
Natha sudah berada dirumah Kate, ia menunggu Kate yang masih mencari dompetnya, ia lupa menaruhnya di mana.
Tak lama kemudian, ia menemukan dompetnya yang ternyata ia taruh di sofa ruang tamu, Kate orangnya memang pelupa, baru saja ia menaruh, tak beberapa menit setelahnya ia pasti akan lupa.
"Lo yang bawa, hehe!" ucap Natha sembari tertawa kecil, Kate hanya mengangguk karena ia sudah bisa menebak, jika ia jalan bersama Natha, pasti ia akan di suruh untuk membawa motornya.
Kate melajukan motornya untuk cepat sampai ke dermaga, ia ingin memandangi lautan dan juga sunset, sekarang masih menunjukkan jam setengah enam sore.
Sesampainya mereka di sana, Kate memarkirkan motornya, setelah itu mereka memutuskan untuk membeli makanan dulu sebelum duduk di sana. Natha membeli kebab dengan es jeruk peras, setelah selesai mereka langsung mencari tempat duduk untuk bersantai.
"Ih, kok gue jadi keingat sama Kelvin sii, kan gue jadi gamon." ucap Kate yang merasakan dejavu. "Sok sok an lo, dia ngajak lo ngedate aja lo gak mau." jawab Natha memutarkan bola matanya malas, Kate hanya terkekeh karena yang di bilang oleh Natha itu ada benarnya.
"Oh iya, gimana sekarang, lo sama Vio?" tanya Kate kepada Natha yang asik memakan kebabnya.
"Ya gitu, tapi tadi waktu istirahat dia deketan sama gue, plus, dia duduk di kelas tepat di belakang gue." jawab Natha.
"Dia gak ada niatan mau minta maaf gitu? Gue rasa nih ya, Vio itu orangnya gak gengsian, gak kaya Gabriella. Gak mungkin kalo Vio gengsi mau minta maaf sama lo." ujar Kate dengan raut wajah yang heran.
"Gak tau juga. Udah ah, jangan ngomongin itu, ngomongin yang lain aja, noh liat noh, sunset nya cakep banget." ucap Natha mengalihkan topik pembicaraan.
"Iya, cantik, kaya temen gue yang di sebelah ini, cakep banget." jawab Kate membuat Natha salting, ia mendorong bahu Kate setelah itu tertawa malu.
***
Sekitar jam tujuh malam, Natha dan Kate baru saja pulang, Natha setelah mengantarkan Kate pulang, ia juga pulang ke rumahnya. Natha masuk ke halaman rumahnya, ia sudah tak melihat motor Mama Lian berada di luar, sepertinya motornya sudah di taruh oleh Keenan ke garasi atau ia jalan jalan menggunakan motor itu.
"Lo beliin gak, titipan gue?" tanya Keenan yang sedang berjalan turun dari anak tangga. "Lo nitip apaan? Gue gak ada baca pesan lo, hehe!" cengirnya, Keenan hanya memutarkan bola matanya malas.
"Mna kunci motor gue?" tanya Keenan, Natha menyerahkan kunci motornya ke arah Keenan. Keenan meraih kunci motornye setelah itu mengambil jaket kulitnya yang berwarna hitam bergantung di dekat lemari TV.
"Mau kemana? Ikut dong, hehe." ucap Natha, Keenan hanya mengangguk mengiyakan ucapan Natha. Keenan hendak membeli kertas karton untuk membuat tugas kuliahnya.
Sesampainya di tempat fotocopy, Natha dan Keenan turun dari motor, Keenan membeli karton nya, dan Natha berfikir hendak memprint tugas makalah kelompoknya, yang membuat brownis, mereka tidak jadi hari ini, jadi mungkin minggu. Mereka sudah selesai membuat makalahnya, tapi kuenya belum, padahal hari senin sudah harus di kumpul semuanya.
Mereka santai karena Nana sangat lihai untuk membuat kue kuean, jadi mereka hanya membantu membelikan semua bahan bahannya.
"Udah, ngapain lo ngelamun? Kesambet mampus lo, gak bantuin gue." ucap Keenan yng melambaikan tangannya di depan wajah Natha. "Dih tega banget" jawab Natha langsung menyusul Keenan yang sudah berjalan ke arah motornya.
