
"Keenan ajendra, itu kakak kandung lo kah?" tanya Saddam lagi,
"Iya, kenapa?" jawab sekaligus bertanya kepada Saddam,
"Enggak, gue nanya doang," jawab Saddam, Natha mengangguk, lalu ia kembali memainkan hpnya.
//pulang sekolah//
"Ta, lo pake motor sendiri atau di jemput?" tanya Vio,
"Gue pake motor sendiri, kenapa? Mau ikut?" tanya Natha,
"Enggak, gue pulang bareng Gibran. Gue cuman nanya, ya siapa tau di jemput," jawab Vio,
"Ya udah, ayo!" ucap Natha, mereka berempat keluar dari dalam kelas untuk berjalan ke parkiran sekolah.
"Guys, gue duluan ya? Soalnya habis ini gue masih rapat osis." ucap Laura,
"Iya, Hati-hati!" jawab Natha dan teman-temannya, Rafa dan Laura sudah pulang, kini hanya tersisa mereka ber enam.
"Mau langsung pulang atau jalan dulu? Kemana gitu?" tanya Gabriella, Aksa menggeleng,
"Maaf ya, gue gak bisa, gue mau langsung pulang aja, bokap gue yang nyuruh." jawab Aksa,
"Ay, ayo pulang," ucap Aksa ke Natha, Natha menggeleng,
"Duluan aja, ay. Aku mau ikut jalan-jalan gak apa kan?" tanya Natha, Aksa mengangguk,
"Ya udah, aku duluan, Hati-hati ya, maaf gak bisa ikut." jawab Aksa lalu ia pergi begitu saja setelah mencubit pipi kanan Natha.
"Mau kemana?" tanya Natha,
"Kemana aja gitu, gue gabut kalo langsung pulang ke rumah," jawab Gabriella,
"Ke rumah gue aja gimana? Orang tua gue belum pulang." tanya Cakra,
"Boleh juga," jawab Gabriella. Mereka semua sudah menaiki motornya masing-masing, Natha merasa jika hpnya bergetar di dalama tasnya.
"Eh, tunggu deh, ini kayaknya ada yang nelpon gue, bentar," ucap Natha, ia mengambil ponselnya di dalam tas, benar saja, ada yang menelpon dirinya.
__ADS_1
"Kenapa Lau?" tanya Natha di saat teleponnya telah tersambung. Laura lah yang sedang menelpon dirinya,
"Kalian kemana? Gue gak jadi rapat osis, mau ikut kalian dong!" jawabnya,
"Boleh, ini kami mau ke rumahnya Cakra" jawab Natha,
"Oke, gue langsung ke rumah Cakra aja, ya?" ujar Laura,
"Iya, ini kami mau otw," jawab Natha lalu memutuskan sambungannya.
"Laura mau ikut ke rumah lo katanya, mereka udah mau ke rumah lo, ayo jalan!" ucap Natha kepada teman-temannya. Kini mereka telah sampai di rumahnya Cakra, mereka memarkirkan motornya di halaman rumah Cakra. Tapi tidak dengan Natha, kini Natha belum sampai di rumah Cakra, ia pulang dulu untuk mengganti pakaian dan meminta izin Keenan, karena nomor Keenan tak aktif.
"Abang!" panggil Natha bergegas masuk ke kamar untuk mengganti pakaian.
"Apa Ta!" tanya Keenan yang sedang duduk di balkon. Natha tak menjawab, ia sedang mengganti pakaiannya. Kini Natha telah siap, ia menggunakan sweater rajut berwarna biru dengan celana jeans berwarna hitam, rambutnya yang terkuncir satu, sendal berwarna putih, hp dan dompet yang ada di tangannya.
"Abang, gue mau ke rumah Cakra ya?" izin Natha,
"Sama Aksa?" tanya Keenan, Natha menggeleng,
"Aksa sibuk," jawab Natha,
Keenan dan Natha sudah sampai di rumah Cakra, Natha langsung saja duduk di samping Gabriella, dan Keenan duduk di samping Natha. Mereka duduk di teras rumah dengan alas duduk, didepan rumah Cakra lumayan rindang karena banyak pohon buah berbagai macam.
