
Kini, mereka telah sampai di toko buku, mereka mencari buku yng mereka beli masing-masing. Natha dan Keenan berjalan ke Arah kanan, Vio dan Gabriella ke arah Kiri. Mereka berpencar untuk mencari buku, Natha hanya mencari buku Novel yang sangat ia inginkan, tapi ia selalu kehabisan.
"Nah! Ini!" Natha mengambil buku Novel yang lumayan tebal, ia tersenyum, akhirnya ia mendapatkannya setelah sekian lamanya.
"Bang, bayarin, boleh?" tanya Natha, Keenan mengangguk, apa yang tidak untuk membuat adiknya ini senang. Keenan juga sudah mendapatkan buku yang ia inginkan, ia berjalan ke arah penjual buku di toko itu, membawa buku yang ia ambil dan membawa buku yang ada di tangan Natha.
"Pak, ini." ucap Keenan membayar, setelah selesai, mereka hanya menunggu Gabriella dan Vio yang masih asik mencari. Natha dan Keenan sudah bilang ke Gabriella bahwa mereka ke seberang sebentar untuk membeli makanan sambil menunggu mereka. Di seberang toko buku ini ada Indomaret, Natha dan Keenan masuk ke dalam sana.
"Beli ini, hehe!" Natha menunjukkan tangannya ke arah snack taro yang besar, Lagi-lagi Keenan mengangguk. Natha tersenyum bahagia, ia mengambilnya, Keenan mengambil keranjang berwarna kuning, ia memilih milih makanan dan di taruh ke dalam keranjang yang ia ambil tadi.
Banyak yang di beli oleh Keenan, Natha dan Keenan berbeda keranjang, karena yang Keenan beli itu untuk Bita, sedangkan Natha untuk persiapan di rumah, Keenan juga yang menyuruh.
"Udah?" tanya Keenan, Natha mengangguk. Mereka berdua jalan ke Arah kasir, Keenan membayar lebih dulu, setelah itu baru Natha.
"Tu dua bocah kayaknya gak mungkin belum kan ya? Masa kita udah selesai berbelanja gini mereka masih belum juga." ucap Natha, mereka berdua keluar dari Indomaret. Berjalan kearah motor, Natha dan Keenan masing-masing membawa satu tas besar yang berlogo indomaret.
Benar saja, Vio dan Gabriella baru saja keluar, jadi tak perlu lama mereka langsung pulang, tapi tak barengan, karena mereka berpencar.
Natha dan Keenan ke arah rumah Bita, Vio dan Gabriella pulang ke rumah masing-masing.
Sesampainya di rumah Bita, Keenan dan Natha turun dari motor, Keenan mengetuk pintu rumah Bita, sedangkan Natha hanya mengikuti Keenan di belakang.
Perlahan pintu terbuka, nampak lah seorang wanita paruh baya yang tepat berada di depan pintu. "Tante, Bitanya ada?" tanya Keenan, Wanita itu mengangguk.
"Masuk aja, Nak. Bitanya lagi mandi itu," jawab wanita itu, wanita itu adalah Ibu Rani, Mama dari Shabita.
"Enggak deh, Tan. Ini, nitip ini aja, buat Bita, Keenan mau langsung pulang aja. Permisi, Tan." ucap Keenan menyerahkan tas berisi makanan ke Ibu Rani sambil tersenyum lalu berpamitan, ia mengangguk lalu tersenyum.
"Terimakasih, ya. Hati-hati" jawab Ibu Rani sambil melambai setelah Keenan dan Natha menjauh. Natha dan Keenan langsung saja pergi dari rumah Bita untuk ke rumah nya.
"Abang! Mau beli itu!!" ucap Natha kepada Keenan di saat melihat penjual gulali keliling. Keenan menghampiri penjual itu, lalu membelinya dua, berwarna biru satu, dan berwarna pink satu. Setelah itu mereka langsung pulang, Natha sangat bahagia karena ia di belikan dua, padahal ia hanya meminta satu saja.
"Banyak uang lo, bang. Di kasih siapa?" tanya Natha sembari menaruh tangannya di bahu kanan Keenan.
