My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 96


__ADS_3

"Sini! Seru tau!!" ajak Gabriella meneriaki Debby, Debby hanya tersenyum dan menggeleng.


"Kenapa? Aku mau main air sama temen-temen gak apa ya?" ucap Aksa ke Debby,


"Apaan sih kamu, mau mandi juga? Sana dih, pasti karena ada mantan kamu itu kan? Sana deh!" jawab Debby, ia seperti tidak senang jika Aksa ingin bergabung ke teman-temannya.


Debby tidak suka jika Aksa dekat-dekat dengan teman ceweknya, apalagi Natha, mantan kekasih Aksa.


"Aksaa! Bantu fotoin kami di sini dong, ambil hp gur di dekat tenda!" ucap Cakra kepada Aksa, Aksa mengambil hp Cakra lalu memfotokan Teman-temannya. Aksa tidak menyadari jika kekasihnya sedang marah, setelah selesai memfotokan teman-temannya, Aksa langsung di tarik oleh Debby menjauh dari sana. Ia mengajak Aksa sedikit menjauh dari teman-temannya, dari raut wajah Debby, Aksa bisa menebaknya, jika Debby akan marah kepada dirinya.


Benar saja, mereka berdua berdebat, Natha melihat Aksa dan Debby yang menjauh di tambah melihat wajah Debby dengan raut kesal.


Natha tak ingin ikut campur, ia hanya berenang di air, ia semakin menjauh dari tepian pantai, dengan Kate. Sampai di mana mereka tidak bisa merasakan pasir di telapak kakinya, mereka berhenti.


"Lo lihat berdua tadi?" ucap Kate,


"Iya," jawab Natha seakan tahu siapa yang di sebut oleh Kate.


"Tu cewek kayaknya moodyan banget deh, dikit dikit marah, dikit dikit badmood." ucap Kate,


"Udahlah, jangan terlalu ngurusin mereka, urusin hidup masing-masing aja." jawab Natha, mereka bermain air hingga jam sebelas, mereka ke asikan bermain air hingga satu jam. Mereka telah selesai mandi, kini Natha menggunakan pakaian yang ia bawa dari rumah. Kemeja hitam dengan celana jeans biru, ia kini sedang duduk bersama teman-temannya di bawah pohon yang rindang. Jam sudah menunjukkan jam satu siang, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah jam lima sore.


"Woi, kita main ML ayoo!" ajak Gabriella,


"Gass aja sih," jawab Natha dan Kate,


"Ayo!!" jawab teman-temannya serentak, tapi tidak dengan Debby dan Aksa, ya tau lah yaa, mereka berdua lagi tidak baik-baik saja.


"Ikut, Sa?" tanya Cakra, Aksa hanya mengangguk, mereka semua login ke akun ML mereka masing-masing, mereka main bersama, membuang rasa bosannya.

__ADS_1


***


Kini jam sudah menunjukkan jam lima sore, mereka semua bersiap siap untuk pulang, Laura juga sudah membayar tenda yang mereka tempati pada malan hari tadi. Natha dan teman-temannya berjalan ke arah mobil untuk menaruh barang-barang mereka.


Mereka memasuki mobil yang sama seprrti awal mereka berangkat ke pantai, kali ini Cakra yang menyupir mobilnya. Natha dan Kate berganti tempat dengan Vio dan Gibran, karena Vio yang memintanya. Natha dan Kate duduk di kursi tengah, Natha di dekat pintu sebelah kanan, dan Kate di sebelag kiri.


Mereka melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah masing-masing, semua masih segar, tidak ada yang mengantuk. Di dalam mobil Cakra juga terdengar bunyi musik untuk mereka bersama.


Di tengah perjalanan, jalanan lumayan sepi, padahal baru jam enam sore. Hanya beberapa mobil yang lewat, mungkin karena harinya sudah mulai gelap, jadi para pengemudi mobil bersinggah ke tempat bersantai.