"Sepertinya dari wajahnya ini, tidak ada pertengkaran, ya?" ucap Cakra,
"Kenapa?" tanya Keenan bingung,
"Ya biasanya kalo Keenan mau ikut, pasti Natha gak akan mau, ini tumben, kenapa?" tanya Cakra lagi,
"Karena gue males bawa motor sendiri, panas!" jawab Natha dengan diakhiri kekehan.
"Pea lo!" ucap Keenan menoyor kepala Natha,
"Dosa lo, noyor kepala gue," jawab Natha,
"Tuaan gue kali dari pada lo," jawab Keenan, teman-temannya hanya menggelengkan kepala, karena mereka sudah sering melihat tingkah laku adek kakak satu ini.
"Eh, Aksa tumben-tumbenan nolak, biasanya dia yang nanyain mau jalan dulu atau enggak," ucap Laura,
__ADS_1
"Ya kan dia sibuk, setiap orang punya kesibukan masing-masing," jawab Natha,
"Iya juga sih, ya udah lah, positif thinking aja." jawab Laura lagi,
***
Jam sudah menunjukkan tujuh malam, mereka kini siap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing, karena mereka juga masih menggunakan seragam sekolah, hanya Natha, Cakra dan Keenan saja yang tidak.
Sesampainya Natha dan Keenan di rumah, mereka melihat mobil Mama Lian yang terparkir di halaman rumah, mereka berdua bergegas untuk mencari Mama Lian. Mereka berdua melihat mama Lian yang sepertinya sedih dan juga mengemaskan baju baju bibi Mela dan Lea, di dalam kamar Bibi Mela.
"Ma? Kenapa?" tanya Keenan,
"Kalian besok izin dulu ya sama guru, nanti samperin mama di rumah Bibi Mela." jawab Mama Lian,
"Kenapa, Ma?" tanya Natha juga,
"Ibunya, Bibi Mela udah Tiada." jawab Mama Lian dengan eksperi sedih, bahkan air mata sudah mengalir di pipinya.
"Besok susul mama, yaa, kalian malam ini jaga rumah dulu. Mama berangkat dulu, ya," ucap Mama Lian lalu pergi dengan membawa koper yang berisi baju-baju Bibi Mela tadi.
"Iya, ma, Hati-hati!" jawab Natha dan Keenan, sekarang mereka memberangkatkan mama Lian dengan menunggu di depan pagar hingga mama Lian sudah pergi. Natha dan Keenan masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu. Keenan menyalakan TV,
"Gak nyangka banget, padahal ibunya Bibi Mela baik banget, sekarang beliau sudah gak ada." ucap Natha,
"Iya, gue juga, perasaan baru bulan kemarin kita ketemu, sekarang udah gak bisa. Besok buat suratnya untuk di serahkan ke satpam sekolah, nanti ke kampus gue buat nyerahkan surat juga." jawab Keenan.
Kini jam sudah menunjukkan jam sebelas malam, mereka juga sudah berada di kamar masing-masing bersiap untuk tidur.
//pagi hari//
Natha sudah siap untuk pergi ke tempat Bibi Mela buat melawat ibunya Bibi Mela, sebut saja, Ibu Kiranti. Natha sudah menggunakan gamis hitam, sendal putih, tas putih dengan surat di tangannya. Ia turun untuk menemui Keenan, Keenan menggunakan kemeja hitam, celana jeans hitam, dan sendal hitam.
"Udah?" tanya Keenan, Natha mengangguk mengiyakan pertanyaan Keenan. Mereka berangkat menggunakan mobil Keenan, pergi ke sekolah Natha lalu pergi ke kampusnya Keenan.
Sesampainya di sekolah Natha, di sana masih sepi, karena jam masih menunjukkan jam setengah tujuh pagi, Natha menghampiri pak satpam.
"Pak, ini surat Natha, kelas IPS 2, Natha izin gak masuk sekolah dulu hari ini." ucap Natha,
"Iya neng, nanti bapak kasih ke kelas kamu."
__ADS_1
...***...