
Pagi hari selasa, Natha, Gabriella, Keenan, Mama Lian, Lea dan Bibi Mela sedang berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah.
"Ini yaa," ucap Bibi Mela menaruh makanan di atas Meja makan. Setelah selesai makan, mereka berpamitan untuk berangkat sekolah.
"Tante, makasih ya, Gabriella sama Natha berangkat sekolah dulu." ucap Gabriella, Mama Lian sudah menganggap Gabriella sebagai anaknya sendiri, begitu juga dengan Gabriella, makanya ia tak perlu malu malu untuk bertamu ke rumah Natha.
"Iya, Hati-hati ya kalian semua." jawab Mama Lian, Natha dan Gabriella mengangguk lalu pergi dari rumah untuk pergi ke sekolahnya.
Sesampainya di sekolah, Gabriella memarkirkan motornya, berjalan ke arah kelas Ips 2, kelas Natha. Natha duduk di tempatnya yang di sampingnya sudah ada Cakra, tetapi setelah itu ia menjauh, dan duduk di tempatnya Nana.
"Heh! Gak apa, duduk aja, lagian ini tempat duduk lo, kek sama siapa aja deh, lo." ucap Gabriella, Natha hanya menggeleng lalu memainkan hpnya. "Nah, udah bel, gue masuk kelas dulu, dadah!" ucap Gabriella setelah mendengar bunyi bel.
Natha berpindah duduk ke tempat duduknya semula, Natha melirik ke Vio yang di sana Vio sedang mengerjakan tugasnya. "Lo udah ngerjain tugas Bahasa Inggris belum?" tanya Cakra tiba-tiba.
"Udah, kenapa? Mau liat?" tanya Natha, Cakra mengangguk sambil tersenyum malu. "Dih, paan lu kayak gitu," ucap Natha setelah melihat Ekspresi Cakra. Cakra seketika merubah ekspresi wajahnya menjadi datar. Natha mengeluarkan bukunya dari dalam tas lalu memberikannya kepada Cakra.
"Gue pinjem dulu, ya." ucap Cakra, Natha mengangguk, Cakra menulis tugas tugasnnya. Sementara Natha, ia hanya memainkan hpnya, mereka hari ini Jam kosong, jadi guru tidak masuk di tiga jam pelajaran ini.
***
Waktu istirahat telah tiba, Natha, Gabriella, dan Cakra berjalan bersama, sedangkan Gibran, dan Vio sudah lebih dulu ke kantin. Laura yang bingung dengan teman temannya ini hanya bisa berfikir dan mengikuti Vio dengan Gibran.
"Lo mau apa? Biar gue pesenin." ucap Gabriella, Natha menggeleng. "Gue beli sendiri aja." jawab Natha bangkit dari duduknya untuk memesan minuman. Ia masih merasa kenyang, jadi ia tak ingin membeli makanan dulu, mungkin nanti di istirahat ke dua.
__ADS_1
Setelah Natha, Gabriella dan Cakra selesai memesan makanan dn minuman, mereka mencari tempat duduk yang kosong. Setelah menemukannya, mereka duduk dan menikmati makanan minuman yang mereka beli tadi.
"Oh iya, tadi Aksa ngechat gue, katanya dia di rumah sakit, gue gak tau kalau dia masuk rumah sakit. Kalian berdua gak mau jengukin dia gitu?" tanya Cakra, Gabriella mengangguk sedangkan Natha hanya berdiam sambil meminum minumannya.
"Woi Ta, lo gak mau jengukin dia gitu?" tanya Gabriella kepada Natha, "Nanti aja, kapan kapan kalau Mama gue gak sibuk." jawab Natha, kedua temannya sontak terkaget dengan jawaban Natha.
"Malam tadi dia ngabarin gue, kalau dia di rumah sakit. Jadi nanti gue jengukin dia sama Mama gue, katanya Mama gue juga mau ikut." jawab Natha yang tau bahwa kedua temannya itu sedang bingung.
"Oh, bilang dong, bicara setengah setengah." ucap Gabriella, Natha memutarkan bola matanya malas.
"Lo beneran udah gak temenan sama Vio?" tanya Cakra dan langsung di gelengi oleh Natha. "Gitu deh." jawab Natha dengan senyuman manisnya.
