
"Gak kemana mana sih kalo gue, kalian?" jawab Laura, sambil bertanya ke arah dua teman cowok nya yang berada tak jauh dari mereka.
"Gue langsung pulang ke rumah aja, mau nganter mama ke rumah nenek," jawab Gibran,
"Gue sama, mau pulang juga," jawab Aksa, Vio mengangguk,
"Ya udah kalo gitu, gue juga mau pulang, mau tidur aja deh," ujar Rafa, tak berselang lama setelah Rafa berbicara seperti itu, bell pulang pun berbunyi, mereka semua berjalan keluar kelas untuk pergi ke parkiran sekolah.
Di parkiran sekolah, mereka bertemu dengan Cakra yang menaruh motor di samping gibran,
"Langsung pulang aja? Gak kemana mana kan?" tanya Cakra, yang lain mengangguk,
"Ya udah gue duluan ya," ujar Cakra lalu melajukan motornya.
"Gue duluan," ujar Rafa dengan Kevin,
"Iya," jawab yang lain.
Setelah semua pulang ke rumah masing masing, sedangkan Natha pulang ke rumah Gabriella.
Sesampainya ia di rumah Gabriella, Natha memarkirkan motornya di samping motor Gabriella, Natha mengetuk pintu rumah Gabriella.
"Bentar!" tariak Gabriella dari dalam rumah,
"Masuk," ujar Gabriella menyeruhkan Natha agar masuk ke dalam rumahnya, Natha melepaskan sepatunya dan masuk ke dalam rumah Gabriella.
"Ke kamar gue aja, yuk," ujar Gabriella, Natha mengangguk dan berjalan mengikuti Gabriella yang berjalan di depan dirinya.
Setelah sesampainya di kamar Gabriella, tak lupa Gabriella kembali mengunci pintu kamarnya.
"Sini, duduk," ujar Gabriella menepuk nepuk kasur, menyuguhkan Natha untuk duduk di samping dirinya. Natha mendudukkan dirinya di samping Gabriella,
"Lo bilanga sama yang lain kalo lo kesini?" tanya Gabriella, Natha menggelengkan kepalanya,
"Enggak, tadi Laura nanya tapi yang jawab bukan gue, jadi mereka gak ada yang tau kalo gue kesini," jawab Natha,
"Bagus deh, oh iya bentar, gue ngambilin minum dulu, ya? Tunggu di sini," ujar Gabriella, ia hendak bangkit dari kasur namun tangannya di terik oleh Natha,
"Gak perlu, gue gak haus, nih gue ada bawain lo makanan," jawab Natha sambil mengeluarkan roti isi selai anggur di dalamnya.
"Astaga, ngapain lo bawa makanan sih, gak ya, gue ngambilin minum bentar, jangan keras kepala lo," ujar Gabriella lalu keluar dari kamar,
"Lo yang keras kepala kali," jawab Natha sambil terkekeh, Natha mengambil hpnya yang berada di saku seragam sekolah, membuka notif dari Keenan.
[Lo udah ada di chat sama papa?] - Keenan
[Ada, kenapa emang?] - Natha
[Gak ada. Lo di mana? Kenapa belum pulang?] - Keenan
[Di rumah Gabriella. Lo gak ngampus?] - Natha
[Ngampus gue] - Keenan
[Kok bisa tau gue gak di rumah?] - Natha
[Tadi gue nanyain Bi Mela lewat chat] - Keenan
[Ya udah, jangan lama lama] -Keenan
Pesan Keenan yang terakhir hanya di baca oleh Natha, tak berapa lama Gabriella kembali dengan membawa es jeruk.
"Nih," ujar Gabriella sembari menuangkan airnya ke dalam gelas milik Natha dan miliknya.
