My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 166


__ADS_3

Natha dan teman-temannya sudah selesai makan makan, mereka kini hanya rebahan di bawah pohon, ada juga yang ber ayunan yang sudah di buatkan oleh Pak Harto, lumayan lama, dari tiga tahun yang lalu.


Gibran rebahan dan menjadikan paha Vio sebagai bantalan. Cakra juga begitu, ia menjadikan paha Gabriella sebagai penahan kepalanya.


Laura, Natha dan Kate berada di ayunan yang besar, muat dengan tiga orang dewasa. Sedangkan Rafa dan Aksa rebahan di karpet juga, Natha tadi sebenarnya sudah memberikan bantal sofa ke teman-temannya. Tapi yang memakai hanya Aksa dan Rafa, sedangkan Gibran, Cakra, Vio dan Gabriella tidak.


"Kate, lo ngampus dimana?" tanya Laura, "Sama kek kalian semua lah. Ada Tala juga, mayan satu tahun bisa berangkat bareng tanpa bawa motor sendiri." jawab Kate, Teman-temannya mengangguk.


"Niat yang sama, haha!" Natha berujar sambil tertawa. Ia juga kuliah di kampus yang sama dengan Keenan karena mayan, satu tahun bisa berangkat bareng. Kalau pulang bisa saja minta jemput, jika Keenan pulang bersama pacarnya atau temannya.


Jam sudah menunjukkan jam 11.32 PM, Teman-teman Natha memutuskan untuk pulang. Natha mengantarkan mereka sampai depan pagar, sampai teman-temannya sudah tak terlihat, lalu Natha kembali masuk ke dalam rumah. Tadi Karpet dan barang barang lainnya sudah di bereskan, Natha sudah melarang mereka membereskan, tapi ya tetap saja. Mereka membereskan membantu Natha, Natha mendudukkan dirinya di sofa sambil memainkan HP nya.


Natha mendapatkan chat dari Keenan untuk nya.


[Ta] - Keenan


[??] - Natha


[Sok cool anying] - Keenan


[Nanti pulang jemput gue, sekitar jam setengah lima sore.] - Keenan


[Gak gratis] - Natha


[Apalagi?] - Keenan


[Belikan handbody gue, udah mau abis, hehe] - Natha


[Serah. Malam aja, ya? Sekalian gue mau nyari celana buat acara besok.] - Keenan


[Iyadah, terserah aja.] - Natha


[Iya nanti jemput, jangan lupa.] - Keenan


[Iya bawel] - Natha


***


Seperti yang dibilang tadi siang. Natha akan menjemput Keenan, sebenarnya jam masih menunjukkan jam 4.00 PM. Diperjalanan ke kampus lumayan lama, sekitar 20 menit, jadi Natha tak ingin mendengar ocehan dari Keenan. Makanya ia berangkat jam 4 pas.


Sesampainya di kampus Keenan, mahasiswa dan mahasiswa belum bubar, banyak orang tua, adek, kakak dari para mahasiswa-siswi kampus.


Tak lama kemudian, semua bubar, keluar dari gerbang yang sudah terbuka lebar. Natha belum ada melihat Keenan, Natha menunggu di seberang kampus yang di sana juga banyak orang yang menunggu.


"Ta! Nungguin Keenan ya?" teriak seseorang dari sebrang sambil melambaikan tangannya.


"Iya! Mana Keenan?" tanya Natha juga berterima kepada Tala.


"Tungguin aja katanya. Dia masih di panggil dosen, gue duluan ya? Udah di tunggu Jaden tuh." jawab Tala yang di angguki oleh Natha.


Tak lama Tala keluar dari gerbang kampus, Keenan mencari keberadaan Natha. Natha tak mau memanggil Keenan padahal ia melihat Keenan yang mencari cari Natha.


Natha tertawa sembari melihat ke Keenan. Akhirnya Keenan menemukan keberadaan Natha, ia menyeberang untuk menghampiri Natha.


"Panggil kek, malah ketawa ketawa doang." ucap Keenan setelah di dekat Natha, Natha makin tertawa kencang akibat Keenan yang mengomel.


