
Jam sudah menunjukkan jam empat sore, seperti yang Natha bilang, ia akan ke rumah Aksa, ia tidak enak karena Aksa sudah mengajaknya. Ia mandi untuk segera ke rumah Aksa, ia mengambil handuk dan Bathrobe, berjalan ke arah kamar mandi.
Selesai Natha mandi, ia keluar dari kamar mandi, ia berjalan ke arah lemari bajunya, mencari pakaian yang akan ia kenakan pada hari ini untuk ke rumah Aksa.
Ia ingin menggunakan celana jeans hitam, dan kemeja lengan pendek berwarna putih polos di lapis dengan jaket kulitnya berwarna hitam. Ia memakainya, setelah selesai ia menghias wajahnya agar terlihat lebih rapi.
Setelah dua puluh menit berlalu, akhirnya Natha selesai juga, ia mengambil sendal di dalam lemari sendal sepatu di dalam samping pintu rumah. Sendal putih dan ia juga menggunakan tas putih yang di dalamnya hanya ada dompet dan dua hpnya. Ia berjalan keluar dari rumah, tadi ia sudah meminta izin kepada Bibi Mela.
Tepat di depan rumah, Natha melihat Keenan dengan ketiga teman sejatinya, Cakra, Jaden dan Tala. Natha memutarkan bola matanya malas, lihat saja, ia bisa menebak ketiga teman Keenan itu akan pulang tengah malam nanti.
"Mau kemana?" tanya Keenan melihat Natha yang sungguh rapi. "Kepo, btw, pinjam motor dong, hehe." jawab Natha di akhiri dengan tertawa kecil. Keenan menyerahkan kunci motor miliknya kepada Natha, Natha mengambilnya dari tangan Keenan.
"Motor lo kenapa? Gak bisa?" tanya Tala kepada Natha, "Bisa kok, emang gue nya aja yang mau pake motor Keenan." jawab Natha sembari berjalan ke arah motor Keenan.
"Ya sudah, bye~" ucap Natha meninggalkan keempat para cowok itu di depan rumahnya.
"Udah ayo masuk, ngapain diri diri di sini doang elah." ucap Keenan, mereka masuk ke dalam rumah. Natha telah tiba di rumah Aksa, sebenarnya ia takut jika tetangga Aksa akan kebisingan mendengar suara knalpot milik Keenan. Tapi ia suka dengan motor Keenan, rasanya jika di jalankan lebih enakan milik Keenan dibanding miliknya.
Natha mematikan mesin motornya, mencabut kuncinya lalu melangkahkan kakinya ke teras rumah Aksa. Pintu rumah itu sedikit terbuka, baru saja ia hendak memanggil, tetapi Aksa lebih dulu muncul di depan pintu dengan senyum pepsodent.
"Masuk, sini." ucap Aksa, Natha melangkah kan kakinya untuk masuk ke dalam rumahnya Aksa. Di dalam rumah itu seperti tidak ada siapa siapa, sepi. "Oh iya, tadi ata bunda tunggu aja, bunda lagi beli makanan." ucap Aksa yang di angguki oleh Natha. Ia mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu, begitu juga dengan Aksa.
__ADS_1
"Udah bisa di gerakin sepenuhnya, ya, kaki mu?" tanya Natha kepada Aksa, ia melihat Aksa yang berjalan masih sangat hati hati dan perlahan. Aksa mengangguk, "Belum sepenuhnya pulih, jadi harus hati-hati." jawab Aksa yang balas anggukan oleh Natha.
"Mau minum apa? Biar aku buatin." tanya Aksa, Natha menggeleng.
"Gak gak, jangan terlalu banyak gerak dah lo, diam aja duduk di sini. Gue tadi sebelum ke sini udah minum plus man juga." jawab Natha yang menahan Aksa agar tetap duduk.
"Ngerepotin lo aja, udah ah, ga usah macem macem lo." sambung Natha, Aksa hanya terkekeh dan mengangguk.
Sekitar lima belas menit mereka mengobrol, tak lama kemudian bunda Gita datang dengan satu kantong besar, tidak tau apa itu isinya. Aksa ingin berdiri membantu bunda, Natha mencegahnya, "Duduk aja yang bener, biar gue yang bantuin bunda." ucap Natha yang mengerti jika Aksa akan membantu bunda Gita yang sedang membawa plasti kantongan itu.
'Argh! Makin gamon gue kayak gini, gimana mau moveon coba!' hayoloh, batin siapa ini? Aksa, atau Natha? Tebak sajalah.