"Di kasih papa, tadi lo sebelum pulang juga jalan sama Papa kan? Beli barang-barang, haha!" jawab Keenan, Natha tertawa di belakang Keenan, Keenan menaruh tangan kirinya di paha Natha.
"Ta, lo punya cowok lagi?" tanya Keenan, Natha menggeleng, Keenan melihat Natha dari pantulan kaca spion. "Enggak, kenapa? Udah males pacaran, hehe!" jawab Natha tertawa kecil.
"Suka sama seseorang gak?" tanya Keenan, Natha mengangguk, ia jujur. "Aksa" jawab Natha tersenyum malu menyembunyikan wajahnya di bahu kiri Keenan.
"Gagal move on ya, haha!" ejek Keenan, Natha mengangguk saja. Mereka sampai di rumah, Natha langsung saja membawa masuk berbelanjaan tadi. Natha membawanya ke dapur, mendudukkan diri di meja makan lalu membuka bungkus gulalinya.
"Gue mau tidur dulu ya, nanti bangunin kalau udah sekitar jam empat." ucap Keenan, Batha hanya mengangguk. "Ini, buku mu, ku taruh di atas meja sini." ucap Keenan menaruh buku yang tadi di beli di atas meja ruang tamu. Natha lagi lagi mengangguk.
"Eh, Abang! Pinjam HP dong." ucap Natha, Keenan menghampiri Natha, menyerahkan hpnya ke Natha.
"Hehe, makasii!" jawab Natha tersenyum, Keenan juga ikut tersenyum lalu mengelus rambut Natha lembut.
***
Natha kini berada di sofa panjang, sedang rebahan sambil memainkan HP Keenan. Ia sedang berselfie di HP Keenan, ia sangat senang mengisi galeri Keenan dengan wajah cantiknya, haha!
__ADS_1
Di galeri HP Keenan tak hanya foto Natha sekarang, ada juga foto Bita, tapi tak sebanyak foto Natha.
Ting!
Notif dari HP Keenan, dari Bita. Natha balas, atau tidak ya? Balas saja lah.
[Makasih yaa, snack nyaa.] - Bita
[Tadi kata Mama, kamu yang ngirimin, hehe.] - Bita
[Mama sempat bilang tadi, Tadi dia sama cewek cantik, siapanya dia itu? Kata mama, aku kan gak tau yaa, aku juga enggak keluar buat liat kamu, jangan kan liat, aku aja gak tau kalau kamu kesini. Emang tadi kamu sama siapa? Sama Natha yaa? Atau bukan?] - Bita
[Kak! Maaf yaaa, Abangnya tidur, hpnya di Natha, hehe. Tadi Natha yang ikut abang sekalian beli buku, hehe, maaf yaaaa 😞] - Natha
[Ih, gak apaaa, kok minta maaf. Gak salah juga, aneh kamu mah haha!] - Bita
/send pict// - Bita
/send pict/ - Natha
Mereka saling mengirim foto selfi, lumayan lama Natha chat an dengan Bita di HP Keenan.
Jam sudah menunjukkan jam empat sore, Natha berdiri dari duduknya untuk membangunkan Keenan, sesuai keinginannya.
"Abang, udah jam empat, bangun." ucap Natha berdiri di samping kasur Keenan sambil menggoyangkan badan Keenan lembut.
"Bentar, lima menit lagi." jawab Keenan menutup wajahnya menggunakan selimut. "Yang bener elah, awas lo gak bangun, gue males bangunin lagi." ucap Natha, Keenan mendehem. Natha tau ucapan Keenan lima menit lagi itu tidak akan benar benar lima menit jadi Natha hanya berpura-pura keluar, padahal ia duduk di meja belajar Keenan.
Lima menit kemudian, benar saja, Keenan tak bangun, Natha hanya mendiamkannya.
Ia mendudukkan dirinya di atas kasur, mengumpulkan nyawanya. Ia akan berkumpul bersama teman-temannya di cafe dekat kampus, Natha keluar dari kamar Keenan dan menaruh HP Keenan di atas nakas.
