My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 42


__ADS_3

Lah, kok malah bicara sendiri? Aduhh" ujar Natha setelah sadar, ia bergegas mematikan hpnya dan berjalan ke lantai bawah untuk makan malam, ternyata di sana sudah terdapat Keenan, dan Lian, ia tak melihat Bibi.


"Bibi mana?" tanya Natha setelah mendudukkan dirinya di samping Keenan,


"Nidurin Lea," jawab Keenan,


"Nih, makan," ujar Lian sambil menyerahkan piring yang sudah berisi nasi kepada Natha.


"Makasih ma," jawab Natha, ia meraih piringnya dan mengambil lauk yang tertera di atas meja, lalu memakannya hingga selesai.


"Ma, natha ke kamar ya," ujar Natha setelah selesai memakan makannya,


"Iya, ingat, jangan begadang ya, besok masih sekolah." peringat Lian,


"Iyaa ma, goodnight ma, bang," ujar Natha lalu bergegas pergi ke kamarnya.


"Paling sleep call sama pacar," ujar Keenan meledek adeknya,


"Hilih, bacot jomblo," jawab Natha tak terima dengan ucapan Keenan, Keenan hanya menjulurkan lidahnya kepada Natha.


Setelah selesai Natha di kamarnya, benar saja, Aksa sudah menelponnya, lalu Natha mengangkat telpon dari Aksa.


Di telpon.


"Allow" -Aksa


"Hm" -Natha


"Udah makan?" -Aksa


"Udah tadi, baru selesai" -Natha


*skip mereka telah bertelponan hingga jam sepuluh malam.

__ADS_1


"Udah yaa, mati in aja, nanti besok juga ketemu, tidur yaa," ujar Natha yang berbicara kepad Aksa melalui Telpon.


"Ya udah, good night, mimpi yang indah yaaa," jawab Aksa, Natha hanya membalas dengan ucapan 'too' lalu mematikan telpnya, sekarang Natha mematikan layar hpnya, turun dari atas kasur dan berjalan menuju meja belajarnya. Ia ingin mempersiapkan mata pelaharan buat besok, tapi di pikir pikir, sepertinya besok jam kos, karena guru guru sibuk untuk menyiapkan ujian buat kaka kelas hari senin nanti, jadi Natha hanya membawa buku kosong tiga.


Setelah selesai ia keluar dari kamarnya untuk melihat ke lantai bawah apakah masih ada Lian atau Keenan di sana? Biasanya jam segini Keenan masih menonton film di TV. Ah benar saja, di sana masih ada Keenan yang asik menonton TV, ah bukan, TV yang menonton Keenan. Keenan tertidur di atas sofa ruang tamu, TV masih menyala, Natha mematikan TV nya dan membangunkan Keenan.


"Bang, bangun heh, ke kamar lu sono, bang, bang, lu belum bangun gue tampol pake bantal nih, heh bang!!" teriak Natha di samoing telingan Keenan, tapi tetap saja, ia tak terbangun dari tidurnya, Natha yang mulai habis kesabaran, ia mengambil bantal yang berada di sofa itu dan menutup wajah Keenan dengan Bantal itu,


Keenan sepertinya tidak bisa bernafas, ia memukul lengan Lian yang masih setia berada di bantal untuk menutup wajah Keenan, Natha yang tau abangnya itu sudah bangun, ia membuka bantalnya, benar saja. Keenan mengambil Nafas tak beraturan mendudukkan dirinya, lalu mendorong badan Natha, yang di dorong hanya tertawa.


"Heh lu, mau bikin gue mati kehabisan nafas ya?" kesel Keenan dengan wajah yang sepertinya emosi.


"Lagian, di bangunin susah bener, sana balik ke kamar lo, di sini dingin" ujar Natha, lalu meninggalkan Keenan yang masih duduk di sofa, ia melirik jam dinding, dan kembali ke kamarnya mengikuti sang adik yang sudah berjalan lebih dulu dari dirinya. Tetapi Natha kembali berjalan ke bawah,


"Kemana?" tanya Keenan,


"Mau ke toilet," jawab Natha,


"Langsung tidur abis itu, jangan begadang," ujar Keenan dan dibalas anggukan dengan Natha.


