
"Gila! Kalo tau gini gue gak mau ke sini, MAMAA, BIELLA TAKUT!!" teriak Gabriella. Natha juga yang tadinya biasa saja malah ketakutan karena teriakan dari teman-temannya. Keenan menggenggam tangan Natha dengan erat,
"Jalan maju aja, bentar lagi keluar dari sini" ucap Keenan santai, ia menarik tangan Natha, mereka berjalan, tetapi malah di kejar zombie dari belakang, karena Gabriella dan Laura sangat ketakutan, mereka dengan tidak sabaran berlari ke arah tirai jalan keluarnya.
Natha yang awalnya santai saja berjalan dengan Keenan akhirnya ikut terdorong, mereka akhirnya keluar dari ruangan itu dan langsung pergi ke toilet yang tak jauh dari ruangan zombie itu.
"Haaa, sumpah, gue takut banget, kalo tau gini gue gak nekat buat kesini tau ah~" rengek Gabriella dengan mengeluarkan air mata di pelupuk matanya. Cakra mencoba menenangkan Gabriella yang sudah menangis,
"Haa~ gelang jam gue ilang!!" ujar Laura,
"Gila, jantung gue serasa mau copot!" ujar Radja,
"Lo gak apa, kan?" tanya Keenan ke Natha, Natha hanya mengangguk, mereka semua mencoba mengatur nafasnya,
"Elah, kakak adek satu ini emang agak laen," ucap Radja terkekeh,
"Sumpah, bener kata Radja, jantung gue mau copot karena zombienya muncul secara tiba-tiba gitu," ujar Laura,
"Habis ini mau makanan dulu gak? Laper gue," ujar Gabriella sembari mengusap Air matanya,
"Haha! Tadi ketakutan, terus malah kelaperan, pasti karena ketakutan ini nih, makanya laper." jawab Natha menawakan Gabriella, Natha menyandarkan kepalanya di pundak Keenan, mereka juga duduk di kursi yang ada di dalam toilet itu.
"Udah kita cari tempat makan yok, gue laper banget udah ini." ujar Gabriella, mereka semua keluar dari hypermart, menghampiri motornya yang terparkir rapi di tempat parkiran itu.
"Ta, berdua sama gue aja sini," ujar Radja kepada Natha,
"Gak, gue sama Keenan aja, males gue sama lo," jawab Natha dengan kekehan yang mengejek Radja.
"Taik lo," ujar Radja tertawa, mereka semua melajukan motornya untuk pergi ke warung makan. Setibanya mereka di tempat makan, Natha dan teman-temannya masuk ke dalam rumah makan itu.
__ADS_1
Satu meja terdapat empat kursi, jadi mereka duduk berempat-berempat dan ada juga yang cuman berdua. Di meja lima ada, Natha, Keenan, Gabriella dan Cakra, di meja tujuh ada Laura, Rafa, Vio dan Gibran, sedangkan Radja dan Aksa di meja enam, ia hanya berdua.
"Ini pesanan kalian, selamat memakan," ujar pelayan di sana menaruh makanan di meja nomor lima, enam dan tujuh.
***
Mereka telah selesai memakan makanannya, jam sudah menunjukkan jam tujuh malam, mereka membayar makanannya masing-masing lalu keluar dari rumah makan ini.
"Guys kita mencar ya, gue pulang duluan, Hati-hati kalian!" ujar Laura,
"Iya, lo juga hati-hati!" jawab teman-temannya,
"Ya udah, gue sama Cakra juga mau pulang," ujar Gabriella, kini di tempat parkiran hanya ada Keenan, Natha, Aksa dan Radja.
"Keenan, gue pulang duluan nih ya, hati-hati lo berdua," ujar Radja dan akhirnya mereka semua telah pulang ke rumah masing-masing. Natha mengganti pakaiannya menjadi kaos putih lengan pendek dan celana hitam pendek.
