My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 149


__ADS_3

Kini, Natha sudah berada di dalam kelas, pagi hari ini ia masuk lebih awal dari biasanya, biasanya ia tiba di kelas, bel sudah berbunyi, sekarang, Cakra saja bjm berangkat sekolah.


"Tumben pagian? Biasanya udah bel baru nyampe kelas, haha!" ucap Nana, Natha tertawa.


"Gak tau juga, tadi bangun pagi banget, terus makan juga kepagian, makanya, datang juga kepagian, tapi ini emang di sengaja sih, emang mau datang pagi aja, mood lagi baik ini, haha!" jawab Natha,


"Oalah, oke, gue tinggal dulu ya? Mau ke kelas sebelah." ucap Nana, Natha mengangguk. Nana keluar kelas, Vio, Gabriella, Laura, Cakra, Aksa dan Rafa masuk ke dalam kelas. Betapa terkejutnya mereka melihat Natha yang sudah berada di dalam kelas.


"Wow!! Momen langka, Natha datang pagian, haha!" ucap Gabriella heboh, Natha menatap Gabriella sinis.


"Tumben, biasanya udah bel baru nyampe, kenapa nich?" ucap Laura yang mendudukkan dirinya di kursi Saddam.


"Ya elah, kayak baru pertama kali lihat gue datang pagi aja. Heboh bener lo pada, emang salah ya, gue datang pagian?" jawab Natha,


"Ya enggak salah sih, tapi gimana ya, yaa, aneh aja gitu, heran." ucap Gabriella,


"Lain kali keknya gue harus datang di saat bel bunyi aja udah, bikin berisik kelas aja lo pada, haha!" jawab Natha tertawa, mereka tertawa bersama.


"Pr udah belum?" tanya Cakra,


"Yang mana?" Natha kembali bertanya kepada Cakra. "Itu, kemarin lo gak masuk, PR mtk, udah?" tanya Cakra lagi,


"Lo kebiasaan, kasih tau kek. Gue aja gak masuk, tapi, gue sudah. Untung ada Nana yang ngasih tau tugasnya, lah elu? Minta jawabannya doang, heleh." jawab Natha dengan tatapan sinis.


"Elah, lupa gue, hehe, nyontek dong" ucap Cakra, Natha mengeluarkan buku tugas mtk miliknya dari dalam tas, ia menyerahkan nya ke Cakra.


"Kebiasaan, pasti enggak ngerjain." ucap Gabriella, "Halah, lo juga biasanya gitu ke gue. Sama aja lo dua bocah." jawab Laura yang berada di samping Natha duduk di satu kursi berdua dengan Natha.


"Bego emang, biasanya ngechat gue paling buat nanyain tugas, terus katanya, mu jawabannya. Sok sokan nanyain soalnya, padahal mah, mau minta jawaban." sambung Laura, Natha terkekeh.


Kring!! Kring!! Kring!!


Bel berbunyi, mereka kembali ke kelas masing-masing, Cakra dengan tergesa-gesa menulis jawaban MTK, karena MTK di pelajaran pertama.


"Nah, makasih." ucap Cakra, pak gurunya masuk, Cakra selesai. Untung sempat, jika tidak sempat mungkin ia akan di dirikan di depan kelas sampai pelajaran pak Idris selesai.


"Pagi, anak-anak." ucap Bapak Idris setelah masuk ke dalam kelas mereka, "Pagi, pak!!" jawab Anak murid di dalam kelas serempak.


"Kumpulkan tugas yang bapak berikan kemarin, jika belum, silahkan kedepan dan bawa alat tulisnya." ucap Pak Idris, mereka mengumpulkan semua tugas-tugas nya, Natha menitip ke Cakra, karena ia males untuk berjalan ke depan.


"Sudah semua?" tanya Bapak Idris, mereka mengangguk. Bapak Idris menghitung berapa banyak buku yang terkumpul, jika kurang dari orang yang ada di dalam kelas, pak Idris akan menarik orang yang tak mengerjakan pekerjaan rumahnya untuk ke depan kelas.


