My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 104


__ADS_3

"Oh, gitu. Ya udah gak apa, lain kali aja kalau lo gak sibuk." ujar Jaden, Natha hanya mendehem lalu memutuskan sabungan teleponnya.


"Kenapa di tolak? Dia ngajak lo jalankan tadi? Kapan gue ngajak lo jalan malam minggu?" tanya Keenan


"Aih lo mah, gue nolak karena gue gak mau jalan sama dia, biar lah nanti malam minggu gue jalan sama lo. Lo gak sibuk juga'kan? Gue gak mau nanti Jaden malah suka lagi sama gue." jawab Natha,


"Telat lo, Jaden dari dulu gak bisa lupain lo, dia nungguin lo putus sama Aksa, sekarang lo udah putusan, makanya dia jadi sering ngehubungin lo." jawab Keenan,


"Hah? Yang bener? Gila? Lama banget, gue aja udah hak ada rasa lagi sama dia." tanya Natha kaget, Keenan mengangguk,


"Aih, gue udah gak ada rasa sama dia, dan gue juga gak mau kalo dia suka gue. Cukup dulu gue bikin dia sakit hati, jangan sampe yang dulu terulang kembali. Lo bisa bantuin gue gak sih?" ujar Natha, ia tak ingin jika Jaden masih menyukainya, bukan karena ia tak suka. Ia hanya tak ingin membuat Jaden sakit hati karena dirinya, cukup dulu ia pernah melakukan kesalahan kepada Jaden hingga membuatnya jatuh sakit.


"Nanti gue coba bilangin ke Jaden." jawab Keenan yang mengerti, Natha hanya tersenyum.


Sebenarnya, Natha masih belum bisa melupakan Aksa, makanya ia tak ingin membuka hatinya untuk siapa-siapa. Ia masih mengingat semua kenangannya bersama Aksa, Perhatian Aksa, Sikap Aksa kepada dirinya, apapun dari Aksa.


Tapi bagaimana pun juga, ia harus berusaha untuk belajar melupakan Aksa dari pikirannya ini.


***


Pagi hari yang cerah, seperti biasa Natha berangkat ke sekolahannya, dan memarkirkan motornya di tempat parkiran sekolah.


"Widih, tumben naik motor sendiri, biasanya minta antar sama Keenan." ujar Gabriella yang juga baru sampai bersama dengan Laura, kenapa mereka tidak bersama kekasihnya masing-masing? Pikir Natha.


"Gak mau ngerepotin Keenan, lah lo berdua juga tumben, kenapa gak sama pacar masing-masing?" tanya Natha kepada dua temannya itu.


"Mereka katanya gak bisa nganter pulang hari ini, latihan basketkan tiap hari sabtu, sehabis pulang sekolah." jawab Laura,


"Oh, iya lupa." jawab Natha,


"Udah ayo, kita ke kelas, bentar lagi masukan." ujar Gabriella, ketiga gadis itu berjalan di Koridor sekolah, menaiki anak tangga untuk sampa ke kelas mereka.


"Gue masuk ke kelas gue dulu, nanti gue susul ke kelas lo pada." ujar Natha dan diangguki oleh kedua temannya. Natha masuk ke dalam kelasnya dan menaruh tasnya di tempat duduknya. Ia membuka tasnya untuk mengambil kedua hpnya lalu pergi keluar kelas untuk masuk ke dalam kelasnya Gabriella dan Laura.


"Misi, gue mau piket," ucap Raya kepada Natha yang baru saja masuk ke dalam kelas Ips 3. Natha menepi, ia berjalan di dekat tembok untuk menghampiri kedua temannya itu.

__ADS_1


"Aih, gue lupa, gue hari ini piket, bentar ya." ujar Laura,


"Lah, bukannya lo hari Jum'at, ya?" tanya Gabriella,


"Iya, gue emang hari Jum'at di kelas, tapi kalo di ruang osis gur hari sabtu." jawab Laura,


"Tunggu ya" ujar Laura setrlah itu pergi keluar kelas, Natha mendudukkan dirinya di tempat Laura.


