My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 66


__ADS_3

"Iya, iya, bawel banget lu."jawab Natha, ia menutup kembali pintu kamarnya, ia melepaskan jaket dan sepatunya, mengambil celana pendek berwarna putih. Natha masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti celananya dan mencuci mukanya.


Setelah selesai, Natha keluar dari kamar mandi, ia mematikan lampu kamarnya dan hanya menyisakan lampu tidur saja. Natha merebahkan badannya ke kasur, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Keesokan harinya.


Seperti biasa, Natha bersiap untuk pergi kesekolah. Natha sekarang sudah siap untuk pergi ke sekolah, ia keluar dari kamarnya untuk menyusul Mama dan Keenan yang sudah berada di ruang makan.


"Bi, roti di mana?" tanya Natha kepada Bibi Mela yang sedang memasak.


"Di lemari nak, bentar bibi ambilin," jawab Bibi Mela,


"Gak bi, dimana rotinya? Bibi masak aja," jawab Natha,


"Di lemari," jawab Bibi Mela, Natha mengangguk, ia mengambil satu bungkus yang terdapat sepuluh lembar roti tawar.


"Mau," pinta Keenan kepada Natha yang mengoleskan coklat ke rotinya, dan di lapis dengan selembar roti lagi.


"Mau rasa apa?" tanya Natha,


"Mau coklat aja," jawab Keenan, Natha menaruh roti yang sudah di oleskan coklat tadi ke atas piring kosong milik Keenan dan juga miliknya.


Setelah Natha dan Keenan selesai menghabiskan rotinya, mereka berpamitan untuk berangkat ke sekolah. Keenan yang berangkat menggunakan mobil, dan Natha menggunakan motor.


Sesampainya di sekolah Natha langsung saja masuk ke dalam kelasnya, menaruh tas dan duduk di tempatnya sembari memainkan hpnya.


Kenapa Natha tak mencari teman-temannya? Karena temannya belum ada yang datang ke sekolah, buktinya, sekarang tas teman temannya tidak ada di tempatnya. Di dalam kelas hanya Natha sendiri, yang lain berada di luar kelas dan ada juga yang belum berangkat sekolah.


Ada tiga gadis yang masuk ke dalam kelas Natha, yang tak lain ialah Nita, Eve dan Raya,


"Mana Dera?" tanya Nita kepada Natha, Jelas Natha bingung dengan pertanyaan Nita,


"Lo nanyain gue? Lo pikir gue siapa dia hah? Lo temannya kok nanyain ke gue yang bukan temannya. Gak jelas," jawab Natha lalu pergi keluar kelas, ia berjalan menuruni anak tangga untuk pergi ke toilet. Di dalam toilet Natha melihat Dera yang sedang menangis sesegukan di depan cermin. Natha berdiri di samping Dera membuat Dera mengusap air matanya, Natha mencuci tangannya sambil berucap kepada Dera.


"Lo di cariin sama temen lo," ucap Natha


"Nita?" tanya Dera dengan suara parau khas orang habis nangis.


"Siapa lagi temen lo selain mereka?" jawab Natha yang tak mengalihkan pandangannya untuk menatap balik Dera.


"Gue mohon, kalo dia nanyain lo lagi, jangan bilangin kalo gue di sini, ya?" pinta Dera,


"None of my business." jawab Natha lalu meninggalkan Dera sendirian di dalam toilet.


"Natha!" panggil seseorang dari kejauhan, Natha menghampiri seseorang yang memanggil dirinya tadi, itu Gabriella dengan Laura.


"Tumben berangkat berdua? Biasanya sama pacar masing-masing," tanya Natha,


"Kami sama cowok kami kok, tapi tadi mereka pergi ke kantor bentar di panggil Bapak Aldi," jawab Laura,


"Ke kelas ayo," ujar Gabriella, mereka berjalan menaiki anak tangga untuk masuk ke kelas. Natha masuk ke dalam kelas Laura dan Gabriella,


"Vio belum datang kah?" tanya Laura, Natha mengangguk, dan tak lama dari situ, ada Aksa, Gibran, Cakra, Rafa dan Vio yang memasuki kelasnya.


