My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 170


__ADS_3

Malam hari pun tiba, Natba dan Ola masih merasa canggung untuk saling berkomunikasi.


"Lo kuliah?" tanya Ola memecah keheningan di antara mereka berdua yang duduk di ruang tamu.


"Kuliah, tapi belum daftar. Kampusnya belum buka pendaftaran, kalau gak salah, senin nanti baru pendaftaran." jawab Natha yang di angguki oleh Ola.


"Lo sendiri? Kuliah?" tanya Natha, Ola mengangguk.


"Kata nyokap gue, barengin sama lo aja, biar gak ribet." jawabnya, lalu Natha mengangguk, setelah itu mereka kembali hening. Hanya ada suara musik dari HP mereka masing-masing, Keenan dan Mama Lian juga belum pulang.


Tin! Tin!


Suara mobil dari luar, Natha mengintip dari tirai ruang tamu, ada Mama Lian yang datang menggunakan mobil, bersama dengan Keenan.


Keenan masuk lebih dulu dari Mama Lian, setelah ia masuk, ia heran, siapa cewek yang berada di samping Natha? Teman Natha? Kenapa Keenan baru pertama kali melihat.


Keenan langsung masuk ke dalam kamarnya, padahal tadi niatnya ia ingin duduk di sofa dulu sebentar, tapi karena ada teman Natha, jadi ia tidak jadi. Pikirnya.


Setelah masuk ke dalam kamar, ia membuka hpnya untuk bertanya kepada Natha melalui Whatsapp.


[Ta] - Keenan


Ting!


Suara dering dari HP Natha masuk, Natha melihat ke layar hpnya, itu adalah chat dari Keenan.


[Ya??] - Natha


[Temen lu?] - Keenan


[Anak tante Karin, yang di Singapur] - Natha


[Oh, kirain temen lu, gak pernah liat dia, gue.] - Keenan


[Gue juga awalnya gak tau. Ini aja masih canggung, katanya dia nginap disini, Tante Karin yang bilang, dia juga bakal kuliah sama kayak kita juga] - Natha


[Padahal setelah gue mandi nanti mau ngajak lo jalan. Shabita gak bisa di ajak jalan, mau nginap di rumah keluarga nya dia. Ajak dia juga? Masa canggung?] - Keenan


[Boleh, ntar gue tanyain dia, siapa tau dia mau ikut, sekalian dia gak tau juga tempat-tempat disini.] - Natha


[Gue mau mandi] - Keenan


Natha keluar dari aplikasi whatsapp, ia mencari keberadaan Mama Lian yang dari tadi belum masuk ke dalam rumah.


"Gue keluar bentr ya, mau nyari nyokap." ucap Natha kepada Ola, Ola hanya membalas dengan anggukan dan senyuman.


Di saat Natha keluar rumah, Ola mendapatkan pesan dari sang Mama melalui aplikasi Whatsapp.


/Mami


[Gimana? Sudah akrab sama Natha?] - Mami


[Ya gitu deh, masih agak canggung juga. Tapi di usahain agar gak terlalu canggung juga nanti, bingung mau ngebahas apa, gak ada bahasan.] - Ola


[Iya, nanti bakal akrab kok. Natha baikan orangnya, sudah ketemu juga belum, sama Keenan? Kakanya.] - Mami


[Ada tadi cowok, kayaknya baru pulang ngampus? Mungkin itu deh, tapi dia langsung masuk ke kamarnya.] - Ola


[Ouh, ya sudah, Mami masih banyak kerjaan ini. Semoga betah di sana yaa, jangan bikin ulah di kota orang.] - Mami


[Iya mami, semangatt, bilangin papi juga, hehe] - Ola


[Iya sayangnya mami.] - Mami


Natha masuk bersama Mama Lian. Mama Lian menyadari adanya Ola di ruang tamu yang sedang duduk di sofa panjang. Ola yang melihat Mama Lian juga ikut berdiri, ia sedikit membungkukkan badannya.


"Halo Tante, masih ingat Ola gak, hehe!" sapa Ola kepada Mama Lian, Mama Lin menghampiri Olah.


