
"Ta, gue mau....." belum selesai Vio berbicara, ucapannya lebih dulu di potong oleh Natha.
"Lo mau nanya tentang yang tadi? Masih belum jelas apa yang gue bilang? Cukup gue, dan dia yang tau." jawab Natha seakan akan tahu apa yang akan di tanyakan oleh Vio,
"Enggak, bukan masalah itu, tapi ini.... Tante Ghita." jawab Vio, Natha melirik Vio yang ada di samping kanannya,
"Kenapa?" tanya Natha,
"Tante minta gue nyamperin ini ke lo." jawab Vio sembari menyerahkan satu amplop yang tertutup.
"Jangan lupa di baca," ucap Vio, Natha meraih amplop itu dari tangan Vio lalu mengangguk. Ia ingin membukanya sekarang, tapi jika di pikir pikir, ia akan membukanya di rumah saja nanti saat pulang sekolah.
//pulang sekolah//
"Guy's gue duluan ya, ada urusan di rumah." ucap Laura dan diangguki oleh teman-temannya.
"Gue duluan juga ya, dadah!" ucap Natha lalu pergi dari halaman sekolah untuk pulang ke rumahnya sendiri.
Sesampainya ia di rumah, ia memarkirkan motornya di halaman rumah lalu masuk ke dalam rumahnya. Ia mendudukkan dirinya di sofa lalu membuka tasnya untuk mengambil hp dan surat yang di beri oleh Vio tadi. Natha menghubungi Kate,
"Kenapa, Ta?" tanya Kate setelah hubungan telponnya tersambung.
"Gue tadi di kasih surat sama Vio, katanya dari nyokapnya Aksa." jawab Natha,
"Apa isinya?" tanya Kate lagi,
"Gak tau, ini lagi gue buka." jawab Natha sembari membuka amplop tadi.
"Natha....ini Bundaa, kamu sama Aksa sudah gak ada hubungan, ya? Kalian udah selesai ya? Maafin Aksa yaa? Gara-gara Aksa kamu jadi sedih terus. Maafin Aksa karena udah nyelingkuhin kamu.... Bunda boleh ketemu sama kamu? Maaf ya, bunda ngirim lewat surat kayak gini." Natha membaca isi surat dari Bunda Gita, Tiba-tiba hp nya berbunyi notif.
"Bentar." ucap Natha kepada Kate lalu memutuskan sambungan teleponnya.
Natha membuka notif tersebut, notif tersebut ternyata pesan dari nomor tak dikenal.
[Natha... ]
[Ini bundanya Aksa, kamu udah baca suratnya? Bunda boleh ketemu sama kamu sayang?]
[Oh iya, ini nomor baru bunda, simpan aja ya.]
__ADS_1
[Kalo kamu gak bisa hari ini, lain kali juga gak apa...] - Bunda Gita.
[Ah iya, bun. Natha sudah baca kok, mau ketemuan di mana Bun? Jam berapa?]
[Bisa kok bun, hari ini Natha hak ada kesibukan juga.] - Natha
[Nanti bunda ke rumah kamu aja ya? Gak apa? Sekalian mau ketemu Mama kamu]
[Oh oke, tapi Mama pulangnya jam tujuh malam katanya, Bunda mau ke sini jam berapa?] - Natha
[Jam tujuh malam nanti aja ya, sekalian Bunda ngajak Vio.] - Bunda Gita
[Iya, bun] - Natha
[Ya udah, makasih ya, sayang.] - Bunda Gita
Natha men-screenshot chatnya dengan Bunda Gita lalu di kirimkan ke Kate.
[Gila sih, Nyokapnya baik kayak gitu, lah Anaknya? Brengsek.] - Kate
[Ihh!! Gue jadi ngingat yang dulu-dulu deh, ah!] - Natha
[Gue di jadiin layaknya anak bunda Gita tau! Haaaa... Sekarang udah gak bisaaa :( ] - Natha
[Tai, lo! Udah deh, gue mau ganti baju dulu.] - Natha
Ia mematikan layar hpnya dan berjalan ke arah kamarnya, ia meninggalkan kedua hpnya di atas meja sekaligus dengan surat dari Bunda Gita tadi.
