My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 132


__ADS_3

"Nih, makan buahnya." ucap Natha menyerahkan potongan buah apel yang ada di atas piring. Aksa mendudukkan dirinya sedikit susah, karena Natha tak tega melihat Aksa yang kesusahan untuk duduk, Natha membantunya mendudukkan dirinya.


Walaupun Aksa mantan yang pernah menyakiti nya, ia juga masih memiliki hati untuk berbuat baik kepada Aksa. Yakali ia lagi kesusahan ahnya di biarkan saja oleh Natha.


"Makasih" ucap Aksa malu malu, Natha hanya senyum lalu kembali menyerahkan piring yang berisi apel tadi, mengasihkan garpu ke Aksa lalu Natha mendudukkan dirinya di kursi yang berada di samping ranjang di tempati Aksa.


Natha memainkan hpnya, Aksa memakan apel sambil sedikit curi curi pandang ke Natha, sedangkan Mama Lian dan Bunda Gita hanya asik mengobrol.


"Natha, ayo kita pulang, dek." ajak Mama Lian yang di angguki oleh Natha, Natha bangkit dari duduknya, "Cepet sembuh, nanti kalau sembuh gue ajak jalan deh." ucap Natha ke Aksa sambil tersenyum. Aksa salah tingkah, Nata menghampiri Mama Lian dan Bunda Gita.


Natha bersalaman kepada Bunda Gita, "Natha pulang dulu, bund." pamit Natha, "Iya sayang, Hati-hati yaa, nanti kalau udah gak sibuk, mampir ke sini lagi atau mampir kerumah Bunda yaaa." jawab Bunda Gita yang di angguki oleh Natha.


"Makasih ya, kami pulang dulu." ucap Mama Lian, "Iya, Hati-hati, terimakasih kembali udah mau ke sini." jawab Bunda Gita, Natha dan Mama Lian sudah keluar dari ruangan Aksa.


Mereka berjalan menuju ke parkiran untuk mengambil mobil milik Mama Lian. Setelah sampai di parkiran, mereka berdua langsung saja masuk ke dalam mobil, memasang sbuk pengaman lalu Mama Lian melajukan mobilnya untuk tiba ke rumah.


Setibanya di rumah, Mama Lian dan Natha langsung saja masuk ke dalam rumah, di sofa ada Keenan yang sedang merokok, ia tidak menyadari jika ada Mama Lian dan Natha yang baru pulang.


"Bagus, udah berapa batang?" tanya Mama Lian ke Keenan yang masih asik memainkan HP dengan satu batang rokok yang menyala di tangannya. Keenan langsung berdiri dan menaruh rokoknya di asbak, ia tersenyum senyum takut.


"Eh, anu ma, Maaf. Maaf ya maaaa! Huaaa!" rengek Keenan yang di tertawakan oleh Natha, sedangkan Mama Lian anya tersenyum melihat kelakuan anak cowoknya ini, padahal ia hanya ingin bertanya, tak ingin memarahi. Anaknya ini salah sangka, ia gemas, menghampiri Keenan lalu mengusap rambutnya lembut.

__ADS_1


"Mama nanya doang loh, bukan mau marahin, mama gak marahin kamu sayang. Paling nanti Mama cuman negur buat jangan terlalu banyak ngerokok, nanti sakit." ucap Mama Lian membawa Keenan untuk duduk di sampingnya.


"HAHAHA! Aduh bang, lo lucu banget ******!" tawa Natha, "Adek, mulutnya." tegur mama Lian karena Natha mengumpat. "Eh? Maaf ma, hehe!" jawab Natha.


"Udah ya, mama mau mandi dulu, nanti malam mama mau jalan buat ketemu teman teman mama, mau reuni sama mereka." ucap Mama Lian yang di angguki oleh Natha dan Keenan. Di ruang tamu hanya tersisa Natha dan Keenan yang saling bertatapan.


"Apa lo?!" tanya Keenan tak santai, Natha tak bisa menahan tawanya, ia tertawa sangat kencang.


"Hahaha! Gak ada, lo lucu." jawab Natha sembari tertawa, Keenan hanya menatap Natha sinis lalu ia kembali mengambil satu batang rokoknya yang masih menyala tadi. Sekarang ia sudah tak perlu takut untuk merokok di rumah, mama Lian saja tidak memarahinya, kecuali ia sangat banyak menghisap rokok.


