
"Gak apa apa, ayo naik!" Jawab Aksa.
Natha menaiki motor Aksa yang berwarna hitam. Sebelum naik, Aksa menurunkan footstep pake tangannya.
"Buset, gue bisa sendiri kok. Nanti tangan lo kotor lagi," ujar Natha ketika melihat Aksa menurunkan footstep itu untuknya.
"Gak apa-apa. Sekali-sekali," Jawab Aksa.
"Mau ke mana emang?" Tanya Natha kepada Aksa.
"Ini nih kebiasaan buruk lo, gue belum selesai bicara lo, udah matiin teleponnya," Jawab Aksa sembari melajukan motornya tersebut memecah jalan.
"Ya, maaf. Orang lo aja nelpon gue pas gue lagi ngantuk-ngantuknya, gimana gue mau konsen coba," celetuk Natha dengan bibir mengerucut.
"Gue mau ke mall, lo mau ikut gak?" tanya Aksa.
"Ya udah, ayo!" Jawab Natha.
Aksa melajukan motonya dengan kecepatan 60km per jam. Ia melajukan motornya tersebut ke arah mall yang berada di tengah kota. Setelah sampai, ia segera memarkirkan motornya lalu turun menghampiri Natha yang sudah turun lebih dulu dari dirinya.
"Ayo!" Ujar Aksa.
Mereka berjalan memasuki pusat perbelanjaan terbesar itu dan menelusuri setiap sudutnya. Hingga akhirnya Aksa dan Natha menghentikan langkah mereka tepat di depan sebuah toko pakaian. Di mana keduanya bisa menemukan pakaian yang bagus untuk mereka.
"Ini bagus, gak?" Tanya Aksa kepada Natha, ia mengangkat baju kemeja yang berwarna abu abu ke hadapan gadis itu.
"Bagus, kok!" Jawab Natha sambil menganggukkan kepalanya.
Aksa kembali memperhatikan kemeja itu dengan seksama. "Gak jadi deh," Jawab Aksa lagi.
"Lah? Gimana dah!" Kata Natha bingung sambil geleng-geleng kepala.
"Hehe, gak papa," jawab Aksa sambil terkekeh kecil.
"Lo mau ke lantai atas aja gak?" Tanya Aksa lagi, setelah meletakkan kembali kemeja yang ada di tangannya barusan.
"Boleh, deh!" Jawab Natha seraya menganggukkan kepalanya. Waktu di perjalanan menuju ke lantai atas, Aksa bertemu dengan temannya, Radja. Radja adalah teman dekat Aksa dan sudah berteman lama. Sahabatnya itu jalan bersama seorang perempuan.
"Loh, Radja?!" pekik Aksa sambil tersenyum.
"Eh, Aksa," Radja pun membalas senyuman Aksa.
Kini tatapan Aksa beralih pada perempuan yang berdiri di samping Radja. Aksa mengenali perempuan itu dan dia adalah Erika. Erika adalah mantan kekasihnya satu tahun yang lalu.
"Loh, bukannya ini Erika? Ngapain dia jalan sama Radja? Apa mungkin sekarang dia jadian sama Radja?" batin Aksa, sedangkan Natha hanya diam sambil tersenyum menatap kedua orang tersebut.
__ADS_1
"Ehm, ini Radja dan Erika. Mereka temen gue," Ujar Aksa, memperkenalkan kedua orang temannya itu kepada Natha.
"Hai, gue Erika," sapa Erika sembari mengulurkan tangannya ke hadapan Natha sambil tersenyum semringah.
"Gue Natha," Jawab Natha sembari menyambut uluran tangan Erika dan mereka pun bersalaman.
"Pacar lo, ya?" tanya Erika kepada Natha.
"Hah? Siapa?" Natha kebingungan, tidak mengerti apa maksud dari kata-kata Erika barusan.
"Ini, si Aksa, pacar lo ya?" Tanyanya lagi.
"Oh, bukan. Kami temenan doang, kok!" Jawab Natha.
"Oh, kirain." Ujar Erika juga sembari tersenyum ke arah Natha.
"Mau jalan bareng gak? Biar rame-rame," Ajak Radja kepada Natha dan Aksa. Aksa menatap Natha, seolah bertanya apakah ia setuju jika mereka ikut bergabung. Ternyata Natha pun menyetujuinya.
"Aku sih oke, aja!" jawab Natha.
Di perjalanan menuju lantai atas, tampak Aksa tengah berjalan bersama Erika. Sementara Natha berjalan bersama Radja di belakang Aksa dan Erika.
"Cantik," Ujar Radja yang berada di samping Natha secara tiba-tiba.
"Hah, oh. Makasih," Jawab Natha dengan pipi yang sedikit memerah karena malu.
"Oh, iya. Boleh, lagian gak ada yang ngelarang juga," Jawab Natha.
"Saran gue, lo gak boleh naruh harapan kepada Aksa," Ucap Radja tiba-tiba.
"Gak lah. Gue emang gak ada perasaan apa pun sama dia. Lagian kata sepupunya, dia itu gamon sama mantannya," Jawab Natha sambil terkekeh.
"Siapa? Viora?" Tanya Radja. Natha hanya mengangguk perlahan sebagai jawabannya.