***


Alarmnya Natha berbunyi, di jam enam lewat empat puluh lima pagi. Natha mematikan alarmnya dan langsung saja bergegas mandi, lalu sarapan dan berangkat ke sekolahnya.


Beberapa menit kemudian, Natha sudah siap dengan pakaian sekolahnya, karena hari ini hari Jum'at jadi seragamnya seragam sasirangan, dengan rok berwarna hitam, rambut yang berkuncir biasa, dan tak lupa sepatu hitam, tas yang berada dipundak. Ia turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama, di ruang makan hanya ada Bibi Mela, sedangkan Lian tidak ada.


"Bi, mama mana?" tanya Natha kepada bibi Mela setelah mendudukkan dirinya di kursi meja makan.


"Belum keluar kamar, nak Natha," jawab Bi Mela, Natha mengangguk, dan tak berselang lama datanglah Lian dengan Keenan sekaligus.


"Pagii," ujar Lian,


"Pagi, ma," jawab Natha,

__ADS_1


"Ma, nanti pulang sekolah, Natha agak lama pulangnya ya?" tanya Natha,


"Iya, asal jangan terlalu kemaleman pulangnya oke?" jawab Lian, Natha menganggukkan kepalanya sambil memakan sarapan paginya.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah selesai sarapan, Natha berpamitan dengan Lian, Keenan, dan tak lupa dengan Bi Mela.


"Dadah, Natha berangkat dulu ya," ujar Natha sembari melambai lambaikan tangan kirinya.


"Iya, hati hatii," jawab Lian dengan Keenan.


Natha hendak mengambil motornya di garasi, tapi ia menghentikan langkahnya di saat ada yang memanggilnya di depan pagarnya, ah, ia lupa, hari ini ia di jemput oleh Aksa, Natha menghampiri Aksa yang ada di depan pagarnya.


"Kenapa gak masuk aja si, sekalian makan bareng tadi, aku jadi lupa kalo kamu yang jemput, haha," ujar Natha sembari tertawa kecil,


"Gak apa, udah ayo," jawab Aksa, Aksa membukakan footstepnya untuk Natha, Natha menaiki motornya setelah itu Aksa melajukan motornya dengan kecepatan rata rata.


Sesampainya di sekolah, Natha dan Aksa langsung saja berjalan ke dalam kelasnya. Di sana hanya ada beberapa orang, Natha menghampiri tempat duduknya, begitu juga dengan Aksa. Natha melihat tas Gabriella, Laura, dan Vio ada, tetapi orangnya tidak ada,


"Kemana mereka semua?" tanya Aksa kepada Natha, Natha menaikkan bahunya,


"Entah, kita cari aja, mau?" tanya Natha, Aksa menggeleng,


"Gak perlu, di sini aja, nanti mereka ke sini juga kok," jawab Aksa, ia mendudukkan dirinya di tempat Natha, dan Natha mendudukkan dirinya di tempat Gabriella. Aksa berbicara bersama Natha sembari mengelus ngelus lengan Natha,


"Hehe, beneran deh, aku serasa mimpi bisa pacaran sama kamu," ujar Aksa, Natha mencubit lengan Aksa yang sedang mengelus elus lengannya.


"Aduh, sakit, kenapa di cubit?" ringis Aksa sembari bertanya,


"Sakit kan?" bukannya menjawab ia malah balik bertanya, Aksa menganggukkan kepalanya,


"Itu tandanya kamu gak mimpi, aku juga awalnya ragu buat ngungkapin semuanya ke Gabriella, tapi aku percaya ke Gabriella," jawab Natha,


"Hehe, lov u," ujar Aksa.

__ADS_1


"Lov u more," jawab Natha, tak berselang lama teman temannya kembali ke dalam kelas, entah dari mana mereka semua.


...*****...


__ADS_2