
"Eee anu, gue suka sama cowok, boleh gak? Hehe," ujar Natha sambil terkekeh takut,
"Siapa?" tanya Keenan, ia melirik Natha yang berada di samping dirinya, Keenan tau bahwa adik perempuannya itu sedang gugup.
"Temen gue, cowok pokoknya," jawab Natha tak berani menatap Keenan,
"Tatap gue coba," ujar Keenan menahan bahu Natha agar berhenti berjalan dan membalikkan badannya agar menghadap dirinya.
"Gue tanya sekali lagi, siapa cowok nya?" tanya Keenan seraya menatap mata Natha yang masih gugup.
"Aksa," jawab Natha, Keenan yang tadinya menatap Natha langsung membuang muka, Natha makin panik dibuatnya, ia menebak jika Keenan tidak akan mengizinkannya,
"Kenceng amat jantung lo," ujar Keenan lalu ia menarik Natha agar masuk ke dalam dekapannya.
"Terserah lo aja lah, tapi, kalo sampe dia bikin lo sakit hati, bilang sama gue, oke?" ujar Keenan yang memberikan izin kepada Natha, Natha yang masih berada di dalam dekapannya tersenyum bahagia, ia menjauhkan badannya dari Keenan,
"Jadi? Lo ngizinin gue?" tanya Natha memastikan dirinya bahwa dia tidak salah dengar,
"Iyaa, adek ku yang maniss," jawab Keenan, Natha senang sekali, Keenan ikut senyum melihat adeknya yang sedang senyum bahagia, 'gemes' batin Keenan berucap.
"Ya udah, ayo kita pulang, nanti kena marah mama kalo lama lama," ujar Keenan, lalu mereka berdua berjalan pulang ke rumahnya. Setibanya di rumah, Natha dan Keenan masuk lalu mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu yang di sana sudah terdapat Lian dengan laptopnya.
"Ma, ada yang suka sama cowok loh," ujar Keenan membuka suara, Lian yang tadinya fokus ke depat melihat laptopnya, sekarang beralih melihat Keenan,
__ADS_1
"Waduh, suka sama siapa dek?" tanya Lian, ia tahu bahwa Natha lah yang sedang menyukai seseorang. Ya gak mungkin lah, Keenan suka sama cowok.
"Apaan sih, gak ada mah, boong dia," jawab Natha malu, pipinya memerah menahan malu,
"Ciee, siapa cowoknya?" tanya Lian lagi,
"Aksa, temennya yang pernah kesini loh maa," kali ini Keenan yang menjawab, jika Natha yang menjawab pasti dia akan mengelak.
"Apaan sih lo bang, cepu banget," ujar Natha kesal dan juga malu, ia mencubit paha kanan Keenan,
"Akhh! Sakit tau?" Keenan meringis kesakitan, sedangkan Natha malah tertawa melihat kakaknya sedang mengelus pahanya yang masih berbalut celana hitam panjang.
"Kasian deh lo, lagian kenapa sih cepu banget, haha!" ujar Natha lalu berlari sambil tertawa ketika Keenan hendak membalas cubitan Natha tadi, Keenan mengejar Natha yang berlari lari di sekitar ruang tamu,sedangkan Lian hanya menggelengkan kepalanya sebelum ia menegur dua anaknya itu.
Mereka berdua akhirnya kembali mendudukkan diri di sofa ruang tamu,
"Ma, emang mama gak marah kalo Natha bakal pacaran?" tanya Natha kepada Lian, Lian melirik Natha sekaligus Keenan yang sedang duduk bersampingan lalu menggelengkan kepalanya.
"Mama gak pernah larang kamu, yang penting jangan ngelewatin batas aja, kalo kamu ngelakuin hal hal aneh, baru mama bakal marah," jawab Lian dengan lembut dan senyumannya yang mengembang.
