My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 130


__ADS_3

Jam istirahat kedua sudah tiba, seperti yang tadi Natha bilang, ia akan mengajak Dera untuk ke kantin bersama. Natha menghampiri Dera dan langsung menariknya, semua mata tertuju ke arah Natha dan Dera yang berjalan bergandengan. Termasuk Gabriella dan Laura yang berada di depan pintu kelasnya, Natha tak menghiraukan teman temannya, tetapi setelah itu, ia berbisik di samping Gabriella.


"Gue ke kantin bareng Dera dulu, kalian duluan aja." ucap Natha lirih sembari lewat di belakang Gabriella dan Laura, Gabriella yang mengerti pun, mengangguk lalu menarik Laura untuk masuk ke dalam kelas Natha.


Di lantai dua, ada Nita, Eve, dan Raya yang sedang membully adek kelas, mereka tak ada jeranya sama sekali. Natha menarik Dera tetapi Dera sangat susah untuk di tarik, Natha berbalik melihat Dera, Dera menggeleng takut.


"Lo takut? Lawan rasa takut lo. Kita sama sama manusia, jangan takut sama dia, takutlah sama yang di atas." ucap Natha, Dera meneguk ludahnya dengan kasar.


"Udah ah, pengecut amat lo. Perasaan dulu lo ngebully gue deh, aneh aneh aja lo, lawan aja." ujar Natha menarik lengan Dera untuk melewati ketiga musuh bebuyutan nya itu.


"Waduh waduh udah ada yang berani lewat di hadapan kita nih, atau berani cuman karena ada bekingan ya? Ups sii!" sindir Raya kepada Dera yang lewat di tarik oleh Natha.


"Mau kemana lo? Berani lo lewat sini? Lo lupa perjanjian? Kalau lo lewat sini, lo harus kasih semua uang saku lo, ke kami." ucap Nita menghalangi jalan Dera dan melepaskan tangan Natha.


"Sebenarnya uang lo itu gak seberapa sih, buat gue. Tapi yang namanya perjanjian, harus di tepati, sini, uang lo!" ucap Nita sekali lagi mendorong Dera dengan keras sehingga Dera terjatuh ke belakang. Mereka menertawakan Dera yang sedang terkulai lemas di lantai, sedangkan anak murid lain melihat dengan merekamnya menggunakan hpnya masing-masing.


Natha? Natha hanya diam melihat Dera, Natha menatap ke arah Dera yang masih terkulai lemas di lantai dan sedikit melirik ke arah Natha. Natha memberikan isyarat agar Dera bangkit dan jangan lemah, Dera menggangguk lalu bangkit. Ia berdiri dengan sempoyongan, sedikit menghampiri Nita lalu menampar pipi kanan Nita dengan sangat keras. Natha melotot tak menyangka bahwa Dera akan benar benar melakukannya.


Nita memegang pipinya ang terasa panas akibat tamparan keras dari Dera, wajahnya semakin marah terhadap Dera.


"Udah berani lo, hah!" teriak Nita ke Dera dengan membalas tamparan di pipi kiri Dera. Dera hanya diam tak membalas ucapan Nita, di wajah Dera tak terlihat amarah sedikitpun, di bagian pipi kirinya merah akibat tamparan dari Nita.


"Brengsek!" teriak Nita tepat di wajah Dera, ia hendak menampar Dera sekali lagi, namun, aktivitasnya terhenti karena Dera lebih dulu menangkis tangan Dera. "Gue, akan balas semua perbuatan lo dulu ke gue, dan gue, akan membalaskan perbuatan lo terhadap Natha dulu." ucap Dera tegas lalu mendorong Nita ke belakang, Raya dan Eve juga ikut terdorong.

__ADS_1


Sungguh, Nita tak tau jika Dera lebih kuat dari dirinya, tapi ia tak mudah menyerah, ia bangkit lagi dari terjatuh nya. "Oh ya? Emang lo yakin, bisa ngalahin gue? Pfthh! Mimpi." jawab Nita sedikit berteriak.


