My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 89


__ADS_3

Mereka pergi ke taman yang lumayan jauh dari rumahnya, sampai di sana, Natha dan Keenan turun dari motornya lalu masuk ke dalam taman, sebelum masuk Keenan membeli rokok terlebih dahulu di depan taman itu.


"Rokok mulu, sakit nanti bikin ribet aja." ucap Natha, Keenan hanya terkekeh,


"Gue anak kuat, haha!" jawab Keenan, Natha hanya menggeleng. Mereka duduk di tempat duduk yang dekat dengan pohon besar ada lampu-lampu berwarna warni.


"Udah, jangan di tangisin lagi, besok gak usah masuk sekolah dulu kalo pusing, lo kalo nangis besoknya pasti pusing." ucap Keenan, ia sangat tahu tentang adek cantiknya ini.


"Iyaa, tapi kayaknya gue besok bakal tetap sekolah." jawab Natha,


"Terserah, tapi nanti pagi minum obat dulu, kalo nanti di sekolah kepalanya masih sakit, langsung ke UKS aja istirahat." jawab Keenan, Natha mengangguk. Ia menatap wajah Keenan, Keenan adalah sosok laki-laki yang menjadi seorang ayah untuk adiknya, kehilangan kasih sayang seorang ayah sejak kelas tujuh SMP.


"Kenapa? Gue ganteng? Emang." pede Keenan,


"Geer," jawab Natha langsung membuang pandangannya.


Mereka hanya duduk di taman itu, di sana banyak orang, ada yang naik wahana, berbagai macam wahana, ada gelombang cinta, bianglala, kora-kora dan lainnya. Dari tadi Keenan hanya merokok, tiga batang rokok telah habis. Keenan hendak mengambil satu batang rokok lagi, tetapi Natha dengan cepat mengambil kotak rokok milik Keenan dari tangannya.


"Udah. Lo udah habis tiga." larang Natha,


"Satu lagi, boleh lahhh, yaaaa, satu lagi ajaaa," rayu Keenan, Natha menggeleng


"Satuuu ajaa, ayo lahhh, satu lagiii, terakhir deh, setelah itu lo simpan aja." rengek Keenan lagi,


"Ya udah, terakhir." finall Natha, ia mengambilkan satu batang rokok dan di serahkan ke Keenan, sisa rokok yang ada didalam kotaknya, Natha yang memegangi nya.


"Gak mau naik wahana? Masa dari tadi cuman duduk di sini," tanya Keenan,


"Naik gelombang cinta, lo yang beliin tiketnya tapi," jawab Natha, Keenan mengangguk, mereka berdua berjalan ke tempat pembelian tiket. Keenan membeli dua tiket, menunggu giliran untuk naik ke wahananya.

__ADS_1


"Nah udah, ayo naik," ucap Keenan, Natha duduk bersampingan, mereka menunggu wahanya penuh baru akan dimulai. Setelah mulai, mereka menikmati, awalnya cuman santai, tetapi setelah lama-kelamaan berputarnya makin kencang dan makin tinggi membuat semua yang naik di wahana itu berteriak kencang termasuk Natha, sedangkan Keenan hanya tertawa melihat ekspresi Natha.


Selesai sudah mereka naik wahana itu, lumayan lama dan mendapatkan dua ronde, mereka berdua tak ingin melanjutkan permainan, mereka kembali duduk di tempat yang tadi duduki.


"Mau pulang? Udah jam sepuluh," tanya Keenan,


"Bentar lagi yaa, nanti duluu," jawab Natha, Keenan hanya mengangguk.


***


Jam sudah menunjukkan jam sebelas malam, mereka berdua sudah di jalan pulang. Sesampainya di rumah, Natha dan Keenan langsung masuk ke dalam rumah,


"Langsung tidur aja, besok masuk sekolah kan?" ucap Keenan, Natha hanya mengangguk, ia berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Karena tadi Keenan sudah mengajaknya ke taman, ia sudah mulai merasa tak terlalu memikirkan masalah yang ia tangisi tadi. Tetapi kenapa setelah sampai di rumah, ia malah memikirkan Aksa lagi? Ayolah, ia sedang berusaha untuk melupakannya.


