My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 133


__ADS_3

"Iya. Dia punya cowok padahal, tapi kaanay cowoknya masih belum pulang dari luar negri. Makanya mamanya minta tolong buat minta anterin sama gue, kalau cowoknya ada juga, ngapain dia harus minta tolong ke gue." jawab Cakra, dari raut wajahnya Cakra, dia seperti prustasi. Mungkin karena berusaha menjelaskan ke Gabriella, tapi Gabriella tak ingin mendengarkan penjelasan dari Cakra.


Gabriella memang keras kepala, susah buat membujuk dirinya. Natha mengeluarkan kedua hpnya dari dalam tasnya yang ia bawa tadi.


"Gue bantu jelasin ke Gabriella, ya?" tanya Natha yang langsung di angguki oleh Cakra. "Kalau dia tetap gak mau percaya, ya udah, biarin aja." jawab Cakra yang diangguki oleh Natha.


"Mau apa? Biar gue yang mesanin." tanya Keenan, Natha memandang sekelilingnya, "Mau seblak itu, sama minumannya terserah aja, yang penting jangan rasa durian." jawab Natha yang di angguki oleh Keenan.


"Level berapa?" tanya Keenan lagi, "Empat aja deh." jawab Natha, Keenan langsung saja berjalan ke arah tempat penjual Seblak dan minuman. Cakra dan Rafa baru baru juga sampai, ia juga baru baru saja memesan makanan dan minuman.


Seperti yang tadi Natha bilang, ia ingin membantu Cakra untuk menjelaskan semuanya ke Gabriella.


\*Gabriella 💟\*


[Gab, lo sama Laura lagi dimana?] -Natha


[Di taman deket sekolah, kenapa, Ta?] - Gabriella


[Lo lagi marahan sama Cakra kan?] - Natha


[Ya. Jangan di bahas, gue males sama cowok yang gak bisa ngertiin ceweknya, udah punya cewek tapi masih aja jalan sama cewek lain.] - Gabriella


[Lo gak mau dengerin penjelasannya dulu, Gab?] - Natha


[Gak. Banyak alasan doang, gue males. Paling juga boong, tadi aja bilangnya jalan sama Rafa, tpi apa? Dia malah jalan sama Cewek lain.] - Gabriella

__ADS_1


[Gab, jangan egois, lo belum dengerin penjelasannya, bukannya lo pernah bilang ke gue? Jangan main pihak sendiri, dengerin dulu pihak lain, baru ambil keputusannya, biar gak ada kesalah pahaman.] - Natha


[Ta? Lo belain Cakra? Oke, terserah lo. Jangan jangan lo jua suka sama Cakra ya? Pftt! Gila, nikung temen sendiri lo.] - Gabriella


[Gabriella! Gue gak pernah nikung teman sendiri, lo bahkan udah kenal gue dari SMP, lo kenal sikap gue, gue gak suka menjadi perebut. Gue gak suka Cakra, bukannya lo tau sendiri, kalau gue masih suka sama Aksa? So, ngapain gue harus suka sama Cakra.] - Natha


[Perasaan gak ada yang tau, kalau lo suka Cakra, ambil. Jadi lo gak perlu susah payah buat bikin gue putus sama Cakra. Gue bisa putus sendiri, kalah lo mau.] - Gabriella


[Gab? Lo marah sama gua? Sorry, gue gak bermaksud buat bikin lo tambah badmood. Tapi gue cuman mau bantuin lo berdua biar bisa baikan, itu doang, gak ada maksud lebih. Sorry, lo pantes buat marah sama gue, tapi gue mohon, jangan tinggalin gue ya? Gue udah kehilangan satu teman, jangan sampai lo juga pergi dari gue.] - Natha


[Sorry, gue tadi emosi, gue juga gak bermaksud bikin lo sakit hati karena ketikan gue. Maaf ya?? Gue nanti bakal dengerin penjelasannya Cakra kok, tapi nanti, kalau gue udah gak badmood.] - Gabriella


[Oke, gak apa. Kalau mau ketemu sama Cakra, sini, ke tuku, di sini ada Rafa juga, tadi gue ke sini sama Keenan, jadi gak sengaja liat mereka berdua.] - Natha


[Oke, selamat bersenang-senang.] - Natha


[U to] - Gabriella


Natha mematikan layar hpnya, menaruhnya di atas meja, di depannya sudah ada Keenan, bahkan ia tak tau jika Keenan sudah kembali, sking fokusnya ke HP.