Natha turun dari lantai atas untuk pergi ke ruang makan, ia ingin memakan cemilan yang ada di dapur. Ia mengambil snack dan sprite di dalam kulkas lalu ia berjalan ke arah ruang tamu. Ia mendudukkan dirinya di sofa panjang, menaruh scank, minuman, dan hpnya di atas meja. Meraih remote TV untuk menyalakan tvnya.
"Ta, Mama belum datang?" tanya Keenan, Natha hanya menggeleng,
"Kata mama sih, pulang sekitar jam sepuluh malam atau jam sembilan." jawab Natha, Keenan hanya mengangguk lalu berjalan ke arah ruang makan untuk mengambil Sprite setelah itu kembali ke ruang tamu dan mendudukkan dirinya di samping Natha.
"Besok kayaknya gue mau pake motor sendiri aja deh," ujar Natha,
"Oke," jawab Keenan, kini mereka fokus kepada kegiatan mereka masing-masing, yang satu masih setia menonton tv, dan yang satu lagi memainkan hpnya sedang chatting bersama teman-temannya, mungkin.
Jam sudah menunjukkan jam sembilan malam, di luar rumah terdengar suara mobil dan suara pagar terbuka. Natha tau siapa itu, ia bangkit dari duduknya lalu membuka 'kan pintu rumah untuk Mama Lian.
"Haduh, kalian ini, nanti sampahnya jangan lupa di buang ke trmpat sampah ya, jangan di biarin berserakan kahak gitu, mama mau mandi dulu." ujar Mama Lian setelah masuk ke dalam rumah,
__ADS_1
"Siap, nyonya!" jawab Natha sembari mengangkat jari jempolnya. Ia kembali ke ruang tamu dan mengambil bungkus snack bekasnya tadi lalu berjalan ke tempat sampah di dalam rumahnya, membuang sampah itu lalu duduk kembali ke sofa panjang di samping Keenan.
"Ta, nanti malam minggu lo sibuk?" tanya Keenan kepada Natha yang masih setia menonton tv.
"Enggak kayaknya, kenapa emang?" tanya Natha tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun.
"Gak ada, nanya aja." jawab Keenan, Natha hanya mengangguk, Tiba-tiba hp Natha berbunyi karena ada yang menelpon dirinya.
Natha dengan cepat mengambil hpnya sebelum Keenan yang melihatnya lebih dulu, ia melihat siapa yang menghubungi dirinya, Jaden.
"Bentar, gue mau anggak telpon." ujar Natha, hendak bangkit dari duduknya, namun tangannya lebih dulu di tarik oleh Keenan.
"Emang gak bisa, kalo angkat telponnya di sini aja? Kenapa harus menjauh? Siapa emang?" tanya Keenan dengan beruntun.
"Eh, enggak sih, ini eee anu, J-Jaden." jawab Natha,
"Oh, sini aja, ngapain harus jauh-jauh? Paling dia cuman ngajak lo jalan malam minggu nanti." jawab Keenan, Natha menaikkan satu alisnya bingung.
Natha menyambungkan hubungan telponnya dengan Jaden,
"Apa, Den?" tanya Natha,
"Gue manu nanya," jawab Jaden,
"Mau nanya, apa?" tanya Natha sembari melirik ke arah Keenan yang masih setia melihat ke arah hpnya dan bermain game online.
"Lo nanti malam minggu sibuk gak? Gue mau ngajak lo jalan, hehe!" jawab Jaden, Natha kaget, benar kata Keenan, Jaden hanya mengajaknya untuk jalan malam minggu nanti.
"Eh, maaf, gak bisa, Den. Gue malam minggu nanti jalan sama.....Keenan, maaf ya!" jawab Natha, sontak Keenan kaget mendengar jawaban Natha, ia menatap wajah Natha yang juga sedang menatap dirinya. Kenapa tidak di terima saja ajakan dari Jaden? Dan kenapa ia harus menjawab dengan alasan ia akan jalan bersama dengan dirinya? Padahalkan Keenan tak mengajaknya untuk jalan pada malam minggu.
__ADS_1
"Oh, gitu. Ya udah gak apa, lain kali aja kalau lo gak sibuk."
...***...