"Sengaja, biar lo yang berusaha nyariin gue, haha!" jawab Natha, Keenan hanya mencubit hidung Natha lalu Naik ke atas motor untuk segera pulang.


"Dasar, nih, pegangin HP." ucap Keenan menyerah kan HPnya ke Natha yang duduk di jok belakang.


Sesampainya Natha dan Keenan di rumah. Natha langsung turun dari motor dan meninggalkan Keenan yang sedang menaruh motor Natha kedalam garasi. Natha mendudukkan dirinya ke sofa ruang tamu, memainkan hpnya yang dari tadi berbunyi karena notif dari seseorang.


/Bita/


[Ta, Keenan beneran pulang sama kamu, kan?] - Bita


[Iya, bener kok.] - Natha


[Ya udah, makasih ya. Kirain di boongin lagi, haha!] - Bita


[Enggak, aman kok. Kalau ada apa apa sama Keenan chat aku aja kak, biar aku aduin Mama 🤣] - Natha

__ADS_1


[Iya manis. Ini aku mau mandi, dadahh, baru sampai rumah juga ini.] - Bita


[Iyaaa] - Natha


/Aksa/


[Ta, nanti malam sibuk?] - Aksa


[Mau jalan sama Keenan, nemenin dia nyari celana.] - Natha


[Kenapa, Sa?] - Natha


[Ya udah. Nanti aja lain kali dah, mau ngajak jalan juga, aku.] - Aksa


[Oh oke. Lain kali ya? Maaf banget gak bisa malam ini.] - Natha


[Iya santai, kayak sama siapa aja] - Aksa


[Ya siapa tau badmood 🤣] - Natha


[Enggak elah. Ya sudah, maaf ganggu, mau nelpon Bunda dulu.] - Aksa


[Iyaa, nitip salam sama bunda.] - Natha


[Iyaaa manieess] - Aksa


Natha menaruh HPnya di saat selesai membalas Chat dari Aksa dan Bita. Keenan juga sudah masuk ke rumah dari tadi, ia sekarang berada di dalam kamar untuk membersihkan dirinya. Ia sangat merasa gerah.


***


Malam hari pun tiba, Natha dan Keenan sudah siap untuk keluar, ia juga sudah izin kepada Mama Lian. Mama Lian pulang lebih awal sekarang sudah tidak pulang larut malam lagi, sekitar jam enam sore atau jam tujuh malam Mama Lian pulang.


Natha dan Keenan menggunakan motor milik Keenan, bensinnya habis, jadi sekalian untuk mengisi kembali.


Kini mereka sampai di pom bensin, Natha dan Keenan turun dari motor, walaupun tangki minyak motor Keenan di depan, mereka akan tetap turun. Agar lebih sopan dengan orang tua.


Setelah selesai mereka langsung ke pasar malam dulu, baru mereka akan ke toko cosmetic.


Kini Keenan memarkirkan motornya di tempat parkir, setelah itu masuk ke dalam pasar yang bisa di sebut luas itu.


"Celana jeans warna denim gitu." jawab Keenan, Natha bingung.


"Lah, bukannya lo udah punya, ya?" tanya Natha, ia dulu pernah liat kalau tidak salah. Keenan menggunakan celana jeans berwarna denim itu.


"Kaga ada, gue punya warna abu sama hitam doang." jawab Keenan, mereka mengobrol sambil berjalan mencari celana yang Keenan inginkan. Tak lama kemudian, Keenan melihat celana yang ia inginkan, ia menghampiri toko tersebut.


"Yang ini?" tanya Natha menunjuk celana jeans berwarna denim seperti yang Keenan inginkan, Keenan mengangguk.


"Mba, celana yang ini, berapa?" Natha bertanya kepada penjual yang ada di toko tersebut. Natha sempat terkejut karena harganya, "Seratus tujuh puluh lima ribu kalau yang itu, kalau yang ini seratus lima puluh ribu. Sama kok bahannya, cuman beda model aja, yang ini ada sobek sobeknya, dan yang ini enggak." jawab penjua itu sembari menenteng dua celana jeans.