***
Jam menunjukkan jam tujuh malam, Natha hanya sendirian di rumah, ia belajar untuk ujian besok.
Natha kuliah di kampus yang sama dengan Keenan, Keenan satu tahun lagi baru akan lulus, Natha masih bisa berangkat bersama selama satu tahun nanti.
Natha mendengar banyak notif dari hpnya, ia mengambil hpnya yang tak jauh dari keberadaannya.
[Besok lo berangkat sendiri, Ta?] - Cakra
[Boleh nebeng kaga, gue?] - Cakra
[Motor gue di bengkel, biasa kebanyakan masalah tu motor gue.] - Cakra
[Iya, gue sendiri. Gabriella? Izin dulu dah lo.] - Natha
[Udah tadi, katanya nanti dia yang bilang ke lo, udah belum?] - Cakra
Ting!
__ADS_1
[Iyo, ada, nih, baru aja ngechat] - Natha
[Oke, gak apa kan, gue nebeng?] - Cakra
[Iya, elah. Kayak sama siapa aja lo.] - Natha
[Oke, makasih.] - Cakra
(Gabriella)
[Taaaaa] - Gabriella
[Besok Cakra ikut lo, motornya di bengkel. Gue yang nyuruh ikut lo, haha! Kalau ikut Rafa kejauhan anjir jemputnya. Sedangkan lo sama Cakra beda blok doang kan yaa?] - Gabriella
[Iyaaa, besok gue sama suami loo. Bego, berarti besok gue harus pagi pagi nih bangun biar kaga telat.] - Natha
[HAHAHA] - Gabriella
[Kalau lama dia gedor ae pintunya, kalau enggak di dobrak aja, gak ada orang juga di rumahnya selain dia.] - Gabriella
[Orang tuanya kemana?] - Natha
[Di rumah neneknya.] - Gabriella
[Oh, oke. Gue juga sendiri di rumah, kaga mau kesini, lo?] - Natha
[Kayak gue di bolehin gitu, jangankan di bolehin, gue keluar rumah aja di tanya mau kemana, padahal cuman ngambil paket 😞] - Gabriella
[HAHAHAH] - Natha
[Ketawa si bengek. Udah ah, mau belajar dulu, byee~] - Gabriella
[Yea.] - Natha
Dua jam kemudian.
Jam sudah menunjukkan jam sembilan malam, Natha masih sendiri di rumah, ia masih berada di ruang tamu, ia juga sedang vidcall bersama Papa Leo.
"Dek, besok Papa jemput lagi, mau?" tanya Papa Leo, Natha menggeleng. "Hari rabu aja deh pa, besok sama temen adek." jawab Natha, Papa Leo hanya mengangguk. Natha minta temankan untuk belajar dan sedikit takut di rumah sebesar ini sendirian.
Sudah jam sebelas malam, Keenan belum pulang saja, Mama Lian saja sudah pulang. Mama Lian mencoba menghubungi Keenan, tapi ia tidak aktif.
Ting nong!
Bel rumah berbunyi, Natha bangkit dari duduknya untuk membuka pintu rumah, ternyata itu Keenan.
"Mama ngehubungin lo, kenapa gak aktif?" tanya Natha, "HP gue lowbat. Tadi lupa bawa powerbank" jawab Keenan, Natha hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan Keenan yang mengunci pintu rumah. Natha pergi ke kamarnya untuk tidur, ia sudah sangat mengantuk dan pusing karena belajar tadi.
***
Pagi hari seperti biasa, Natha bangun tidur, bersiap sekolah, sarapan lalu berangkat. Kini ia kerumah Cakra dulu baru pergi kesekolah. Sesampainya Natha di rumah Cakra, ternyata Cakra juga baru keluar dari rumah, Cakra menyetir dan Natha yang duduk di belakang.
__ADS_1
Sesampainya di sekolah, Natha turun di depan parkiran, Cakra memarkirkan motornya Natha lalu menghampiri Natha untuk mengembalikan kunci motornya. Mereka berjalan ke ruangan bersama, mencari teman-temannya yang sudah datang.
...***...