"Sini bund, Natha bantuin." ucap Natha menghampiri bunda Gita. "Udah lama ya, disini? Maaf ya, bunda tadi keluar beli bahan makanan." tanya bunda Gita. "Enggak kok bund, gak terlalu lama, lima belas menit yang lalu kayaknya." jawab Natha membantu menaruh plastik kantongan tadi ke atas meja makan.
***
Jam sudah menunjukkan jam setengah enam sore, makanan sudah siap, tertata rapi di atas meja makan. Aksa? Tadi di saat Natha membantu Bunda, ia berjalan ke kamarnya untuk membawa jaket dan tas Natha ke dalam kamarnya.
"Nak, boleh panggilin Aksa, gak? Bunda mau bikin susu buat Aksa." tanya bunda Gita, Natha mengangguk. "Iya, bund. Aksa di kamar kan, ya?" tanya Natha kembali, Bunda Gita mengangguk.
"Sa!" panggil Natha dari luar kamar Aksa, ia mengetuk pintu kamar itu hingga Aksa keluar dari kamarnya. "Makan, kata bunda." ucap Natha yang di angguki oleh Aksa, Aksa berjalan lebih dulu, Natha hanya menggiringkan di belakang Aksa.
__ADS_1
Mereka duduk bersampingan, Natha sudah menolak jika ia tak ingin makan, tapi bunda Gita memaksanya. Ia juga tidak enak, sudah di ajak tapi ia malah menolaknya.
Nasi sudah di siapkan, semuanya sudah siap termasuk susu untuk Aksa yang di buat oleh bunda tadi.
"Makan Sa, kenapa melamun?" tanya Bunda Gita yang melihat Aksa hanya bengong. "Makan Sa." ucap Natha juga, Aksa tersadar dari lamunannya.
"Gak nafsu." jawabnya, Natha memutarkan bola matanya malas, setelah itu ia tak sengaja melihat raut wajah Bunda Gita yang terlihat sedih. Natha memikirkan sesuatu agar Aksa makan, ah, ia tau, apa ia suapin saja?
"Makan, Sa, gue suapin, ya?" tawarnya, Natha sesekali melirik ke arah Bunda, terlihat dengan jelas raut wajahnya yang berubah drastis. Sangat terlihat jelas wajah Bunda Gita yang sedang tersenyum senang. Aksa hanya mengangguk, Natha mengambil piring yang berisi nasi di depan Aksa, ia mengambil lauk yang ada di atas meja, yang telah di sajikan oleh bunda Gita dan dirinya tadi.
Ia mengambil satu sendok nasi sekaligus lauknya, menyodorkan nya ke mulut Aksa. Aksa tersenyum setelah memakan nasi itu, Natha membalas senyumannya, sungguh, Natha tidak kuat melihat senyuman Aksa.
"Makasih, ya, nak." ucap Bunda Gia kepada Natha, Natha hanya mengangguk lalu tersenyum. Natha berfikir jika Aksa sepertinya susah untuk di suruh makan akhir akhir ini karena sakit. Tetapi kemarin kemarin yang Natha ke rumah sakit? Ia makan, tapi di suapin oleh Bunda, itu juga sedikit. Apa jangan jangan ia akan makan, tapi harus ada dirinya? Ah Natha jadi berpirikiran terlalu jauh.
Lima belas menit berlalu, Aksa sudah selesai makan, di suapin oleh Natha. Bunda Gita dan Natha lagi mencuci piring, sedangkan Aksa duduk di ruang tamu sembari memainkan hpnya.
"Bund, abis ini Natha pulang ya?" izin Natha, "Oh iya nak, makasihh ya, udah mau bantuin Bunda, makasih juga udah mau bujuk Aksa buat makan. Akhir akhir ini dia susah banget di ajak makan, keculia kalau Bunda bilang kalau kamu mau ke sini, baru dia mau makan." jawab Bunda Gita.
'Nah kan, bener, berarti gue gak salah pikiran. Dia bener bener gak mau makan kalau gak ada gue, tapi? Ahh! Sudah lah.' Batin Natha, ia berpamitan kepada Bunda Gita. Mereka berdua berjala menghampiri Aksa yang duduk di uang tamu.
"Tas sama jaket gue ada di lo, kah?" tanya Natha, Aksa mengangguk. "Tadi aku taruh di dalam kamar. Bentar, aku ambilin." jawab Aksa.
__ADS_1
...***...