"Masih dong, kangen banget Tante sama kamu, dulu terakhir bertemu di saat kamu umur lima tahun ya, udah lama banget itu," jawab Mama Lian tersenyum sambil mengusap kepala Ola lembut.


"Udah kenalan sama Natha belum?" tanya Mama Lian kepada Natha dan Juga Ola.


"Udah kok tan, masih agak canggung aja dikit, maklum lah, baru pertama ketemu." jawab Ola yang tersenyum, begitu juga dengan Natha.


"Eh, tante tinggal dulu, ya? Mau mandi dulu, gerah banget ini." izin Mama Lian yang di angguki oleh Natha dan Ola.

__ADS_1


"Oh ya, Ola, nanti gue mau keluar bareng Keenan, Abang gue. Mau ikut? Sekalian biar lo kenal tempat-tempat di sini." ucap Natha,


"Boleh deh, gak apakan, gue ikut?" tanya Ola yang di angguki oleh Natha. Ola dan Natha tak satu kamar, Ola berada di kamar tamu karena ia juga yang minta, soalnya kalau satu kamar sama Natha, ia tidak enak. Walaupun Natha sudah memberikannya izin bahwa ia boleh tidur bersamanya, tapi Ola menolak dan tetap memilih untuk tidur di kamar Tamu yang berada di Lantai satu dekat ruang tamu.


"Gue mau ganti baju dulu, gue tinggal masuk ke kamar ya." ucap Natha, "Iya, gue juga mau ganti baju." jawab Ola. Mereka berdua masuk ke dalam kamar masing-masing untuk mengganti pakaian.


***


Natha, Ola, dan Keenan sudah siap, mereka sedang menunggu Mama Lian yang ingin menitip sesuatu.


Natha menggunakan baju crop lengan panjang berwarna Abu tua dengan celana kulot berwarna hitam, rambut yang terurai di catok dengan gaya gelombang gantung. Sendal heels berwarna hitam, dan tas kecil berwarna hitam juga.


Ola menggunakan baju kemeja putih dengan motif bunga kecil kecil yang berhamburan, celana jeans biru kulot, sepatu putih dan tas kecil berwarna putih, rambut lurus yang terkuncir satu.


Keenan menggunakan kemeja putih, berlapis dengan sweater biru, sepatu putih dan celana hitam.


Setelah Mama Lian sudah menitip, mereka langsung saja berjalan keluar rumah. Keenan mengambil mobil di dalam garasi, Natha dan Ola menunggu di depan pagar.


Setelah Keenan sudah keluar dari pagar, Natha dan Ola masuk ke dalam mobil di kursi tengah. Pagar di tutupkan oleh Pak Harto yang sedang ronda malam bersama teman-teman di komplek itu.


***


"Mau kemana?" tanya Natha kepada Keenan yang sedang menyetir, ia tahu sebenarnya bahwa Keenan akan menjemput Tala, soalnya ini adalah jalan untuk ke rumah Tala.


"Jemput Tala dulu." jawab Keenan, Natha mengangguk, di dalam mobil itu hanya ada suara musik yang terdengar, mereka hanya diam-diaman di dalam mobil. Masih terasa canggung, padahal Natha kalau mau temenan sebentar saja akrab, kenapa kali ini rasanya berbeda?


Mereka ingin nonton bioskop di mall, ada film baru yang di Release di bioskop. Bangku kosong, ujian terakhir, itulah yang akan mereka tonton.


Sesampainya mereka di mall, Keenan memarkirkan mobil terlebih dahulu, lalu masuk ke dalam mall tersebut.


Mereka langsung menuju bioskop untuk membeli tiketnya terlebih dahulu. Keenan dan Tala membeli tiketnya, Natha dan Ola menunggu di kursi tunggu.


"Ta, mau mutualan ig gak?" tanya Ola yang membuka suara, Natha mengangguk. "Username lo apa? Biar gue follow." tanya Ola lagi.


"N4tlieeea" jawab Natha, Ola langsung saja mencari, setelah ketemu ia langsung memfollow akun IG Natha yang followers nya lebih banyak dari milik Ola.