"Oke, pas semua. Bagus." ucap Pak Idris, murid murid di dalam kelas IPS 2 hanya diam, memainkan HP, menundukkan kepalanya di meja, dan yang lainnya. Mereka menunggu bapak Idris memeriksa tugas mereka.

__ADS_1


"Nah, bagikan bukunya ke orangnya masing-masing. Silahkan kalian dengarkan penjelasan dari bapak, nanti kalian akan menjawab soal lagi." ucap Pak Idris. Mereka mengambil buku tulis mereka Masing-masing.


Mendengarkan bapak Idris menjelaskan rumus rumus matematika sampai setengah jam lamanya.


"Ada yang di tanyakan?" tanya pak Idris, mereka hanya diam, yang tandanya mereka paham. Sebenarnya tidak semua murid paham, tapi mereka hanya mengangguk karena matematika masih terasa lama, mereka sudah lapar.


"Ngerti kaga lo?" tanya Natha ke Cakra, Cakra hanya tertawa cengengesan dan menggeleng.


"Heleh," Natha memutarkan bola matabya malas.


"Ya sudah, kerjakan tugas, sekertaris siapa?" tanya Pak Idris.


"Saya, pak." jawab Nana mengangkat tangan kanannya.


"Tuliskan soalnya di papan tulis. Hari ini, harus selesai. Jika tidak selesai, tidak boleh istirahat." ucap Pak Idris, mereka mengangguk. Mereka menulis tugasnya di buku tulis masing-masing.


Natha sangat serius untuk menjawab, Cakra dan Vio juga membantu menghitung karena soalnya ada lima. Setelah bel berbunyi, untung saja mereka selesai, dengan cepat Cakra mengumpulkan buku tulis Natha, Vio dan juga miliknya kedepan.


"Silahkan istirahat yang sudah, jika belum selesai, tidak boleh istirahat." ucap Pak Idris. Natha, Vio, dan Cakra pergi keluar kelas untuk menyusul teman lainnya.


"Susah banget anjir, gue gak yakin nomor empat bakal bener." ucap Natha, "Udah ah, males banget mikirin matematika lagi, jam istirahat, masih aja mikirin, capek." jawab Vio.


"Nah, tuh, untung lo masuk hari ini, kalau enggak mungkin gue sama Vio kebanyakan salah." ucap Cakra.


"Yee, lo doang itu mah, gue masih bisa jawab kali. Lo aja PR belum, terus nyontek sama Natha, kalau Natha gak masuk, lo udah di depan." jawab Vio menatap sinis Cakra. Mereka berjalan ke kantin bertiga menyusul teman yang lainnya. Mereka sudah menunggu di kantin, mereka bertiga juga tak perlu memesan lagi, karena teman-temannya yang sudah di kantin memesankan.


***


//pulang sekolah//


Semua anak murid di SMA Negeri 1 pulang ke rumah masing-masing. Natha dan teman-temannya berada di depan kelas 11 MIPA 2 untuk menunggu parkiran sepi.


Setelah beberapa menit, akhirnya parkiran sepi, mereka semua turun, berjalan menuju ke parkiran. Natha pulang sendiri, Natha menaiki motornya dan menyalakan mesin motornya.


"Gue duluan yaa, nanti kalau mau ke rumah gue, chat aja, nanti gue tunggu depan rumah." ucap Natha, teman-temannya mengangguk meng iyakan ucapan Natha.


Setibanya Natha di rumah, Natha memarkirkan motornya di depan teras rumah, ia masuk ke dalam rumah. Di dapur ada bibi yang sedang mencuci buah buahan dan sayuran. Natha langsung erjalan ke arah dapur untuk meminta buah kepada bibi Mela.


"Bi, mau minta buah apel, boleh?" tanya Natha, Bibi Mela mengangguk.


"Ambil aja, lagian itu buah buahan milik kalian ibu tadi ngirimin." jawab Bibi Mela, Natha mengambil satu buah apel yang sudah di cuci dan langsung memakannya.


"Bi, Natha tinggal ke kamar yaa, mau ganti baju." ucap Natha, Bibi Mela mengangguk. Natha meninggalkan bibi Mela yang masih setia mencuci buah buahan.