"Gab, lo masih mikirin dia?" tanya Natha,
"Gibran?" ujar Gabriella, Natha mengangguk,
__ADS_1
"Gue bisa gak ya, lupain dia? Kalo gue gak bisa lupain dia gimana dong?" tanya Gabriella,
"Lo pasti bisa kok, emang sih bakalan lama buat ngelupainnya, tapi, pasti lo bakalan bisa ngelupainnya, tenang aja," jawab Natha,
"Gue mau nanya boleh?" ujar Gabriella,
"Boleh lah, siapa juga yang ngelarang," jawab Natha,
"Lo suka sama seseorang?" tanya Gabriella,
"H-hah?" jawab Natha gugup,
"Jawab aja ta, gue gak akan ngasih tau kok, gue tau kalo diri lo suka sama seseorang dari sikap lo," ujar Gabriella,
"T-tapi gue gak pasti sama perasaan gue, kadang suka, kadang juga enggak," jawab Natha gugup,
"Dia juga kayaknya suka sama diri lo, dari tatapannya ke lo," jawab Gabriella,
"Siapa emang?" tanya Natha,
"Aksara Keandra, iya kan?" jawab Gabriella,
"D-dari mana lo tau? Gue gak pernah bilang sama siapa siapa, bahkan sama diri lo," tanya Natha yang bingung dari mana Gabriella bisa tau dirinya sedang suka sama Aksa,
"Sikap lo ke dia, lo ingat di saat dia tertidur dan nyender di bahu lo? Biasanya kalo Cakra, Rafa, ataupun Gibran yang tertidur atau enggak tidur terus nyender sama lo, lo bakalan marah dan ngedorong kepalanya atau lo yang ngejauh, sedangkan sama Aksa? Enggak, lo gak marah, ta." jawab Gabriella dengan seksama.
"Gab, gue," ujar Natha namun ia gugup untuk melanjutkan ucapannya,
"Ungkapin ke gue, gue kalo ada masalah selalu ngomong ke lo, sedangkan lo?" jawab Gabriella,
"Gue suka sama Aksa, tapi, gue gak berani buat pacaran lagi, gue gak mau kalo ujung ujung nya bakal sakit hati lagi, susah." jelas Natha,
"Hey, kita sama sama terjebak oleh perasaan, gue yang udah berani ngungkapin tapi dia gak suka sama gue, sedangkan lo yang suka sama seseorang namun tak berani buat pacaran lagi. Kali ini gue yakin, Aksa orang baik, dia gak bakal nyakitin lo kayak mantan mantan lo, ta." jawab Gabriella sambil meraih badan Natha untuk ke dekapannya. Natha juga membalas pelukan Gabriella,
"Lo gak mau nyoba ngungkapin?" tanya Gabriella yang masih memeluk badan Natha, Natha menggelengkan kepalanya. Ia melepaskan pelukan Gabriella,
"Dan lo, lo juga harus bisa lupain Gibran." ujar Natha, Gabriella mengangguk sebagai jawabannya.
"Sekarang udah jam enam sore, gue pamit pulang dulu, ya, tuh roti dari gue, awas gak lo makan," ujar Natha,
"Iya iya, bawel deh lo," jawab Gabriella. Mereka berdua berjalan keluar kamar untuk keluar dari rumah Gabriella. Natha mengambil sepatunya dan memasangnya, Natha menghampiri motornya lalu melambaikan tangannya ke arah Gabriella,
"Makasih udah mau ke rumah," ujar Gabriella sambil membalas lambaian Natha,
"Iyaa, lain kali gue ke rumah lo lagi deh, gue pulang dulu, yaa, jangan lupa di makan roti nya," jawab Natha lalu pergi dari rumah Gabriella untuk pulang ke rumahnya.
"Bawel," jawab Gabriella sambil tersenyum manis.
***
Natha sudah sampai di rumahnya, ia juga sudah mengganti pakaiannya menjadi pakaian rumah, kaos hitam dan celana panjang motif kotak kotak dengan rambut yang dicepol, sekarang Natha sedang duduk di ruang tamu bersama Lea. Lea sedang menonton SpongeBob di TV dan Natha asik bermain hp,
"Lea, tunggu di sini ya, kaka nitip hp, kaka mau ke wc dulu," ujar Natha sembari menaruh hpnya di atas meja ruang tamu yang tak jauh dari sofa.
"Iya kaka," jawab Lea, Natha berjalan ke arah toilet yang terletak tak jauh dari dapur.
Beberapa menit kemudian.
Natha kembali ke ruang tamu, di sana Lea tidak sendiri, ia bersama dengan Keenan yang masih dengan tasnya.
"Tumben pulang cepet, kenapa?" tanya Natha setelah mendudukkan diri di samping Lea,
"Ya karena mata pelajarannya cuman segitu," jawab Keenan, Natha mengangguk dan kembali memainkan hpnya, setelah itu ia mengingat sesuatu.
