My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 127


__ADS_3

Sesampainya mereka di rumah sakit, mereka berjalan ke ruangan yang di tempati oleh Aksa. Natha tidak tau dimana ruangan Aksa, tapi Mama Lian tau, mungkin di kasih tau oleh Bunda Gita.


Tok! Tok!! Tok!!!


Mama Lian mengetuk pintu ruangan rumah sakit yang di tempati oleh Aksa. Pintu di buka perlahan dan terlihatlah Bunda Gita, Aksa yang sedang duduk sambil makan yang di suapin oleh Bunda Gita. Mereka hanya berdua di dalam ruangan itu, Natha masuk dengan ketakutan, rasa bersalah, bahkan sekarang badannya sudah bergetar takut, takut jika Bunda Gita akan memarahi dirinya dan menyalahkannya karena kejadian yang menimpa Aksa.


Ternyata salah, semua pikiran Natha salah. Bunda Gita malah memeluk Natha, tersenyum, lalu mencium pipi Natha bergantian. Natha bingung, kenapa? Kenapa Bunda Gita tidak marah? Bukan kah karena dirinya Aksa mengalami kecelakaan? Natha melirik ke arah Keenan yang di sana ia hanya tersenyum ke arah dirinya.


Natha kembli melirik ke arah Bunda Gita yang masih setia memeluk dirinya, Bunda Gita melepaskan pelukannya. "Bunda kangenn banget sama kamu, Ta!" ucap Bunda Gita dengan semangat dan bahagia.


"Bunda udah bikin segala cara agar kita bisa bertemu, tapi kamu selalu menolak Bunda. Apalagi jika Aksa yang mengajak, kamu selalu bilang kalau kamu itu sibuk. Sekarang kalau Bunda ngajak ketemuan, kamu jangan nolak terus yaa? Ah, Bunda kangen banget!" ucap Bunda Gita sekali lagi.


"Ah, sampai lupa, ayo silahkan duduk." suruh Bunda Gita kepada Keenan, Lea dan Mama Lian. Natha melihat ke arah Aksa, ia tadi makan tapi tertunda karena Bunda Gita kesenangan bertemu dengannya. Natha menghampiri Aksa, berdiri di tepi ranjang ruangan Aksa, mereka berpandangan dan senyum. Senyuman yang Aksa rindukan, akhirnya Natha kembali senyum ke arah dirinya, sekarang bukan lagi mimpi. Jika mimpi, Aksa berdoa agar tidak membangunkannya terlebih dahulu.


"Makan, jangan liatin gue mulu, ngeliatin gue gak bikin lo kenyang." ucap Natha tersenyum ke arah Aksa. Aksa salah tingkah di buat Natha, "Udah kenyang kok, ngeliat wajah kamu tu bikin aku kenyang." jawab Aksa tersenyum bahagia, sekian lama, akhirnya dia bisa kembali bercandan bersama Natha.


"Makan anjir, ngapain lo senyam senyum aak gitu?" tanya Natha membuat ekspresi yang sinis ke arah Aksa. "Suapin dong, kamu kan baik." jawab Aksa dengan nada yang memohon.


"Dih, makan sendiri lah, udah gede juga. Udah ah, gue mau nyamperin Bunda lo." ucap Natha hendak meninggalkan Aksa, tetapi tangan Natha di cengkal lebih dulu oleh Aksa. Aksa kembali membalikkan badannya ke arah Aksa, melepaskan tangan Aksa gang ada di tangan Natha, tersenyum sebentar lalu berjalan ke arah sora ruangan rumah sakit yang di tempati oleh Aksa.

__ADS_1


"Aksa, lanjut makan hey, kok bengong?" ucap Bunda Gita ke Aksa yang masih setia memandang Natha. Natha terkekeh lalu Aksa tersadar dari lamunannya, "Eh? Hehe, ee anu, ituu, udah kenyang, Bun." jawab Aksa dengan gugup.


"Ya sudah, minum dulu obatnya, bentar Bunda ambilin dulu obatnya." ucap Bunda Gita yang langsung berjalan ke arah meja dekat dirinya untuk mengambil berbagai obat yang diberikan oleh dokter.


