My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 40


__ADS_3

"Ta, Itu Lea kan ya?" tanya Gabriella kepada Natha sembari menunjuk Lea yang di pangkuan Keenan,


"Iya, itu Lea," jawab Natha, Gabriella melambai lambaikan tangannya ke arah Lea, dan lambaiannya di balas oleh Lea, sebenarnya Keenan yang menggerakkan tangan kanan Lea agar membalas lambaian Gabriella.


"Pagi semuanya, saya selaku kepala sekolah di sekolah ini, kami membuat acara bazar ini karena banyak hasil kerajinan dari anak anak murid kami, dengan ini saya resmikan bazar hari ini akan dibuka!!" ucap seorang guru cantik yang menjabat sebagai kepala sekolah di sekolahan ini.


"Horeee!!!" sorak anak murid di sekolah itu dengan tepuk tangan yang sangat ramai.


Beberapa menit kemudian.


Sekarang semua orang berjalan melihat lihat apa saja yang di jual oleh murid murid di sekolah ini. Ada yang berjualan makanan dan minuman, dengan sticker slogan buatan dari mereka sendiri, dan masih banyak lagi.


***


Natha menghampiri Lian, Keenan dan Lea yang sudah selesai membeli beli berbagai macam barang.


"Leaa!!" panggil Natha dengan berteriak, dibelakang dirinya ada Gabriella dan Vio yang menyusul Natha,


"Hallo Lea, seru gak di sini?" tanya Gabriella sesampainya ia menghampiri Lea yang sedang di gendongan Lian, sedangkan Natha? Ia malah berdiri di samping Keenan sambil tersenyum senyum. Aneh, pikir Keenan,


"Kenapa lo?" tanya Keenan melihat tingkah Natha yang aneh, Natha menggeleng. Ah!, Keenan baru ingat bahwa adeknya ini pasti sedang bahagia karena Aksa sudah mengungkapkan semuanya, pikir Keenan.


"Seneng lu?" tanya Keenan, Natha yang nyengir nyengir gak jelas langsung menatap wajah Keenan datar,


"Apaan?" tanya Keenan lagi,


"Seneng apanya ya?" bukan menjawab, Natha malah balik bertanya kepada Keenan,


"Halah, seneng kan lo, karena udah jadian sama Aksa?" jawab Keenan,


"Iya, dia seneng banget tau, dari tadi senyum senyum gak jelas kek orang gila," jawab Gabriella yang mendengar ucapan Keenan,


"Heh, enggak ya, apa apaan, bohong lu!" ujar Natha tak terima dengan ucapan Gabriella,


"Halah, orang bener kok," jawab Gabriella,


"Jangan lupa, nanti ajakin dia ke rumah, mama mau liat cowoknya anak Mama," sela Lian, sekarang pipi Natha memerah semerah tomat, ia malu tapi seneng juga.

__ADS_1


"Tante, nanti kan hari minggu libur nih, jadi kami mau ngajak Natha buat ke pantai, boleh gak tan?" tanya Gabriella kepada Lian, Lian mengangguk sebagai jawabannya, Gabriella tersenyum senang sambil kompak dengan Vio.


"Bolehh boleh ajaa, gak ada yang ngelarang kok," jawab Lian.


***


Setelah beberapa jam, akhirnya mereka semua sudah selesai bazar yang di adakan sekolahan. Sekarang Natha dan teman temannya sedang berkumpul, sedangkan orang tua murid sudah pulang ke rumahnya masing masing.


"Eh eh, foto bareng yuk guy's, minta potoin sama Dika, dia kan ikut ekstrakurikuler fotografer." ajak Laura,


"Boleh boleh, sekalian potoin yang dua bucin tuh," jawab Gabriella sambil menunjuk ke arah Natha dan Aksa yang duduk bersampingan.