"Bang, papa ngapain ngechat lagi?" tanya Natha kepada Keenan,
"Lo di chat apa sama dia?" tanya Keenan, Natha menyerahkan chatannya bersama papanya,
__ADS_1
"Sama, gue di chat gini juga, entah lah, gue juga gak tau kenapa baru sekarang di chat, kenapa dari gak dari dulu." jawab Keenan,
"Katanya baru nemu di berkas kantor, Natha berharap papa gak bakal masuk untuk merusak keluarga kita lagi, sekarang Natha rasa kita udah enak bertigaan gini doang," ujar Natha,
"Tapi kalo papa balik ke kita, walaupun kita mau, belum pastikan? Kalo mama mau kembali kepada papa?" tanya Keenan, Natha mengangguk, dan setelah itu tak lama datanglah Lian dari kerjaannya, mendudukkan dirinya di sofa tunggal.
"Halo anak anak mama," ujar Lian,
"Ma, udah gak ada kerjaan ya?" tanya Natha,
"Iya, makanya mama pulang cepet dari biasanya," jawab Lian, Natha mengangguk mengerti,
"Kalian sudah pada makan malam belum?" tanya Lian, kedua anaknya menjawab dengan gelengang.
"Makan dulu gih, tuh samperin bibi, keknya lagi masak tuh, wangi," ujar Lian,
"Duluan ta, gue mau ganti baju dulu," ujar Keenan menyuruh Natha, Natha pun berjalan ke arah ruang makan yang di sana sudah ada bibi memasak makanan untuk makan malam.
Natha mendudukkan dirinya di atas kursi meja makan, meraih piring makan sambil menunggu masakan yang dimasak oleh bibi.
Beberapa menit kemudian.
Makanan yang dimasak oleh bibi sudah matang lalu menaruhnya di atas meja makan.
"Nih, bibi taruh di sini ya, bibi mau tidurin Lea dulu," ujar Bi Mela,
"Ah, iya bii" jawab Natha, ia mengambil daging yang dimasak oleh bibi untuk menaruh ke dalam piringnya. Lalu menyajikannya, tak berselang lama, Keenan datang dan mendudukkan diri di samping Natha, mengambil piring dan menaruh makanan di atas piring itu.
Setelah selesai makan malam.
Jam sudah menunjukkan jam ke delapan malam. Natha dan Keenan sedang berada di ruang tamu, berbeda dengan Lian yang sedang makan di ruang makan bersama Bibi Mela.
"Bang, mama tau gak ya, kalo papa ngechat kita?" tanya Natha kepada Keenan,
"Kayaknya gak tau," jawab Keenan, Natha mengangguk lalu melirik Lian yang sedang memakan makanannya.
"Bang, gue gabut, gak mau jalan gitu?" tanya Natha,
"Mau kemana?" tanya Keenan,
"Terserah aja sih, jalan kaki ajaa, jangan pake motor," jawab Natha,
"Boleh, keliling komplek aja, ya?" tanya Keenan, Natha mengangguk sebagai jawaban 'iya'.
"Maa, Natha sama Bang Keenan jalan di deket sini ya?" izin Natha dengan Lian,
"Pake apa?" tanya Lian,
"Jalan kaki aja ma, bentaran doang kok," jawab Natha, Lian mengangguk mengiyakan.
Natha dan Keenan berjalan keluar rumah, dan berjalan di sekitar komplek.
"Bang, gue boleh izin sama lo gak?" tanya Natha, Keenan pura pura tak mendengarkan ucapan Natha, ia asik berjalan di samping Natha,
"Bang, gue tau lo denger, cuman pura pura gak denger aja," kesel Natha sambil menggoyang goyangkan badan Keenan
"Izin apa emang?" tanya Keenan,
"Anuu," jawab Natha gugup, Keenan yang bingung mengangkat satu alisnya,
"Anu apaan? Yang bener aja kalo ngomong," ujar Keenan,
"Itu loh bang, eeee gue boleh anu gak?" tanya Natha,
"Anu apaan sih? Nganu nganu, lo pikir gue ngerti? Enggak lah," jawab Keenan, Natha ingin mengungkapkan semua isi hatinya cuman dia rasa gugup.
"Eee anuu...."
__ADS_1
...*****...