***
Natha selesai mengganti baju, kini ia menggunakan kaos abu dengan celana abu pendek. Ia turun ke bawah untuk mengambil hpnya yang sengaja ia tinggal di atas meja ruang tamu.
"Wah apa apaan ini! Ngapain buka hp gue tanpa izin?" ucap Natha kepada Keenan yang sedang memainkan hp Natha di ruang tamu.
"Lo masih make hp ini?" tanya Keenan sembari menenteng hp Natha yang tak sering ia gunakan, Natha mengangguk. Ia mendudukkan diri di samping kiri Keenan,
"Iya, tapi jarang-jarang aja." jawab Natha,
"Gue lupa kalo dulu lo punya hp ini," ujar Keenan,
__ADS_1
"Yee, lo mah emang pelupa!" ejek Natha, Keenan tak terima, ia mencubit pipi Natha hingga memerah.
"Ih! Sakit tauuu!!!" teriak Natha, Keenan tertawa puas,
"Eh iya, nanti Nyokapnya Aksa mau kesini." ujar Natha sembari mengelus-elus pipinya yang masih sakit karena cubitan dari Keenan.
"Ada perlu apa?" tanya Keenan,
"Gak tau, mau ketemu aja katanya," jawab Natha, Keenan hanya mengangguk.
"Em...Bang, lo tau tentang Papa gak?" tanya Natha, Keenan melirik Natha,
"Tau," jawab Keenan, ia mengambil hpnya lalu memainkannya.
"Tadi Nita ngejek gue, karena gue emang udah kesal dan gak bisa nahan emosi lagi. Tadi gue ungkapin semua yang gue ketahui tentang nyokapnya Nita sama papa." ujar Nita,
"Bentar, Lo tau dari mana?" tanya Keenan bingung,
"Lo juga gak tau? Really?!" kaget Natha, ia pikir Keenan tau tentang itu.
"Gue tau tentang itu, tapi lo tau dari mana? Gue gak pernah bilang ke lo 'kan?" tanya Keenan, tenyata ia tau, tapi yang ia bikin bingung, bagaimana Natha bisa tau?
"Yaaa, gue dulu pernah lihat nyokap Nita sama Papa jalan berdua, gue ketemu saat jalan sama Jaden dulu. Jadi Jaden yang ngasih tau, dia tau karena rumah dia juga dekatan sama Nita." jawab Natha,
"Gue juga di kasih tau sama Jaden. Dulu gur juga lagi jalan sama Jaden, terus ketemu Papa sama cewek, di situ posisinya Mama sama Papa belum cerai. Mama? Mama udah tau tentang ini?" tanya Keenan, Natha menggeleng.
Kini mereka hanya fokus main hp dengan posisi Keenan merebahkan dirinya di sofa dan menjadikan paha Natha sebagai bantalnya. Jam sudah menunjukkan jam enam sore, Natha merasa gerah karena ia belum membersihkan dirinya.
"Bang, siniin kepala lo, nih, pake bantal, gue mau mandi." ujar Natha mengambil bantalan sofa lalu menaruhnya di bawah kepala Keenan. Natha langsung berjalan menaiki anak tangga untuk masuk ke kamarnya, ia mandi.
Setelah selesai Natha mandi, kini ia menggunakan sweater abu dengan celana piyama panjang berwarna hitam. Ia kembali turun ke lantai bawah dan di sana masih ada Keenan yang masih setia merebahkan dirinya.
"Mama udah datang belom?" tanya Natha kepada Keenan, Keenan hanya menjawab dengan gelengan. Jam sudah menunjukkan jam tujuh malam, bel rumah berbunyi, Natha berdiri untuk membuka pintu rumahnya.
Di depan pintu terdapat Mama Lian, Bunda Gita dan juga Vio.
"Masuk-masuk" ajak Mama Lian, Natha tersenyum di samping pintu, Bunda Gita menggenggam tangan Natha lalu tersenyum.
"Aku tinggal dulu sebentar, ya" ucap Mama Lian kepada Bunda Gita. Kini Keenan sudah bangun dari rebahnnya dan berjalan menghampiri Natha yang berada di dapur.
__ADS_1
"Gue ke kemar, ya."
...***...