My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 155


__ADS_3

Kini mereka tengah istirahat, hari ini hari terakhir mereka untuk bisa bersenang-senang. Hari senin nanti mereka sudah memulai ujian, mereka akan sibuk dengan diri masing-masing untuk belajar memahami semua pembelajaran yang ernah di ajarkan.


"Gue belum siap, pliss. Aduh, besok minggu, kita masih bisa heppy bentar, tapi setelah itu menderita karena ujian, huaa!" keluh Gabriella, Teman-temannya juga seperti terlihat tidak semangat, tak semua, Laura dan Natha tidak.


"Udah bisa pasrah nanti sama nilai gue, tapi semoga aja memuaskan hasilnya ya Tuhan..." ucap Gabriella lagi.


"Makanya belajar. Kalau lo cuman doa doang, tapi gak usaha, sama aja boong. Biar pun lo doa sepanjang rambut Rapunzel, kalau lo gak usaha mana bisa." ucap Vio kepada Gabriella. Natha dan yang lain tertawa karena Vio menyebut 'sepanjang rambut Rapunzel.'


"Bego emang temen lo satu ini, Ta." ucap Laura,


"Ye... Temen lo juga kali, haha!" jawab Natha dengan di iringi tawanya.


Setelah hampir lima belas menit mereka di kantin, mereka memutuskan untuk kembali ke dalam kelas. Di kantin sangat panas, jadi mereka ingin ke kelas, menghantai angin melalui AC kelas.


"Ta, nanti kata ibu Fatma ambil hadiahnya di ruang guru, kalau udah bel." ucap Jema, Natha mengangguk paham. Mereka memenangkan tugas prakarya kemarin, membuat kue, jadi kelompok mereka dan kelompok Jidan juga menang, kelompok membuat puding buah. Kelompok Natha mendapat dukungan 23 suara, dan kelompok Jidan mendapatkan 20 suara.


"Iya, perwakilan kelompok ya? Kenapa gak lo aja? Atau Nana? Soalnya lo yang ketua kelompok bukan?" tanya Natha, Jema mengangguk.


"Gue ada kumpul sama OSIS nanti, Nana juga. Jadi nanti lo berdua sama Cakra yang ambil." jawab Jema, Natha mengangguk meng iyakan ucapan Jema. Ia mendudukkan dirinya di tempatnya sendiri.


"Ngomongin apa lo sama Jema?" tanya Gabriella yang duduk di kursi Dera dengan Cakra yang duduk di samping Gabriella.


"Itu, tadi Jema nyuruh gue buat ambil hadiah dari bu Fatma, nanti gue ngambil sama lo, Cak." jawab Natha kepada Gabriella sekaligus Cakra.


"Widih, menang ya, kelompok lo pada?" tanya Gabriella, Natha mengangguk. "Kelompok gue kaga anjir, gara-gara kurang manis, Haha!" ucap Gabriella.


"Kelompok gue menang, sama kayak lo, bikin brownies kukus." ucap Laura. "Berapa suara?" tanya Natha.


"Kelompok gue dapet 24 suara, kalau kelompok Aksa dapat 25 suara, cuman beda tipis padahal." jawab Laura.


"Kelompok lo bikin apa?" tanya Natha ke Aksa yang duduk di tempat Cakra, samping Natha.


"Bikin klepon coklat, padahal aku ngerasa kayak kurang manis gitu, tapi mereka suka." jawab Aksa.

__ADS_1


"Mana ada kurang manis, itu manis banget Aksa, mau bikin anak orang diabetes karena makan klepon kelompok lo, hah?" ucap Gabriella protes.


"Yaa... Berarti gue yang salah, tapi bener dah, kurang manis itu." jawab Aksa, Gabriella rasa ingin menonjok orang yang ada di samping Natha itu. Tak berselang lama, akhirnya bel berbunyi, mereka kembali ke kelas masing-masing.


Natha dan Cakra berjalan ke ruang guru buat menemui bu Fatma, berbarengan dengan Jidan dan Felix.


Tok! Tok!!


Natha mengetuk pintu ruang guru sebelum membuka, ia membuka perlahan pintu itu.