"Tumben agak pagian, biasanya juga lo yang paling lama datang," ujar Vio kepada Natha,

__ADS_1


"Tadi gue cuman sarapan roti, jadi bisa pagian, sekali-kali lah," jawab Natha,


"Takut telat lagi ya?" ejek Laura, mereka tertawa bersama.


"Ngomong ngomong, kita hari ini jam kosong tau, karena gurunya pada sibuk buat ngurus besok," ucap Gabriella,


"Yee, mereka sih iya gak belajar, tapi kita pembina buat kemah besok loh, jadi hari ini kita ikut rapat," jawab Laura,


"Lah, gue pikir kita enggak ikut rapat, yahh, gak jadi bahagia deh gue," ujar Gabriella,


"Gitu doang dih," jawab Laura. Bell sekolah berbunyi pertanda agar semua murid masuk ke dalam kelas masing masing. Sebelum itu, ada panggilan dari guru melalui mic sekolah.


"Semua siswa-siswi silahkan untuk masuk ek dalam kelas masing-masing, terkecuali yang menjadi pembina buat besok kemah, silahkan untuk berkumpul di lobby, terimakasih." ucap Guru itu,


"Hadeh, ya sudah, ayo guys," ajak Laura kepada Gabriella, Cakra dan Rafa.


"Semangat lo pada," ucap Natha lalu ia ikut berdiri untuk masuk ke dalam kelasnya sendiri.


"Dadah, ay," ucap aksa melambaikan tangannya, Natha tersenyum ke arah Aksa lalu pergi dari kelas itu. Natha dan Vio masuk ke dalam kelasnya, sepi seperti tidak ada orang satu pun di dalam kelas. Pintu kelasnya tertutup, Natha membuka pintu itu dan melihat ke dalam kelasnya, mengapa sepi? Biasanya kalo tidak ada guru mereka semua berisik seperti di pasar.


Natha melihat ke arah teman teman kelasnya yang sedang menatap dirinya dan juga Vio,


"Natha, Vio, mending kalian duduk di kursi kalian masing-masing dulu deh," ucap Rifa kepada Natha dan Vio, mereka berdua duduk di kursi masing-masing. Natha memainkan hpnya,


"Kenapa mereka semua dah?" tanya Vio berbisik, Natha menurun naikkan pundaknya bahwa ia juga tidak tahu. Di dalam kelas masih banyak kursi kosong karena mereka menjadi pembina di kemah nanti. Gibran juga tidak ada di dalam kelas karena ia masih berada di kelasnya Aksa.


"Mau ke luar aja gak? Tuh kayaknya lagi ramu juga di luar," ajak Natha kepada Vio, Vio mengangguk, dua gadis cantik itu pun berdiri dari duduknya untuk pergi keluar dari kelas.


Mereka duduk di kursi yang berada di depan kelasnya. Dari ujung ke ujung kelas ribut dan juga ada ynag keluar,


"Kesambet mungkin," jawab Natha,


"Eh, ke rooftop yu, ajak Aksa sama Gibran," ajak Vio, Natha mengangguk,


"Panggil deh, gue nunggu di sini," jawab Natha,


"Heleh, bilang aja males buat berdiri," jawab Vio lalu berjalan ke arah kelas Aksa yang ebrada di samping kelasnya.


"Enggak juga," ucap Natha diiringi kekehan.


"Aksa, Gibran, sini," panggil Vio di depan pintu kelas Aksa yang sedang ribut juga.


"Kenapa?" tanya Gibran kepada Vio,


"Ke rooftop yu, di dalem kelas kita sepi, kayak kesambet masal," jawab Vio, Gibran mengangguk dan berjalan lebih dulu dari Aksa,


"Ayo, ay," ucap Aksa kepada Natha yang masih duduk santai di depan kelasnya, Natha merentangkan tangannya, meminta agar Aksa menariknya untuk berdiri,


"Dih, dasar," jawab Aksa, ia mencubit hidung Natha baru ia menarik tangan Natha. Mereka berjalan ke rooftop, sesampainya mereka di rooftop, mereka mendudukkan dirinya di kursi yang ada di rooftop untuk bersantai.