"Lo gak mau beli makanan?" tanya Keenan yang di balas gelengan oleh Natha. "Enggak, udah kenyang." jawab Natha.
"Langsung pulang aja ya? Gue mau ngerjain tugas." ucap Keenan, Natha lagi lagi mengangguk.
Sesampainya di rumah, Keenan dan Natha langsung memasuki rumahnya, Natha langsung berlari kecil ke arah kamarnya untuk mengganti pakaian lalu tidur. Ia sudah sangat ngantuk, "Abang, nanti kalau mama datang terus nyariin, bilang aja adek udah tidur. Dah, goodnight Abang!" ucap Natha berpesan kepada Keenan yang di angguki nya.
Keenan berjalan ke kamarnya, menaruh karton tadi di atas meja lalu mengerjakan tugasnya, besok sudah harus di kumpul, jadi malam ini mungkin Keenan akan bergadang.
//pagi hari//
Seperti biasa, di pagi hari Natha akan bersiap untuk pergi ke sekolahnya, karena hari ini adalah hari Jum'at, jadi mereka akan menggunakan pakaian batik.
Natha turun ke bawah setelah selesai bersiap, ia duduk di ruang makan yang di sana sudah ada Mama Lian dengan Bibi Mela dan Lea yang sudah makan bubur ayam.
"Pagi kaka, mau mam bubur ndak?" tanya Lea yang menyerahkan satu sendok bubur ke Natha, Natha mengangguk lalu memakan bubur yang di sodorkan oleh Lea.
__ADS_1
"Enak, beli di mang mamat ya?" tanya Natha, "Iya, tadi lewat depan rumah kaka." jawab Lea, sembari mengangguk. Mang mamat adalah penjual bubur keliling setiap pagi dan sore hari. Natha meraih piring kosong lalu mengisinya dengan nasi putih dan mengambil lauknya, ayam bakar.
Beberapa menit kemudian, Natha sudah selesai makan, tapi Keenan tak kunjung turun. Apakah ia masih tidur? Bukannya hari ini ia akan berangkat ke kampus di pagi hari? Natha mencoba bertanya kepada Mama Lian.
"Ma, Abang mana? Kok belum keluar dari tadi?" tanya Natha, "Loh, Mama pikir kamu tau dek, tadi pagi banget, kalau gak salah waktu kamu mandi, dia udah berangkat duluan. Katanya mau nyelesain tugasnya di kampus." jawab Mama Lian, Natha yang mengerti langsung saja mengangguk.
"Ya sudah, Natha berangkat dulu ya? Ayo Lea." ucap Natha, Lea hari ini akan berangkat sekolah bersama Natha, karena bibi Mela tak bisa mengantarnya. Jadi ia ikut bersama Natha, tapi nanti pulang sekolah, ia akan di jemput dengan Pak Harto.
"Hati-hati, jangan ngebut loh ya, kamu bawa Lea itu." ucap Mama Lian, Natha hanya mengangguk, Natha dan Lea keluar dari rumah dan berjalan ke arah motor Scoopy miliknya. "Ayo, Lea, naik." ucap Natha kepada Lea.
Lea mengangguk lalu i menaiki motor Natha, ia duduk di depan, lalu Natha melajukan motorny dengan kecepatan rata-rata.
Sesampainya di sekolah Lea, Lea turun lalu berpamitan, Natha melambaikan tangannya, menunggu Lea masuk ke dalam sekolah baru ia akan pergi.
***
Natha telah sampai di sekolah, ia melangkahkan kakinya untuk berjalan di Koridor sekolah. Akhirnya ia tiba di kelasnya, sungguh, sangat cape untuk ke kelasnya itu, tangganya lumayan banyak, walaupun udah sering ia lewati, tapi tetap saja akan cape. Mengapa kelasnya harus di atas, mengapa tidak di bawah saja, huh, menyebalkan.
Natha menaruh tasnya ke kursinya, mengeluarkan kedua hpnya dari dalam tas dan berjalan ke arah kursi Nana.
"Na, makalahnya udah jadi, tapi belum aku print si, mungkin nanti sekalian pulang sekolah." ucap Natha, "Oh, aku aja sini yang ngeprint, sekalian ada yang aku beli di fotocopy an." jawab Nana, Natha mengangguk. Ia mengirim file ke nomor Nana.