Natha merebahkan badannya di kasur tanpa mengganti pakaiannya, ia bermain hp, membuka IG yang banyak di dm oleh teman cowoknya yang tak di balas olehnya. Kenapa? Karena ia ingin menjaga perasaan Aksa, ia tak ingin menyakiti hati kekasihnya, tetapi malah cowoknya yang menyakiti hatinya.


"Sini, gue belum bisa tidur," jawab Natha menyuruh Keenan untuk masuk ke dalam kamarnya. Keenan masuk ke dalam kamar Natha tanpa menutup pintu kamarnya.


"Jangan nangisin dia yang gak cukup satu cewek." ucap Keenan, ia merangkul pundak Natha dan mendekap badan Natha. Mereka berdua duduk di tepi kasur, lampu yang menyala hanya lampu tidur.


***


//pagi hari//


Natha terbangun dari tidurnya, jam menunjukkan jam lima pagi, Natha menatap ke samping kanannya. Di sana ada Keenan yang masih tetidur di dalam selimut, ternyata tadi malam mereka berdua tertidur.


Malam tadi, Natha dan Keenan hanya memainkan hpnya masing-masing, lama-kelamaan mereka berdua tertidur, Mama Lian juga sempat melihat ke dalam kamar Natha karena pintu kamarnya yang terbuka.

__ADS_1


Melihat Keenan dan Natha yang tertidur pulas, Mama Lian juga tak ingin mengganggu, mama Lian menutupi tubuh mereka berdua dengan selimut.


Natha mendudukkan dirinya, ia mengerjapkan matanya beberapa kali, ia berdiri dan berjalan ke arah jendela untuk membuka tirainya.


"Bang, bangunn," ucap Natha berusaha membangunkan Keenan.


"Lima menit lagi." jawab Keenan, Natha hanya mengangguk, lagian masih jam lima pagi, biasanya juga Keenan bangun jam setengah tujuh.


Natha mengambil handuk untuk mandi dan bersiap ke sekolah. Natha sudah selesai mandi, ia mengambil seragam sekolah hari ini dan memakainya, Keenan masih tertidur nyenyak.


Jam sudah menunjukkan jam setengah tujuh pagi, Keenan bangun dari tidurnya dan langsung mendudukkan dirinya. Melihat ke arah Natha yang bengong duduk di kursi belajarnya, Keenan berdiri dan berjalan ke arah pintu kamar Natha.


"Turun ke bawah sana, sarapan, nanti sekolah biar gue yang anter," ucap Keenan membuka knock pintu.


"Gue bisa berangkat sendiri," jawab Natha,


"Gak, lo bengong bengong gitu, entar yang ada bahaya, gak, gak,gue aja yang nganter." jawab Keenan lalu keluar dari kamar Natha dan menyiapkan dirinya untuk pergi ke kampus.


Beberapa menit kemudian, Natha sudah berada di ruang makan bersama Mama Lian dan Bibi Mela yang sedang memasakkan sarapan. Tak lama kemudian Keenan turun dan mendudukkan diri di samping Natha, mengambil piring dan memakan sarapannya.


Selesai sudah mereka sarapan, Natha dan Keenan langsung saja berangkat mengantar Natha ke sekolah, jam juga sudah menunjukkan jam setengah delapan pagi.


Sampainya di sekolah Natha, Natha turun dari mobil dan melambaikan tangan ke arah Keenan yang melajukan mobilnya untuk ke kampus.


Natha menghela nafas berat, ia masuk ke dalam sekolah dan berjalan ke perpustakaan. Ia masuk ke dalam perpus dan mengambil satu buku novel di rak buku. Mendudukkan diri di meja pojok perpustakaan, ia tak membaca bukunya, ia hanya memainkan hp yang jarang ia gunakan, sedangkan hp yang sering ia gunakan ia letakkan di atas meja.


Bel sekolah berbunyi, Natha berjalan keluar perpus untuk masuk ke dalam kelasnya. Ia berjalan cukup lama karena menaiki tangga yang lumanya tinggi, kelasnya juga terletak di lantai atas, mungkin ia akan telat masuk ke dalam kelas.


"Pagi, bu...."

__ADS_1


...***...


__ADS_2