"Lo mau tau siapa aja mantannya Aksa?" ucap Radja.
"Gak tau," Jawab Natha sambil menggeleng. .
"Tuh, yang di depan lo mantannya Aksa." Ujar Radja, sengaja berbicara dengan sedikit lebih keras agar Aksa dan Erika mendengarnya. Ternyata benar saja, Aksa dan Erika mendengar perkataan Radja. Mereka berdua memalingkan kepalanya lalu menghadap Natha dan Radja yang berjalan di belakangnya.
"Apa'an sih?" celetuk Erika dengan wajah yang sedikit masam.
"Bukan apa-apa," Jawab Radja sambil tertawa pelan.
"Gue gak budeg ya, su" Ujar Erika lagi.
__ADS_1
"Udah, heh!" Aksa menyela, tidak ingin ada perdebatan di antara mereka.
"Ikut gue," Ujar Radja sembari menarik tangan kanan Natha, tapi tiba-tiba tangan Radja ditahan oleh Aksa.
"Gak bisa! Dia datang sama gue, pulang juga harus sama gue," ucap Aksa dengan serius menatap Radja.
"Dari dulu sifat lo gak berubah rubah, ya? Jangan bikin anak orang suka sama lo, terus lo tinggalin gitu aja. Sama seperti cewek yang dulu pernah lo kasih harapan, lalu menghilang tanpa kabar," Ucap Radja dengan wajah smirk-nya.
"Itu, bukan urusan lo. Yang dulu, biarlah berlalu, jadi jangan pernah ungkit masa-masa itu lagi." Jawab Aksa.
"Udah, jangan berantem disini. Biarin gue jalan sama radja dulu. Gue juga gak mau ganggu lo sama Erika." Natha menyela lalu menarik tangan Radja.
Melihat hal itu, Erika pun tersenyum senang. Sedangkan Aksa, dengan sekuat tenaga menahan emosinya ketika menyaksikan Radja pergi bersama Natha.
"Ayo, mending kita lanjut jalan aja," Ujar Erika sembari menggandeng tangan Aksa yang berada di samping tubuhnya. Aksa yang sedang menahan emosi, menghempaskan tangan Erika dengan cukup kasar.
"Kalo lo mau jalan, ya jalan aja. Gak usah pake acara gandengan segala, 'kan?" celetuk Aksa sembari menatap datar ke wajah Erika untuk beberapa saat, lalu berjalan terlebih dahulu dari gadis itu. Mereka berdua berjalan ke arah, di mana Natha dan Radja juga melewati tempat itu.
Kembali kepada Natha dan Radja.
"Gua mohon sama lo, jangan pernah suka sama dia, gue tau sifat dia dari dulu. Sifat nya tidak bisa dipercaya." Ujar Radja, memberitahu bagaimana Aksa yang sebenarnya kepada Natha.
"Cailah, gue udah gamau pacaran lagi juga, gue males kalo ujung ujung nya juga bakal berpisah, cukup dua tahun yang lalu terakhir deh. Gue juga udah janji sama kakak gue kalo gue tidak bakal pacaran kalo dia hanya sekedar penasaran, dan lagian gue kalo ada cowo mau ngedeketin gue selalu gue gantung HAHA," Jelas Natha kepada Radja lalu tertawa dengan cukup keras.
"Ngeri juga lo, tapi bagus lah." Ucap Radja yang mendengar penjelasan dari Natha.
"Oh, iya. Gue pikir lo pacarnya Erika, eh taunya dia mantan si Aksa," celetuk Natha sambil terkekeh pelan.
"Bukan, gue sepupunya. Dia minta temenin ke mtall. Tapi tau-taunya malah ketemu sama aksa." Jawab Radja, Natha menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Ada snapshot tuh, mau foto bareng gak?" Ajak Radja.
"Boleh boleh!" Jawab Natha.
Mereka pun segera berjalan ke arah, di mana snapshot itu berada. Radja memilih 20 menit dengan harga 85 ribu, lalu mereka memasuki tempat itu dan berfoto berdua selama dua puluh menit.
Kembali di Aksa dan Erika.
Ternyata mereka berdua juga berada di tempat itu. Tetapi mereka tidak menemukan Radja dan Natha. Mereka hanya berjalan-jalan tanpa melakukan apa pun. Sementara Erika terus saja mencoba mengajak Aksa bermain, tapi selalu ditolak oleh Aksa.
Entah mengapa mood Aksa hancur setelah Natha memutuskan untuk berjalan berdua dengan Radja. Aneh, padahal ia tidak memiliki rasa kepada Natha. Namun, mengapa ia melah kesal melihat Natha berjalan dengan orang lain selain dirinya?
"Aksa ih, ini kita mau ngapain? Masa jalan-jalan gini doang? Aku mau main bumper cars, ayo kita main berdua, Aksa!" Ajak Erika kepada Aksa
Aksa menatap wajah Erika dengan wajah kesal. Erika sedikit gugup karena tatapan Aksa yang seperti itu. Ia ingin bicara lagi, tetapi takut. Takut Aksa benar-benar marah kepadanya.
__ADS_1
...*****...