Kini, di dalam mobil Cakra sudah hening, Vio dan Gibran sudah tertidur di kursi belakang, apalagi Kate dan Gabriella, mereka berdua sudah lebih dulu tertidur. Hanya Cakra dan Natha yang tidak tidur, Natha hanya melihat ke luar jendela melihat pemandangan yanga da di sana. Kaca jendelanya juga ia buka,


"Ta, Aksa gak pernah ngechat lo lagi?" tanya Cakra tiba-tiba,


"Gak, nomornya gue block." jawab Natha singkat,


"Iya, gak apa." jawab Natha, Cakra kembali fokus menyetir, dan Natha kembali fokus ke luar jendela mobil.


Mereka berhenti di tempat makan, karena mereka memang belum sempat sebelum berangkat tadi. Teman-temannya sudah turun dari mobil dan memasuki tempat makan itu, sedangkan Cakra, Gabriella, Natha dan Kate masih berada di dalam mobil karena Gabriella dan Kate masih setia memejamkan matanya.


"Kate! Lo mau makan apa enggak? Kalau gak mau ya udah gue tinggal ke sana aja." tanya Natha karena Kate dari tadi tak kunjung bangun.


"Bentar," jawabnya lirih, akhirnya Kate dan Gabriella bangun dari tidurnya, wajah mereka masih terlihat ngantuk. Kedua gadis itu berjalan dengan keadaan masih ngantuk, Natha, Kate, Gabriella dan Cakra menduduki meja yang sudah di duduki oleh temannya.


Meja itu panjang, ada terdapat sepuluh kursi di meja itu, jadi mereka duduk seperti ini.


Natha > Kate > Vio > Gibran > Cakra


~meja~

__ADS_1


Debby > Aksa > Rafa > Laura > Gabriella


Seperti itulah tempat duduk mereka, Natha berhadapan dengan Debby, di saat Natha tak sengaja terpandang wajah Debby, ternyata Debby juga sedang memandang wajahnya lalu tersenyum. Natha membalas senyuman dari Debby, tidak mungkin 'kan jika Debby senyum Natha tak membalas senyuman darinya. Aksa juga menyadari hal itu, ia juga sedang menahan senyumannya karena senyuman Natha.


Jujur, sebenarnya Aksa tak ingin kehilangan Natha, bisa di bilang Aksa itu egois, ia yang membuat pergi dan ia juga yang tak menginginkan orang itu untuk pergi. Sedangkan Natha, ia sudah berusaha melupakan Aksa, namun usahanya tak pernah berhasil, ia selalu memikirkan Aksa, sedang apa dia? Apakah dia sedang mikirin Natha juga? Apa dia juga sedang bersedih sama dengan dirinya? Begitulah isi pikiran Natha di saat ia ingin menghilangkan Aksa dari pikirannya.


Natha hanya menutupi kesedihannya jika di depan orang-orang, jika dia sendirian? Itu berbeda lagi.


Kini mereka telah selesai makan, mereka membayar makanannya lalu masuk ke mobil untuk melanjutkan perjalanan mereka. Kini, Natha bergantian dengan Cakra, Natha yang mengendarai mobil dan Cakra di biarkan untuk istirahat terlebih dahulu.


Di perjalanan, benar saja, semua teman Natha sudah tertidur, hanya Natha. Hanya Natha yang tidak tertidur karena ia sedang mengemudi dan ia juga tidak merasa ngantuk.


Ada panggilan yang masuk di telepon Natha, Natha menyambungkan headset bluetooth dengan hpnya. Setelah tersambung ia menyambungkan panggilan grub dari Keenan, Jaden, Tala dan Ikhsan.


"Waduhh, ada cewek nih, kiw, cewek!" goda Ikhsan,


"Jomblo tuh, pepet gih," ucap Tala,


"Enak aja, gak gak! Kali ini gak ada yang boleh deketin adek gue lagi!" jawab Keenan tidak terima,


"Eh iya, Ta, lo udah di mana? Udah di jalan pulang?" tanya Keenan,


"Iya, udah, masih lumayan jauh lagi," jawab Natha,


"Siapa yang nyetir mobil? Kok kayak sepi banget gitu tuh mobil." tanya Tala,


"Gue."


...***...

__ADS_1


__ADS_2