"Kan tadi malam udah aku kasih tau, masih aja gak percayaan. Gimana sih, kamu." ucap Gabriella menepuk lengan Cakra yang ber angkringan di atas meja.
"Kalau sampai Natha mau temenan sama dia lagi, kali ini Gue yang gak mau temenan sama Lo, Ta." ucap Gabriella sinis, Natha hanya terkekeh sambil meminum minumannya.
Kini mereka berempat sedang berada di rooftop, Natha, Gabriella, Cakra dan Rafa. Kemana Laura, jadi Rafa ikut gabung bersama Cakra? Laura sedang ke toilet. Sebenarnya Laura juga ikut gabung disini, tapi tadi ia izin ke toilet sebentar.
Rafa sudah mengetahui masalah Natha dan Vio karena di kasih tau oleh Cakra tadi malam melalui chat. Mereka hanya duduk di kursi rooftop sambil menunggu bel sekolah berbunyi.
***
Bel sekolah telah berbunyi, mereka masuk ke dalam kelas mereka masing-masing untuk memulai pembelajaran berikutnya.
__ADS_1
"Ta, ini buku bahasa Inggris lo tadi, makasih ya." ucap Cakra kepada Natha, Natha mengangguk mengiyakan ucapan Cakra.
Setelah beberapa jam, akhirnya jam pelajaran telah berakhir, mereka semua pulang ke rumah masing-masing. Natha pulang sendiri karena ia sendiri yang meminta untuk pulang sendiri, jadi Gabriella pulang bersama dengan Cakra.
"Gue pulang duluan ya" ucap Natha pada teman-teman nya. Natha melajukan motornya untuk sampai kerumah dengan cepat. Ia hari ini sangat lelah walau ia hanya berdiam dan tak banyak bergerak, entah kenapa ia hari ini sangat amat lelah. Bukan badannya yang lelah, tapi pikirannya yang lelah karena terlalu memikirkan hal yang itu itu saja. Bahkan, ia berselisih dengan Saddam hanya menunduk, jika Saddam memanggilnya, ia menjawab dengan seadanya.
"Ma, tumben pulang cepet, kenapa? Udah gak ada kerjaan lagi ya?" tanya Natha kepada Mama Lian, Mama Lian mengangguk. Natha menghampiri Mama Lian yng sedang duduk di ruang tamu sambil bermain HP.
"Makan dulu dek, kamu udah makan belum?" tanya Mama Lian, Natha mengangguk.
"Ganti baju gih, siap siap, sambil nungguin Abang ngambil mobil Mama. Nanti kita ke rumah sakit buat jenguk Aksa, sekalian ada yang Mama bicarakan sama Tante Gita." ucap Mama Lian, Natha hanya mengangguk lemas. Berjalan pelan ke arah kamarnya untuk mengganti pakaian sekolahnya dan mandi dulu.
Natha selesai mandi, ia menggunakan celana jeans putih, baju kaos lengan pendek berwarna coklat, sendal putih dan rambut berkepang satu. Ia turun ke lantai bawah untuk menghampiri Mama Lian, di sana sudah ada Keenan dan juga Lea yang mungkin selesai mengambil mobil milik Mama.
"Allo kaka!!" sapa Lea ke Natha, Natha tersenyum dan mengusap rambut Lea dengan lembut. "Hallo, Lea dari mana?" tanya Natha kepada Lea, sambil mendudukkan dirinya di samping Lea.
"Tadi Lea habis ikut sama Kaka Keenan ngambil mobil, hehe!" jawab Lea dengan semangat. "Lea nanti ikut ke rumah sakit, sekalian mau mama kasih sesuatu." ucap Mama Lian berbisik di telinga Natha dengan tersenyum senyum.
"Oke, Ma." jawab Natha membalas senyuman Mama Lian. Mama Lian tau perasaan anak perempuan nya ini, sudah terlihat dari wajah Natha, mata yang masih sembap karena menangis seharian. Pikiran Natha juga kacau, Mama nya tau betul ketika pikirannya Natha kacau, ia pasti hanya berdiam dan hanya berbicara seperlunya.
"Udah ayo, kita berangkat sekarang." ucap Mama Lian.
...***...
__ADS_1