Bel berbunyi, mereka memasuki jam pelajaran pertama, mereka menunggu guru pengajar datang.
//jam istirahat//
Natha dan teman-temannya tidak pergi ke kantin, mereka hanya duduk di dalam kelas, Natha asik memainkan hpnya membalas chat dari Dhika. Adek kelasnya yang kemarin meminta user ig, sekarang ia meminta nomor Natha melalui bintang.
[Halo kak, bener kak Natha kan?] - Dhika
[Dhika, kak. Add nomor aku ya, hehe, cuman mau nambah kontak doang kok.] - Dhika
[Oh, oke oke, dapat nomor aku dari siapa?] - Natha
[Dari Bintang tadi, aku yang minta sama dia kak, hehe, maaf yaa.] - Dhika
[Oalah, oke oke, bentar, aku add dulu.] - Natha
[Makasih kak. Gak ke kantin?] - Dhika
[Enggak, lagi males aja, bentar lagi juga pulang.] - Natha
[Oh iya juga, hehe, ya sudah, makasih ya kak, aku mau ke kantin dulu.] - Dhika
[Iya iya, udah ah sana, bentar lagi bel.] - Natha
[Oke, sip.] - Dhika.
"Ta, gue ke kelas duluan ya, mau ngerjain tugas dari pa dharma." ucap Gabriella, Natha mengangguk.
//pulang sekolah//
Mereka pada hari Jum'at dan sabtu akan selalu pulang cepat, hari jum'at pulang jam 11:35 AM. Jika hari sabtu pulang jam 12:35 PM.
__ADS_1
"Ta, lo pulang sama siapa?" tanya Gabriella, "Sendiri, kenapa?" jawab sekaligus bertanya kepada Gabriella.
"Mending lo bawa adek kelas tuh, si Kayla, kasian dia, jauh banget kalau jalan, gak ada yang jemput katanya. Lo satu blok sama dia kan?" ujar Gabriella, Natha mengangguk lalu menghampiri adek kelas yang bernama Kayla. Rumah Kayla dan rumah Natha hanya selisih tiga buah rumah, ia juga berteman dengan Natha, tapi jarang jarang saja, soalnya Kayla termasuk anak rumahan yang jarang jalan jalan keluar rumah kecuali jika ad keperluan.
"Kay, sini ikut gue, gue sendirian nih, lo gak ada yang jemput kan?" ucap Natha, "Gak apa nih, gue ikut lo?" tanya Kayla memastikan, Natha mengangguk.
"Naik" ucap Natha, Kayla menaiki motor milik Natha, setelah selesai Kayla menaiki motor, Natha langsung saja melajukan kecepatan motornya.
Sesampainya di rumah Kayla, ia langsung turun dari motor, "Makasih, Ta" ucap Kayla, Natha mengangguk, "Ya udah, gue pulang dulu, nanti kalau gak ad yang jemput bilang aja ke gue." jawab Natha, Kayla mengangguk. Natha meninggalkan Kayla yang masih berdiri di depan teras rumahnya.
"Lea belum pulang, bi?" tanya Natha di saat ia sudah tiba di depan pagar rumah nya, ia melihat bibi yang sedang membuka pagar.
"Ini mau jemput Lea, Nak, kenapa?" Bibi Mela kembali bertanya, "Biar Natha aja yang jemput, bibi di rumah aja, panas ini." ucap Natha.
"Jangan Ta, kamu ganti baju aja, biar bibi yang jemput Lea." jawab Bibi Mela, Natha yang tetap menggeleng, "Udah, bibi di rumah aja, biar Natha yang jemput. Oh iya, nih bi, Natha nitip tas ya." ucap Natha yang di angguki oleh Bibi Mela.
Natha langsung saja menancapkan gasnya untuk pergi ke sekolahnya Lea. Sesampainya di sekolah Lea, semua anak anak sudah keluar dari sana, untung saja Natha tidak telat, ia mencari cari Lea. Ia melihat Lea yang sedang mengantri crepes, Natha tersenyum melihatnya, Lea sangat terlihat pendek di bandingkan teman-temannya. Natha menghampiri Lea di penjual crepes, bukan hanya anak anak yang mengantri, ibu ibu juga ada yang mengantri menunggu anaknya.
"Lea udah pesan belum?" tanya Natha yang tiba-tiba berada di samping Lea, Lea menggeleng.