"Yang polos gini berapa? 150 ribu?" tanya Natha yang di angguki oleh penjualnya.


"Bisa kurang kok, kak. 140 kalau mau," ucap Penjualnya.


"Yang ini?" tanya Natha ke Keenan, Keenan hanya mengangguk lalu merangkul pundak Natha.


"Ya udah, mba. Yang ini aja." ucap Natha ke penjual, jeans polos tanpa sobek-sobek dan berharga 140 ribu.


"Itu doang?" tanya Natha ke Keenan, Keenan lagi lagi mengangguk. Natha mengambil uang sebesar 140 ribu dari dalam Dompet Keenan yang ada di tangannya.


"Ditukar ya, mba. Makasih...." ucap Natha menyerahkan uang begitu juga dengan mba penjuanya, berterimakasih dan menyerahkan plastik yang berisi celana yang di beli tadi.


"Baju batik, sekalian, hehe!" ucap Keenan yang masih setia merangkul Natha sambil berjalan di pasar malam itu.


"Baju batik lo kan, banyak?" Natha berujar


"Apaan banyak? Dua doang, lo sebut banyak." jawab Keenan, Natha hanya memutarkan bola matanya malas.


"Lo pakai baju batik, terus celananya yang tadi di beli?" tanya Natha, Keenan menggeleng. "Enggak lah. Gue besok gak pake baju batik. Besok pake baju hitam, terserah au kaos atau mau kemeja." jawab Keenan.


***

__ADS_1


Mereka sudah selesai membeli baju batik yang di inginkan Keenan. Mereka langsung berjalan ke arah parkiran untuk pergi ke toko cosmetic karena permintaan Natha.


Sesampainya di toko cosmetic, mereka berdua masuk ke dalam, banyak orang yang membeli skincare dan yang lain. Ada yang bersama kekasih dan juga ada yang bersama orang tua, teman dan lainnya.


Natha mulai membeli peratan make-up nya yang udah mulai habis. Keenan terkejut, padahal tadi di chat cumn bilang buat beli handbody, kenapa jadi banyak gini?


"Santai aja muka lo. Gue bayar pake uang gue sendiri." ucap Natha, Keenan menatap Natha tak senang.


"Heleh, belagu. Uang dari mane lo?" tanya Keenan.


"Papa nge transfer ke ATM gue." jawab Natha tersenyum menyeringai ke arah Keenan.


"Oh, ya sudah." jawab Keenan juga. Setelah selesai Natha membeli alat alat make-up nya. Mereka berdua pulang. Jam juga sudah menunjukkan jam setengah sembilan malam.


Sesampainya di rumah, Natha langsung saja masuk meninggalkan Keenan yang masih merapikan motornya ke dalam Garasi.


Natha menghempaskan badannya ke sofa panjang. Ia lelah, tapi ia juga bahagia akhirnya peralatan make-up nya yang sudah hampir habis kebeli lagi. Ia ingin membeli make-up lebih dulu, tapi karena uangnya selalu kepake, jadi selalu tertunda. Dan sekarang karena Papa yang memberinya uang, tunggu apa lagi? Natha membeli semua yang ia butuhkan.


Tak lama kemudian, Natha langsung masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti baju setelah itu tidur karena ia sudah merasakan ngantuk. Padahal belum jam sepuluh malam, biasanya Natha jam satu malam saja masih belum tidur. Mungkin akibat tadi siang ia tidak tidur, makanya ia mengantuk dan ingin tidur lebih awal.


Natha sudah mengganti bajunya menjadi baju tidur berwarna pink dan bergambar bunga tulip.


Natha merebahkan badannya langsung ke atas kasur, ia sudah sangat mengantuk. Belanjaannya tadi saja hanya ia biarkan di atas meja hias tanpa merapikannya lebih dulu. Sebelum tidur, ia men charge dulu hpnya yang baterai nya hanya tersisa 12%


***


Pagi hari seperti biasa, Natha bangun dan mencuci wajahnya lalu pergi ke ruang makan untuk sarapan bersama.