"Dih, gak gak, apaan banget," ujar Natha mendengar ucapan Gabriella,


"Ya elah, gak apa apa lah, biar buat kenang kenangan, ya gak teman teman?" kali ini yang menjawab bukan Gabriella melainkan Cakra,


"Nah tuh, betul banget," ujar Gabriella,


"Eh, kalian ingat ucapan Gibran gak?" tanya Laura menyela,


"Yang mana?" tanya Rafa,


"Itu loh, yang katanya dia suka cewek, siapa ceweknya? Udah di tembak belum?" tanya Laura lagi. Natha bukannya memperhatikan Gibran atau Laura, ia malah memperhatikan Gabriella yang menatap Gibran, Natha berpikir, apakah Gabriella sudah bisa melupakan Gibran? Ah sepertinya belum.


"Tau nih? Keknya belum sih, nanti ke duluan orang mampus lu," jawab Cakra,


"Gue udah lama mempersiapkan diri buat ngungkapin, tapi gue takut kalo di tolak gimana?" jawab Gibran menjawab pertanyaan Laura tadi.


"Elah, urusan tolak menolak itu belakangan, yang penting ungkapin aja semuanya biar selesai, kalo di terima ya bagus deh, kalo di tolak? Berarti harus belajar mengikhlaskan dan melupakan," jawab Gabriella, Natha yang mendengar jawaban dari Gabriella seketika menaikkan alisnya bingung, apa benar ia sudah melupakan Gibran? Begitu lah dari tadi pemikiran Natha.


"Gab, are u ok?" tanya Cakra,


"Why? I'm fine," jawab Gabriella dengan santai, bahkan ia sedikit tersenyum.


"Udah udah, mau foto gak nih?" sela Aksa yang mengalihkan topik pembicaraan,


"Lah iya, bentar ya, gue nyari Dika dulu," jawab Laura lalu pergi meninggalkan teman temannya untuk mencari Dika.

__ADS_1


"Siapa sih ceweknya? Penasaran gue," ujar Rafa yang memulai topik pembicaraan yang itu lagi.


"Ada lah, nanti lo semua juga bakal tau," jawab Gibran, Rafa yang di jawab begitu hanya memutarkan bola mata malas.


"Pulang sekolah gak ada mau kemana, gitu? Mumpung pulang agak awal dari biasanta" tanya Cakra,


"Gue ngikut aja sih, kalo Natha ikut, gue juga ikut," jawab Gabriella,


"Enggak deh, nanti aja gak sih? Hari minggu nanti juga bakal ke pantai kan?" tanya Vio,


"Oh iya, kita hari minggu ke pantai ya? Kalian semua bisa aja kan ya?" tanya Gabriella juga,


"Hm.., kayaknya gue sih bisa bisa aja," jawab Cakra dan dibalas anggukan oleh Rafa,


"Iya, gue juga," jawab Rafa,


"Ya udah, gue ikut aja sih," jawab Gibran juga,


Tak berselang lama, Laura datang dengan Dika yang sedang membawa Camera miliknya sendiri.


"Guys, ayo susun," ujar Laura. Mereka semua bersusun, dan Laura yang mengatur gayanya. Natha dan Aksa yang di tengah, dan di samping Natha ada Gabriella, Vio dan juga Laura, sedangkan di samping Aksa ada Cakra, Gibran, dan juga Rafa. Mereka berfoto sendiri sendiri, ada yang berdua dan banyak lagi, apalagi Natha dan Aksa yang di suruh teman temannya untuk berfoto berdua.


Setelah selesai berfoto foto, mereka melihat hasil fotonya yang sangat bagus, empat gadis cantik dan empat pria ganteng.


"Gue mau ke toilet bentar, ya?" tanya Gabriella,


"Gue ikut," jawab Natha. Mereka berdua berjalan ke arah toilet sekolah, di perjalanan Natha ingin bertanya, tapi entah kenapa sepertinya ia tak berani mengucapkan?


Natha memberanikan diri untuk bertanya kepada Gabriella,


"Gab, lo udah bisa lupain dia ya?" tanya Natha sedikit gugup,


"Aman, udah kok, gue juga udah buang jauh jauh perasaan gue ke dia, gue cuman nunggu seseorang yang suka sama gue, siapa dia? Apakah dia bakal lebih bisa bikin gue jatuh cinta sama dia dari pada Gibran?" jawab Gabriella, Natha mengangguk paham,


"Bagus deh kalo gitu, semoga dia bisa lebih baik untuk lo,"


...*****...

__ADS_1


__ADS_2