"Kaka jemput Lea, ya?" tanya Lea, Natha mengangguk. "Pak, crepes nya dua, ya?" pesan Natha, bapak penjual crepes hanya mengangguk.
"Dadah Lea, aku duluan yaa!" ujar teman cowok Lea, Lea mengangguk sembari melambaikan tangannya ke arah temannya itu. "Dadah! Hati-hati yaaa!" jawab Lea, Natha gemas, ia teringat masa masa ia dulu juga pernah begitu, tetapi sekarang ia tidak tau dimana teman cowoknya itu berada. Di waktu SD kelas 2 mereka terpisah karena si cowok harus pindah rumah karena kedua orang tuanya. Jadi mau gak mau Natha juga bakal terpisah dengan cowok itu dan sampai sekarang ia bahkan tidak menemukan temannya itu. Entah dia masih ingat atau lupa, tapi yang penting, Natha masih mengingatnya dan masih memiliki fotonya berdua.
"Nih, neng, dua jadinya sepuluh ribu." ucap sang penjual, Natha mengeluarkan uangnya dari saku seragam, menyerahkan uang sebesar 10 ribu. "Di jual, neng." ucap Sang penjual, Natha mengangguk lalu menggandeng Lea untuk menaiki motornya.
"Ayo, Lea, naik, ini pegang makanannya." ucap Natha kepada Lea. "Kaka, ini Lea bayar berapa?" tanya Lea sembari menaiki motor Natha. "Gak perlu bayar, maniss. Udah ah, ayo naik, nanti makin panas cuacanya." jawb Natha yang di angguki oleh Lea. Natha langsung saja menancapkan gasnya untuk cepat sampai ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, Natha memarkirkan motornya di depan teras rumah, ia masuk ke dalam rumah, melepas sepatu dan kaos kakinya. Begitu juga dengan Lea, ia masuk dengan menenteng dua crepes di tangan kanan dan sepatu di tangan kiri.
"Lea, cuci tangan dulu nak eh." ucap bibi Mela yang sedang berjalan turun dari anak tangga, melihat Lea yang hendak langsung memakan crepes nya. "Hehe, lupa, bu." jawab Lea, ia berjala ke arah wastafel untuk mencuci tangannya. Setelah itu ia melanjutkan makan crepes nya yang tadi sempat tertunda.
"Kaka, ini punya kaka taruh di mana?" tanya Lea menenteng crepes milik Natha. "Taruh di atas meja ruang tamu aja, Lea, kaka mau ganti baju dulu." jawab Natha yang di angguki oleh Lea.
***
Natha keluar dari kamarnya, ia berjalan turun dari anak tangga, berjalan ke arah ruang tamu yang di sana tidak ada siapa siapa. Crepes miliknya juga sudah tidak ada, biasanya bibi menyimpan makanan Natha di dalam lemari. Natha mencoba mencari crepes nya, dan, benar saja, di sana crepes Natha. Ia mengambilnya lalu memakannya, ukuran nya lumayan besar, jadi satu crepes seharga lima ribu rupiah.
Natha kembali berjalan ke ruang tamu, ia mendudukkan dirinya di sofa, memainkan hpnya sambil memakan crepes miliknya tadi.
Hingga sekarang jam sudah menunjukkan jam satu siang, Natha masih setia di ruang tamu, kini posisinya sedang rebahan di sofa panjang.
Natha sungguh bosan jika pulang lebih awal, ia tidak ada kerjaan di rumah, ia sudah mencoba mengajak teman-temannya ke rumah, tapi mereka sibuk. Tak lama kemudian, ada notif chat masuk dari Aksa, yeah, Natha menebak jika Aksa akan mengajaknya bertemu.
[Ta, gabut kan? Sini ketemuan, aku udah di rumah, tapi aku gak di bolehin sama bunda buat keluar rumah. Emm, kalau kamu mau, kamu ke sini aja.] - Aksa
[Cuacanya panas, Sa. Nanti aja, agak sorean dikit, ya?] - Natha
[Iya, Gak apa. Lagi pula ini jam satu siang, nanti aja sore sore, terserah kapan.] - Aksa
[Iya Sa, nanti gue kabarin lagi, kalau gue ke rumah lo, nanti gue chat.] - Natha
[Oke!] - Aksa
__ADS_1
...***...