__ADS_1


Natha masuk ke dalam kamarnya, menaruh tas di atas meja belajar, elepas sepatu dan kaos kaki. Mengganti pakaiannya ke dalam kamar mandi.


Natha keluar dari kamar menggunakan pakaian yang cantik. Ia menggunakan baju kaos crop top berwarna lilac dan celana berwarna hitam, rambut yang bergelombang terurai.


Natha mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu untuk menunggu teman-temannya sampai di rumahnya. Katanya mereka sudah berangkat ke arah rumah Natha, mereka masih menunggu Cakra menjemput Gabriella.


Sekitar lima belas menit berlalu, banyak suara motor dan suara teriakan teman-temannya di luar rumah. "Natha!!" suara perempuan yang berteriak, Natha kenal betul dengan suara itu. Itu adalah suara Gabriella dan Laura.


"Masuk aja!" teriak Natha dari dalam rumah. Mereka tak menunggu lama, mereka langsung saja masuk ke dalam rumah Natha. Mendudukkan diri ke atas sofa yang sudah di duduki oleh Natha. Natha mengambil karpet bulu di dekat dapur untuk mereka duduki, karena sofa tak muat untuk semua temannya.


"Widih pekaaa," ucap Rafa yang langsung merebahkan dirinya, diikuti dengan Aksa dan Cakra. Sedangkan para cewek-cewek berada di atas sofa sambil memikirkan apa yang akan di buat di rumah Natha.


"Oh yaaa! Gimana kalau kita bikin mochi aja? Nanti bahan-bahannya cowok yang beli? Mau gakk?" tawar Gabriella, "Boleh sih, gue mah ayo aja, yang lain?" tanya Natha.


"Okee! Gas. Asal pinjam motor lo aja, Ta, hehe!" jawab Rafa dan Cakra.


"Heleh, iya iya, tuh kuncinya di atas lemari TV. Catat dulu bahan bahannya." ucap Natha. Mereka mulai mencatat bahan bahannya untuk membuat mochi yang seperti di bilang oleh Gabriella.


Setelah selesai mencatat semua bahan bahannya, ketiga cowok itu langsung berangkat mencari bahan-bahannya. Sedangkan para cewek ibuk menyiapkan semua alat alat untuk membuat Mochi nya.


Gabriella dan Vio melihat video cara membuat mochi, Natha dan Laura masih sibuk mencari cari alat-alat.


***


Semua bahan dan alat sudah terkumpul, mereka langsung saja mencampur Bahan-bahannya. Mereka sangat bersemangat membuat mochi, dapur sudah tidak rapi, sangat banyak bekas tepung di atas meja, bahkan smpai ke pipi mereka semua karena kejahilan.


Sekarang mereka membentuk adonan mochi nya bulat bulat sedang, di taburi sedikit tepung, Natha dan Laura asik melelehkan coklat batangan untuk celupan mochi nya.


Dan pada akhirnya, mochi telah jadi dan siap dimakan. Mereka membawanya ke ruang tamu, Natha, Gabriella, Laura, dan Vio membersihkan meja meja yang terkena tepung.


Setelah selesai mereka langsung ikut duduk ke ruang tamu untuk memakan mochi ya mereka bikin tadi.


Sekitar dua puluh menit mereka memakan mochi dan berbincang-bincang. Sekarang mereka telah asik memainkan HP mereka masing-masing, para cowok rebahan di karpet bulu, dan para cewek duduk di sofa.


"Eh Ta, lo kenal Dhika gak? Adek kelas." tanya Gabriella, Natha mengangguk.


"Kenapa? Kenal kok gue." jawab Natha, Gabriella hanya menggeleng membuat Natha bingung. Dia hanya bertanya sperti itu saja.


"Kapan-kapan kita nginap di rumah gue gimana? Seru nih kayaknya." tawar Natha,


"BOLEH BANGET! GUE SETUJU BANGET." sorak teman-temannya.


"Oke, nanti pikirin waktunya aja, terserah kalian mau kapan, gue mah oke oke aja." ucap Natha lagi.

__ADS_1


"Malam minggu gimana? Soalnya kalau malam lainkan, paginya sekolah, jadi gak bisa." tanya Aksa, mereka semua mengangguk setuju.


...***...


__ADS_2