tak akan merubah semua yang sudah terjadi.
Aksa membuka layar hpnya, di sana terdapat notif dari Vio.
[Lo tadi pagi belum makan, sekarang lo juga gak makan. Lo mau gue aduin bunda? Lo mau sakit? Lo mau bunda khawatir karena lo? Gak kan? Cepat makan.] - Vio
[Nanti, istirahat ke dua aja.] - Aksa
__ADS_1
Ia kembali mematikan hpnya dan menaruhnya di saku celana sekolah.
Beralih ke Natha dan Saddam.
Mereka berdua asik makan bersama, berbincang-bincang. Natha dan Saddam terakhir makan berdua seperti ini di kelas tiga Smp dulu.
"Dam, gue bisa bantu lo buat bikin mantan lo gak akan ganggu lo, tapi gue juga minta tolong, lo mau jadi pacar pura-pura gue? Buat bikin Aksa menjauh dari gue. Gue gak mau kalau dia balik ke gue, gue gak mau membuka lembaran yang sama." ucap Natha,
"Jawab nanti aja, pikirin baik-baik dulu, kalau lo mau bantu gue, gue juga akan bantu lo, tapi kalau lo gak bisa bantu gue, gue tetap akan bantu lo." ucap Natha lagi, Saddam mengangguk.
"Udah selesaikan? Ke kelas ayo." ucap Saddam, Natha mengangguk, mereka berdiri,
"Gue duluan!" ucap Natha sedikit beteriak ke arah teman-temannya.
"Iyo!" jawab Gabriella dan Vio
Natha dan Saddam berjalan ke arah kelas, menaiki tangga untuk sampai ke kelas. Sesampainya di kelas, Natha dan Saddam mendudukkan diri bersampingan, Saddam duduk di tempat Vio, dan Natha duduk di tempatnya sendiri.
"Lo yakin sama ucapan lo tadi?" tanya Saddam tiba-tiba, Natha menaikkan satu alisnya.
"Yang tadi di kantin." ucap Saddam yang mengetahui bahwa Natha sedang bingung, Natha mengangguk pasti.
"Gue mau." jawab Saddam,
"Dari sekarang 'kan?" tanya Saddam balik,
"Bersikaplah seperti orang yang berpacaran, walau hanya pura-pura." jawab Natha, Saddam mengangguk.
'Walaupun hanya pura-pura, gue tetap bahagia. Gue menyukai lo, gue ingin membuat lo menjadi suka ke gue, lebih dari sekedar pura-pura.'
"Aku-kamu, ini?" tanya Saddam dengan raut wajah yang sedikit tertawa,
"Terserah, haha!" jawab Natha tak bisa menahan tawanya.
***
//pulang sekolah//
Hari ini hari Jum'at, pulang sekolah lebih awal dari hari lainnya, mereka pulang sekolah jam dua siang. Jika di hari lain, mereka pulang jam setengah lima sore.
Hari ini, mereka tidak menunggu parkiran sepi, Natha, dan yang lannya terpencar, ada yang sudah pulang, dan ada juga yang belum pulang.
__ADS_1
Sekarang, Natha masih berdiri di dekat parkiran diantara nenaungan, Ia bertemu dengan Bintang,
"Kak, nungguin siapa?" tanya Bintang kepada Natha,
"Gak lagi nungguin siapa-siapa, kamu sendiri, mau kemana? Gak pulang?" tanya sekaligus jawab Natha,
"Mau nunggu Fellisa, kak." jawab Bintang,
"Fellisa kelas 12 Mipa 1?" tanya Natha, Bintang mengangguk,
"Iya, dekat rumah aku, katanya mau numpang pulang, gak ada yang jemput." jawab Bintang,
"Oh, ya udah, aku duluan yaa!" ucap Natha melambaikan tangannya lalu berjalan ke arah motornya.
"Iya, kak. Hati-hati!" jawab Bintang.
Sesampainya Natha di rumah, ia langsung masuk ke dalam rumahnya, sepertinya Tante Mita dan Nenek sedang tidur, di rumah sepi.
Natha masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya, ia selesai mengganti pakaiannya. Celana pendek berwarna coklat dan atasan lengan pendek kaos putih. Ia berjalan keluar dari kamar untuk duduk di ruang tamu, ia bosan jika pulang lebih awal.
"Ta, Tante mau minjam motor, boleh?" tanya Tabte Mita, Natha mengangguk lalu ia menyerahkan keyless motornya kepada Tante Mita.
"Jaga Nenek, siapa tau nanti nenek manggil kamu." ucap Tante Mita, Natha lagi-lagi mengangguk saja, ia asik memainkan hpnya.
Kini, jam sudah menunjukkan jam empat sore, Natha masih setia mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu, Tante Mita juga sudah pulang dari satu jam yang lalu. Keenan melangkah masuk ke dalam rumah, ia mendudukkan dirinya di samping Natha.
"Ta, ambilin minum dong, gue cape." ucap Keenan, Natha memutarkan bola matanya malas.
"Nih" Natha menyerahkan satu cangkir air putih dingin, Natha kembali mendudukkan dirinya, kali ini ia duduk di sofa yang cukup untuk satu orang.
"Ta, nanti malam sibuk gak?" tanya Keenan, Natha menggeleng,
"Kayaknya enggak, pasti lo mau minta temanin buat jalan, kan?" jawab Natha, Keenan terkekeh sembari mengangguk.
"Temanin gue kebandara, sekalian buat ketemuan sama Papa." jawab Keenan, Natha yang tadinya fokus ke hp, ia sekarang beralih menatap Keenan.
"Di bandara? Kenapa? Papa mau kemana?" tanya Natha beruntun,
"Enggak ada, papa gak kemana mana, Papa cuman nyuruh buat ketemuan disitu." jawab Keenan,
"Kenapa harus di bandara? Di tempat lain aja gak bisa? Kayak di taman kek dimana kek gitu, gak bisa?"
__ADS_1
...***...