"Mau nyoba~" ucap Natha kepada Keenan, "Nyoba apa?" tanya Keenan yang bingung.


"Ituu~~" jawab Natha sembari menunjukkan jarinya ke kotak rokok milik Keenan. "Apa apaan, gak, gak ada coba coba. Mau gue aduin mama lo?" jawab Keenan, Natha memutarkan bola matanya malas, ia mengambil hpnya di dalam kantong celana lalu memainkannya.


Malm pun tiba, jam sudah menunjukkan jam delapan malam, Mama Lian keluar dari kamar dengan pakaian yang sangat rapi, Natha dan Keenan melihat mama Lian terbinar binar. Sungguh, malam ini Mama Lian terlihat lebih cantik.


"Mama berangkat dulu ya, nak. Kalian kalau mau jalan nanti pulangnya jangan kemaleman yaa." ucap Mama Lian yang diangguki oleh Natha dan Keenan.


"Hati-hati, ma!" ucap Natha, Keena masih diam, seperti nya ia lagi memikirkan sesuatu. "Ta, jalan? Gue gabut kalau di rumah." tanya Keenan yang langsung di angguki oleh Natha.


"Bentar, gue ganti baju dulu, bentar doang, bentar!" ucap Natha sembari berlarian menaiki anak tangga.

__ADS_1


Lima belas menit berlalu, Natha sudah selesai, ia keluar dari kamarnya, ia sudah berpakaian rapi. Baju crop lengan panjang berwarna mocca, dngan celana jeans hitam sobek di paha. Rambut terurai, sepatu berwarna putih dan tasnya yang berwarna hitam. Keenan juga sudah mengganti pakaiannya menggunakan baju kemeja berwarna abu dan celana berwarna hitam, sepatu abu.


Mereka keluar dari rumah, tadi ia sudah meminta izin kepada Bibi untuk keluar. Natha dan Keenan menaiki motor milik Natha, karena motor Keenan masih di bengkel, jadi ia jalan jalan menggunakan motor Natha. Motor Scoopy Natha yang berwarna coklat, motor kesayangannya.


Mereka bertujuan untuk ke tongkrongan yang lumayan jauh dari halaman rumahnya, Natha belum pernah kesana, tapi Keenan, ia sudah sering ke sana. Natha memakai helmnya, begitu juga dengan Keenan, setelah siap, Keenan langsung saja melajukan kecepatan motornya.


Mereka sudah tiba di tempat itu, 'tuku' tempat tongkrongan anak muda, banyak orang yang berpacaran dan ada juga yang sama teman temannya. Keenan melihat ada Cakra dan Rafa di tengah tengah keramaian, Keenan menarik Natha untuk menghampiri kedua cowok di sana.


Natha hanya pasrah di saat Keenan menariknya, hingga mereka tepat berada di depan Cakra dan Rafa.


"Berdua doang, bro?" tanya Keenan kepada Cakra dan Rafa, mereka berdua ngangguk.


"Sini gabung," ucap Rafa, Natha dan Keenan duduk berhadapan. Natha yang duduk i samping Cakra, dan Keenan duduk di samping Rafa. "Lo berdua gak sama cewek lo pada?" tanya Natha kepada Rafa dan Cakra sembari menaruh tasnya ke atas meja.


"Gatau, mereka berdua sama sama badmood, tadi udah di ajakin, tapi katanya mau sama Laura aja." jawab Cakra, "Gabriella sama Laura jalan berdua?" tanya Natha yang di angguki oleh Cakra.


"Badmood kenapa si Ella?" tanya Natha lagi, "Salah paham dia, tadi gue nganterin Clathria di suruh sama nyokapnya, buat nemenin dia beli bahan buat kerja kelompoknya." jawab Cakra.


"Gue udah sempat nolak, tapi mamanya mohon mohon buat minta tolong, ya gue gak tega, jadi gue iyain aja. Tapi gue juga salah, gue boong sama dia, gue bilangnya mau jalan sama Rafa, tapi gue malah ketemu dia di jalan." sambung Cakra.


"Clathria tetangga lo itu ya?" tanya Natha.

__ADS_1


...***...


__ADS_2