"Dek, panggilin abang dulu!" teriak Mama Lian ke Natha yang hendak turun. "Iya" jawab Natha lemas, ia masih belum bertenaga untuk berteriak pagi pagi hari.


"Bang, sarapan." ucap Natha di depan pintu kamar Keenan. "Iya, bilang Mama bentar lagi, gue masih nyari baju." jawab Keenan, Natha tak menjawab ucapan Keenan.


Natha langsung turun ke lantai bawah untuk menuju ke arah ruang makan yang di sana sudah ada Mama Lian dan Lea.


"Bentar dulu, lagi nyari baju kata abang." ucap Natha yang di angguki oleh Mama Lian. Natha makan terlebih dahulu karena makannya sudah di siapkan oleh Bibi Mela tadi subuh.


"Adek, tanggal berapa perpisahan nanti?" tanya Mama Lian ke Natha.


"10 Oktober." jawab Natha. "Mau Mama yang datang, atau Papa Kamu?" tanya Mama Lian.


"Maunya Natha sih, Mama sama Papa datang." jawab Natha yang hanya fokus ke piringnya tanpa melihat ke arah mama Lian.


'Semoga saja Leo mau. Nanti akan aku ajak untuk ke perpisahan Natha, kasihan Natha, dari dulu ia selalu di wakili oleh Bibi Mela atau sama Aku. Dari dulu dia mau aku, Keenan, dan Leo yang datang ke perpisahan nya.' batin Mama Lian sembari menatap ke wajah Natha yang masih ngantuk.


"Makan yang banyak, nanti anterkan Lea ke sekolah. Bibi Mela tidak bisa, mau ke rumah sakit sama Pak Harto, buat jenguk keluarga Pak Harto." ucap Mama Lian mengalihkan pembicaraan.


"Selalu gitu." Natha berujar, karena setiap Natha bilang seperti itu, pasti Mama Lian akan mengalihkan topik pembicaraan awal.


'Maaf Dek. Biar jadi kejutan aja, ya? Maafin mama.' batin Mama Lian.


"Ma, Keenan berangkat sendiri aja deh. Nanti pulang mau sama Bita." ucap Keenan yang baru turun dari tangga dan berjalan ke arah ruang makan. Mendudukkan dirinya di samping Natha, mengambil piring yang sudah berisi Nasi dan lauk lalu memakannya.


'Kenapa? Tumben hening? Biasanya ada aja yang mereka omongin kalah lagi makan gini.' batin Keenan yang merasa berbeda pagi ini.


Setelah selesai makan, Natha langsung mengganti bajunya tanpa mandi, karena kalau ia mandi terlebih dahulu, yang ada Lea akan telat.


Natha sudah mengganti pakaiannya. Ia turun untuk menghampiri Lea yang duduk di depan TV menonton Masha and the bear.


"Lea, ayo." ucap Natha, Lea mengangguk lalu mematikan televisi yang menyala tadi. Merek berpamitan kepada Mama Lian dan juga Keenan yang masih duduk di ruang makan.


"Natha nganter Lea, dah." ucap Natha melambaikan tangan kanannya ke arah Mama Lian dan Keenan, dan tangan kiri nya menggandeng lengan kanan Lea.


Setelah Natha keluar dan sudah tak ada di depan halaman rumah, Keenan masih beljm berangkat juga.


"Kamu gak ke kampus? Mau telat? Udah jam berapa ini? Bentr lagi jam delapan loh." ucap Mama Lian, Keenan baru menyadarinya. Ia bergegas berpamitan dengan Mama Lian lalu pergi juga dari rumah untuk pergi ke kampusnya.


Kembali ke Natha dan Lea.


"Lea, nanti kamu pulang jam berapa?" tanya Natha di saat sudah sampai di depan sekolah Lea.


"Jam sepuluh, kaka." jawab Lea, Natha mengangguk.

__ADS_1


"Ya udah gih. Sana masuk." ucap Natha yang di angguki oleh Lea, sebelum itu ia berpamitan dulu kepada Natha baru ia masuk.


...***...


__ADS_2