"Bu elyn, bu Fatma ada?" tanya Natha di balik pintu, "Itu samperin aja di meja ibu Fatma, ibu Fatmanya duduk di bawah sama Ibu Mita itu." jawab Bu Elyn. Natha mengangguk, ia berjalan masuk di iringi oleh tiga temannya, Cakra, Jidan, Felix


"Oh iya, nih ya, bentar ibu ambilin. Ini hadiah kelompok Natha, dan ini hadiah kelompoknya Jidan. Di bagi ya, hadiahnya..." ucap Ibu Fatma melihat mereka berempat dan menyerahkan dia bungkus kado.


"Makasih, bu.... Kami kembali ke kelas dulu." ucap Natha, Ibu Fatma mengangguk lalu mereka kembali ke dalam kelas.


Natha tak ingin membuka hadiahnya dulu, ia menunggu Jema dan Nana kembali saja, baru mereka membukanya sama-sama.


Sedangkan Jidan sudah membuka hadiahnya, mereka mendapatkan dua kotak biskuit roma Arden, mereka tertawa. Membagi rata roma Arden tersebut lalu memakannya.


"Semoga bukan roma Arden lagi ya, Haha!!" ucap Cakra, Jidan dan Felix ikut tertawa.


"Mau, Ta?" tawa Jaden menyerahkan satu bungkus roma Arden, Natha menggeleng.


"Gak, makasih. Makan aja," jawab Natha, Jidan membuka bungkusnya dan mengambil satu biskuit, sisa dua dan ia berikan ke Cakra dan Natha untuk memakannya. Bukan Jidan kalau tidak memaksa, haha!


"Ye... Maksa. Ya udah, makasih ya.." ucap Natha, Jidan mengangguk. Tak lama kemudian, Jema dan Nana datang, mereka menanyakan hadianya ke Natha, Natha tak tau dan ia menyuruh untuk Jema dan Nana membuka hadiahnya.


Mereka membuka bersama hadiah tadi, yang isinya adalah tiga kotak wafer Dilan, mereka tertawa dan membagi wafer nya. Di kelompok Natha ada enam orang, jadi mereka masing-masing mendapatkan 6 wafer.


Natha kembali memberi dua wafer kepada Jidan dengan Felix mereka menerimanya, awalny sempat menolak, tapi Natha juga membalas Jidan, ia memaksa. Wafer Natha tinggal empat, karena guru pengajar belum datang, Natha memakan wafer itu satu.


***

__ADS_1


//jam pulang//


Kini jam menunjukkan jam 01.34 PM. Natha dan teman-temannya berkumpul di parkiran sekolah, Natha ingin pulang ikut dengan Laura, tapi Aksa memaksanya untuk ikut dirinya.


Mau tidak mau, Natha ikut dengan Aksa, dan Laura dengan Rafa. Mereka ingin pergi ke rumah Aksa dulu mampir, menunggu agak sorean, baru mereka akan ke taman yang ada wahananya. Mereka sudah membawa baju ganti masing-masing, jadi mereka tak perlu pulang ke rumah untuk mengganti baju.


Mereka sudah berganti baju, mereka berkumpul di ruang tamu, sofa panjang ada dua, jadi mereka duduk berseberangan.


Laura - Natha - Aksa - Rafa


Gibran - Vio - Gabriella - Cakra


"Kalian belum makan siang, kan? Makan dulu gih, bunda udah nyiapin makanan buat kalian." ucap Bunda Gita menyuguhkan mereka makanan. Mereka makan bersama, Natha hanya makan sedikit karena ia merasa kenyang.


"Kenapa makannya dikit aja?" tanya Aksa, Natha menjawab dengan jujur. "Aku kenyang, Sa." Aksa mengangguk paham.


Setelah selesai mereka makan, mereka kembali ke ruang tamu, mereka kali ini sibuk memainkan HP.


Natha sedang chattingan bersama Keenan.


[Ta, lo udah pulang belum sekolah?] - Keenan


[Udah. Tapi gue enggak pulang ke rumah. Ini gue lagi di rumah Aksa sama yang lain, mungkin gue nanti pulang malam atau enggak sore.] - Natha


[Udah ganti baju?] - Keenan


[Hooh, udah] - Natha


[Makan udah belum? Kalau belum biar gue pesenin.] - Keenan


[Udah, tadi di beri makan sama Bunda. Udah ah, banyak tanya lo, bawel amat.] - Natha


[Tai ah. Udah dulu] - Keenan.

__ADS_1


...***...


__ADS_2