"Udah gue follback tuh." ucap Natha, Ola mengangguk. Keenan dan Tala sudah selesai membeli, mereka masuk di ruangan bioskop nomor 3, mereka langsung saja masuk.


Mereka duduk di kursi E 10 Tala, E 11 Keenan, E 12 Natha, dan E 13 Ola, di samping Ola masih ada orang juga.


***


Setelah selesai, mereka keluar dari ruangan, jam masih menunjukkan jam sepuluh malam, sebentar lagi mall akan tutup. Mereka langsung keluar dari mall, mereka juga tak membeli apa apa di dalam mall tersebut. Hanya Menonton Film, membeli soda dan popcorn tadi. Berfoto foto sebentar, Natha dan Ola juga sudah lumayan akrab, karena menonton tadi.


Mereka berdua juga berfoto bersama yang di fotokan oleh Keenan, Natha mempost fotonya di Story Instagram dan tak lupa men-tag Akun IG Ola.


Banyak teman-temannya yang nge-reply di akun instagramnya Natha, HP Natha berbunyi, begitu juga dengan Keenan. Banyak notif masuk di akun IG Natha, tapi di HP Keenan juga terdapat notifnya karena ia juga memegang akun Natha.


/reply Gabriella (Biell_4)


[Siapa tuh, cakep amat. Temen baru kah?]


/Kate (Ktrinnzhraa)


[Temen baru anjay, pantes kaga ngajak gue jalan-jalan lagi]


/Vio (fiouyy)


[Waduh, temen baru nih]


/Cakra (Cakrawala__)


[Keenan mana Ta]


Dan banyak lagi, tapi Natha tak ingin membalasnya sekarang. Nanti saja kalau sudah di rumah.


"Ta, pegangin HP gue, bacot bener, geter mulu dari tadi." ucap Keenan, Natha hanya tertawa kecil. Keenan mengantar Tala dulu pulang, baru membelikan bahan yang di titip oleh Mama Lian.


Setelh mengantar Tala, mereka tak langsung pulang, mereka pergi ke taman bermain yang banyak wahana jika pada malam minggu. Tadi mereka sudah membeli bahan dan sudah di taruh di bagasi motor.


"Nanti hari senin, siap-siapin berkas yang udah gue kasih tau kemarin. Senin udah pendaftaran, nanti gue bantu ngisi formulirnya kalau ada yang gak lo paham." ucap Keenan, Natha mengangguk.


"Kampusnya jauh gak sih? Atau dekat aja?" tanya Ola, "Kalau dari rumah ya lumayan jauh, sekitar dua puluh menit baru sampai, tapi kalau dari taman ini, tuh deket aja." jawab Keenan menunjukkan ke arah gedung kampusnya yang besar dan ada banyak tingkatnya.


"Ngambil jurusan apa?" tanya Keenan ke Ola, Keenan sedang merokok, mereka duduk di kursi taman. Keenan duduk di pojok, di tengah Natna dan di samping Kiri Natha ada Ola.

__ADS_1


"Gue? Gue ngambil jurusan psikolog." jawab Ola, "Lo sendiri, masuk jurusan apa?" sambung Ola bertanya kembali kepada Keenan.


"Administrasi perkantoran, gue." jawab Keenan. Masih banyak lagi yang mereka bahas, sampai jam menunjukkan jam sebelas malam. Mereka memutuskan untuk pulang ke rumah, Ola sudah merasa ngantuk, ia jarang bergadang.


Sesampainya mereka di rumah, Natha, Ola dan Keenan langsung masuk ke dalam rumah setelah selesai memasukkan mobil ke dalam garasi dan mengambil bahan titipan Mama.


Mereka masuk ke dalam kamar masing-masing untuk mengganti pakaian. Ola langsung saja tidur, ia sudah terlelap di dalam kamarnya, sedangkan Natha dan Keenan tidak. Mereka berada di ruang tamu main HP mereka masing-masing. Natha membalas pesan dari teman-temannya di SG, dan juga di whatsapp grub mereka yang ber sembilan.