"Abang bilang, mama ngelarang Natha buat pacaran, katanya harus izin sama dia dulu? Kalo abang ngeizinin, mama juga bakal ngizinin. Tapi kalo abang gak ngizinin, mama juga gak akan ngizinin, iyakah?" jelas Natha, Lian yang dari tadi mendengarkan semua ucapan Natha pun mengangguk,
"Iya, karenakan dulu mama jarang untuk pulang ke rumah, tapi tenang, sekarang udah enggak kok, sekarang mama bakal sering di rumah dan bakal sering ngejaga kalian. Maafin mama ya, karena udah pernah ninggalin kalian, mama lebih mentingin pekerjaan dari pada anak anak mama," jawab Lian, Natha dan Keenan yang tadinya duduk di sofa sekarang sudah berada di depan sofa yang di duduki oleh Lian. Kedua anaknya itu memeluk erat tubuh Lian, Lian juga kembali memeluk kedua tubuh anaknya.
__ADS_1
Tak berselang lama, mereka berdua menjauhkan dirinya dari pelukan tadi, mereka menatap wajah Lian yang juga sedang menatap wajah kedua anaknya,
"Mama gak salah kok, kami juga ngerti perasaan mama setelah di tinggalkan papa, mama harus nyari pekerjaan buat nafkahin kami berdua, Keenan juga sering ngintip mama kalo pulang dari luar habis nyari lowongan pekerjaan, mama mendudukkan diri di ruang tamu, membuka hp dan nangis. Keenan juga mendoakan mama supaya mama cepat dapat pekerjaan, sekarang mama sudah dapat pekerjaan, Keenan senang banget. Maaf ya ma, Keenan belum bisa bikin mama bahagia." jelas Keenan, tanpa di sadari air mata sudah membasahi pipi Keenan, lalu Lian mengusap air mata yang berada pipi Keenan. Mencium dahi Keenan dan juga Natha,
"Dan maafin Natha juga karena dulu sempet kesel sama mama, selalu bikin mama khawatir karena Natha selalu ngabaikan mama, kalo mama pulang ke rumah Natha gak mau ikut bergabung untuk ngumpul bersama, maaf ya maa, maafin Natha," ujar Natha juga, tapi dirinya masih bisa menahan air matanya agar tidak menetes. Air mata Natha hanya menggenang di pelupuk matanya.
"Kalian gak salah sayangg, mama yang salah, udah, kalian besok sekolah kan, nah tidur gih, nanti besok kesiangan lagi," ucap Lian menyuruh kedua anaknya untuk tidur, Natha dan Keenan pun mengangguk, mereka berjalan ke lantai atas untuk pergi ke kamar nya masing masing.
Sekarang Natha sudah berada di dalam kamarnya, mendudukkan dirinya di atas kasur, ia menghela nafas. Natha membuka layar hpnya dan mematikan data selulernya, lalu menaruhnya di atas nakas, bangkit dari duduknya, berjalan ke arah saklar lampu dan memencetnya untuk mematikan lampunya. Ia hanya menyisakan lampu tidur, melepaskan sendal rumahnya dan membaringkan dirinya, tak lupa menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Tak berselang lama Natha sudah tertidur.
***
Jam sudah menunjukkan ke jam enam pagi, Natha bangun dari tidurnya, Natha mengerjapkan matanya berkali kali, lalu menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya, ia bergegas untuk mandi, setelah itu pergi kelantai bawah untuk sarapan pagi.
Beberapa menit kemudian.
Natha selesai mandi, dan ia juga sudah rapi dengan pakaiannya, dress hitam yang panjangnya sampai lutut, rambut yang dikuncir satu, dan sepatu putih. Ia turun ke lantai bawah untuk sarapan pagi bersama sama.
"Maa, mama jadi kan ke sekolah?" tanya Natha, karena hari ini bazar sekolah itu, Lian mengangguk sebagai jawabannya,
"Udah dong, tuh, tinggal tunggu abang mu," jawab Lian, tak lama kemudian, Keenan datang lalu mendudukkan dirinya di samping Natha,
"Lo kayak mau ngelayat aja ya, hitam hitam gini," ujar Keenan setelah mendudukkan dirinya.
__ADS_1
...*****...