"Gimana?" tanya Cakra, "Katanya nanti dia dengerin penjelasan lo kok, tapi nanti, dia lagi badmood." jawab Natha yang di angguki oleh Cakra.


"Lo sama Laura gimana, Fa?" tanya Natha, "Ya, gitu, gue udah gak ada hubungan apa apa sama dia. Dia yang ngajak udahan, gue juga udah ngemis-ngemis minta kesempatan sama dia, tapi jawabannya masih tetap. Dia mau udahan sama gue." jawab Rafa, jujur, Natha kaget, ia pikir Rafa masih bersama Laura walaupun mereka ada masalah.


"Sumpah?! Anjir, gue gak tau, maaf." jawab Natha, Rafa hanya mengangguk lalu pesanan mereka telah tiba. Merka menyantap makanan yang mereka pesan tadi sampai habis.

__ADS_1


***


Jam sudah menunjukkan jam sebelas malam, mereka masih berada di tempat yang mereka duduki tadi. Tempat itu bukannya semakin sepi jika tengah malam, tapi tidak, tempat itu semakin ramai. Ketiga cowok yang bersama Natha asik merokok, sambil berbincang, sedangkan Natha, ia juga ngevape, Natha sudah lama ngevape, sudah dari kelas satu SMA malahan. Tapi ia jarang menggunakannya, mama Lian juga mengetahuinya, walaupun dulu sempat di marahin, tapi ya namanya Natha, ia bodo amat karena dulu Mama Lian juga sering meninggalkan nya.


"Bro, coba liat, itu kenapa rame-rame?" tanya Cakra sembari menunjukkan dimana orang sedang rame berkumpul, bukan berkumpul lebih tepatnya bergerombol. "Gak tau, gue penasaran, kesana?" tanya Rafa yang di angguki oleh Cakra.


"Ikut gak?" tanya Cakra, Natha menggeleng, "Nitip HP sama rokok gue." ucap Cakra yang menaruh hpnya.


"Gak mau ikut?" tanya Natha, Keenan menggeleng. "Gak, gue mau nemanin adek cantik gue, takutnya di culik sama om om pedo." jawab Keenan, Natha menatapnya sinis, ada ada saja, tidak mungkin Natha di culik om om, orng di sini hanya terlihat anak muda, tak ada satu pun om om, tapi kalau tante tante ada, hehe.


"Minta vape lo dong." ujar Keenan, Natha menggelengkan kepalanya. "Gak." jawab Natha, Keenan memutarkan bola matanya malas, ja merebut vape itu dari tangan Natha.


"Eh, bego." umpat Natha di saat Keenan merebut vapenya. Keenan mencoba vape milik Natha, ia sudah lama tak menggunakan vape, kayaknya ia akan mengganti rokoknya untuk menggunakan vape saja. Soalnya kalah rokok sedikit boros.


"Kenapa tadi di sana?" tanya Keenan di saat Cakra dan Rafa kembali ke tempat duduk.


"Ngegrombolin janda pirang lagi joget." jawab Rafa, Natha tertawa, "pftt! Lo Sawer gak?" tanya Natha, Rafa menggeleng.


"Sayang uang, mending buat beli makanan dari pada nyawer janda, emak gue juga janda, gak ada tuh gue nyawer dia." jawab Rafa, sekarang tak hanya Natha yang tertawa, Keenan dan Cakra juga ikut tertawa.


"Berarti emak gue sama emak lo senasib, sama sama Janda, HAHAHA!" ucap Natha, "Lah iya, emak lo juga janda ya, HAHA!" jawab Rafa yang juga ikut tertawa. Setelah itu mereka hening, tak lama kemudian, ada seorang cowok, sepertinya umurnya sama kayak Natha juga.


Ia menghampiri Natha, berdiri di samping kursi yang Natha tempati, jujur, Natha tadi sudah melihatnya, bahkan mereka sempat eye contact. Ganteng, menurut Natha, tapi kalau di lihat lihat, masih gantengan abangnya, haha!


...*** ...

__ADS_1


__ADS_2