"Kalau gue bisa? Bahkan, gue bisa saja bikin lo di keluarin dari sekolah ini, bersama kedua teman lo itu." ancam Dera kepada Nita dan menunjukkan jarinya ke arah Eve dan Raya. Dari tadi, Raya dan Eve hanya diam melihat Dera dan Nita yang saling dorong mendorong, begitu juga dengan Natha, ia seperti terlihat bangga terhadap Dera.


"Lo ngancam gue, hah?! Oh, ****. Lihat aja, kalau lo bisa ngeluarin gue dari sekolah ini, gue juga bisa jamin, lo akan di keluarin juga dari sekolah ini." ucap Nita, Dera hanya tersenyum miring.


"Gue udah siap jika gue di keluarin dari sekolah ini. Karena gue tau, kalau gue juga salah. Salah pernah ikut masuk ke dalam geng lo semua." jawab Dera, ia mendorong Nita ke samping karena ia menghalangi jalannya untuk ke kantin.


"Ayo" ajak Dera ke Natha, Natha hanya mengangguk lalu meninggalkan Nita, Raya, dan Eve yang masih di balut emosi.


'Gue juga siap, jika gue akan di skors karena ulah gue terhadap lo, Ta.' batin seorang perempuan yang tak jauh dari sini.


Sesampainya Natha dan Dera di kantin, semua mata tertuju pada kedua gadis itu, Natha hanya acuh, ia berjalan ke arah penjual pop Ice cup untuk membelinya. Setelah selesai, ia membawanya ke meja kosong, Natha membawa pop Ice cup rasa cokelat dengan satu kebab di tangannya, begitu juga dengan Dera.


"Oh, iya kak, ini temen aku, Abrar, bisa di panggil abay." ucap Bintang mengenalkan temannya yang tersenyum ke arah Natha dan Dera. Natha dan Dera membalas senyumannya, "Aku Natha, ini Dera." jawab Natha.


***


Kini jam istirahat telah selesai, Natha dan Dera juga sudah berada di kelas, mereka sudah duduk di tempat masing-masing. Natha asik memainkan hpnya, begitu juga dengan Cakra yang di sampingnya.


"Ta, lo pulang jemput Keenan di rumahnya Tala kan?" tanya Cakra, Natha mengangguk. "Iya, kenapa?" tanya Natha balik.


"Ini, gue mau nitip jaketnya Tala, boleh kan?" ucap Cakra menyerahkan paper bag berwarna coklat. Natha mengangguk lalu meraih paper bag tersebut, ia menaruhnya ke dalam laci mejanya lalu ia kembali memainkan hpnya.

__ADS_1


"Selamat siang, anak-anak, maaf ibu baru datang, tadi ibu sedang ada kesibukan." ucap ibu Fatma pelajaran prakarya, ke semua siswa siswi di kelas Natha.


"Siang, bu!" jawab murid di dalam kelas itu.


"Ibu hari ini mau membagikan kelompok untuk membuat makanan seperti yang ibu bilang di minggu lalu." ucap Ibu Fatma, "Iya bu," jawab separuh dari siswa kelas itu.


"Nana, kamu sekertaris kan? Sini, kamu tuliskan nama nama kelompoknya." suruh ibu Fatma ke Nana, Nana menangguk, mengambil spidol lalu menulis kelompok kelompok yang di bagi oleh ibu Fatma.


Setelah selesai, mereka di suruh untuk duduk bergabung bersama kelompok nya masing-masing.


Natha satu kelompok bersama Nana, Rifa, Saddam, Cakra dan Jema. Mereka duduk per kelompok.


Tempat duduk mereka bisa di bilang seperti ini


Natha>>Nana>>Rifa


Cakra>>Saddam>>Jema


Mereka mendiskusikan mengerjakan tugasnya di mana, dan ya, seperti biasa, di rumah Natha. Karena Rumah Natha selalu terbuka lebar untuk teman temannya.


"Kita mulai dari besok ya? Ini kita bikin brownis kan?" tanya Jema yang di angguki oleh teman temannya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2