Posisi Natha sekarang duduk di sofa panjang dengan kaki yang menyilang, Keenan rebahan dan menjadikan paha Natha sebagai tumpuan kepalanya.


/grub girl's


[weh, siapa cewek yang bareng lo itu dah?] - Gabriella


[Iya ih, siapa? Baru pertama kali liat gue] - Laura


[Temen baru nih yaaa, masa temen lama di lupain.] - Gabriella


[Natha walaupun punya temen baru kaga bakalan lupain temen lama bego.] - Laura


[Iya juga ya, tau ah. Siapa sih? Saudara lo? Tapi lo kaga pernah ngenalin sumpah, biasanya saudara lo pasti ada ke rumah lo di saat hari-hari libur.] - Gabriella


[Saudara, maybe] - Kate


[Sepupu gue, dari Singapur. Nanti lo pada kenal deh kayaknya, dia bakal kuliah di kampus yang sama kayak kita. Cuman beda jurusan doang] - Natha


[Gue juga baru kenal sama dia, gue aja gak pernah tau kalau gue punya sepupu dari Singapur, kayaknya tau, tapi gue lupa.] - Natha


[Siapa namanya?] - Gabriella


[Nada Azzola Pinata, panggilannya Ola.] - Natha


[Waduh namanya, sabi tuh masuk circle. Asik gak?] - Kate


[Asik kok orangnya, kaga pemalu juga dia, canggung doang kalau pertama kali ketemu.] - Natha


[Udah dulu deh ya, gue ngantuk, mau tidur, bye.] - Natha


"Gue mau ke kamar, minggirin kepala lo." ucap Natha, Keenan bangkit dari rebahan nya, ia juga ikut pergi ke kamarnya sendiri. Natha mematikan lampu ruang tamu, hanya ada cahaya dari ruang makan yang menerangi ruang tamu. Natha dan Keenan masuk ke kamar masing-masing, Natha mematikan Lampu kamarnya, hanya menyisakan lampu tidur.


Merebahkan badannya keatas kasur, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang sudah terbalut dengan pakaian. Suhu AC juga ia rendahkan agar tak terlalu dingin, Natha sebenarnya masih belum mau tidur, tapi ia hanya rebahan sambil memainkan hpnya.


Ting!


Suara notif hpnya, ia melihat ke notif whatsapp di hpnya, ternyata itu dari Aksa.


Aksa mengirimkan fotonya bersama dengan Bunda Dan Vio yang sudah tiba di Singapur.


[Halo, aku udah sampai 👋] - Aksa


[Baru sampai?] - Natha


[Udah dari tadi sih, tapi tadi belum sempat buka HP, makan dulu tadi, baru buka hp.] - Aksa


[Istirahat dulu lah, emang kaga di marahin Bunda? Baru sampai juga, langsung main hp.] - Natha


[Enggak. Tadi udah Izin sama Bunda, mah ngabarin kamu.] - Aksa


[Oalah, okelah.] - Natha


[Kenapa belum tidur? Udah jam dua belas malam, kan, disana?] - Aksa


[Iya, masih belum ngantuk.] - Natha


[Tadi bilangnya di grub udah ngantuk, kata si Vio] - Aksa


[Basa basi doang 🤣🤣] - Natha


[Eh, nanti dulu lagi yaa? Mau bersihin kamar dulu.] - Aksa


[Iyaaa] - Natha


"Gimana gue mau move on? Orangnya aja gini. Cape gue sama lo Sa, gue gak bakal bisa lupain lo kalau gini caranya." ucap Natha pada dirinya sendiri. Ia berfikir sejenak, di saat ia kepantai bersama teman-teman nya.


Aksa mengungkapkan perasaannya, tapi dia tidak mau di jawab, padahal, Natha ingin menerimanya kembali dan membuat lembaran baru bersama Aksa.

__ADS_1


Sedangkan Aksa tidak mau Natha menjawab karena takut Natha tidak bisa LDRan, sebenarnya Aksa juga begitu, ia tidak tahan jika harus LDRan. Ia percaya kalau Natha gak akan mendua di sana, ia hanya takut LDRan bersama Natha.


...***...


__ADS_2