"Ta, lo masih suka dia?" tanya Gabriella tiba-tiba, Natha hanya menggeleng sembari merebahkan kepalanya di atas meja Laura.


"Jujur aja dih, gue sempat lihat galeri lo waktu lo ngrhapusin foto-foto lo yang gak bagus. Maaf ya, tapi di sana masih ada foto lo, sama d-" belum sempat Gabriella menyelesaikan, mulutnya sudah di tutupi oleh Natha menggunakan tangan kanannya.


"Aishh, shutt!!" ujar Natha, Gabriella hanya terkekeh,


"Kalo iya, kenapa? Gak suka?" tanya Natha,


"Enggak, gue gak ngelarang lo, lagian itu hak lo, mau lo hapus kek, enggak kek, itukan hp lo. Tapi masalahnya, kalau lo gak ngehapus tu foto, yang ada lo gak bakal susah buat lupain dia lah bego." jawab Gabriella,


"Ye, entar gue hapus," jawab Natha, setelah itu, Aksa, Vio dan Rafa masuk ke dalam kelas itu.


"Gue pake motor sendiri, gak sama Keenan." jawab Natha,


"Gab, lo masih nyimpan nomor Mecca gak?" tanya Natha, Gabriella menggeleng,


"Kontaknya hilang di gue, kayaknya dia ganti nomor deh." jawab Gabriella,


"Mau ikut gak? Gue mau ke kelasnya Zeze sama Mecca." tanya Natha ke Gabriella dan Vio,


"Ikut!" jawab Gabriella dan Vio, mereka berjalan ke luar kelas untuk pergi ke kelasnya Zeze dan Mecca, kelas Mipa 2.


"Mau kemana?" tanya Cakra yang baru mau masuk ke dalam kelas Aksa.


"Mau ke kelas mipa dua," jawab Gabriella,


"Aku nitip ini, kasih ke Vano" ujar Cakra menyerahkan surat kepada Gabriella, ketiga gadis itu melanjutkan langkahnya yang terhenti karena Cakra, Cakra masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


"Mantan lo, tambah cantik tuh, haha!" ujar Cakra setelah masuk ke dalam kelas dan mengejek Aksa.


"Gak jelas lo, baru juga masuk kelas," jawab Aksa,


"Jujur lo, gamon 'kan, sama Natha?" tanya Rafa,


"Gak," jawab Aksa singkat lalu mengeluarkan pnselnya dari saku celana sekolah.


"Halah, tadi aja curi-curi pandang sama si Natha, haha!" ejek Rafa, sungguh, Teman-temannya ini suka sekali mengejek orang.


"B-A-C-O-T, bacot." jawab Aksa lalu tak lama kemudian bel berbunyi, mereka masuk ke dalam kelas masing-masing, Gabriella dan Vio sudah di kelas masing-masing, tapi tidak dengan Natha. Bahkan guru pengajar sudah masuk, ia belum masuk ke kelas,


"Natha, mana?" tanya guru pengajar setelah Absen,


"Tadi kat-" belum sempat Vio menjawab dengan selesai, Natha muncul di depan pintu,


"Maaf pak, telat, tadi di panggil sama bu Evi." ujar Natha di depan pintu kelas,


"Ya sudah, masuk." jawab bapak pengajar, Natha mendudukkan dirinya di tempatnya,


"Bapak akan memulai pelajaran pada hari ini, silahkan kalian buka buku paket kalian di halaman seratus empat puluh dua." ujar bapak pengajar.


//istirahat pertama//


Natha dan teman-temannya berada di kantin, membeli makanan seperti biasa, hanya Natha yang cuman membeli minuman. Ia tak merasa lapar karena tadi pagi ia sudah sarapan.


"Besok 'kan hari minggu, gak ada niat mau jalan-jalan?" tanya Laura,


"Jalan-jalan mulu, mending kita bakar-bakar aja, gimana?" ujar Natha,


"Kalo bakar-bakar itu serunya malam-malam. Kalo malam minggu gue mau jalan sama Rafa." jawab Laura,


"Terus? Kalo gak mau bakar-bakar mending di rumah aja." jawab Natha juga,


"Gimana kalo kita......"

__ADS_1


...***...


__ADS_2