"Tante! Vio mau-" belum sempat ia melanjutkan ucapannya, Vio langsung masuk terus membungkukkan badannya ke arah Mama Lian, Keenan, Natha dan Lea di sana. "Maaf, Tante. Vio gak tau kalau ada Tante, maaf ya tante." ucap Vio yang baru saja datang, entah dari mana dan hendak kemana, soalnya pakaiannya sangat rapi.


"Tante, Vio malam ini mau nginap di rumah Jena dulu ya?" izin Vio kepada Bunda Gita, Bunda Gita mengangguk sembari menyerahkan tiga biji obat ke Aksa.


"Ya sudah, makasih Tante. Vio keluar dulu, dah!" ucap Vio lalu keluar, tanpa senyum ke arah Natha. Natha juga sama, ia tak ingin memandang Vio, bukan karena ia benci, melainkan ia hanya masih memikirkan ucapannya di hari itu.


"Sana gih, tuh, temenin Aksa, dari tadi senyam senyum sendirian." ucap Keenan mengejek Aksa yang dari tadi memang senyam senyum tidak jelas. "Tau nih, walaupun mantan, kalian harus tetap temenan. Gak boleh gak temenan gih, udah sana duduk." ucap Mama Lian juga.


Natha dan Lea berjalan ke arah kasur yang di tempati oleh Aksa, mereka duduk di kursi yang ada di dekat situ. Natha duduk dengan Lea yang duduk di pangkuannya.


"Kaka! Kaka cepat sembuh dong! Nanti kita bisa jalan jalan bareng lagi, iya kan, kak Ta?" ucap Lea kepada Natha dan Aksa, Natha melirik Aksa sebentar lalu kembali menatap Lea, ia mengangguk ragu.


"Iyaa, kaka usahain, tapi memang Lea yakin kita bisa jalan bareng lagi?" sindir Aksa ke Natha, Natha yang merasa tersindir pun menatap ke arah Aksa dengan tatapan sinis.


"Yakin dong, Kak. Soalnya, kaka Natha juga sering jalan-jalan, tapi gak sama kakak." jawab Lea, Aksa mengambil kesempatan untuk bertanya ini kepada Lea.

__ADS_1


"Emang Kaka Natha jalannya sama siapa biasanya kalau gak sama Aku?" tanya Aksa kepada Lea, tetapi pandangan matanya ke arah Natha.


"Ah, udah ya Lea, gak perlu di jawab pertanyaan terakhir dia itu. Kalau kamu jawab, nanti kamu pulang kakak tinggal terus gak kaka kasih mainan lagi, mau?" ucap Natha ke Lea, Lea menggeleng dengan mempoutkan bibirnya.


"Nah pinter, udah, jangan di jawab. Apaan sih lo, nanyain Lea, sini tanyain gue langsung." ucap Natha kepada Aksa, Aksa tersenyum lalu (mendekatkan) wajahnya ke Lea.


"Udah, jawab aja pertanyaan kaka tadi, nanti kalau Lea di tinggal, kaka nanti yang nganterin sama Bundanya kakak. Nanti kaka kasih mainan dan-" belum sempat Aksa menyelesaikan ucapannya ke Lea, Natha memotongnya lebih dulu.


"Anyenyenyenye, udah, jangan di dengerin ucapannya. Orang dia aja masih belum bisa jalan, masa mau nganterin Lea, emang Lea percaya sama dia? Enggak kan? Udah ya, jangan dengerin ucapannya." ucap Natha dengan senyum pepsodent ke arah Lea, Lea mengangguk lalu menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya sendiri.


"Ya udah. Oh ya, ngomong ngomong, maaf ya, soal kemarin? Kalau gak di maafin juga gak apa kok, tapi aku berharap semoga di maafin sih, hehe!" cengir Aksa, Natha hanya menatap Aksa dengan tatapan datar, lalu berbicara.


"Gak" jawab Natha, Aksa yang mendengar jawaban dari Natha, ia langsung membuat wajah sedihnya.


"Dih, lebay lo, udah gue maafin." jawab Natha melihat raut wajahnya Aksa. Aksa tersenyum senang lalu mencubit ke pipi Lea, karena ia tidak bisa mencubit pipi Natha seperti dulu lagi, jadi sekarang sasarannya adalah pipi Lea.


"Eee, satu lagi, kalau aku ngajak jalan, kapan kapan mau ya? Hehe" ucap Aksa lagi, "Tergantung, kalau gue gak sibuk." jawab Natha yang diangguki oleh Aksa dengan senyuman manisnya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2