***


Mereka bersantai di rooftop hingga waktunya istirahat, mereka berjalan ke lantai bawah untuk pergi ke kantin membeli makanan, karena Natha hanya memakan roti tadi pagi, jadi ia membeli mie instan. Setelah selesai di rebus, ia menghampiri temannya yang berada di trmpat biasa, ujung kanan kantin.


"Ini yang lain gak istirahat gitu?" tanya Natha,

__ADS_1


"Enggak kata Gabriella," jawab Vio,


"Mampus, nahan laper, haha," ucap Gibran,


"Heh kamu, gak boleh gituu," jawab Vio, Natha dan Aksa tertawa bersama,


"Tapi emang bener, apalagi Gabriella, dia kan setiap pagi gak pernah sarapan," ucap Gibran lagi,


"Tapi biasanya kalo rapat gitu, apalagi gak di kasih istirahat, itu di beri nasi kotak sama guru-guru" jawab Natha,


"Tuhkan, baru juga di ceritain," ucap Natha menunjukkan jarinya ke arah depan kantin, di sana terdapat emat temannya yang membawa satu kotak nasi, satu orang satu.


"Hallo epribadeh" sapa Gabriella sembari mendudukkan dirinya di kursi samping Vio,


"Baru juga datang, udah berisik aja lo," ujar Vio


"Eh, mau ini gak?" tanya Laura kepada teman-temannya sembari menunjukkan sayur yang terbungkus di dalam plastik.


"Dih, di makan bego, sehat itu," ucap Gabriella, Laura menggeleng,


"Sehat sih sehat, tapi pait," jawab Laura, Gabriella memutarkan bola matanya malas,


"Sini," ucap Gabriella mengambil sayur itu dari tangan Laura, mereka memakan makanannya masing-masing.


"Habi ini, lo pada masih rapat buat besok kah?" tanya Natha,


"Iya, hari ini juga kita pulang lebih awal dari biasanya." jawab Gabriella,


"Jam berapa?" tanya Vio,


"Sekitar jam sebelas," jawab Laura,


Sekarang sudah jam setengah sepuluh pagi, berarti sebentar lagi mereka akan pulang ke rumahnya masing-masing.


Beberapa menit kemudian, mereka sekarang sudah selesai menghabiskan makanannya, dan mereka juga sekarang berada di rooftop sambil menunggu bel berbunyi. Tak lama kemudian bel sekolah berbunyi, Gabriella, Laura, Cakra dan Rafa kembali ke ruang osis untuk rapat acar besok.


"Ke kelas, ayo," ajak Natha, Aksa dab lainnya mengangguk, mereka berjalan menuruni anak tangga hingga sampai berada di depan pintu kelas Natha, sekarang teman sekelasnya ribut seperti di pasar. Mengapa tadi mereka jadi tidak banyak bunyi? Entahlah, Natha dan Vio tak ambil pusing, mereka berjalan menuju tempat duduknya sendiri. Kali ini, Natha duduk di tempatnya sendiri, Aksa duduk di temapt Vio. Sedangkan Vio duduk di tempat Gibran, dan Gibran duduk di tempatnya Cakra.


Beberapa menit kemudian, ada tiga orang gadis yang masuk ke dalam kelasnya, itu adalah Nita, Eve dan Raya.


"Ada yang lihat Dera?" tanya Nita kepada murid di kelas IPS 2.


"Lah, lo nanya sama kita semua? Bukannya lo temennya ya?" ucap salah satu murid di kelas itu,


"Stop buat panggil dia teman gue, mulai sekarang, dia bukan teman gue!" bentak Nita,


"Wow, ada temen baru, temen lama di lupain, haha!" jawab Salah satu murid perempuan lagi,


"Diem lo!" tegurnya,


"Dih, siapa lo ngatur-ngatur gue, emak gue lo?" ejeknya agar Nita makin emosi.


"Sialan lo semua!" ucap Nita lalu meninggalkan kelas begitu saja dengan di iringi oleh kedua temannya.


"Itu tuh, ada temen baru, temen lama di lupain, haha!"

__ADS_1


...***...


__ADS_2