My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 110


__ADS_3

"Urusannya sama gue paan?" tanya Natha,


"Ya gak ada sih, cuman ngasih tau doang, haha!" jawab Vio lalu berjalan ke arah Gibran yang sedang melihat lihat kaca mata hitam.


Natha melirik ke arah Debby dan Aksa, benar saja, mereka berdua hanya diam-diaman, seperti tidak berpacaran. Natha dan Keenan kembali menaruh kaca matanya ke tempat asalnya. Natha berjalan sambil melihat-lihat yang ada di dalam mall tersebut, tanpa ia sadari, Aksa sedang memperhatikan dirinya dan Keenan.


"Bang, photobooth ayo!" ajak Natha, Keenan hanya mengangguk saja apa yang di ajak oleh Natha. Kedua adek kakak itu masuk ke dalam studionya, di sana banyak terdapat perhiasan, kostum dan berbagai lainnya. Bayar masuk lima puluh lima ribu per orang, tiga puluh menit, jadi mereka berdua setarus sepuluh ribu.


Setelah selesai mereka keluar, mereka mendapatkan foto sebanyak 95, Natha dan Keenan naik ke lantai atas lagi karena teman temannya berada di lantai atas. Sesampainya mereka di lantai atas mereka berjalan ke arah play zone karena teman-temannya di sana.


"Mana Gabriella?" tanya Natha kepada Cakra yang sedang berjalan sendirian.


"Lagi di toilet, sama Vio." jawab Cakra, Natha hanya mengangguk, Natha melihat Aksa dan Debby di dekat permainan basket, tapi, Aksa malah melihat ke arah Natha dan tersenyum. Natha membalas senyuman dari Aksa, tak mungkin ia tak membalas senyuman dari Aksa, nanti di kira sombong.


Natha mengalihkan pandangannya ke Keenan, ia tak ingin terus-terusan menatap Aksa, yang ada nanti ceweknya ngamuk.


"Mau main apa?" tanya Keenan,


"Gak tau, bingung, hehe!" jawab Natha tertawa kecil,


"Tanding main basket itu, ayo? Nanti kalo menang, gue akan nurutin semua permintaan lo." tantang Keenan,


"Nantang nih?" tanya Natha, Keenan mengangguk sembari tertawa kecil. Mereka berjalan ke arah permainan basket yang di sana ada Aksa dan Debby. Entah kenapa, setelah Natha dan Keenan mendekat, Debby malah menarik lengan Aksa agar menjauh. Natha tak memperdulikannya, ia menggesek kartu Timezonenya ke permainan basket itu. Natha dan Keenan tanding, siapa yang paling banyak mendapatkan score itu menang, dan yang paling dikit score, ia akan menuruti apa permintaan dari sang pemenang.


Di stage ke satu, Keenan mendapatkan score 145 dan Natha mendapatkan score 120


Di stage ke dua, Keenan 215 dan Natha 205


Di stage terakhir, Natha mendapatkan score 345 dan Keenan mendapatkan 415. Jadi pemenangnya ialah Keenan, Keenan tertawa, sedangkan Natha tak terima.

__ADS_1


"Nah, gue yang menang, jadi lo harus nurutin semua permintaan gue, haha!" ejek Keenan, Natha menatap Keenan dengan sinis,


"Jangan aneh-aneh permintaan lo!" jawab Natha, Keenan tertawa lalu merangkul pundak Natha dan membawanya berjalan ke arah permainan capit boneka.


"Apa lagi? Nantangin lagi? Ya pasti kalah lah kalau yang ini." ucap Natha menyerah lebih awal sebelum memulai,


"Enggak, gue cuman mau nyapit ini, siapa tau dapet." jawab Keenan, ia menggesekkan kartunya ke mesin capit itu, memulai permainannya, ia mengarahkan jangkarnya ke boneka yang ingin ia ambil. Setelah merasa pas dengan bonekanya, ia menekan tombol merah.


"Yahh!" sedikit lagi ia mendapatkan bonekanya, Keenan masih penasaran ingin mengambil bonekanya, ia menggesekkan lagi kartunya.


"Yes!" bangga Keenan karena ia bisa mendapatkan boneka itu, boneka minion sedang tak kecil dan tak juga besar. Ia mengambilnya lalu menyerahkannya ke Natha,


"Nah," ucap Keenan menyerahkan boneka itu ke Natha, Natha yang awalnya badmood karena ia kalah dari Keenan di saat main basket tadi. Seketika ekspresi wajah Natha berubah di saat Keenan memberikan boneka yang ia dapatkan tadi.


"Buat gue?" tanya Natha tersenyum, Keenan mengangguk sembari mengusap surai lembut Natha, Natha tersenyum bahagia, ia memeluk tubuh Keenan dari samping, tak lama setelah itu ia langsung melepaskan pelukannya. Kenapa? Karena banyak orang di sana yang melihat ke arah Natha dan Keenan, termasuk teman-temannya.


"Gak juga, gue emang gak mau pacaran doang kali, jangan dengerin dia, stress dia, nanti lo malah ikutan stress kayak dia." ucap Keenan kepada Natha, ia merangkul pundak Natha lalu membawanya agar menjauh dari teman-temannya itu.


***


Kini mereka telah di lantai tiga, di tempat makan, mereka memesan makanan karena merasa lapar. Setelah pesanan mereka sampai, mereka memakan makannya itu sampai habis lalu mereka akan pulang ke rumah masing-masing.


Kini jam sudah menunjukkan jam lima sore, Natha dan teman-temannya sudah berada di lantai paling bawah, memasuki mobil mereka dan menuju ke penjaga parkir di sana. Mereka membayarnya lalu Keenan langsung saja melajukan mobilnya untuk keluar dari arena parkiran itu.


"Ini kita langsung pulang aja, kan?" tanya Keenan,


"Iya, gue udah cape banget, mau tidur aja setelah ini." jawab Gabriella.


Kini mereka telah di rumah masing-masing, Natha dan Keenan juga sudah berada di rumahnya, karena Natha juga kecapekan, hampir satu hari penuh ia tak beristirahat.

__ADS_1


Ia hanya mengganti pakaiannya tanpa membersihkan badannya terlebih dahulu, ia menggunakan baju set berwarna hitam lengan pendek celana panjang. Ia merebahkan badannya di kasur, tak lama kemudian, Natha terlelap.


//malam hari//


Jam sudah menunjukkan jam sepuluh malam, Natha terbangun dari tidurnya, ia mendudukkan dirinya, jendela kamarnya sudah tertutup, lampu kamarnya juga sudah menyala, mungkin Mama Lian atau Keenan yang melakukannya.


Natha bangkit dari duduknya, ia berjalan keluar dari kamar, menuruni anak tangga, di sofa ruang tamu, seperti biasa, di sana ada Keenan dan juga Mama Lian yang sedang asik menonton tv.


"Loh sayang? Kenapa?" tanya Mama Lian di saat melihat Natha yang berjalan menghampiri dirinya di ruang tamu, mendudukkan dirinta di samping mama Lian yang duduk di sofa panjang.


"Gak apa, kebangun doang, tadi." jawab Natha, ia merebahkan kepalanya di paha mama Lian, Mama Lian tersenyum lalu mengelus rambut Natha dengan lembut.


"Ma, Natha besok mau izin gak masuk sekolah dulu, yaa?" ucap Natha cemberut ke arah mama Lian, Mama Lian mana tahan jika melihat wajah anaknya yang cemberut seperti itu.


"Iya sayang, nanti mama yang bilangin ke guru kamu, yaa," jawab Mama Lian,


"Hilih, Keenan juga doang, haha!" ucap Keenan,


"Jangan ma, jangan mau, dia bawel." jawab Natha,


"Dih," Keenan menatap Natha dengan tatapan sinis yang di tatap juga ikut menatap Keenan dengan sinis,


"Abang enggak yaa? Masa mau izin gak masuk juga?" ucap Mama Lian,


"Iya maa, Keenan bercanda doang tadi," jawab Keenan,


"Dek, kamu kembali masuk ke kamar gih, tidur."


...***...

__ADS_1


__ADS_2